Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Takdir membawa mereka kembali


__ADS_3

Andy dan Ali terus berlayar sesuai peta yang ditemukan oleh Ali. Namun naas, mereka justru berpapasan dengan kapal besar milik keluarga Naina yang terus mencari keberadaanya.


Terjadi saling kejar-kejaran ditengah laut. Kapal milik keluarga Naina terus mengejar perahu yang ditumpangi Ali dan Andy.


"Putar arah, kembali ke pulau!" Teriak Ali.


Karena jika terus berada dilaut dan dikejar dengan kapal besar, Ali khawatir jika kapal yang mereka tumpangi akan tenggelam.


Akhirnya Andy putar arah dan berlayar kearah pulau terpencil lagi. Jantung Ali dan Naina semakin berdetak dengan cepat.


Kapal itu terus mengejar mereka dan menyerang dengan tembakan bertubi-tubi.


"Jangan sampai Naina terluka. Kita harus membawanya dalam keadaan selamat." Terdengar teriakan dari seorang didalam kapal besar itu.


"Andy! Ayo semakin cepat!" Teriak Ali.


Mereka terus menyerang Ali dan Andy dengan menembak jarak jauh. Banyak peluru yang melesat karena Andy dan Ali terus mengemudikan kapalnya dengan siksak.


Namun naas, Ali tertembak saat hampir sampai ditepi laut didesa terpencil itu.


Tiga peluru mengenai tubuhnya, Andy segera memapahnya keluar dari kapal dan mengajak Naina bersembunyi didalam goa, dimana tempat mereka membuat kapal.


Para awak kapal itupun turun dan mencari Ali dan Andy. Mereka menyebar dan justru bertemu para pemuda yang sedang menggali tanah dibelakang rumah Tetua.


"Dimana mereka?" Tanya seorang bertubuh besar?


"Siapa kalian? Dan apa yang kalian lakukan disini?"


"Kami mencari orang ini?" Kata orang bertubuh besar dan menunjukan foto Naina.


"Mereka sudah pergi dari pulau ini!" Kata Tetua tenang.


"Geledah rumah-rumah disini!" Perintah orang bertubuh kekar itu.


Tetua lalu saling bertatapan dengan para pemuda yang sedang menggali tanah.


Tetua memberikan isyarat agar mengusir para orang ini, mereka semua mengangguk dan langsung bergerak cepat dan terjadilah pertempuran sengit.


Diserang secara tiba-tiba membuat orang suruhan keluarga Naina itu kalah dan sekarat. Mereka lalu diseret beramai-ramai dan dilempar kelaut, hingga para ikan Hiu itu datang dan membawa mereka semua pada kawanannya.


Sisa anak buah yang masih ada dikapal langsung terkencing dicelananya saat melihat teman mereka dimakan olah ikan Hiu. Dan melihat para warga pulau yang ganas tanpa ampun melempar teman mereka, membuat mereka merinding dan kapten kapal itu memerintahkan untuk meninggalkan pulau itu.

__ADS_1


Rossa dan Diana yang sedang memasak mendengar kabar jika kapal mereka kembali, segera berlari ke tepi pantai.


Sampai disana mereka melihat kapal milik Andy dan Ali yang disembunyikan disemak-semak.


Diana dan Rossa segera mencari keberadaan mereka dan setelah melihat rumput yang terkena tetesan darah, maka mereka mengikuti tetesan darah itu hingga ketengah hutan.


"Goa! Mungkin mereka ada disana!" Teriak Diana dan mereka segera pergi kemulut goa dan masuk kedalamnya.


Baju Andi penuh dengan darah. Tapi itu bukan darahnya, melainkan darah Ali.


Nafas Ali mulai tersengal meskipun Andy sudah berusaha untuk menahan agar darahnya berhenti sampai ada pertolongan.


Naina terus menangis melihat suaminya yang bersimbah darah.


"Ayo kita bawa kekampung!" Teriak Rossa saat melihat Ali terluka.


Diana segera mendekat dan ingin membantu mereka berjalan dan segera memberikan pengobatan.


Tapi Ali menggelengkan kepalanya seakan dia tahu jika malaikat sudah sangat dekat padanya.


Ali menggenggam tangan Andy.


"Andy, aku mungkin tidak bisa lama lagi, aku titip Naina dan anakku, jagalah mereka, aku titip Naina, bahagiakan dia, keluarkan dia dari pulau ini, berikan dia hidup yang layak," Kata Ali dengan terbata dan nafas tersengal-sengal.


"Naina, maafkan aku, aku akan pergi, Andy akan menjagamu dan membuatmu bahagia,"


"Ali, kau pasti selamat, ayo kita pergi kerumah Tetua dan kami akan mengobatimu." Kata Naina sambil menangis.


Ali tersenyum dan menatap Naina dengan penuh cinta.


"Selamat tinggal...." Tiba-tiba tangan Ali lemah dan genggamanya pada Naina terlepas.


"Aliiiii!" Naina menjerit lalu pingsan.


Andy menangis dan mengusap airmatanya. Andy lalu menutup mata Ali dengan perlahan. Dan saat itu warga desa datang dan mereka segera membantu Andy dan Ali.


"Ayo kita bawa kekampung. Dia akan dimakamkan secara adat kami," kata Diana dan diiringi anggukan oleh Tetua.


Andy menggendong Naina yang pingsan, Kedua anaknya digendong oleh Rossa dan Diana. Sementara Ali diangkat oleh para warga dan akan dibawa kerumah Tetua.


Naina masih pingsan saat sampai dirumah Tetua dan Andy membaringkannya dikamar Diana.

__ADS_1


Rossa dan Diana datang lalu menemani Naina serta anaknya. Sementara, Andy keluar untuk membantu para warga mengurus jenazah Ali.


Tetua berkata pada warga, agar galian tanah dibelakang rumahnya untuk mengubur Ali saja. Para warga juga setuju dan tidak keberatan.


Mereka memandikan jenazah Ali dan membungkusnya dengan kain. Sekarang hanya terlihat mukanya saja.


"Masukkan perlahan kedalam peti." Kata Tetua dan saat itu Naina sudah siuman dan bangun lalu mencari suaminya.


Dia datang dan mendekati peti dimana suaminya ada didalamnya.


"Ali....hiks...aku ingin melihatnya terakhir kali," kata Naina lalu Tetua membuka peti itu.


Wajah Ali begitu tenang dalam pembaringanya yang terakhir.


Perlahan Naina mejamkan matanya dan tidak kuasa melihatnya terbujur kaku tak bergerak.


Andy menahan tubuh Naina dari belakang saat Naina tiba-tiba sempoyongan.


Andy memberi isyarat pada Tetua agar menutup peti dan setelah ritual terakhir, maka akan menguburkannya.


Naina hanya diam seperti patung saat para warga mengangkat peti itu dan setelah penghormatan terakhir, dan ritual selesai, mereka segera akan memakamkannya.


Andy menatap Naina yang terdiam dan airmatanya bahkan berhenti mengalir.


Kesedihan jelas terpancar diwajahnya, Andy berdiri disampingnya dan hatinya sangat trenyuh melihat keadaan Naina.


Apalagi mengingat anaknya yang masih kecil, dan satu lagi masih bayi. Membesarkan dua anak seorang diri bukanlah hal yang mudah.


Andy menghela nafas panjang dan memeluk Naina, merengkuhnya dalam dadanya.


Naina baru terisak dan mulai menangis lagi. Sementara Diana dan Rossa dari kejauhan menggendong anak Naina.


Mereka belum mengerti dan hanya bingung melihat ibunya menangis.


Sementara ayahnya tidak terlihat diantara kerumunan orang.


Saat peti itu dimasukan ke liang lahat, bayi itu menangis begitu keras hingga menyentakan Naina, dan dia segera berlari memeluk dan menggendong bayinya.


Naina mendekapnya dan membawa kedua anaknya untuk melihat peti itu yang terakhir kalinya.


Naina nampak duduk diatas pusara dan berdoa disamping pusara suaminya.

__ADS_1


Andy berdiri dibelakangnya, dan ikut mendoakan sahabatnya agar tenang dialam sana.


Tuhan mengambilnya begitu cepat. Takdir membawa mereka kembali kepulau terpencil itu.


__ADS_2