
Khan saat ini sedang menyelesaikan misi yang lainya, dia mengetahui sesuatu dari anak buahnya yang sering melihat Ibunya keluar masuk apartemen.
Khan lalu pergi keapartemen yang disebutkan anak buahnya.
Khan berjalan dari atap dan turun lewat tembok untuk mengintip jendela Tom. Disana Khan melihat Tom sedang memegang batu permata.
Andy lalu tersadar jika permata yang dipegang Tom adalah miliknya. Andy lalu tertunduk dan melihat kalungnya.
Ternyata Tom sudah menukar permata miliknya dengan milik Andy. Entah kapan dia menukarnya, sejak beberapa hari Andy merasa jika dirinya berbeda.
Andy lalu teringat saat dia sedang berada di kapal untuk mandi. Seorang pelayan wanita masuk dan saat itu Andy baru sadar, jika dia sudah mengganti kalungnya dengan kalung milik Tom.
Pantas saja, Tom menjadi kuat. Andy sekarang sadar bahwa kalung yang dia pakai adalah kalung iblis dan haus akan darah. Pantas saja, saat berhadapan dengan Robert, tanganya bergerak dan dia menembak Robert.
Ingatan yang terpotong-potong, pasti akibat dari kalung yang sudah ditukar.
Andy segera memecahkan jendela dan akan merebut kembali kalung miliknya.
Pyarr!
Tom tersentak kaget dan menoleh ke belakang. Dia segera menyimpan permata yang dia curi dari Andy melalui seorang pelayan yang berhasil menyusup kekapalnya.
Tom, akan melarikan diri dari pintu. Tapi Andy dengan cepat, menendangnya. Tom memang menjadi kuat, tapi kekuatan Andy tetap diatas dirinya.
Energi dari batu permata itu sudah meresap kedarah dan tulangnya, sementara Tom hanya akan menjadi kuat saat permata itu bersamanya.
Andy lalu menendangnya dan memukulnya dengan mengerahkan seluruh kekuatanya. Tapi Tom akhirnya melawanya juga dan mengambil pistol dilaci dibawah ranjangnya.
"Jangan bergerak. Aku akan menembakmu jika kau berjalan satu langkah saja," Andy mulai berhati-hati karena Tom memegang senjata.
Andy belum membuktikan jika dirinya kebal pada senjata. Dan jika itu terjadi, Andy juga tidak menjamin jika itu efektif setiap waktu.
Andy diam dan berfikir untuk mencari kelemahan Tom dan melumpuhkanya.
Tom berjalan kearah pintu keluar sambil memegang senjata ditanganya. Dan saat itu tiba-tiba sebuah tendangan dari pintu membuat senjata Tom terlempar ke udara.
Lewis datang tepat waktu. Tom akan melompat kejendela dan membuktikan jika tidak akan terjadi apa-apa denganya selama batu permata itu ada padanya.
Tapi Andy bergerak secepat kilat dan sudah melesat dihadapanya.
"Kau mau lari! Larilah!" Andy mengatakan itu sambil merebut batu permata dari tangan kiri Tom.
Tom lengah sesaat dan batu permata sekarang sudah berpindah tangan. Andy segera menyimpan batu permata yang sudah berhasil dia rebut.
Lewis maju kedalam dan Andy mundur.
"Dia bagianmu!" kata Andy lalu pergi.
__ADS_1
"Kurang ajar!" Tom sangat kesal karena Andy berhasil merebut batu permata itu darinya.
Tom tidak punya kekuatan lagi sekarang. Dia melirik pistol yang tadi terlempar dan ada satu meter dari tempatnya berdiri.
Lewis juga melirik kearah yang sama. Mereka melompat untuk merebut pistol yang sama.
Karena sama-sama melompat, pistol itu malah terkena salah satu kaki mereka dan bergeser menjauh.
Mereka baku hantam dan saling menyerang dengan pukulan mematikan. Kali ini Lewis benar-benar membalas sakit hatinya pada Tom. Karena dia harus melarikan diri saat Tom mengambil alih perusahaan Harun Malik.
Duag!"
Lewis menendang punggung Tom hingga Tom terlempar kedekat jendela lantai 30.
Lewis tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan segera melompat mendekatinya dan mendorongnya keluar.
"Rasakan! Penghianat!" Lewis menendang Tom, hingga Tom menggelantung dan berpegangan pada jendela yang terbuka.
Lewis menginjak tanganya.
"Lepaskan tanganmu, dan terjunlah kebawah!" Teriak Lewis.
Tom nampak kesakitan dan dan tidak bisa menahannya lebih lama. Dia akhirnya jatuh dari lantai 30.
Bang!
Keamanan datang dan membawa Tom lalu membersihkan tempat dia terjatuh. Suasana menjadi gaduh dan ramai karena para wanita histeris saat melihat Tom yang hancur kepalanya.
Andy segera masuk kemobil dan melepaskan kalungnya. Dia sungguh sudah lalai karena melepaskan kalung itu saat mandi berendam di sauna.
Sekarang warna kalung itu mulai jernih. Warnanya kemerahan namun tidak hitam. Sementara kalung yang sudah ditukar oleh Tom warnanya lebih pekat dan agak hitam. Sepertinya kalung itu sudah ada pengaruh sihirnya didalamnya.
Andy merasakan aura yang berbeda saat memegang kalung itu. Khawatir disalah gunakan, maka Andy akan menghancurkan kalung itu disuatu tempat.
Andy mengatakan pada Lewis untuk tidak membicarakan apa yang terjadi hari ini dan juga Lewis pada siapapun.
"Aku ingin tahu kenapa ibu kemari menemuinya," kata Andy pada Lewis.
"Pasti ada sesuatu. Kau harus menyelidikinya. Semua orang khawatir saat kau berubah Andy," kata Lewis.
"Berubah? Benarkah?" Andy segera lupa pada apa yang terjadi saat dia memakai kalung yang asli. Dia juga lupa apa yang sudah dia lakukan pada Diana dan kejadian sebelumnya.
"Ya, kau menjadi kasar dan kejam,"
"Kejam, seperti apa?"
"Kau memerintah semua orang dengan kasar dan ancaman," terang Lewis.
__ADS_1
"Ini karena pengaruh sihir pada kalung ini. Aku harus menghancurkanya," kata Andy.
"Tom menggunakan cara licik dan menukar kalung yang asli."
"Kalungmu menarik banyak orang, kenapa tidak kau simpan saja?" usul Lewis. Dalam hati Lewis juga tertarik dengan kalung yang dipakai Andy.
"Tidak, aku harus selalu memakainya. Aku sudah membuat kesalahan dengan melepaskanya, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,"
"Ok. Apa rencanaku?" tanya Lewis sambil menyalakan rokok dan membuka jendela kaca didekatnya.
"Mencari tahu kenapa ibu datang menemui Tom. Sekarang ibu pasti bingung karena Tom sudah mati,"
Sementara Diana dirumah sedang melamun diteras sambil menunggu Andy kembali. Andy turun dari mobil dan bersikap seperti kemarin. Jika dia bersikap baik dan mengenali Diana maka penyamaranya akan terbongkar. Dia ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Diana segera bangun saat melihat Andy berjalan kearahnya.
Andy pura-pura cuek dan tidak menghiraukanya, namun dalam hati dia sedih karena harus melakukan ini demi mengungkap kebenaran.
Andy segera masuk kekamarnya dan tidak melihat ibunya. Diana mengikutinya dari belakang, dan saat Andy tahu jika ibunya tidak ada dirumah maka Andy segera memesan jus agar Diana datang kekamarnya.
"Buatkan aku jus," kata Andy datar.
"Ya, baiklah," sahut Diana dengan senang.
Diana segera kedapur dan membuat jus untuk Andy. Dia dengan cepat menyelesaikanya dan mengetuk pintunya.
tok! tok! tok!
Diana masuk dengan jus diatas nampan. Andy menatapnya dan tidak menghardiknya seperti biasanya.
Andy segera menghabiskan jus itu tanpa berbicara. Diana hanya menatapnya dengan senang saat suaminya menghabiskanya.
"Aku akan istirahat, kau boleh pergi," Kata Andy tidak kasar dan tidak lembut.
Diana tersenyum saat melihat sedikit perubahan pada sikap Andy.
Diana segera mengambil gelas kosong dan keluar dari kamarnya.
Didalam kamar Andy mengamati kalung hutang yang mirip dengan miliknya, Andy mengamati kalung itu berulang kali.
Saat Andy mendekatkan kalung palsu dengan yang asli, ternyata kalung itu tidak mau saling berdekatan, seperti ada energi penolakan dari keduanya.
Andy segera menjauhkan kalung palsu dan menyimpannya didalam kotak. Ada energi jahat pada kalung itu, dan Andy akan membawanya pada tetua. Dia akan ke pulau untuk melihat Naina dan juga Rossa.
Andy lalu berjalan keluar kamarnya dan pergi kekamar ayahnya. Dikamar ayahnya ada gudang yang jarang dibuka. Andy teringat jika ada sesuatu yang ingin dia ketahui dari asal usul pulau terpencil.
Andy bergegas kembali kekamarnya dan besok baru akan masuk kesana.
__ADS_1