
Keesokan harinya Lewis berpamitan pada Zafira untuk menengok Sony dirumah sakit. Zafira lalu menitipkan anaknya pada tempat penitipan anak yang ada diapartemen.
"Aku ikut denganmu," kata Zafira pelan. Lewis menoleh terkejut.
"Kau sedang hamil, dirumah sakit banyak virus, tidak baik untuk wanita hamil." kata Lewis.
"Ijinkan aku ikut, sekali ini saja. Aku juga ingin bertemu dengan istri Sony, temanmu. Aku dengar dia mengalami keguguran." kata Zafira.
"Ya, dia sangat terpukul. Hari ini ayahnya juga datang dari negara MX untuk melihat keadaanya."
"Untuk itu, sebelum keluarganya datang aku ingin bertemu dengannya, mungkin aku bisa menghiburnya," kata Zafira.
"Ya sudah," kata Lewis menuruti kemauan istrinya yang sedang mengandung anaknya.
Saat didalam mobil, Zafira mendapat pesan singkat dari kakak iparnya.
~Kau dimana?~ tanya kakak iparnya melalui pesan singkat.
~Kerumah sakit~ jawab Zafira.
~Habisi dia~
~Ya~ jawab Zafira lalu menyimpan ponselnya.
Lewis yang sedang duduk menyetir disampingnya menoleh kearah istrinya yang sibuk bermain ponsel.
"Pesan dari siapa?" tanya Lewis.
"Dari pengasuh tempat penitipan anak, menanyakan apakah anakku alergi susu atau tidak," jawab Zafira berbohong.
"Ohh, kau tidak usah lama dirumah sakit, kau bisa langsung pulang setelah melihat keadaan mereka," Kata Lewis.
"Ya, baiklah" Zafira tidak sabar ingin segera bertemu dengan Sony dan menghabisinya. Jika hal itu sudah dia lakukan maka kakak iparnya tidak akan terus mengganggunya. Zafira khawatir suatu saat diketahui oleh Lewis, karena saat ini dia mulai mencintai suaminya.
Perlahan-lahan dari setiap kebersamaan yang dilalui, rasa cinta mulai tumbuh padanya, apalagi dia sudah mengandung anak Lewis.
"Ayo turun, kita sudah sampai," kata Lewis dan mengulurkan tanganya untuk Zafira. Zafira meraih tangan suaminya dan segera turun dari mobil.
Mereka berjalan pergi kekamar Caroline lebih dulu, saat itu Caroline sedang menerima telepon dari ayahnya yang sedang dalam perjalanan. Melihat Lewis dan istrinya datang, maka Caroline menutup teleponnya.
"Pah, sudah dulu ya, ada teman Sony datang bersama istrinya," kata Caroline sambil melihat kearah pintu.
Setelah berbicara pada ayahnya, maka Caroline menutup teleponnya dan menyuruh mereka berdua masuk.
__ADS_1
"Hai apa kabar? Bagaimana keadaanmu?" sapa Zafira dan berjalan lalu duduk disamping Caroline.
"Aku sudah lebih baik. Terimakasih kalian datang kemari," kata Caroline.
"Syukurlah jika kau sudah lebih baik," kata Lewis lalu teringat pada Sony.
"Kalian disini dulu, aku akan melihat Sony." kata Lewis dan dijawab anggukan kepala oleh mereka berdua.
Lewis lalu keluar untuk melihat Sony. Dan saat dia masuk keadaan Sony masih belum bisa diajak berbicara. Matanya masih terpejam dan dalam keadaan koma.
"Tuan Sony sudah melewati masa kritis, tapi dia koma," kata dokter.
Lewis mengangguk dan dokter berpamitan untuk memeriksa pasien yang lain. Lewis berjalan mendekati Sony dan hatinya sedih melihat keadaanya.
Sementara Zafira juga berpamitan pada Caroline dengan alasan untuk melihat Sony. Caroline lalu mengangguk dan Zafira meninggalkan kamarnya.
Zafira berjalan mengendap perlahan mencari kamar Sony. Saat didekat sebuah kamar disudut rumah sakit, dia melihat Lewis dari arah sana. Maka Zafira segera bersembunyi masuk kekamar pasien lain.
"Maaf, saya salah kamar," kata Zafira pada seorang pemuda yang sedang dirawat.
"Ya, tidak apa."
Zafira lalu keluar dan melihat jika suaminya sudah tidak ada disana. Maka dengan cepat Zafira berjalan keruangan Sony. Disana kebetulan tidak ada penjaga yang biasanya standby untuk menjaga Sony.
Zafira menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu dengan cepat masuk kekamar dimana Sony dirawat. Zafira segera melepaskan alat bantu pernafasan dan terlihat Sony tidak bisa bernafas.
Pada saat Zafira keluar, kedua anak buah Lewis yang disuruh menjaganya datang. Rupanya mereka disuruh membantu mengangkat seorang pasien dikamar sebelah yang menderita stroke.
Karena suster sendirian dan tidak ada suster lain yang lewat, maka mereka meminta dua penjaga itu untuk membantunya.
Zafira berhasil membunuh Sony, dan kedua anak buahnya itu tidak tahu jika bos mereka sudah meninggal.
Mereka tetap berdiri didepan pintu dan berjaga disana. Sementara Lewis mencari Zafira dan menunggu diloby rumah sakit.
"Kau darimana?"
"Ohh, aku tadi kekamar kecil, perutku mulas, sehingga aku harus bolak balik kekamar kecil," kata Zafira berusaha tenang seakan tidak terjadi apapun.
Lewis mengangguk dan menggandeng tangannya pergi kemobil.
"Bagaimana keadaan Sony?" tanya Zafira pada Lewis.
"Dia mengalami koma. Tapi semoga lekas sadar," kata Lewis.
__ADS_1
"Mungkin lukanya sangat parah," kata Zafira sambil memasang seatbelt nya.
"Aku rasa begitu, siapapun yang melakukan ini, aku pasti akan menemukanya," kata Lewis.
Deg. Zafira kaget dan tertegun. Tangannya tiba-tiba menjadi gemetar. Dia menatap Lewis dengan rasa cemas.
"Mungkin musuhnya."
"Aku akan segera menemukan orang yang membakar rumahnya," kata Lewis.
"Membakar? Jadi rumahnya dibakar? Aku pikir terjadi kebakaran,"
"Tidak. Setelah diteliti lebih jauh, ternyata rumah itu sengaja dibakar oleh seseorang," kata Lewis.
Detak jantung Zafira menjadi semakin cepat.
"Apakah kau tahu siapa yang melakukanya?" tanya Zafira pelan.
"Tidak, sayangnya tidak ada bukti apapun. Aku masih mencari pelakunya," kata Lewis.
Syukurlah, bisik Zafira dalam hati.
***
Andy akhirnya mengangguk dan menurut pada keinginan mertuanya. Setelah dua Minggu berlalu, Andy pulang ke negaranya. Diperjalanan dia menyalakan handphonenya dan kaget saat banyak sekali ada notifikasi panggilan tidak terjawab.
Diapun segera menghubungi Lewis. Saat ini Lewis sedang menyetir dan sebentar lagi sampai dirumah.
"Kau menelponku dua Minggu yang lalu? Ada apa?"
"Ada masalah besar. Rumah Sony terbakar, dia dalam kondisi yang memprihatinkan. Tubuhnya mengalami luka bakar 80 persen,"
"Bagaimana bisa terjadi?" tanya Andy kaget.
"Bisa kita bertemu? Apakah kau sudah sampai? Ada yang ingin aku bicarakan," kata Lewis.
Zafira mendengarkan pembicaraan suaminya dengan seksama. Lewis segera menutup teleponnya dan mereka sampai diapartemen.
"Kau turunlah, aku akan pergi lagi, ada urusan penting," kata Lewis pada Zafira.
"Ya," Zafira mengangguk lalu turun. Setelah istrinya turun, Lewis segera pergi lagi.
Dia akan menemui Andy karena Andy akan sampai satu jam lagi. Lewis akan menemuinya di pelabuhan begitu dia sampai disana. Ada hal penting yang harus dia bicarakan dengan Andy perihal apa yang baru saja terjadi. Dan siapakah musuh yang memerangi mereka secara sembunyi. Apa tujuan dari musuh itu?
__ADS_1
Sebelumnya bahkan tidak terjadi apa-apa dan tidak ada masalah apapun. Semuanya baik-baik saja, namun tiba-tiba terjadi hal yang diluar dugaan. Siapa dan apa motif dari peristiwa yang menimpa Sony, itu yang sedang dipikirkan oleh Lewis. Mungkin Andy mengetahui sesuatu, sehingga bisa mengungkap semuanya lebih cepat.
Lewis segera memarkir mobilnya dan berjalan ke restoran didekat pelabuhan. Dia duduk disana sambil memesan minuman dingin.