Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Langkah kedua


__ADS_3

Andy duduk disebuah ruangan menatap orang berkas hitam didepanya.


"Katakan, berapa yang kau butuhkan untuk membuat identitas itu?" Tanya Andy menatap tajam pada pria didepanya yang sedang duduk dengan banyak berkas bertumpuk-tumpuk diatas meja.


"Semakin cepat, semakin mahal."


"Tidak masalah! Aku ingin selesai besok!" Kata Andy.


"Mana bisa secepat itu? Beri aku waktu tiga hari. Itu paling cepat," kata pria berjas didepanya.


"Dua hari,"


"Baiklah, 50 juta,"


"Tidak masalah! Aku akan memberimu 100 juta jika bisa selesai besok!" Kata Andy.


"Seratus!? Besok?" Orang didepanya tercengang. Ternyata dia berhadapan dengan orang kaya. Uang sungguh bukan masalah besar untuknya.


"Berapa nomor mu," tanya pria itu.


"Mana handphone mu,"


Pria itu menyerahkan handphone miliknya dan memberikanya pada Andy. Tek! Dalam kecepatan tidak terlihat, nomor itu sudah tersimpan ditelepon genggam milik pria itu. Pria itu sungguh tercengang. Kali ini dia tidak bisa sembarangan berhadapan dengan Andy.


"Baik. Tuan, saya akan mengurusnya sekarang juga," Kata pria itu lalu bergegas pergi dan menutup kantornya. Dia pergi untuk mengurus identitas Andy.


Andy dan Diana pergi berjalan-jalan sementara menunggu identitas Andy selesai besok atau lusa.


"Aku akan membuatkan untukmu juga." Kata Andy. Setelah punyaku selesai, aku akan membuatkan untukmu." Kata Andy dan mereka masuk ke klub.


Disepanjang jalan lurus panjang dan sepi itu berbaris bangunan klub dan hotel-hotel berbintang. Disini adalah tempat paling berbahaya dengan tingkat kriminal paling tinggi didunia.


Negara MX, tempat bandar Narkoba kelas internasional yang mengendalikan berbagai penyelundupan dan banyak aturan yang dilanggar disini.


Tidak ada wanita yang berjalan sendirian disepanjang jalan. Mereka harus ditemani saat bepergian, atau mereka bisa diculik para mafia atau dijual dan dijadikan budak nafsu oleh mereka.


Negara dengan tatanan yang semrawut dan menjadi persembunyian paling aman bagi para gangster.


Nyawa manusia seperti tidak berharga dinegara ini. Hukum alam berlaku didalam kehidupan mereka. Siapa yang terkuat dia akan berkuasa. Jabatan tertinggi dinegara itu bahkan hanya seperti boneka. Dia tidak mampu menangkap para mafia dan semuanya bertindak sesuai keinginan.


Sangat tidak layak dijadikan tempat tinggal apalagi membangun sebuah keluarga dalam masyarakat yang amburadul.


Andy tidak berencana tinggal disini, dia hanya memanfaatkan kekuatan dirinya untuk balas dendam dan merebut kembali perusahaan miliknya.


Setelah semuanya dia kendalikan, maka dia akan pergi dari negara ini.

__ADS_1


Andy berjalan dengan Diana melewati sebuah jalanan sempit dan mendengar jika ada dua pria asing menginap disana. Dalam hati Andy berharap jika itu adalah Sony dan Lewis.


"Berjalan dibelakangku," kata Andy dan mulai mengedarkan pandangannya didalam ruangan itu.


Dia tertarik pada dua pria yang sedang dirayu beberapa gadis disekelilingnya.


Andy dan Diana berjalan mendekati dua pria itu.


"Hh, mereka disini, sudah kuduga, kemana lagi mereka bisa pergi?"


"Tuangkan satu minuman untukku!" Titah Andy pada pelayan didekatnya. Andy dan Diana duduk satu meja dengan Sony dan Lewis. Mereka terbelalak dan terperanjat sangat kaget.


Shock yang luar biasa. Bagaimana Andy bisa ada disini dan mereka berpikir jika Andy mungkin sudah di habisi oleh Robert dan anak buahnya.


"Kalian juga mau minum? Tuangkan untuk mereka juga!" Titah Andy dan seakan tidak menghiraukan ekspresi dua orang kepercayaan ayahnya itu.


Mereka terdiam salingg berpandangan.


"Diana? Kau punya hadiah untuk mereka?" tanya Andy dan memberikan pistol pada Andy.


Andy memegang pistol itu dan meletakkan diatas meja.


"Apa hukuman bagi penghianat?"


"Mereka pantas mati!" Sahut Diana.


"Kami akan memperbaiki kesalahan kami. Kami tidak ada pilihan saat itu. Tidak ada jalan keluar selain melarikan diri. Mereka sangat kuat, tidak mungkin melawannya,"


"Bagaimana dengan ayahku? Kenapa kalian meninggalkanya?"


"Akses masuk kerumah itu sudah dijaga ketat dan tidak bisa masuk kedalam." Kata Lewis.


"Jika kau jadi aku? Apa hukuman yang paling tepat bagi pengecut?" Kata Andy dan masih memainkan pistol ditanganya.


"Kami telah salah menduga. Maafkan kami, beri kami kesempatan dan...."


"Dan apa?" tanya Andy dingin.


"Dan kami akan bersamamu untuk melawan mereka," kata Lewis di ikuti anggukan kepala Robert.


"Serahkan uang kalian!" Kata Andy.


Mereka lalu menyerahkan sebuah kunci dimana uang mereka disimpan. Mereka melarikan uang yang banyak dari perusahaan.


"Sekarang! Ikutlah denganku!"

__ADS_1


"Minumannya!" Sony melihat minuman yang tidak masih utuh.


Andy tidak menggubrisnya dan meraih tangan Diana untuk menjaganya.


Mereka berempat lalu pergi dari klub itu, mereka menuju tempat persembunyian Lewis dan Sony.


Disana Sony membeli sebuah rumah, kontan dan menempatinya bersama Lewis. Semua uang yang mereka bawa, ada didalam brankas.


Sampai disana, Andy lalu menyuruh mereka untuk push up 100 kali.


"Push up 100 kali!" Sony dan Lewis segera mematuhi Andy.


Mereka tiarap dilantai dan segera melakukan apa yang disuruh bosnya.


Andy duduk sambil menyimpangkan kakinya dan Diana duduk disampingnya.


"Jika sudah, aku punya tugas untuk kalian."


"Iya, kami siap melaksanakanya." kata mereka sambil terengah-engah.


"Catat berapa Gangster yang ada di kota ini? Siapa namanya dan dimana mereka. Apa kegiatan mereka. Setelah itu laporkan padaku?"


"Maksud bos?"


"Kalian hanya perlu mencatatnya tanpa melakukan apapun. Alamat dan nama mereka tidak boleh salah!"


"Baik. Kami akan segera pergi untuk mengumpulkan data mereka!"


Sony dan Lewis lalu keluar dan mereka naik mobil lalu pergi berkeliling kota untuk mencari informasi yang diminta Andy.


Didalam mobil.


"Bagaimana tubuhnya bisa berubah sekuat itu?"


tanya Sony terheran saat melihat otot dilengan Andy dan tubuhnya yang membesar.


"Aku tidak mengerti minuman apa yang dia minum. Dalam beberapa hari bisa berubah dengan cepat." Kata Lewis.


"Cara berpakaian dan semuanya berubah, dia bukan lagi bocah seperti kemarin,"


"Ya. Jika saja dia bodoh, dia tidak akan menemukan kita disini,"


"Untunglah kita selamat dan tidak mati ditanganya,"


"Ya, dia tidak sebodoh itu untuk membiarkan kita mati sia-sia. Lihatlah, begitu nyawa kita di ampuni, apa yang dia lakukan? Kita harus keluar malam-malam dan bukankah ini waktunya untuk istirahat?"

__ADS_1


"Sudahlah, lupakan itu, kebebasan dan liburan sudah berakhir," mereka lalu menemui seorang pria yang biasa berurusan dengan para gangster. Dari pria ini mereka akan mencari tahu informasi yang dibutuhkan Andy.


__ADS_2