
Keesokan harinya, Andy mendapat telepon dari anak buahnya yang lain. Andy baru saja bangun tidur dan belum sepenuhnya sadar.
Andy mengambil telepon dengan malas dan mengangkatnya. "Bos harus datang kejalan Bugenvil."
"Ada apa?"
"Norman disekap disana,"
"Siapa yang melakukan itu?"
"Kami belum tahu. Kami mendengar dari anak buahnya."
"Ya sudah, aku akan segera kesana,"
Andy lalu membangunkan Diana. Diana kaget karena Andy terlihat buru-buru.
"Ganti bajumu, dan ikutlah denganku," kata Andy.
"Aku mau mandi dulu," kata Diana.
"Tidak usah!"
"Ganti baju saja," Diana lalu cuci muka dan mengganti bajunya.
"Hanya ada baju ini," kata Diana.
"Ya sudah pakai saja," kata Andy karena pelayan mereka belum bangun dan belum menyiapkan baju ganti untuk Diana.
Ini masih gelap, jam masih menunjukan pukul 4 pagi.
Andy mengajak Diana masuk kedalam mobilnya dan Andi membawa pistol juga mengisinya penuh.
"Kita akan kemana?" Tanya Diana sambil memasang seatbelt nya."
"Kita akan menyelamatkan Norman. Orang tua Naina. Bagaimanapun, aku tidak menyukainya, tapi dia adalah ayah mertuaku setelah aku menikah dengan Naina. Jadi aku harus menyelamatkanya."
__ADS_1
"Baiklah," kata Diana.
"Kau tidak ikut kesana."
"Tidak ikut?" Diana nampak terkejut karena Andy tidak mengijinkanya ikut.
"Disana sangat berbahaya. Kau akan pergi kebutik. Ini butik terbaik dikota ini. Kau pilihlah baju dan tas sesuka hatimu. Nanti jika aku datang maka tinggal bayar saja." kata Andy.
"Ini sudah sampai. Jangan kemana-mana sampai aku menjemputmu," kata Andy dan meninggalkan Diana dibutik itu.
Butik itu buka 24 jam. Dan itu adalah butik langganan keluarga Andy.
Diana belum sempat berdandan dan wajahnya terlihat cantik alami, dan baju yang dia kenakan juga sederhana, karena itu dia dapatkan dari lemari, banyak lemari dan dia kebingungan, rupanya dia mengambil dari lemari pelayan.
Andy tidak begitu perhatian soal baju wanita, dan karena dia buru-buru, dia tidak tahu jika Diana mengambil baju milik salah seorang pelayan. Lemari para pelayan itu ada diluar didekat kamar Andy. Dan Diana belum punya lemari dikamar Andy karena semuanya belum dipersiapkan.
Mereka jarang datang dan tidak menetap, Andy tidak berpikir sejauh itu untuk mempersiapkan baju untuk Diana, dan hanya mengandalkan pelayannya saja.
Andy bergegas pergi ke alamat yang ditunjukan anak buahnya. Kali ini Andy datang sendirian. Anak buahnya akan menyusul belakangan karena mereka sedang melakukan tugas yang lainnya.
Ternyata tidak ada siapapun disana. Mereka ada diruangan yang berbeda. Andy berjalan perlahan menyelinap dari satu pintu ke pintu yang lain. Sampai akhirnya Andy melihat Norman babak belur karena dipukuli oleh mereka.
Para preman itu ada 20 orang. Sedangkan Norman sendirian, entah bagaimana bisa dia pergi sendirian, padahal biasanya dia selalu dikawal kemanapun dia pergi.
Andy segera membungkam mulut dua orang yang ada didekatnya, dan menyeretnya lalu memasukkannya kedalam ruangan kosong dan menguncinya.
Tinggal 18 orang. Mereka berjaga dipintu lainnya. Andy membungkam mulut mereka dan melumpuhkan kakinya, lalu menyeretnya keruangan yang sama dengan orang tadi, dia lalu menguncinya.
Mereka semua sudah dia ikat dan dia lakban mulutnya sehingga tidak bisa berteriak.
Tersisa 16 orang, Andy melakukan tindakan yang sama pada 6 orang lainya dan menyumpal mulut mereka. Sekarang tersisa 10 orang lagi.
Kali ini Andy menembaki mereka semua dan mereka membalas menembaki Andy. Beberapa penjahat itu terluka. Andy bersembunyi dibalik lemari besi.
Dor! dor! dor!
__ADS_1
Mereka mendekat dan terus menembaki Andy secara brutal. Andy membalas saat posisinya aman. Dia lalu menembak dua orang tepat dikakinya. Dia orang itu langsung tersungkur dilantai.
Tersisa 6 orang lagi. Kali ini Andy keluar dan menendang pistol mereka saat Andy mendengar langkah kaki mereka semakin dekat.
Plak! plak!
Pistol mereka terpental jauh dan Andy langsung menghajar mereka hingga babak belur dan tak bisa bangkit lagi.
Andy segera meletakan senjatanya didepan sambil terus berjalan dimana Norman disekap.
Disana ada empat orang tersenyum pada Andy.
"Majulah kalian. Habisi dia!" Mereka berbadan besar dan maju untuk menyerang Andy. Pistol ditangan mereka sudah kehabisan peluru dan tidak berguna lagi.
"Majulah!"
Andy menyiapkan kuda-kuda terbaiknya. Dia melompat tinggi dan plak! plak! plak. Kakinya langsung menghajar kepala ketiga orang berbadan besar itu. Posisi Andy seakan dia melayang di udara. Entah darimana kekuatan itu, dia seakan ringan saat melompat dan seperti ada bantuan kekuatan dari dalam dirinya.
"Kurang ajar! Rasakan ini!" Ketiga orang berbadan besar itu nampak marah. Mereka lalu menendang dan yang lainya melompat untuk memukul Andy.
Andy terpental dan hidungnya berdarah. Mereka berbadan besar dan jika salah perhitungan pukulannya sungguh membuat Andy melayang dan jatuh menimpa meja.
Andy nampak terengah-engah.
"Hanya segitu kemampuanmu? Bangunlah anak muda. Lawan kami!"
Orang berbadan besar dan brewokan itu berjalan kearah Andy dan hendak menghajarnya.
Andy langsung bangkit dan bergerak dengan kecepatan tidak terlihat. Mereka nampak kebingungan karena Andy seakan berpindah-pindah tempat.
Plak!!!!
Plak!!!!
Plak!!!!
__ADS_1