Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
SEASON 2-14


__ADS_3

Eduardo memegang rambutnya dan menatap ibunya dengan cemas.


"Apakah aku akan tiada ibu? Jika aku akan mati, maka sebelum aku mati, aku ingin mengembalikan semua temanku agar bisa hidup kembali," kata Eduardo dengan sedih.


"Tidak nak, jangan bicara begitu, apakah kau tega meninggalkan ibumu ini?" Wajah Rossa terlihat sangat sedih.


"Andi, sebaiknya besok kau pergi dengan Eduardo. Kembalikan waktu yang terhenti," kata Rossa pada suaminya.


"Ya, besok aku akan melakukan perjalanan denganya. Dan semoga sampai sana sebelum purnama berikutnya." kata Andy lalu berjalan kerumah Diana.


Saat itu, Tetua sedang duduk bersama Diana sambil makan daging ular yang baru saja ditangkap ayahnya.


Andy duduk didekat mereka.


"Eduardo sudah kembali, namun ada masalah yang harus segera diatasi," kata Andy.


"Eduardo kembali?" Mereka berdua langsung berhenti makan dan saling bertatapan.


"Apakah dia baik-baik saja?"


"Tidak. Dia mengalami hal yang sangat tidak masuk akal," kata Andy.


"Apa yang terjadi?" tanya Tetua antusias.


"Waktu terhenti," kata Andy.


"Waktu diluar pulau terhenti. Dan hanya aktivitas disini yang berjalan seperti biasanya," Jelas Andy.


Diana dan Tetua saling berpandangan.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti yang kau bicarakan," Diana seakan bingung dengan apa yang dikatakan Andy.


"Aku akan keluar pulau besok dengan Eduardo. Aku ingin melihat sendiri dan menyelesaikan masalah ini,"


"Aku ikut denganmu," kata Tetua.


"Ya,"


Keesokan harinya mereka lalu bersiap untuk pergi keluar pulau. Andy, Eduardo dan Tetua sudah membawa bekal selama dalam perjalanan.


Eduardo melepaskan kalungnya dan dia berikan pada ayahnya.


"Ayah, ini kalungmu yang asli, maafkan aku, aku mencuri dan menukarnya?"


Pengakuan Eduardo membuat Andy dan Tetua terkejut bukan kepalang.


"Kau membawa kalung yang asli?" Nampak Andy masih tidak menyadarinya.


Andy lalu menerima kalung itu dan menatap Eduardo dengan menggelengkan kepalanya.


"Anak ini!" Andy memukul bahunya.


Eduardo tertunduk sementara Tetua hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap buruk cucunya ini.


"Kau tidak boleh mengambil yang bukan hak mu. Lihatlah, kekacauan yang terjadi?" kata Andy lalu melempar kalung yang palsu dan memakai kalung yang asli.


Mereka lalu keluar pulau, dan saat sampai diluar, laut sudah berdebar dengan ombak yang menggulung membuat Eduardo terkejut.


"Ayah! Bumi sudah kembali normal. Kemarin aku bahkan berjalan diatas air ini? Lihatlah, laut sudah normal kembali," kata Eduardo senang.

__ADS_1


"Apa maksudmu sudah kembali normal?" Andy menjadi semakin bingung.


"Ayah, aku sudah menceritakan jika laut menjadi seperti hamparan kristal dan aku berjalan diatasnya tanpa tenggelam. Sekarang laut bahkan sudah bergerak. Artinya semua manusia mungkin sudah normal seperti sedia kala," kata Andy.


"Jadi kita tidak perlu pergi,"


"Kita tetap harus pergi, aku meninggalkan harta Karun di sebuah hutan. Jika tidak kesana, aku akan kehilangan semua harta itu,"


"Heh, kau masih memikirkan harta Karun itu? Untuk apa semua itu? Ayahmu sudah punya segalanya, lihatlah pulau yang damai ini? Kita tidak membutuhkan harta Karun lagi," kata Andy.


"Tapi ayah....." Andy menjadi sedih karena ayahnya tidak jadi menemaninya pergi keluar pulau karena kehidupan sudah normal kembali.


Andy dan Tetua lalu menatap Eduardo dengan tersenyum.


"Kau senang sekarang? Kau tidak perlu berpetualang lagi," kata Andi yang mengira jika apa yang dikatakan Eduardo mungkin benar mungkin juga salah.


Eduardo masih terpaku melihat lautan lepas


"Apa yang kau pikirkan lagi sekarang?" tanya Andy menepok pundaknya pelan.


"Teman-teman ku, bagaimana aku bisa menemukan mereka? dan apakah mereka juga sudah hidup kembali?" kata Eduardo lirih.


"Jika laut yang tadinya beku sekarang sudah normal seperti sedia kala maka temanmu, juga pasti sama."


Andy dan Tetua lalu mengajak Eduardo kembali pada kehidupan dipulau. Dan akan mengawasinya agar tidak keluar pulau lagi.


Sementara dalam hati Eduardo masih menyesali karena tidak membawa harta yang dia temukan.


Eduardo lalu berfikir, kenapa setelah kalung itu dipakai ayahnya, maka kehidupan menjadi normal?

__ADS_1


Apakah ada kejutan lagi dari keajaiban kalung itu?


Hal-hal tidak masuk akal misalnya?


__ADS_2