Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Dendam dalam cinta


__ADS_3

Satu bulan kemudian, Andy datang untuk menjadi saksi pernikahan Lewis. Andy seperti janjinya, dia datang tepat waktu dan tidak terlambat satu menitpun.


Lewis tersenyum bahagia dan segera memakaikan cincin pernikahan dijari manis Zafira yang saat ini sudah resmi menjadi istrinya. Zafira sudah memalsukan semua dokumen dan dibantu oleh kakak iparnya yang bekerja di tata negara.


"Selamat, semoga kalian berbahagia selamanya," kata Andy diikuti oleh Sony.


"Terimakasih...." kata Lewis dengan kebahagiaan yang sulit dia lukiskan.


Lewis lalu membawa istrinya kesebuah apartemen mewah yang dia beli untuk hadiah pernikahanya dengan Zafira.


Mereka segera masuk keapartemen dan Zafira sangat senang melihat apartemen itu dihias begitu indah.


"Gimana sayang? Apakah kau menyukainya?"


"Terimakasih, aku sangat menyukainya," kata Zafira lalu naik keatas tempat tidur dan diikuti oleh Lewis.


"Aku kekamar mandi dulu," kata Zafira dan segera berjalan kekamar mandi dengan membawa handphonenya miliknya.


"Kau sudah berhasil?"


"Ya, kak, aku sudah berhasil membuatnya menikahiku, selanjutnya, apa yang harus aku lakukan?" tanya Zafira.


"Anakmu ada bersamaku, kau tetap tenang disana. Dan selidiki siapa yang membunuh adikku," kata pria itu.


"Baik kak," kata Zafira lalu menutup teleponnya.


Zafira segera keluar dari kamar mandi dan Lewis sudah ada didepan pintu. Zafira sempat ketakutan berfikir jika Lewis mendengarkan pembicaraannya atau mencurigainya.


"Ayo sayang, aku sudah tidak tahan," kata Lewis lalu segera menggendong Zafira keatas tempat tidur.


Zafira lalu menyimpan handphonenya didalam laci saat Lewis membaringkannya.


"Biarkan aku yang membukanya," kata Lewis membuka beberapa hiasan dikapala Zafira. Tangan Lewis lalu pindah ke punggungnya dan membuka kancing gaunnya.


Perlahan gaun itupun merosot dan Lewis segera menarik selimut untuk menutupinya.


Zafira terlihat menarik nafas berat, tapi demi balas dendam, dia juga sudah kehilangan akalnya. Diapun membiarkan Lewis berada dalam satu selimut yang sama dengannya.

__ADS_1


Penyatuan sudah dilakukan dan sekarang Zafira benar-benar telah melakukan hal tergila demi balas dendam.


Tiga bulan kemudian Zafira sudah mulai mengetahui siapa yang sudah membunuh suaminya dan membuatnya terjun dari lantai apartemen yang tinggi.


Ternyata orang yang membunuhnya adalah dua pria yang menjadi saksi dihari pernikahanya. Zafira segera membuka handphone dan mencari gambar kedua pria uang hadir menjadi saksi. Dia adalah Andy dan Sony.


Zafira segera mengirimkan gambar itu pada kakak iparnya.


"Ini gambarnya. Dua pria ini yang saat itu ada di apartemen suamiku. Dan dua pria ini yang sudah menghabisinya," kata Zafira.


"Baiklah, nanti aku akan mengabarimu lagi. Sekarang aku sedang ada tamu," kata kakaknya.


Zafira segera menutup teleponnya, dan merasakan mual yang amat sangat. Diapun berlari kekamar mandi dan memuntahkan isinya disana.


Dia menjadi lemas dan segera menelpon Lewis. Lewis datang dengan seorang dokter. Dokter segera memeriksa Zafira, dan ternyata dokter segera tahu jika ini bukanlah sakit yang perlu dikuatirkan.


"Bagaimana dokter? Kenapa istri saya?" tanya Lewis.


"Anda tidak usah cemas. Malah anda harusnya senang, istri anda sedang mengandung," kata dokter.


Apa!? mereka berdua kaget.


Ditelinganya terasa seperti kilat yang menyambar saat dokter mengabarkan berita itu.


"Hamil?" Zafira bergumam dan tiba-tiba Lewis memeluknya setelah dokter itu pergi.


"Iya, kamu hamil honey, kita akan segera punya anak. Aku sangat bahagia, terimakasih sayang....." kata Lewis lalu menggendong istrinya ketempat tidur.


"Aku akan pulang lebih awal setelah bekerja. Aku ingin terus menjagamu dan bayi kita," kata Lewis.


Dijawab anggukan datar oleh Zafira yang sejatinya tidak menginginkan bayi itu. Dia bahkan tidak sadar jika lupa meminum pil KB malam itu, hingga karena kecerobohannya membuatnya hamil.


Kakak iparnya akan marah besar jika tahu dirinya hamil. Maka Zafira akan menyembunyikan kehamilanya demi keselamatan dirinya dan juga anaknya yang ada ditangan kakak iparnya.


"Kok melamun? Ada apa?" tanya Lewis.


"Ehm, tidak. Aku hanya kaget saja. Kita baru menikah dan langsung hamil, seharusnya aku menundanya satu tahun." kata Zafira.

__ADS_1


"Tidak sayang, aku sungguh menantikanya," kata Lewis dan mencium kening Zafira.


Zafira tidak bisa berbuat apapun. Dan besok dia berfikir untuk segera melakukan tindakan selanjutnya sebelum perutnya mulai membesar. Dia harus mengambil anaknya dari tangan kakak iparnya sebelum dia tahu jika dirinya hamil.


***


Keesokan harinya Zafira bersama beberapa anak buah kakak iparnya mengikuti Andy. Andy pergi kerumah Sony. Disana mereka sedang berbicara tentang masa lalu mereka saat semuanya malapetaka belum terjadi.


Zafira mengintip dari jendela dan bersembunyi diarea taman. Tidak ada penjaga dirumah Sony. Hanya dia dan istrinya yang tinggal di villa itu. Dan tidak ada yang tahu jika Sony sering menghabiskan akhir pekan divilla itu.


Zafira terus menguping pembicaraan mereka hingga Andy berpamitan untuk pulang dan akan mengajak Diana jalan-jalan.


Zafira segera berlari kemobil dan pergi meninggalkan rumah Sony.


Didalam mobil dia menelpon kakak iparnya yang selain bekerja di tata negara tapi dia juga sering berhubungan dengan para mafia, untuk uang. Mafia tanah, mafia sembako, mafia yang membutuhkan tanda tangannya maka pasti akan datang padanya dan membawakan satu koper uang untuknya.


Kakak iparnya juga menjalankan banyak bisnis ilegal dibeberapa kota. Dia pria yang bertangan besi dan berhati dingin. Sama seperti Tom, adiknya yang sudah tiada.


Tidak ada yang tahu termasuk Andy jika Tom punya saudara laki-laki yang bekerja ditata negara. Yang pernah bertemu dengannya hanyalah Robert dan Amaya, yang sering menggunakan jasanya untuk memindahkan aset serta kuasa lainya.


"Mereka akan pulang ke villa setiap akhir pekan. Rumah nya sepi, tidak dijaga oleh siapapun, hanya suami istri itu yang tinggal," kata Zafira memberitahu kakak iparnya melalui telepon.


"Baiklah, tetap awasi. Dan berikan informasi apapun tentang mereka. Kita akan mengeksekusi anak buahnya dulu, setelah itu baru bosnya, pria bernama Andy itu," kata kakak iparnya melalui telepon.


"Iya kak, dan gimana kabar anaku?" tanya Zafira.


"Dia akan baik selama kau menuruti perintahku, dan jangan sekali-kali mengkhianatiku, jika itu sampai terjadi maka kau tidak akan bertemu dengan anakmu lagi," ancam kakak iparnya.


"Tidak kak. Aku tidak akan mengkhianati mu," kata Zafira dengan tangan gemetar.


"Bolehkah aku berbicara padanya? Aku sangat merindukannya," kata Zafira memohon. Kakak iparnya segera memberikan handphone pada ponakannya.


Setelah mereka berbicara beberapa kata, kakak iparnya segera mengambil handphone itu lagi dan berbicara pada Zafira.


"Cukup," kata kakak iparnya.


"Tapi kak...."

__ADS_1


"Ingat, jangan gunakan perasaanmu dalam misi kita. Wanita selalu kalah jika sudah berbicara tentang cinta dan perasaan. Cam kan itu, jangan sampai kau jatuh cinta pada pria itu apalagi kau tahu jika dia adalah musuh kita. Aku benar-benar dendam pada mereka semua yang sudah menghabisi adikku. Kau hanyalah alat untuk balas dendam, jangan berfikir kau akan hidup selamanya dengan pria yang kau nikahi itu, mengerti!" Hardik kakak iparnya.


"Mengerti kak...." kata Zafira lalu menutup teleponnya dan menatap satu pada perutnya.


__ADS_2