
Mereka membangun kerajaan itu dengan harta Karun yang mereka temukan. Dan Delilah menjadi ratu di kerajaan yang baru saja dibangun.
Semua warga dimana dulu Roky tinggal pun dipanggil untuk menjadi penduduk dan diberikan sejumlah uang. Semua orang yang dipanggil adalah semua anggota keluarga mereka.
Semua orang hidup dengan senang karena harta yang ditemukan memang sangat banyak. Dan tidak akan habis tujuh turunan.
Namun kehampaan dirasakan oleh Delilah karena dia merindukan Eduardo. Diapun ingin membuat sayembara agar Eduardo datang ke tempatnya.
Dia yakin, Eduardo tidak tahu jika sekarang mereka sudah membangun kerajaan dan hidup bahagia. Namun kebahagiaan terasa masih kurang bagi Delilah.
Saat ini Eduardo sedang duduk bersama semua saudaranya. Mereka membicarakan tentang sebuah kerajaan baru yang dipimpin oleh seorang wanita.
Dan ada sayembara jika sang ratu sedang mencari pasangan hidupnya. Maka mereka semua menjadi penasaran dan akan datang kesana.
"Ayah akan menemani kalian," kata Andi saat mereka akan pergi dan berpamitan pada ibu mereka.
"Iya ayah, tentu kami senang jika ayah ikut dengan kami," kata Andy.
Maka mereka semua pergi berlayar dengan kapal ke kerajaan yang baru dibangun. Mereka membangun kerajaannya di Hutan dimana ada sumur ajaib itu.
__ADS_1
Setelah berlayar hampir seharian merekapun sampai di kerajaan yang baru itu. Kerajaan itu dibuat dengan sangat indah. Arsitektur nya juga benar-benar bernilai seni tinggi.
Beberapa orang dari negara lain juga datang untuk memenangkan sayembara itu. Sebagian datang dengan maksud untuk menguasai kerajaan baru itu, karena keserakahan akan sumber daya yang ternyata tersimpan disana.
Eduardo dan saudaranya sampai juga disana. Mereka diarahkan masuk untuk mengikuti sayembara itu. Dan betapa terkejutnya Eduardo, saat melihat semua kawan-kawannya sedang duduk diantara keluarga kerajaan.
Aduardopun menjadi penasaran, siapakah ratu yang sedang duduk dengan wajah yang tertutup kain tipis itu?
"Ayah, sepertinya aku mengenal mereka semua," kata Eduardo.
"Benarkah? tanya Andi kaget.
"Tapi kau tidak bisa ke sana, lihatlah, penjagaan sangat ketat sekali," kata Andy melihat begitu banyak prajurit dan juga algojo yang sudah disiapkan untuk menjaga keluarga kerajaan.
"Kau mengenal mereka?" tanya Azam dan Alvian yang ikut dengannya.
"Ya, aku kenal mereka semua," kata Andy
"Jangan-jangan ratu yang sedang mengadakan sayembara adalah Delilah," kata Eduardo.
__ADS_1
"Jika begitu, aku akan membantumu menemui mereka," kata Alvian.
"Tidak bisa kesana, para prajurit pasti akan menghalangimu, kau dianggap akan membahayakan nyawa keluarga kerajaan," kata Andy menasehati.
"Tapi aku harus berbicara pada mereka, terlebih jika yang mengadakan sayembara adalah Delilah, maka aku tidak ingin ada pemuda yang bisa memenangkan sayembara itu," kata Eduardo putus asa karena dia tahu, dulu dia menjadi kuat karena kalung milik ayahnya. Dan sekarang, kalung itu telah kembali pada ayahnya dan Eduardo adalah pria biasa.
Dia pun tidak yakin bisa mencabut pedang yang ditancapkan itu mengalahkan para pemuda yang sekian banyak sudah ada disana.
"Kau mencintai gadis bernama Delilah itu?" tanya ayahnya dan seketika Azam yang baru saja mendengar percakapan beberapa orang membisikan sesuatu ke telinga saudaranya.
"Apa?" Eduardo nampak terkejut mendengar apa yang dikatakan Azam.
"Kau benar, sang ratu bernama Delilah, jika begitu, kau saja yang ikut sayembara ini, kami tidak," kata Azam dan diiringi anggukan oleh Alvian.
Andy menatap wajah Eduardo dengan tersenyum.
"Gunakan ini, kau akan memenangkan sayembara itu," kata Andy melepaskan kalungnya saat tahu jika yang mengadakan sayembara adalah orang yang dicintai oleh putranya.
Azam dan Alvian mengangguk. Mereka tidak ingin Eduardo kehilangan gadis yang dicintainya dan di miliki oleh pemuda lain.
__ADS_1
Eduardo tersenyum dan segera memakai kalung yang diberikan ayahnya. Dia lalu berjalan ke depan dan antri bersama beberapa orang untuk mencabut pedang yang sudah di mantrai dan hanya bisa dicabut oleh cinta sejati sang ratu.