Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Langkah kedua belas


__ADS_3

Andy kaget dan keluar. Dia lihat baju wanita itu basah.


"Tolong! Suamiku disana! Para perompak itu akan membawanya!"


"Dimana mereka?" tanya Andy.


"Di dekat goa."


" Baiklah, aku akan segera kesana!" Kata Andy dan berlari dengan menggunakan kecepatan tenaga dalam.


Larinya sungguh cepat, dia sendiri tidak menduganya punya kekuatan berlari seperti ini.


Andy sampai dipinggir goa. Para perompak itu ada didalam goa dan tidak sampai kedalam. Mereka hanya dimulut goa dan tetangganya sedang digantung dengan kaki diatas disana.


Kepalanya ada dibawah dan disuruh menjawab setiap pertanyaan para perompak yang mencari keberadaan harta Karun.


"Dimana nenek moyang kalian menyembunyikannya?"


"Kami tidak tahu Tuan. Tidak pernah ada yang memberitahukan pada kami jika kami punya harta Karun."


"Kau jangan berbohong. Anak buahku mengatakan seorang pria asing menukarkan emas dalam jumlah banyak. Dia sering muncul di pelabuhan."


"Kami tidak pernah pergi kemanapun. Kami tidak tahu Tuan."


"Jangan bohong. Dimana pria asing itu yang sering berlayar keluar pulau? Pasti dia tahu letak harta karunnya?" tanya perompak itu yang saat itu sedang berada di negara MX.


Anak buahnya yang bekerja di pelabuhan mengatakan pria asing telah menukar uang banyak dengan menjual emas batangan.


Dan diam-diam dia melaporkan pada bosnya lalu mengikuti Andy saat berlayar kepulau terpencil.


Sayangnya mereka kehilangan jejaknya dan menangkap seorang warga yang mereka duga mengenal Andy.


"Saya benar-benar tidak tahu Tuan. Lepaskan saya,"


"Hahahaha......"


Mereka tertawa dan tiba-tiba Andy muncul dipintu goa.


"Lepaskan dia! Akulah yang kalian cari!" Teriak Andy sambil menghitung jumlah mereka dan posisi mereka.


Andy akan menyerang mereka dalam satu gerakan. Mereka semua menolah dan bangkit.


Andy lalu bergerak melompat dan kakinya menendang beberapa orang yang paling dekat dengannya. Setelah itu dia bergerak kedalam dan menghajar orang disekeliling tetangganya.


Plak! Dug! Plak! plak! plak!


Andy berputar dan menghajar mereka dengan kakinya. Mereka semua terpental tapi lalu bangkit dan mengambil pedang mengelilingi Andy.


Andy kali ini lebih berhati-hati karena mereka semua memegang senjata.


Slinnggg!


Mereka semua mengayunkan pedangnya kearah Andy dan Andy melompat diatas tumpukan pedang milik mereka lalu tanganya meninju empat orang sekaligus.


Andy melompat dan mereka menyerang lagi dengan menghunuskan pedangnya kearah Andy secara bersamaan. Andy menghindar dan pedang mereka menancap pada dinding goa.


Saat mereka berbalik, Andy lalu memukul punggung mereka dengan melompat ke udara.


Dug! dug! dug! dug!


Mereka tubuh tapi bangkit lagi dan mengepung Andy. Kali ini Andy mengerahkan seluruh kekuatanya pada telapak tangannya.


Andy melompat kelangit-langit goa dan tanganya berpegangan pada langit-langit itu. Kakinya menghajar kepala mereka dan memutar kepalanya hingga mereka lari terbirit-birit setelah mengetahui kekuatanya.


Mereka semua kabur dan lari menuju kapal mereka, lalu meninggalkan pulau. Mereka tidak tahu rute kembali dan berlayar tak tentu arah.


Andy segera melepaskan ikatan pada tetangganya.


"Duduklah, aku akan mengobatimu," kata Andy lalu melepaskan kalungnya dan mengobati luka pada dada pria itu.


Keajaiban terjadi, luka memar akibat dihajar para perompak pulih seketika setelah tersentuh oleh batu ajaib milik Andy.


Keajaibannya masih berfungsi meskipun warnanya sudah berubah. Andy memakai kalungnya lagi dan tidak lama kemudian Diana serta istri dari pria itu datang.


"Kau tidak papa suamiku?" istrinya langsung memeluknya dengan berurai air mata.


"Aku sangat khawatir, aku lalu pergi kerumah Tuan Andy untuk minta bantuan." Kata Istrinya sambil melihat ke arah Andy.


"Terimakasih, kau sudah menolong suamiku, maafkan aku karena sudah mengganggumu,"


"Tidak papa bibi, syukurlah bibi datang tepat waktu," kata Andy dan mengajak mereka untuk pulang.


Disepanjang jalan suaminya bercerita pada istrinya tentang kehebatan Andy melawan para perompak itu. Mereka sungguh beruntung memiliki Andy hingga para perompak akan berfikir dua kali untuk datang mengganggu mereka jika ada Andy.


***

__ADS_1


Andy, Diana, dan Tetua sedang berbincang dirumah ayah Diana. Andy mengatakan niatnya untuk mengetahui keadaan ayahnya melalui sahabatnya.


Tapi Tetua mencegahnya dan menyuruh Andy menunggu hingga tiga hari setelah masa bulan madu dengan Rossa.


"Jika ingin pergi, tunggulah dua hari lagi. Setelah tiga hari masa bulan madu kalian selesai, maka jika kau ingin mencari berita tentang ayahmu, tidak masalah." kata Tetua sambil melihat pada Diana.


Mereka berbicara hingga sore hari. Andy mengantarkan Diana kerumah Naina setelah itu Andy akan pergi kerumah Rossa.


"Kau tidur dirumah Naina bukan?"


"Ya, aku lebih suka disini saat kau tidak ada," kata Diana.


"Baiklah, aku pergi dulu," Andy berpamitan.


Diana mengangguk dan melepasnya dengan senyuman diwajahnya.


Andy bergegas kerumah Rossa dan dari luar mencium aroma masakannya. Rossa pasti sudah memasak untuk mereka makan malam.


"Kau sudah datang? Syukurlah kau datang lebih awal. Masakannya masih hangat," kata Rossa lalu duduk dan mempersilahkan suaminya untuk duduk.


Rossa lalu mengambil tempat makan dari rotan dan melapisinya dengan daun pisang dan mengambilkan nasi serta lauk untuk suaminya.


"Cobalah, semoga kau menyukainya," ujar Rossa menatap wajah Andy.


"Terimakasih, masakanku selalu yang terbaik, aku menyukainya," puji Andy dan membuat pipi Rossa memerah.


"Kenapa tidak mengajak Diana kemari?" tanya Rossa pada Andy. "Kita bisa makan bersama,"


Andy sesaat menatap Rossa dan kaget. Mana mungkin dia mengajak dua istrinya makan dalam satu meja dan tinggal dalam satu rumah. Dia belum terbiasa dan pasti akan canggung saat bersama kedua istrinya. Itu yang Andy pikirkan.


"Tidak, Diana bersama Naina saat ini."


"Ohh, aku belum bertemu dengannya sejak kita menikah," ujar Rossa.


"Temuilah dia besok. Dia pasti senang," kata Andy.


"Ya, besok aku akan menemuinya," kata Diana dan membereskan semua tempat makanan yang sudah kosong.


Andy menghabiskan semuanya, dan itu membuat Rossa senang. Tidak sia-sia dia memasak untuk suaminya. Tidak bisa diungkapkan perasaan puasnya, saat melihat suaminya makan dengan lahap tanpa memprotes masakannya.


"Ayo kita kekamar sekarang," ajak Andy dan menggandeng tangan Rossa. Ini adalah malam bulan madu kedua untuk Rossa dan Andy. Dan dua malam ini Diana tidur sendirian karena suaminya sedang bersama istrinya yang lain.


***


"Temuilah Diana. Kalian bisa bermain bersama seperti sebelumnya. Kalian adalah sahabat sejak kecil." Kata Andy dan mulai berkemas.


"Ya, kau jagalah dirimu baik-baik. Apakah Diana tidak ikut bersamamu?" tanya Rossa.


"Tidak, kali ini aku akan pergi sendiri. Jagalah Diana untukku, dia suka pergi kehutan sendirian, temanilah dia, jika kau bersamanya aku akan merasa lebih tenang," kata Andy pada Rossa.


"Baiklah, aku akan menemuinya siang nanti," jawab Rossa yang memang sudah merindukan Diana. Meskipun mereka sekarang berbagi hati dan cinta suaminya, tapi Rossa juga tidak ingin persahabatan mereka berubah hanya karena takdir memiliki suami yang sama.


Andy lalu keluar dan pergi kerumah Naina untuk berpamitan dengan dirinya dan juga Diana.


"Diana, aku akan pergi sekarang, jagalah dirimu baik-baik. Jangan ke hutan sendirian jika aku tidak ada." Kata Andy sambil menatap wajah Diana.


"Ya, aku akan menjaga diriku selama kau tidak ada. Temuilah Rossa dan bermainlah denganya. Dia sangat merindukanmu," kata Andy pada Diana.


"Ehm, baiklah, kami memang sudah lama tidak bertemu dan berbicara."


"Jika kalian bersama dan bersahabat seperti dulu, tentu aku sangat senang melihatnya," kata Andy.


"Ya," jawab Diana lalu memeluk Andy. Andy juga memeluknya.


Andy lalu mendekati Naina.


"Naina, jika masa Iddah mu selesai, maka temuilah Tetua. Sebelum aku kembali ke negara MX, maka aku ingin memenuhi janjiku pada mendiang suamimu," kata Andy pada Naina.


"Ehm, baiklah," sahut Naina pelan dan menatap wajah Diana.


Diana mengangguk, artinya dia juga merasa baik-baik saja saat Andy akan menikah dengan Naina dua Minggu lagi. Diana juga tahu, jika suami Naina berpesan pada Andy, untuk menjaga istrinya hingga akhir hayatnya.


Naina lalu mengangguk pada Andy setelah melihat Diana tersenyum padanya. Diana adalah istri pertama Andy, dan bagaimana pun Naina harus menghormatinya, meskipun dia lebih muda dari Naina.


***


Andy menyamar sebagai penjual peralatan dapur dan pergi kerumah keluarga Bondan. Andy tidak bisa pergi dengan menunjukan identitas aslinya karena kota itu penuh dengan anak buah Robert yang tersebar dimana-mana.


Malaupun dia punya kekuatan, tapi melawan ratusan orang bersenjata hanya akan membuatnya celaka.


Belum lagi jika tertangkap, maka Robert akan menggunakan ayahnya untuk menekan dirinya dan ayahnya adalah kelemahanya.


Andy harus menyamar dan tidak boleh diketahui oleh siapapun. Dia akan datang menyelamatkan ayahnya saat semua sudah dalam keadaan siap. Bukan hanya melawan, suatu hari nanti jika dia sudah siap, dia akan mengambil alih perusahaanya dari tangan Amaya dan Robert.


Andy menggunakan motor yang dia sewa dari orang pelabuhan untuk menjual dagangannya. Dia membeli beberapa penggorengan dan alat lainya lalu memasukkanya kedalam keranjang dibelakang motornya.

__ADS_1


Saat ini Andy sudah sampai dirumah orang tua Bondan, sahabatnya. Sekilas Andy melihat sebuah mobil terus mengawasi rumah sahabatnya. Mereka berpatroli dan terus mencari keberadaan Andy atas perintah Robert.


"Ternyata dia masih mencariku dan mencurigai Bondan," gumam Andy sambil memarkirkan motornya.


Tok! tok! tok!


"Barang pecah belah! Murah meriah! Buk! Silahkan dilihat!" Andy menawarkan pada ibu Andy yang sedang duduk diteras.


"Tidak pak, kami sudah punya semuanya!" jawab Ibu Bondan.


"Lihatlah dulu buk, ini kualitas nomor satu," kata Andy sambil mengeluarkan penggorengan terbaik yang dia beli untuk dijual. Dia yakin mereka belum punya.


Ibu Andy menoleh dan tertarik untuk melihatnya. Dan benar saja, ternyata penggorengan yang dibawa Andy sangat bagus dan berbeda dengan miliknya dari segi kualitas.


Andy sambil melongok kedalam dan mencari Bondan. Andy melihat motor Bondan belum terparkir, artinya Bondan belum pulang.


Tidak lama kemudian, Bondan muncul dengan motornya.


"Itu anaknya ya buk," kata Andy pada ibunya Bondan.


"Ya, itu anak saya baru pulang kerja. Mulai besok akan lembut, ada pesanan kapal dalam jumlah banyak dan harus segera diselesaikan katanya,"


Andy tersenyum. Artinya anak buahnya sudah sampai dan bertemu dengan Robert untuk memesan kapal.


"Bondan, kemarilah nak!" panggil ibunya.


"Ada apa Bu? Ibu mau beli semua ini? Bukankah didapur sudah punya semuanya Bu, untuk apa membelinya?" kata Bondan saat melihat Ibunya memegang penggorengan buang dijual Andy.


"Ini kualitasnya sangat baik. Belum pernah ada penjual yang membawa kualitas seperti ini. Ibu ingin membelinya,"


"Baiklah, untuk masalah harga, biar saya kasih diskon untuk anak ibu." kata Andy sambil melirik Bondan.


"Oh ya, ibu lupa sedang memasak daging dibelakang, kau belilah ini dan minta diskon darinya. Ibu akan kedapur," kata Ibunya.


Bondan lalu duduk disamping penjual itu.


Andy melihat sekeliling dan berbicara pada Bondan.


"Kau tidak mengenaliku? Ini aku Andy. Aku terpaksa menyamar karena anak buah Robert ada dimana-mana." kata Andy berbisik pada Bondan.


"Andy? Ini kau? Bagaimana kau ada disini?"


"Jangan keras-keras, aku ingin tahu keadaan ayahku, bagaimana keadaanya?"


"Aku tidak bisa menemuinya, penjagaan sangat ketat. Tidak semua orang bisa masuk kerumah besar. Tapi aku dengar ayahmu dijaga oleh seorang suster. Dan aku pernah bertemu dengan suster itu, katanya ayahmu baik-baik saja."


"Tapi aku dengar ayah mengalami stroke."


"Ya, itu benar. Ayahmu stroke dan tidak bisa berbicara." kata Bondan.


"Baiklah, aku kemari hanya ingin menanyakan kabar ayahku. Jangan katakan pada siapapun jika aku menemuimu. Kau akan ada dalam bahaya jika sampai mereka tahu," pesan Andy dan mulai berkemas.


"Ya, aku mengerti. Rumahku bahkan diawasi 24 jam. Mereka mengira suatu saat kau akan menemuiku. Sejak kau menghilang, patroli dirumahku tidak pernah berhenti,"


"Tentu saja mereka mencurigaimu. Hanya kau temanku, sekarang aku akan pergi, ini untuk ibumu," kata Andy dan meninggalkan penggorengan pada Bondan yang sudah dipilih oleh ibunya.


"Berapa harganya?"


"Ini gratis, aku tidak benar-benar ingin menjualnya."


"Terimakasih jika begitu,"


"Badanmu menjadi kuat seperti ini. Kau seperti bukan Andy."


"Ceritanya panjang, lain kali jika bertemu lagi akan aku ceritakan padamu," kata Andy lalu berpamitan untuk pergi.


Andy bergegas pergi dengan motornya dan berteriak seakan menawarkan barang dagangannya agar anak buah Robert tidak curiga.


Akhirnya Andy bisa melewati patroli mereka tanpa ketahuan. Penyamaranya sungguh berhasil menipu mereka semua.


***


Andy berkeliling ke pelabuhan dan tanpa sengaja melihat Teo dan Pedro sedang berjalan bersama Robert dan Tom.


Andy tersenyum melihat mereka.


Tunggulah, nikmati waktumu yang tersisa. Begitu perusahaan ku berdiri dan kapal sudah banyak, aku akan datang menghancurkan mu.


Andy lalu berlalu dan akan kembali kepulau terpencil.


Namun diperjalanan dia bertemu geng Motor yang baru saja turun dari kapal. Salah satu dari mereka bertabrakan dengan Andy dan terjatuh.


Andy bermaksud meminta maaf karena tidak ingin memicu keributan, dan penyamaranya bisa terbongkar.


Namun reaksi mereka sungguh diluar dugaan.

__ADS_1


__ADS_2