
Setelah mendapatkan informasi data semua mafia dikota itu, maka Andy mengirimkan pesan melalui undangan terbuka kepada mereka semua untuk datang ke acaranya.
Andy membuat pesta yang besar dan mewah disebuah gedung besar yang dia sewa berikut jamuan makan. Andy akan membuat sayembara siapa yang terkuat akan dia berikan informasi tentang pulau harta karun.
Mendengar pulau harta Karun, mereka semua tertarik dan datang ke pestanya. Banyak meja bundar dengan kursi disekelilingnya untuk semua undangan yang hadir.
Mereka ingin bertemu dengan pria yang mengundang nya dan juga ingin tahu informasi mengenai pulau harta karun itu.
Andy tidak punya cara lain untuk mengumpulkan mereka semua selain membuat cerita tentang pulau harta karun.
Mereka semua lalu datang tepat waktu dan Andy sangat senang karena tebakanya tidak meleset.
Andy membuka acara dan berpidato sebentar. Setelah itu Andy mengatakan jika dia hanya ingin mengumpulkan mereka dan bekerja sama.
Andy menghitung jumlah tamu yang hadir dalam waktu cepat. Tek! 300 tamu undangan hadir tanpa diwakilkan. Mereka semua adalah pimpinan para mafia yang punya anak buah.
Kalau mereka semua mau bekerja sama maka, jika setiap satu orang punya 20 anak buah, jumlah pengikutnya akan menjadi 6.000 orang dalam waktu singkat.
"Baiklah, saya akan mulai berbicara kenapa saya mengumpulkan tuan-tuan sekalian disatu tempat dan berbicara tentang harta karun."
Mereka semua tidak sabar menunggu kalimat berikutnya.
"Peta harta karun itu hilang, dan sebagai gantinya maka bagaimana kalau aku tawarkan untuk bergabung dan membuat perusahaan berskala besar dan aku akan membiayai semua proyek itu."
"Kurang ajar! Kau mempermainkan kami!?"
"Tidak. Aku tidak punya cara lain untuk mengumpulkan kalian semua. Dan kalian tidak bisa pergi dari sini sebelum kita sepakat,"
"Kau mengancam kami? Siapa dirimu berani mengancam kami?" Mereka lalu bangun dan akan pergi tapi tiba-tiba Andy berteriak.
"Hentikan! Lihat ini?!" Andy memperlihatkan emas batangan dalam jumlah banyak.
"Aku akan membayar kalian semua jika kalian mau bekerja sama denganku, aku butuh orang-orang seperti kalian," kata Andy.
"Tidak! Omong kosong semua ini!" Barisan paling depan nampak meremehkannya. Mereka berdiri dan hendak pergi dari pertemuan itu.
Andy lalu menghajar barisan paling depan dengan tendangan yang sangat cepat.
Plak! plak! plak!
__ADS_1
Mereka jatuh dan tersungkur dilantai.
"Bagaimana!?" Barisan kedua nampak mulai mengagumi kehebatan Andy.
"Baiklah!" Separo orang itu mau bekerja sama dengannya.
Dan separo lagi nampak masih ragu dan berfikir.
"Majulah! Siapa yang ingin mencobanya?" Andy mulai menantang para pimpinan itu.
Satu orang maju kedepan dan ingin mencoba kehebatannya sebelum membuat keputusan.
"Kau majulah dulu," kata Andy santai dan orang itu langsung menerjangnya dengan tendangan maut.
Andy tidak bergeming dan kakinya tidak bergerak sedikitpun. Batu dilehernya benar-benar sudah memberikan kekuatan padanya.
Pria yang menantangnya nampak mengatur nafas dan melihat kearah dada Andy. Dia bingung bagaimana dia bisa kuat menahan serangan mautnya.
Yang jika orang biasa yang menerimanya maka jantungnya akan langsung berhenti berdetak saat itu juga. Tendangan tadi tepat diarahkan pada jantung lawan dan itu seperti tendangan maut.
"Sekarang giliranku, bersiaplah!" Teriak Andy lalu menendang pria didepanya dan pria itu terlempar jauh kearah para tamu, dan tidak mampu untuk bangkit. Tulangnya mungkin patah, beberapa anak buah Andy mengangkatnya dan mereka membawanya keluar.
"Kalian sepakat?" Andy bertanya sambil mengedarkan pandanganya keseluruh ruangan itu.
"Baiklah jika begitu Tuan, maka kami akan menjadi pengikutmu dan sesuai janjimu kau akan membayar kami." Kata pria yang berdiri tidak jauh dari Andy.
"Tentu saja. Jika begitu maka kalian akan mendapatkan perintah dariku mulai besok. Beberapa anak buahku akan memberikan pekerjaan apa saja yang harus kalian lakukan." Kata Andy dan menunjuk beberapa orang untuk tinggal bersamanya.
"Nikmatilah makanan kalian, aku akan pergi, jika ada masalah, kalian bisa bicara pada Sony, Lewis dan Jones. Mereka orang kepercayaanku." Kata Andy lalu pergi dari ruangan itu dengan penuh kemenangan.
Sony dan Lewis lalu berdiri paling depan dan mengangguk pada tamu yang hadir. Sementara Jones sedang berbicara pada seorang tamu yang menagih hutang padanya.
"Ini 40 milyar. Hutangku 30 milyar dan bunganya 10 milyar, itu sudah lebih dari cukup, tapi kau terus memeras ku dan membuat jumlah yang tidak masuk akal," Teriak Jones berani karena sekarang dia punya Andy.
"Kenapa hanya 40 milyar? Aku bilang 100 milyar!" Hardik orang itu.
"Mana uangnya! Hutangmu masih tersisa 60 milyar!"
"Aku tidak akan membayarnya,"
__ADS_1
"Maka aku akan membunuhmu!" Ancam orang itu.
"Jika kau berani lakukanlah! Kau tidak tahu siapa aku sekarang, aku bekerja pada Tuan Andy yang bahkan seluruh mafia mengaku takluk padanya,"
"Apa!?" Pria itu nampak kaget dan menjadi salah tingkah.
"Kau bekerja padanya? Baiklah jika begitu, maka sudahlah, hutangmu lunas dan jangan kau ingat apa yang sudah terjadi dimasa lalu. Kita adalah kawan sekarang." Pria itu buru-buru akan pergi dengan koper berisi uang 40 milyar.
"Cih!" Jones mengatupkan rahangnya dengan kesal.
Jones lalu berkumpul bersama Sony dan Lewis juga para tamu yang belum pulang dan masih menikmati pesta.
Sementara Andy sudah sampai dirumah dan Diana menunggu sambil menonton televisi.
Andy sudah mengajari Diana bagaimana menyalakan televisi dan mengganti Chanel yang dia suka.
"Maafkan aku, apakah kau merasa bosan?"
"Ya, tapi aku teringat cara menyalakan televisi, maka aku mencobanya," kata Diana. "Bagaimana, apakah kau bisa mempengaruhi mereka semua?"
"Tentu saja! Siapa yang terkuat dia yang menang, kekuatan ini sangat membantuku. Aku membuat mereka tunduk dan mau bekerja sama." kata Andy senang lalu mengambil minuman dingin.
"Kapan kau akan memulainya?"
"Besok," kata Andy.
"Aku harus membebaskan tanah disekitar pantai itu dan membangun pelabuhan serta memesan kapal pada Albert."
"Kau akan memesan kapal padanya?"
"Tentu saja, tapi dia tidak akan tahu jika aku yang memesannya." Kata Andy.
"Kau menggunakan nama samaran?"
"Ya, dan perusahaan baru. Pelabuhan baru, sepertinya aku akan ke pulau itu untuk mengambil emas yang tersisa," kata Andy.
"Aku akan ikut denganmu," kata Diana dan bersandar pada bahu Andy yang kekar.
"Tentu saja. Setelah proses pembuatan gudang dimulai, crane juga sudah ada, maka aku akan pergi ke pulau itu untuk mengambil emas disana, aku akan memesan kapal terkuat dengan perlengkapan senjata pada Robert. Aku butuh kapal yang banyak untuk memuat mereka menyebrangi samudra, dan membebaskan ayah," kata Andy lalu mencium kening istrinya.
__ADS_1