Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
SEASON 2-11


__ADS_3

Sumur itu adalah sumur yang muncul setiap bulan purnama. Dan bersama Bulan purnama yang menghilang, maka sumur itu juga akan lenyap.


Mereka berlima saling berpandangan.


"Ayo kita masuk!" Seru Eduardo tanpa rasa takut.


Julio dan Roger menggelengkan kepalanya. Merasa takut karena mereka khawatir itu adalah sumur siluman.


Bumi yang beberapa menit yang lalu bergetar, sekarang sudah normal kembali.


"Jika tidak ada yang berani, maka aku akan masuk sendirian," kata Eduardo.


Delilah menatap ayahnya.


"Jangan masuk," pinta Delilah.


"Tidak, ini adalah tujuanku keluar dari kampung halamanku. Sekarang sudah ada didepan mata. Aku akan masuk, jika kalian tidak ada yang ikut, maka aku akan masuk sendiri," kata Eduardo.


Akhirnya setelah melihat mereka semua terdiam ketakutan, Eduardo masuk dan terjun kedalam sumur itu.


Dan sampai didasar sumur, seperti ada energi yang membuatnya melayang ringan, dan bahkan tidak jatuh kedalam dasar.


Sumur biasa akan membuat orang mati begitu menjatuhkan dirinya. Namun ini adalah sumur ajaib, maka Eduardo masih hidup dan tidak jatuh kedasar, itu yang membuat dia terheran.


Eduardo melihat sebuah batu merah bercahaya diatas peti.

__ADS_1


Dan menyingkirkan batu itu. Dia lalu membuka petinya, dan dia sangat terkejut saat melihat Kilauan emas batangan begitu banyak.


Ada empat peti besar, semua berisi emas batangan.


Namun tiba-tiba, Eduardo teringat pada sebuah batu merah yang bercahaya tadi. Dia lalu mengambil batu itu, dan bersama peti membawanya naik ke atas dengan kekuatan dari batu permata milik ayahnya.


Membuatnya bisa merayap didinding sumur tanpa terjatuh.


Namun, saat sampai diatas, tiba-tiba batu itu terlepas dari tanganya dan mengenai batu didasar sumur.


Pyarr! Batu itu pecah dan sesaat Eduardo tidak menyadari efek dari pecahnya batu merah itu.


Dia segera kebawah lagi untuk memeriksanya. Dan benar, batu itu sudah hancur menjadi berkeping-keping. Dan yang lebih mengejutkan ada bola kecil mirip gambar bumi didalam batu itu.


Namun begitu sampai diatas. Dia sangat terkejut, semua temannya tidak bergerak sama sekali.


Mereka menjadi patung dan pohon-pohon juga tidak ada yang yang bergerak.


"Julio!" Eduardo memanggil dan mencolek bahunya.


"Apa yang terjadi? Lihatlah, aku menemukan harta Karun!" Kata Eduardo.


Namun Julio diam seperti patung dan tidak bergerak sama sekali.


Eduardo lalu mendekati Roger, dia juga tidak bergerak.

__ADS_1


Begitu juga dengan Delilah dan ayahnya.


Eduardo menjadi bingung, apa yang menyebabkan ke empat temannya menjadi patung dan tidak bergerak.


Eduardo lalu melihat ke arah sumur itu. Dan sumur itu masih ada, belum menghilang.


Eduardo lalu mengambil semua harta Karun dan mengeluarkannya dari dalam sumur itu.


Selesai mengeluarkan peti ke empat, tiba-tiba terjadi goncangan sedikit. Dan begitu keluar dari dalam sumur, maka saat dia menoleh, tidak ada apapun dibelakangnya.


Sumur itu telah menghilang bersama bulan purnama yang telah bergeser akan pagi.


Eduardo dengan hati senang dan akan membangun sebuah kerajaan dengan harta yang dia miliki.


Namun dia masih memikirkan bagaimana semua temannya bisa menjadi patung? Dia lalu mendekati mereka semua dan percuma saja. Mereka tidak bernafas dan tidak ada pergerakan apapun.


Eduardo merasa lapar, dia lalu mencari seekor kelinci yang mungkin akan keluar dipagi hari.


Namun sudah lama dia menunggu dan tidak ada satupun kelinci yang lewat. Eduardo bangun dan dia sendiri yang akan mendatangi kelinci untuk ditangkap, disemak-semak.


Eduardo melihat seekor kelinci disemak-semak. Namun kelinci itu juga diam dan tidak bergerak saat dia tangkap.


Eduardo sekarang menyadari, jika kelinci itu juga menjadi patung sama seperti semua temannya.


Maka dia tidak bisa memakan kelinci itu. Diapun keluar dari hutan untuk mencari makanan dan melihat keadaan diluar hutan.

__ADS_1


__ADS_2