Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Pertama kali seumur hidupnya


__ADS_3

Mereka singgah disebuah pulau kecil destinasi wisata. Andy menggunakan teropong dan dia lihat keadaan aman, maka diapun singgah untuk beristirahat.


Andy mengeluarkan sesuatu dari sakunya, "maaf" kata Andy sambil mengambil rokok yang baru pertama kali seumur hidupnya dia menyentuhnya.


Diana menoleh dan menatap Andy lurus dan tersenyum sedikit, "untuk apa?"


Andy nampak tersenyum salah tingkah dengan sikap yang tidak tenang.


Andy mulai menghisapnya dan jujur dia baru melakukanya kali ini sepanjang hidupnya.


Andy kehilangan segalanya dalam waktu satu malam. Entah apa yang Andy rasakan hingga terbesit dalam hatinya untuk melampiaskan rasa amarah, kecewa, dikhianati dan berharap kepulan asap rokok dapat menghilangkan semua rasa tidak nyaman itu.


Dia merasa tertekan dan tidak bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya.


"Kau keberatan jika aku merokok? Sesungguhnya ini bukan rokok sungguhan."


"Maksudmu?"


"Ini rokok elektrik, memiliki jumlah nikotin yang sama, tidak bercahaya, tapi asapnya adalah uap air, lihatlah ini."


Andy kemudian mempraktekkan dan menghisap rokok itu.


Setelah itu Andy menggosokkan ujungnya dan rokok itu menyala seperti senter.


"Lampu LED," kata Andy lalu memasukan rokok itu kembali kesakunya.


"Aku kecewa padamu?" Ungkap Diana pelan dan santai. Diana menatap Andy dan tersenyum hanya sedikit.


Andy nampak bingung dan semakin salah tingkah.


"Maksudmu kau lebih suka jika aku merokok sungguhan?"

__ADS_1


"Aku lebih suka kau menjadi dirimu sendiri dan bersikap seperti pria sejati, yang melakukan sesuai keinginannya."


Andy mengerutkan dahinya dan kedua alis matanya baik keatas.


"Apakah aku seorang pengecut?"


"Kau terlalu banyak berfikir dan tidak melakukan yang dilakukan para pria."


"Kau menyinggung soal bulan madu? Baik. Aku mengerti. Aku harus menjadi pria sejati mulai sekarang."


Andy terlihat mengangguk-angguk.


Diana melihat ke laut lepas sambil tersenyum anggun. Tanganya ditaruh di atas pahanya.


"Menurutmu, apa yang mungkin aku alami jika kita tertangkap."


"Mereka akan berusaha mebghabisiku dan membiarkanmu hidup."


"Mereka tidak akan melakukannya. Tujuan mereka adalah menyingkirkan ku," ujar Andy.


"Aku pernah membaca novel tentang mata-mata dan seorang wanita misterius. Apakah aku bisa menjadi seorang mata-mata menurutmu?" tanya Diana.


Andy terlihat berfikir dan melihat wajah Diana.


"Tidak." Jawab Andy.


"Kenapa?"Diana menjadi penasaran.


"Harus punya pengalaman dan mengetahui banyak informasi baru bisa menjadi mata-mata."


"Aku bodoh?" tanya Diana.

__ADS_1


"Tidak,"


Dan saat itu makanan yang mereka pesan sudah datang.


"Makanlah, kau pasti sangat lapar," kata Andy.


"Aku tahu kau mungkin bingung dan merasa takut. Semua berubah dalam waktu siingkat. Apakah kau merasa takut setelah semua yang kau lihat? Tapi aku harus jujur. Aku dikhianati dan ditinggalkan semua orang."


"Aku mengerti perasaanmu."


"Kita tidak siap melawan mereka sekarang bukan?" kata Diana.


Andy diam saja dan hanya menghembuskan nafas dengan kecewa.


Andy tahu jika Robert tidak akan berhenti sampai bisa menemukanya dan menyingkirkan dirinya.


"Kau pemuda yang gagah berani, berpetualang jauh dan menghadapi banyak musuh. Aku yakin kau akan menang suatu hari nanti," Diana memberikan semangat pada Andy.


"Kau adalah Khan Louise Malik. Ayahmu pasti punya harapan besar saat memberikan nama itu saat kau dilahirkan," kata Diana.


"Senjata melawan mereka hanyalah satu. Tetap melawan dan jangan pernah menyerah."


"Aku akan menjadi awak kapalmu." Kata Diana dan menyuapkan daging kemulut Andy.


"Suatu saat kita akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar."


"Aku suka kalimatmu yang terakhir,"


Mereka lalu menghabiskan makanannya dan menyewa kamar untuk beristirahat.


"Kita akan tidur disini malam ini," kata Andy pada Diana.

__ADS_1


__ADS_2