
Saat itu Khan baru saja pulang dari negara MX dan dia masuk kekamarnya. Dia lihat Diana sedang menangis sendirian.
"Diana..."
"Khan, kenapa kau pulang malam-malam begini? Kau bahkan tidak memberi tahu kami sebelumnya," kata Diana.
"Ini kejutan.." Kata Khan yang sudah sangat merindukan istrinya.
"Dimana Nicolas."
"Nicolas bersama ibu.."
Kata Diana lalu memeluk suaminya dan mulai menangis.
"Kau menangis? Ada apa?"
"Andy, aku ingin tinggal dipulau, aku tidak ingin tinggal disini lagi," kata Diana.
"Ada apa ini? Apakah kau marah karena aku meninggalkanmu begitu lama? Banyak masalah dinegara MX dan butuh waktu untuk menyelesaikannya,"
"Bukan karena itu,"
"Lalu?" tanya Andy menatap mata Diana seakan ingin sampai pada hatinya hingga tahu apa yang sedang dirasakannya.
"Aku ingin tinggal dipulau dan membesarkan Nicolas disana," kata Diana yang tidak ingin mengatakan jika ibunya mendominasi Nicolas selama Andy pergi.
"Baiklah, jika itu keinginan mu. Aku juga berfikir demikian. Rumah besar serta perusahaan akan aku serahkan pada pewaris yang sesungguhnya, dan kita akan tinggal dipulau," kata Andy lalu mengusap airmata Diana.
***
Beberapa hari kemudian tiba saatnya Haidar menjadi pewaris dari perusahaan Harun Malik.
Mereka semua termasuk pemegang saham sudah berkumpul diruangan besar. Presdir duduk bersama Andy dan sudah menyiapkan berkas untuk ditandatangani oleh Haidar.
Para reporter juga sudah ada disana untuk meliput berita ini.
__ADS_1
"Saya....mengadakan rapat besar kali ini karena suatu tujuan...." kata Presdir membuka pembicaraan dan mengenalkan Haidar sebagai putra aslinya pada publik.
Cekrek! cekrek! cekrek!
Reporter mengambil gambar dan tidak ingin melewatkan detik-detik saat Haidar naik ke panggung.
"Perkenalkan, putraku, Haidar, pewaris perusahaan Harun Malik," kata Presdir dan membuat semua yang hadir tercengang.
Suasana menjadi gaduh dan masing-masing saling berbicara pada temannya dengan kebingungan.
"Semuanya nanti akan ada diberita besok. Sudah saya persiapkan semuanya, apa dan bagaimana semua ini bisa terjadi. Akan memakan waktu lama jika saya ceritakan disini," kata Presdir lalu memanggil Khan naik kepanggung juga.
"Khan....kemarilah...." kata Presdir dan sekarang Khan sudah berpidato lalu mengambil berkas untuk dia serahkan pada Haidar. Berkas itu adalah semua surat penting dan aset perusahaan.
Haidar menerimanya dan mereka berpelukan. Tepuk tangan bergemuruh meskipun mereka masih bingung dengan keadaan ini.
Cekrek! Cekrek!
Foto mereka langsung beredar luas di internet dan menjadi viral. Menduduki data pencarian nomor satu didalam dan diluar negeri. Hanya saja klarifikasi tentang bagaimana ini bisa terjadi baru akan terbit besok disurat kabar.
Maka publik tidak sabar menunggu esok hari untuk membeli majalah tersebut.
Khan juga berpamitan dan mengundurkan diri dari perusahaan Harun Malik.
Khan berpidato dan mengedarkan pandanganya keseluruh ruangan. Karena ini akan menjadi yang terakhir kalinya dia berdiri dihadapan para kolega serta para pemegang saham.
Ucapan terimakasih dan mengharapkan dukungan dari mereka semua untuk membimbing Haidar agar perusahaan Harun Malik tetap berjaya tidak lupa dia ucapkan diakhir pidatonya.
Khan juga memperkenalkan perusahaanya di Negara MX yang dipegang oleh beberapa orang kepercayaannya. Dan kelak, akan ada kerja sama dengan perusahaan Harun Malik.
Maka tepuk tangan kembali terdengar dari para pemegang saham. Mereka baru tahu jika Khan punya perusahaan besar dinegara MX.
Mereka pun berdecak kagum dan dulunya meremehkannya karena dianggap tidak mampu dan berbeda dengan kakak tirinya yang sudah tiada, namun kenyataanya dia piawai dan begitu hebat.
Bahkan bisa mengubah keadaan dimana masyarakat nya dikendalikan para mafia, kini sudah menjadi negara yang bebas dari mafia
__ADS_1
di negara MX.
***
Keesokan harinya, Andy dan Diana sudah berkemas untuk pergi dari rumah besar. Mereka berpamitan pada seluruh pelayan dan pengasuh Andy saat dia masih kecil. Diana juga berpamitan pada koki serta semua teman-teman Andy.
Semua karyawan menghentikan pekerjaannya saat Andy datang untuk berpamitan. Mereka menitikkan air mata karena Andy akan tinggal jauh dan tidak menjadi bagian dari perusahaan Harun Malik lagi.
Bondan dan Lewis memeluknya dengan tidak bisa menyembunyikan airmatanya.
"Aku akan sangat merindukanmu,"
"Ya, aku juga," kata Andy.
"Kau tidak peduli pada kami, keputusanmu membuat kami menangis," kata Bondan.
"Tidak, kita tetap bisa bertemu, aku titip Haidar dan bantu dia...." kata Andy lalu memeluk Bondan.
"Tentu...." jawab Bondan lalu Diana maju untuk berpamitan.
Presdir datang bersama Haidar. Mereka berjalan beriringan.
Andy menoleh dan tersenyum pada keduanya.
"Andai ibu bisa membuat kau mengubah keputusanmu," kata Gina sambil mengusap airmatanya.
"Tidak, Ibu, jangan berkata begitu, aku akan sangat merindukan kalian..." kata Andy lalu memeluk ibunya dan Haidar.
"Haidar, jaga ibu...jangan pernah membentakkanya atau menyakiti perasaannya,"
"Iya...." kata Haidar lalu memeluk Andy.
Setelah itu Andy dan Diana masuk kedalam mobil bersama Nicolas. Mereka meninggalkan perusahaan Harun Malik dan pergi kepulau. Disana Andy akan hidup bersama keluarganya yang lain.
Banyak hal yang ingin Andy lakukan dipulau itu. Dia sudah menyiapkan segalanya didalam kapal pesiar dan membawa beberapa orang untuk ikut denganya membuat suatu perubahan.
__ADS_1