
Beberapa bulan kemudian,
Gina sedang duduk berdua bersama Andy menikmati cemilan yang dibuat oleh Diana. Diana belajar dari koki dirumah besar. Karena tidak ada kegiatan maka dia mencari kesibukan apa saja yang ada dirumah besar. Dia lalu belajar membuat kue kering dan cemilan.
"Gimana Bu, apakah rasanya enak?"
"Enak, benarkan Andy?" kata ibu mertuanya. Andy lalu mengangguk sambil tersenyum.
"Iya, rasanya enak, cobalah," kata Andy memberikan satu untuk dicicipi oleh Diana.
"Ehm, hambar....." kata Diana lalu menatap pada ibunya dan juga Andy.
"Untuk ibu, ini rasanya pas. Ibu tidak suka yang terlalu manis," kata Gina membesarkan hati Diana agar tidak kecewa.
"Benar, aku juga tidak suka yang mengandung banyak gula. Bagiku ini sudah pas." Kata Andy menimpali.
Diana lalu membawa beberapa diatas piring kecil dan dia bawa pada koki dibelakang. Dia tidak puas pada jawaban ini mertuanya dan juga Andy.
Dia menyuruh koki untuk mencicipinya. Koki lalu mengambil satu dan mencicipi nya. Dia lalu tersenyum.
"Apa yang nyonya katakan?"
"Mereka menyukainya, menurutku ini hambar," kata Diana.
"Ya, kau bisa tambahkan sedikit gula jika lain kali membuatnya lagi. Aku juga menyukainya, kebetulan aku mengurangi makanan yang terlalu manis,"
"Benarkah? Apakah ini bagus untuk diet?" tanya Diana menatap pada koki.
"Ya, menurutku begitu,"
Diana lalu membantu koki menyiapkan makan didapur, dia membiarkan ibu dan suaminya berbicara berdua.
"Khan, apakah Diana belum mengandung?"
Khan menatap ibunya kaget dengan pertanyaannya.
"Kau sudah lama menikah, ibu merindukan suara tangisan bayi dirumah ini," kata Gina.
"Belum Bu," jawab Khan yang tahu jika Diana tidak akan bisa memberikannya anak, karena dia mandul.
"Pergilah kedokter bersama istrimu, jika ada anak, Diana tidak akan kesepian dirumah saat kau pergi kekantor," ibunya menasehati.
"Iya Bu, lain kali kami akan kedokter bersama," kata Andy.
***
Sementara ditempat lain, Zafira sedang menyusun rencana bersama kakak iparnya untuk mencari waktu yang tepat membunuh Sony. Akhirnya Zafira tahu dari Lewis jika Tom dibunuh oleh Sony dan Andy.
Namun Lewis sampai saat ini tidak tahu jika Zafira seorang mata-mata, dan kehadirannya membahayakan teman serta bosnya.
Suatu malam Sony dan Caroline akan bermalam divilla. Dan sebelum bermalam mereka membeli beberapa minuman serta makanan ringan disebuah supermarket.
Ternyata anak buah dari kakak ipar Zafira sudah mengintainya dari sejak dia keluar dari kantor dan mereka terus mengikuti hingga kesuper market.
Bahkan salah seorang dari mereka yang memimpin misi pembunuhan itu sempat membeli korek api disuper market.
__ADS_1
Dan bertabrakan dengan Sony.
"Maaf," kata Sony saat korek api dari tangan penjahat itu jatuh. Sony lalu mengambilkanya dan memberikan padanya.
"Terimakasih," kata penjahat itu lalu setelah membayar pergi lebih dahulu.
Sementara Sony masih mengantri bersama Caroline untuk membayar barang belanjaannya.
Penjahat itu mendapat telepon dari bosnya, dia lalu mengengkatnya ditempat yang sepi.
"Iya bos."
"Gimana? Kamu masih mengikutinya?"
"Iya bos. Malam ini kami akan melakukan semua yang bos perintahkan."
"Jangan meninggalkan jejak apapun!" pesan bosnya.
"Siap bos. Semua sudah kami persiapkan dan akan seperti sebuah kelalaian," kata penjahat itu.
"Bos, mereka keluar," kata penjahat dan menutup teleponnya lalu masuk kedalam mobil bersama beberapa orang yang sudah berdiri disana.
Mereka melihat Sony juga masuk kedalam, dan akhirnya mereka melajukan mobilnya kearah yang sama dengan Sony.
Sony tertawa bercanda didalam mobil bersama Caroline sampai tiba-tiba mendapat telepon dari Andy.
"Iya bos," kata Sony sambil menyetir.
"Aku akan pergi dua Minggu dari negara ini, kau atur semua yang dibutuhkan oleh Franky. Lewis sedang mengurus semua pesanan kapal dari negara MX yang juga memesan kapal pada kita." kata Andy.
Caroline melihat dari spion sesuatu yang mencurigakan, tapi dia memendamnya sendiri dan tidak mengatakanya pada Sony, karena sudah beberapa Minggu mereka tidak menginap di villa. Sedangkan Caroline sangat ingin menginap divilla malam ini karena dia punya kejutan untuk suaminya.
Sony segera menutup teleponnya dan tersenyum pada Caroline, terlihat wajah Caroline berseri karena sangat bahagia.
***
Dirumah besar, Andy bersiap karena mengingat kandungan Rossa yang sudah semakin besar, dan menurut perhitungan Andy maka akan melahirkan beberapa hari lagi. Maka diapun berkemas bersama Diana untuk berlayar kepulau.
Setelah berpamitan dengan ibunya, maka Andy segera naik kemobil bersama Diana untuk pergi kepelabuhan.
Mereka berlayar kembali kepulau terpencil dan mereka melakukan perjalanan dimalam hari. Karena saat siang, terasa begitu terik ditengah laut dan Diana merasa sangat kepanasan, dia lebih senang berlayar dimalam hari. Andypun menuruti kemauan istrinya agar dia senang.
***
Sony bersama Caroline sudah sampai di villa milik mereka. Sony membuka pintu sementara Caroline masuk lebih dulu. Caroline segera pergi kedapur, dan membuka jendelanya. Dia akan memasak air panas untuk membuat minuman hangat. Dia merasa kedinginan malam ini setelah hujan deras mengguyur selama dalam perjalanan.
Udara didapur begitu pengap membuatnya ingin muntah, akhirnya mau tidak mau dia membuka jendela.
Setelah selesai membuat minuman hangat diapun berjalan keruang tamu dan duduk bersama suaminya sambil menyalakan televisi.
Caroline lupa menutup jendelanya kembali. Hal itu dimanfaatkan oleh para penjahat yang sudah mengintainya untuk melakukan aksi yang sudah mereka rencanakan.
Para penjahat itu mengendap dengan membawa jerigen berusia bensin lalu menuangkannya kedapur divilla itu melalui jendela yang terbuka.
Mereka segera menyiram dapur dengan bensin. Dan seorang temanya menyiramkan bensin mengelilingi rumah itu. Satu orang temanya menyalakan api dari depan dan satu lagi melemparkan api dari jendela dapur.
__ADS_1
Wussshh
Dalam waktu sekejam api langsung membesar dari dapur dan juga dari pintu depan.
"Bau apa ini?" tanya Sony yang sudah setengah sadar karena langsung minum begitu sampai di villa.
"Mungkin aku lupa mematikan kompor, tunggu biar aku lihat," kata Caroline dan segera berjalan kedapur.
"Apiiiii! Kebakaran!" Teriak Caroline dan berlari menjauh dari dapur. Sony kaget dan segera meraih tangan istrinya untuk keluar lewat pintu depan.
"Didepan juga ada api! Rumah kita bukan kebakaran, tapi sengaja dibakar!" kata Sony dan betusaha mencari jalan keluar.
"Tolooooong!" Caroline langsung bertetiak minta tolong pada para warga setelah tahu jika semua rumahnya terbakar dan tidak ada jalan keluar.
Caroline sangat panik, dan tiba-tiba dari kedua kakinya mengalir cairan merah dan rupanya itu adalah darah. Dia sedang mengandung, usia kandungannya baru empat Minggu dan akan memberikan kejutan pada suaminya.
"Darah!" Teriak Caroline semakin panik. Dia teri berteriak minta tolong sementara Sony mencari jalan keluar dari rumah yang apinya tidak terlalu besar agar tidak membahayakan nyawa istrinya.
Caroline sangat panik dan berfikir jika dia lupa mematikan kompor. Maka dia ketakutan dan mencari jendela yang bisa digunakan untuk melarikan diri dari ruang tamu.
"Tolongggg!"
"Tolooongg!"
Caroline terus berteriak minta tolong sementara para penjahat sudah pergi dan para warga datang saat melihat sebuah villa terbakar.
Mereka segera berbondong-bondong mengambil air untuk menyirami pintu saat tahu jika pemiliknya masih terjebak didalam.
Salah seorang warga lainya menelpon damkar. Namun karena kondisi jalanan yang macet maka damkar datang terlambat. Api sudah semakin membesar, dan masih terdengar teriakan dari dalam.
Sony semakin panik saat melihat darah keluar di antara kaki istrinya. Kini Caroline sudah pingsan karena sesak nafas akibat asab yang memenuhi ruangan itu. Sementara Sony tidak punya pilihan lain selain harus menyelamatkan istrinya dengan menerobos api.
Sony mengambil selimut tebal dari kamar yang sudah penuh dengan asab dan segera membasahinya dengan air dikamar mandi.
Setelah kain itu basah maka dia segera menyelimuti istrinya dan menggendongnya. Dia berdiri dengan menggendong istrinya dan merusak jendela dengan palu.
Setelah jendela itu terbuka, dan plafon diatasnya hampir rubuh karena terbakar, maka sedikit lagi saja plafon itu akan tubuh dan menimpa mereka berdua.
Sony dengan cepat menerobos api dan sebagian plafon jatuh mengenai punggungnya. Dia tidak mempedulikan jika punggungnya terbakar dan segera melompati jendela dan menginjak bara demi bisa menyelamatkan istrinya.
Akhirnya Sony berhasil keluar dari kobaran api, tapi dia mengalami luka bakar sangat serius dan terdengar suatu plafon rubuh dari seluruh ruangan.
Bruuukkkk!
Para warga segera menyelamatkan mereka berdua dan membawanya kerumah sakit terdekat.
Damkar datang tapi seluruh rumah itu sudah hampir terbakar seluruhnya.
wiuwiuwiuwiu
Suara sirine bersahutan dan pegawai damkar segera memadamkan api agar tidak melebar pada bangunan yang lainya.
Caroline dinaikan ke ambulan lebih dulu karena keadaanya yang lemah serta nafasnya yang sesak.
Berikutnya Sony juga dimasukkan kedalam ambulans dengan sedikit kesadaran yang masih tersisa, karena luka bakar yang dia alami.
__ADS_1