
Gina duduk diantara anak, menantu serta cucunya. Gina mengedarkan pandangan pada semua keluarganya dan tersenyum puas. Tidak ada yang lebih membuatnya bahagia selain melihat keluarganya bersamanya saat ini.
"Ayah...makanan disini enak sekali, aku suka tinggal disini," celetuk Azam.
"Aku juga ayah, aku mau tinggal lama disini dan berjalan-jalan ke seluruh kota," seru Alvian.
"Aku juga, aku akan membuat bagaimana kau membuat robot seperti yang pernah kau ceritakan. Aku ingin tangan robot," kata Eduardo melirik pada semua saudaranya.
Mereka semua terdiam dan melihat kearahnya.
Oma juga baru menyadari jika salah satu cucunya terlahir hanya dengan satu tangan. Dia juga ingat jika Andy menyumbangkan banyak robot tangan sebagai alat bantu untuk mereka yang terlahir cacat.
"Baiklah, besok kita akan pergi melihat robot tangan untukmu. Kita akan mencari ukuran yang pas dengan tanganmu, jika tidak ada maka mereka akan membuatkanya untukmu," kata Andy pada Eduardo.
"Terimakasih ayah....weeeee" Eduardo menjulurkan lidahnya pada Azam yang duduk disebelahnya.
"Tangan robot ku akan lebih kuat dari tanganmu," kata Eduardo pada Azam.
Azam diam saja dan tidak ingin bertengkar dengan saudaranya karena kedipan mata Naina.
***
Malam ini mereka semua tidur dengan lelap dan merasakan nyaman karena tempat tidur yang empuk dan kamar yang indah.
Pagi harinya mereka semua mandi dan sebagian berenang di kolam renang belakang rumah besar yang berbatasan dengan paviliun.
"Sudah! sudah! Ayo naik. Kalian mau ikut ayah tidak?" Teriak Rossa dan Naina. Sementara Diana membantu chef menyiapkan makan sebelum mereka pergi.
__ADS_1
Diana tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memasak bersama chef mumpung dia ada dirumah besar.
Sementara Rossa dan Naina sudah siap dengan anak-anaknya yang sudah rapi semua.
"Woowww baunya sangat harum," kata mereka semua.
"Ibu Diana yang membuatnya?" tanya Alvian pada Diana yang sedang menyajikan makanan untuk keluarga.
"Ya...ibu Diana setiap hari belajar masak bersama chef," kata Andy yang sudah duduk dimeja makan.
Mereka semua langsung duduk dan bersiap untuk makan. Oma mengajari cucu-cucu nya cara menggunakan pisau dan garpu untuk makan daging.
"Kenapa kita tidak tinggal disini saja ayah?" tanya Eduardo.
"Tidak sayang...." kata Andy saling berpandangan pada semua istrinya.
"Nanti kita akan sering datang kemari...." Kata Andy yang disambut senyuman oleh semua anaknya.
Mereka sepertinya tertarik untuk tinggal dikota kelahiran Andy. Namun, Andy lebih suka tinggal dipulau daripada di kota kelahirannya sendiri.
"Ayo kita berangkat sekarang....." Kata Andy berdiri dan segera menuju ke mobil berlapis emas miliknya yang masih disimpan oleh Gina dan dirawat dengan baik.
Mereka semua keluar dan segera masuk kedalam mobil yang sudah berbaris rapi. Mereka lalu pergi ketempat pembuatan robot tangan yang sampai saat ini masih berjalan dan dibiayai oleh Andy.
Mereka sampai dan langsung masuk kedalam karena beberapa karyawannya sudah tahu jika mereka akan datang dan menyambut dipintu.
"Wooooowww....." Alvian dan saudaranya terkejut melihat tempat perakitan robot tangan itu.
__ADS_1
"Aku mau yang ini!" kata Eduardo lalu seorang karyawan mengukur tanganya.
"Apakah sesuai?" tanya Andy.
"Ya...ini sepertinya pas..." kata karyawannya.
"Aku juga mau ayah....ini sangat keren," kata Azam.
"Untuk apa kau menggunakanya. Kau punya dua tangan yang bisa kau gunakan untuk apapun. Alat ini hanyalah alat bantu bagi mereka yang terlahir berbeda," kata Andy menasehati Azam.
"Horeeee....aku punya dua tangan. Dan ini sangat kuat!" kata Eduardo sangat senang.
Karyawan itu sudah memasang robot tangan pada salah satu lengan Eduardo.
"Waahhhhh...bisa untuk memegang. Bisa untuk bermain." kata Eduardo dan membuat Azam cemberut.
"Azam, jangan cemberut begitu. kau harus bersyukur, kau terlahir dengan dua tangan yang utuh."
"Iya ibu....." akhirnya Azam mengerti dan mendekati Eduardo. Dia ingin melihat lebih dekat bagaimana Eduardo menggunakan tangan robotnya.
Setelah selesai melihat-lihat mereka lalu keluar dan akan berjalan-jalan ke seluruh kota sebelum kembali kepulau terpencil.
💖💖💖
Terimakasih kakak-kakak semua yang sudah memberikan dukungannya.
Membaca dari awal hingga akhir,
__ADS_1
Mohon maaf, jika ada kesalahan atau typo, karena masih belajar 😍🤗