
Malam berikutnya, Andy bermimpi lagi. Kali ini dia tiba-tiba ada ditengah hutan dan dihutan itu ada sumur tua.
Dari atas sumur itu, seorang kakek berjenggot putih, tiba-tiba ada diantara kabut. Andy berjalan semakin dekat. Dan saat mereka berjarak hanya satu meter, kakek berjenggot putih itu tiba-tiba menghilang.
Dia seolah-olah masuk kedalam sumur tua itu. Andy menjadi tersentak saat melihat kakek itu seolah masuk kedalam sumur. Andy lalu mengambil obor yang tadi dia letakkan tiga meter dari sumur itu.
Andy kembali dengan obor ditanganya, dia berjalan dipinggir sumur itu dan mengelilinginya sambil mengarahkan obor ketengah sumur itu. Sumur itu lumayan dalam, tidak nampak apa yang ada didalamnya.
Andy menempatkan obor itu kedalam dan terlihat sesuatu berkilau keemasan dari dalam sumur itu.
"Apa itu?" Andy berfikir jika itu mungkin lempengan baja atau besi. Warnanya kekuningan sangat berkilau.
Andy lalu melemparkan kerikil kedalamnya, terdengar suara seakan kerikil itu seperti menimpa baja atau besi. Suaranya bergaung hingga keluar dan terdengar oleh Andy.
Tiba-tiba Andy terbangun karena mendengar suara tangisan bayi. Andy segera berlari dan dia lihat Naina tidak ada didalam. Bayi itu sendirian dan menangis semakin keras.
Naina lalu masuk saat Andy akan menggendong bayinya.
"Aku ke kamar mandi sebentar," kata Naina.
"Ohh, dia menangis, aku kemari untuk melihatnya, ya sudah, jika kau sudah disini, aku akan kembali ke kamarku." Kata Andy lalu keluar dari kamar Naina.
Sampai di kamarnya Andy segera tidur kembali dan berharap bisa bermimpi yang sama. Tapi dia malah tidak bermimpi apapun hingga pagi. Saat bangun tidur Andy sungguh menyesal, karena tidak ingat dimana sumur itu berada.
__ADS_1
Diana sudah datang pagi-pagi dengan makanan yang sudah dimasak oleh ibunya.
"Ini untuk kalian sarapan," kata Diana lalu menggoda bayi yang sedang digendong oleh Andy.
"Dimana Naina?"
Diana melihat ke sekeliling dan tidak melihat Naina.
"Sedang memandikan anaknya." Kata Andy.
"Kau terlihat manis saat menggendongnya," gurau Diana.
"Biarkan aku menggendongnya, mungkin sebentar lagi aku juga akan punya bayi setelah kita menikah."
Andy nampak kaget dan tertegun. Bayi? Setelah menikah? Andy bergumam sendiri sambil menyerahkan bayi kepada Diana.
"Sumur?" Diana nampak berfikir. Dia lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada. Tidak ada sumur ditengah hutan seperti yang kau bilang," kata Diana.
"Tapi aku yakin pasti ada sumur seperti didalam mimpi itu. Entah dihutan yang mana. Aku ingin mencarinya," kata Andy.
"Tapi sebentar lagi kita akan menikah. Jika kau pergi mencari sumur itu, bagaimana jika kau tersesat. Hutan dipulau ini sangat luas. Sebagian tidak pernah dijamah oleh manusia. Banyak binatang liar dan ular berbisa disana." Kata Diana.
__ADS_1
"Tapi mungkin ada sesuatu didalam sumur itu. Sesuatu yang tidak diketahui tapi ada."
"Apa maksudmu?"
"Aku juga masih belum mengerti, tapi hati kecilku mengatakan aku harus menemukan sumur itu." Kata Andy dan Diana mengernyitkan dahinya.
"Jika begitu aku akan ikut denganmu," kata Diana pada Andy.
"Baiklah," Andy akan mengajaknya serta.
"Kapan kau akan pergi mencari sumur itu?"
"Siang ini, kau bilang kita akan segera menikah, aku ingin lekas pergi dan kita akan menikah setelah menemukan sumur itu,"
"Ya sudah, jika itu yang kau inginkan, terserah kau saja." Kata Diana lalu menyerahkan bayi itu pada Naina, dia tertidur rupanya.
Naina datang dan mengambil bayi itu dari tangan Diana. Tidak lama lagi Naina segera kembali dan bergabung dengan Diana dan Andy. Andy lalu mengutarakan keinginannya untuk pergi kehutan.
"Apakah kau tidak apa sendirian?"
"Tidak papa. Aku akan baik-baik saja."
Diana lalu membuka kotak makanan dan menyerahkannya pada Naina.
__ADS_1
"Mari sarapan, Diana sudah membawa sarapan untuk kita,"
"Ini daging rusa. Dan yang ini unggas," kata Diana. Naina lalu mengambil yang daging unggas. Sementara Andy dan Diana makan daging rusa.