
Andy akan masuk keruang wanita kembaran ibunya, tapi sebelum itu dia bergegas pergi keruangan dokter.
Dia ingin menanyakan informasi itu dari dokter ahli psikologi yang sudah menangani kembaran ibunya. Andy tidak mungkin langsung bertanya karena pasien itu juga tidak akan menjawabnya.
"Namanya Gina," ujar dokter mengatakan pada Khan. Mereka duduk berhadapan.
"Gina? Nama dan orangnya kenapa bisa sama persis," sahut Khan.
"Kembaran, apakah anda tahu dimana kembaranya?" Dokter bertanya balik.
"Ya, saya tahu." Jawab Khan yang tidak mau mengatakan jika kembaranya adalah ibunya.
Dokter nampak mengangguk dan tersenyum. "Jika bertemu kembaranya maka dia akan lebih cepat sembuh. Dia menanyakan kembaranya dan juga seorang bayi,"
"Dari kemarin saat saya menemukan pertama kali dia terus berteriak mencari bayinya," ujar Khan.
"Baiklah, sekarang semuanya akan berakhir baik. Ibu Gina akan segera pulih dengan menemukan kembaranya dan juga bayinya. Mari kita kekamarnya." Dokter dan Khan lalu bangun dan akan pergi keruangan Gina untuk melihat secara langsung keadaanya.
Tapi saat Andy akan menuju ke ruangan itu, mereka terkejut, melihat dua orang membawa Gina dengan paksa dari kamarnya.
"Hai, mau dibawa kemana!? Berhenti!" Teriak Khan yang melihat Gina yang awalnya meronta tiba-tiba diberikan obat bius dan tidak sadarkan diri.
Seorang suster tersungkur dilantai kamar Gina. Dan seorang suster lagi yang berusaha menahan dia orang anak buah detektif itu didorong hingga kepalanya membentur tembok dan berdarah. Suster itu lalu berteriak minta tolong.
Namun ruangan yang dipakai Gina letaknya terpisah dari ruangan lainya. Bangunan itu seperti paviliun sehingga setiap ruangan terpisah oleh taman seluas tiga meter.
Andy yang melihat kejadian itu langsung berlari dengan gerakan yang cepat dan sudah berdiri didepan dia orang yang membawa Gina.
"Minggir!" Teriak dua orang yang membawa Gina asli.
Andy langsung memukul pria yang didepannya.
"Lepaskan wanita itu!" Teriak Andy lalu memukul pria yang satu lagi. Serangan Andy ditangkis dengan tangan oleh pria yang bersama Gina asli.
Tiba-tiba beberapa orang menghadang Andy dan mengeroyoknya. Sementara dua pria itu membawa wanita itu keluar dan akan masuk kedalam mobilnya.
Andy masih bertarung melawan kawanan detektif dan mereka bukanlah detektif sembarangan. Ilmu bela diri mereka juga tidak boleh diremehkan.
Seorang dokter berusaha menolong pasienya. Namun tiba-tiba salah satu dari detektif yang memegang Gina mengarahkan pistol ke arah dokter yang akan menyelamatkan Gina.
"Jangan bergerak. Diam ditempat, atau aku akan menembakmu!" Teriak salah seorang yang memegang Gina sambil matanya menatap penuh ancaman.
__ADS_1
Dokter itu terpaksa berhenti dan tidak melawan karena dia tidak memegang senjata. Dia mencatat nomor mobil yang akan dinaiki oleh dua detektif itu dan pasiennya.
Andy berhasil mengalahkan beberapa orang dan tersisa satu orang detektif yang memang berulang kali bisa menghindari serangan Andy.
"Rasakan!"
Andy melompat sambil memegang beberapa kursi dan dia lemparkan pada dua orang yang tersisa, karena melihat mobil yang membawa Gina sudah meninggalkan rumah sakit itu.
Duaakkk!
Dua detektif itu kali ini tidak mampu menghindar. Mereka terlempar karena kursi yang melayang kearah mereka dan mereka berusaha bangkit mengejar Andy yang berlari ke mobilnya.
"Hei! Tunggu! Jangan lari!"
Dua detektif mengejar Andy dan segera masuk ke mobilnya juga meskipun keningnya berdarah. Mereka tidak menghiraukanya dan berusaha mencegah Andy yang akan menyelamatkan Gina.
Terlambat, Andy sudah masuk kedalam mobil sportnya.
Andy menginjak gas dan langsung mengejar dua pria yang membawa Gina.
Sony menelpon Andy namun Andy tidak punya waktu untuk mengangkat teleponnya. Sony mengirim pesan pada Andy jika dia berada disebuah apartemen dan sedang mengawasi ibunya.
Andy menyempatkan untuk membaca pesan dari Sony yang tulisannya bisa dia baca dilayar mobilnya yang terhubung dengan nomor handphone miliknya.
Andy menoleh ke belakang dan dua orang berada didalam mobil mengikutinya sambil terus menambah mobil Andy.
Namun tembakan mereka tidak bisa menembus kaca, karena mobil yang dipakai Andy anti peluru. Mereka juga menembak rodanya, dan tetap tidak membuat mobil itu terhenti. Semua bagian luar didesain khusus dan tidak tembus oleh peluru yang ditembakkan musuh.
Andy tersenyum dan terus melakukan mobilnya mengikuti dua detektif yang jaraknya lumayan jauh.
Mobil dua detektif itu juga mobil mewah dengan kecepatan yang tinggi, Andy terus berusaha mengejarnya dan mereka sampai didepan sebuah mall.
Mobil itu berhenti, lalu seorang pria berbaju serba hitam, berkacamata hitam, dan wajah tertutup syal masuk kedalam mobil itu dengan cepat lalu mereka pergi lagi.
"Seorang pria dibelakang kita bos. Dia adalah pria yang menyelamatkan wanita ini dan membebaskanya dari ruang bawah tanah,"
"Pria yang sama. Singkirkan dia. Terus tembak!" Kata big bosnya.
"Sudah bos, mobil itu anti peluru,"
"Sial!" Umpat bigbosnya.
__ADS_1
"Cepat menuju ke apartemen, kita harus segera menyerahkan wanita ini dan mengambil sisa pembayaranya,"
Mereka mempercepat laju mobilnya dan berbelok ke arah apartemen milik Gina.
Andy mengikuti mereka dan mobil dibelakang Andy juga mengikuti Andy.
Mereka semua turun bersamaan dan saat Andy akan mendekati dua orang yang membawa kembaran ibunya maka dari belakang dua pria menendang punggung Andy.
Andy tidak bergeming, dan kali ini tidak bisa mengendalikan kemarahannya. Dia segara berbalik dan duag!
Jedarrr!
Andy menendang dengan mengerahkan seluruh kekuatanya pada kakinya. Dua pria langsung terbang dan menimpa mobil. Mereka tidak mampu bangkit dan merasakan seluruh tulang punggungnya retak dan patah.
Andy segera mengejar dua pria dan satu orang berbaju hitam naik ke lift. Andy menunggu lift begitu lama dan membuatnya tidak sabar.
Dia melompat keluar gedung dan merangkak naik dengan kekuatan jari-jari dan kakinya merambat naik kegedung dengan cepat.
Andy menyadari dia punya kekuatan seperti merambat saat melompat ke sumur dan bisa naik tanpa menggunakan tali.
Andy terus merayap dengan cepat dan melihat pria itu membawa kembaran ibunya dilantai 42.
Mereka masuk kesalah satu ruangan. Dan Andy terus berusaha naik meraih jendela lalu menggunakan kukunya untuk membuat lingkaran. Dan kukunya yang tajam berkekuatan segera membuat kaca itu berlubang sebesar tubuhnya.
Andy menyadari bahkan kukunya setajam pedang. Bisa membelah kaca yang begitu tebal.
Andy segera masuk kedalam ruangan dimana dua pria membawa ibunya. Dan Andy sangat terkejut saat melihat ibunya sudah berada diruangan itu.
"Ibu!?" Gina menoleh dan kaget karena melihat Khan ada disana.
Para penjahat itu lalu menidurkan wanita itu ke ranjang dan menyerang Khan. Mereka saling menendang dan berusaha melumpuhkan lawan ya.
Dua orang mendorong Andy agar mendekati jendela dan akan mendorongnya agar jatuh dari lantai 42.
Namun keadaan berbalik dengan sangat cepat. Dua orang anak buahnya justru sekarang menggantung di jendela dan berusaha naik. Andy menginjak tangan keduanya dengan kakinya. Merekapun terlempar dan jatuh menimpa mobil yang sedang lewat.
Sementara big bosnya segera menyambar koper berisi uang dan keluar dari ruangan. Dia tidak ingin bertarung dengan Andy setelah tahu kekuatanya.
Dari pintu depan sebuah tendangan membuat koper itu terlempar kedalam. Sony juga menendang detektif itu dan dia jatuh dihadapan Andy. Andy mencengkeram lehernya dan dengan cepat Gina mengeluarkan pistol dan menembaknya.
Detektif itu mati karena tembakan ibunya. Andy sungguh terkejut dan tidak menyangka ibunya akan menghabisinya. Padahal Andy ingin membuatnya berbicara dan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Semuanya terlambat, detektif itu meregang nyawa dan mati didepannya. Gina tidak ingin belangnya ketahuan dan Khan sampai tahu jika dia yang menyewa detektif itu.
Khan sungguh menyesal tidak bisa menyelamatkan detektif dan mengorek informasi darinya.