
Andy pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan Haidar. Dia juga mendengar kabar jika Haidar dipukuli orang tidak dikenal dari ibunya. Setelah ke ruangan Haidar, Andy lalu mencari tahu tempat dulu dia dilahirkan. Dia ingin mengetahui nama dan alamat ibu yang sudah melahirkanya. Jika sudah tiada maka dia ingin mengunjungi makamnya.
Andy sudah mulai mempersiapkan semua aset dan harta yang akan dia serahkan pada Haidar suatu hari nanti saat ibunya mengumumkan pewaris yang sebenarnya.
Sekarang dia mencari nama ibu kandungnya melalui rumah sakit dimana dia dilahirkan. Berkat bantuan Presdir, maka Andy segera mendapatkan informasi tentang ibu kandungnya.
Andy segera mendatangi alamat itu. Dan ternyata rumah bekas ibunya kosong dan sudah lama tidak ditempati. Andy lalu bertanya pada warga sekitar tentang kehidupan ibunya dan dimana dia dimakamkan.
"Dimana ibu Amelia dimakamkan pak?"
"Didekat sungai itu nak, di pemakaman umum," jawab pria itu.
Andy bergegas pergi kesana dan dia harus berjalan kaki karena jalanannya yang sempit dan penuh dengan rumput ilalang dipinggir ya.
"Mobilnya biar bapak yang jaga nak," kata bapak RT pada Andy."
"Terimakasih pak,"
Setelah mengikuti petunjuk jalan yang diberikan oleh pak RT, Andy segera sampai pada sebuah makam yang tidak terawat. Disekitar makam itu dipenuhi oleh rumput dan banyak dedaunan kering.
Didekat makan ada sapu, Andy segera menyapu tanah disekitar makam lalu mencabuti rumput dan menaburkan bunga diatasnya.
Sekarang makam itu sudah bersih dan wangi bunga yang ditaburkan oleh Andy. Andy lalu duduk disamping makam dan berdoa untuk ibunya.
"Maafkan Khan ibu, aku baru tahu jika kau adalah ibuku, semoga kau tenang dan bahagia disana," kata Andy lirih sebelum meninggalkan makam.
Saat sampai disemak-semak, dia dicegat beberapa begal kampung yang memang suka mememas dan merampas harta orang yang lewat.
Karena Andy datang dengan mobil mewah maka, beberapa anggota yang tergabung dalam kesatuan begal, mulai mengintai dan mengikutinya. Mereka menunggu Andy keluar dari makam.
Kebetulan saat itu Andy membawa handphone dan gelang emas.
"Siapa kalian?" tanya Andy kaget saat satu persatu orang keluar dari semak-semak dan sekarang ada 10 orang. Mereka semua menatap ke arah Andy.
"Harta atau nyawa!?" Teriak pemimpin begal itu.
"Tidak dua-duanya!" Jawab Andy santai lalu berjalan dan tiba-tiba kaki salah satu dari mereka maju kedepan dan membuat Andy tersandung.
Andy sempat hampir jatuh tapi kemudian dia mampu menyeimbangkan badanya. Dia sedang tidak ingin bertengkar atau bertarung, apalagi dia baru saja dari makam ibunya, hatinya masih mengharu biru, mengenang ibunya.
Tiba-tiba, salah seorang dari mereka menarik tangan Andy dan akan merampas gelang yang dia pakai.
"Pegangi dia!" Teriak orang itu. Mereka segera maju bersama dan memegang kedua tangan Andy serta badanya.
Sebenarnya Andy tidak ingin membuat kekacauan dikampung orang lain. Tapi jika di keroyok seperti ini, maka mau tidak mau dia harus melawan daripada mati sia-sia.
Seorang begal terus berusaha mengeluarkan gelang dari pergelangan tangan Andy. Andy masih diam dan bersabar. Sampai tiba-tiba tangan Andy menegang dan menjadi kuat, semoga ototnya nampak terlihat menonjol.
Andy segera memusatkan kekuatan pada kedua tangannya dan menghempaskan beberapa orang yang memegangi dirinya. Mereka semua terlempar dan tersungkur di tanah.
Ada seorang petani yang baru saja mengambil rumput melihat kejadian itu. Tapi dia segera berlalu dan pura-pura tidak melihat. Petani itu mempercepat langkahnya dan seolah tidak melihat kejadian pengeroyokan itu.
Dia pasti takut makanya tidak mau membantu Andy melawan para begal itu. Andy lalu berjalan tanpa mau melawan atau mempedulikan para begal.
Para begal yang berdiri segera maju menggantikan tanya yang tersungkur. Mereka mengeluarkan senjata tajam dan mengarahkan kearah Andy.
__ADS_1
Andy melawan karena mereka sudah menyerangnya dengan senjata tajam. Ada yang menyerangnya dengan sebilah pedang, Andy segera mematahkan pedang itu menjadi dua lalu melemparnya.
Dug!
Kaki Andy menendang lawanya dan dia terpental. Temanya menyerangnya dengan celurit tajam yang siap menebas leher Andy. Andy segera mematahkan tanganya hingga celurit itu hampir saja mengenai pemiliknya. Seperti senjata makan tuan. Dan Andy memegang celurit itu lalu melukai satu tangan seorang begal.
Aaaaa
Dia berteriak ketakutan dan segera memegang tangannya yang terluka dan darah segar mengucur keluar.
Beberapa temanya menyerang Andy secara bersamaan dengan pedang dan celurit. Andy berputar dan dengan kakinya menendang mereka bertiga. Semua senjata yang mereka pegang terlempar jauh dan satu senjata dipegang oleh Andy.
Buukkkk
Mereka terjatuh ketanah dan ketakutan melihat Andy.
Mereka lalu mulai memberikan kode pada teman-teman nya untuk segera melarikan diri. Maka Andy membuang senjata yang dia pegang dan seorang petani yang tadi berlalu rupanya masih disana tapi bersembunyi disemak-semak.
Setelah para begal itu pergi petani itu keluar. Dia sungguh kagum pada Andy dan menanyakanya darimana dia berasal.
"Saya kesini untuk berziarah," jawab Andy tersenyum pada petani yang ketakutan itu.
"Kami semua merasa tidak aman sejak banyak begal dimana-mana," kata Petani itu.
"Mereka darimana pak?"
"Mereka anggota organisasi anak muda awalnya. Namanya geng Borneo. Tapi seiring bertambahnya anggota, semakin lama berubah dan membuat para warga resah dengan kelakuan mereka. Tidak ada yang berani melawan karena jumlah mereka sangat banyak."
"Kenapa tidak lapor pada yang berwajib saja. Biar dibubarkan." kata Andy sambil berjalan kearah pulang."
"Apakah tidak ditangkap?"
"Ya, ditangkap, tapi tidak lama kemudian keluar lagi, dan bergabung dengan teman-temannya lagi. Ndak ada kapok-kapoknya."
Kata petani lalu mempersilahkan Andy untuk mampir, dia sudah sampai didepan rumahnya.
"Silahkan mampir nak, ini rumah saya." kata petani itu.
"Terimakasih pak," Andy segera menuju kemobilnya. Dia memberikan amplop pada RT dan berpesan untuk membersihkan makam ibunya, setelah itu Andy pergi meninggalkan kampung dimana ibunya dimakamkan.
Sementara ditempat lain, Lewis sedang bermesraan dengan Zafira. Zafira terus merayu Lewis agar mau menikah denganya. Maka akhirnya Lewis mengangguk dan akan menikahi Zafira.
Zafira sangat senang karena ini adalah salah satu siasat yang dia gunakan untuk balas dendam. Dia ingin menggunakan Lewis sebagai perisai sekaligus alat untuk balas dendam.
"Aku ingin menikah secepatnya," kata Zafira.
"Baiklah, akan aku urus semuanya," kata Lewis yang memang sudah jatuh cinta sejak bertemu pertama kali.
Lewis mulai meninggalkan kesenangannya untuk berganti wanita dan menetap pada satu wanita saja, dan pilihannya jatuh pada Zafira.
"Aku akan mengantarmu pulang, aku harus mengurus semuanya jika kau ingin menikah secepatnya,"
"Tentu," kata Zafira dan berjalan kemobil sambil menggandeng lengan Lewis.
"Diaman keluargamu?" tanya Lewis. "Bukankah aku harus melamarmu pada keluargamu?"
__ADS_1
Zafira mulai pura-pura menangis dan matanya berkaca-kaca. Dia lalu mengusap airmatanya yang tidak menetes dengan salah satu tanganya.
"Aku sebatang kara. Aku tidak punya siapapun," kata Zafira.
"Ohh, maafkan aku, jika begitu maka kita akan menikah dikantor dan aku sebenarnya juga tidak punya siapapun," kata Lewis.
"Ya, kita akan menikah dikantor saja,"
"Lewis, aku mencintaimu...."
"Aku juga honey...." Kata Lewis sambil mencium kening Zafira lalu bibirnya sebelum dia turun.
"Hati-hati dijalan...." kata Zafira setelah turun dari mobil Lewis.
Lewis segera melajukan mobilnya begitu Zafira sudah masuk kedalam rumahnya. Lewis lalu pergi kekantor untuk menemui Andy. Kebetulan Andy juga batu saja sampai dan sekarang sudah ada di ruanganya.
Tok,tok,tok.
"Masuk!"
Lewis dengan wajah sumringah masuk kedalam dan duduk didepan Andy.
"Kau terlihat senang hati ini. Ada apa?" tanya Andy yang melihat wajah tangan kanannya begitu berseri.
"Aku akan menikah," kata Lewis.
"Ini kejutan," sahut Andy.
"Aku serius," kata Lewis yang melihat wajah Andy seakan dia sedang tidak mempercayai perkataanya.
"Aku percaya ini yang kelima kalinya kau bilang akan menikah tapi akhirnya kau menggagalkannya," kata Andy.
"Kali ini tidak akan gagal,"
"Aku berharap kau tidak membuat kami kecewa," sahut Andy yang hafal watak anak buah sekaligus sudah seperti sahabatnya.
"Dia adalah gadis yang langka. Dia benar-benar mempesona dan membuat aku tergila-gila. Aku akan menikah bulan depan,"
"Sangat cepat, ini membuatku kaget,"
"Kali ini kau akan menjadi saksi. datanglah tepat waktu dan doakan semoga dia tidak kabur atau menipuku," kata Lewis.
"Hahahaha, aku masih ingat, wanita terakhir yang akan menikah dengan mu siapa namanya?"
"Angela,"
"Ya, dua hari sebelum pernikahan dia melihatmu masuk ke hotel bersama seorang wanita. Lalu diapun membatalkan pernikahan kalian," kata Andy mengingatkan Lewis untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
"Aku jamin, itu adalah kesalahan yang terakhir. Dia adalah permataku, dia sempurna," kenang Lewis membayangkan kemolekan tubuh Zafira dan gayanya yang selalu menarik hatinya.
"Ok, kirimkan undangannya maka aku akan datang tepat waktu," kata Andy
"Baiklah," jawab Lewis dan mengambil berkas untuk dia berikan pada Sony.
"Jangan lupa, satu berwarna merah untuk ibu," kata Andy.
__ADS_1
"Baiklah, aku permisi," kata Lewis dan dijawab anggukan ringan oleh Andy.