Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Penobatan


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian ....


Pembangunan benteng di seluruh pulau sudah selesai. Tower juga sudah jadi, dan sekarang sudah ada listrik. Sehingga keadaan dipulau terang saat malam hari.


Semua warga sangat bahagia karena Andy membagikan untuk setiap keluarga beberapa alat elektronik yang dia datangkan dari negara MX dan melalui perusahaanya berbagai macam alat elektronik seperti kulkas, penanak nasi, televisi, kompor gas, dll.


Maka keadaan dipulau semakin lama semakin nyaman dan sejahtera.


Malam ini, Tetua memberikan sebuah pusaka kepada Andy berupa keris, dan saat malam bulan purnama keris itu akan memberikan keajaiban seperti bisa melihat masa depan setelah sebuah ritual dilakukan.


Maka malam ini tepat di bulan purnama penuh. Semua warga berkumpul untuk melakukan ritual doa dan Andy duduk disamping tetua.


Tetua memberikan keris itu dan Andy menerimanya.


"Masukkan keris itu kedalam air didepanmu," kata Tetua.


"Baiklah," Andy menjawabnya lalu mencelupkan keris pusaka kedalam air.


"Hanya kau yang akan melihatnya. Kau bisa melihat masa depan sekarang," kata Tetua lalu semua orang memejamkan matanya dan melantunkan doa sementara hanya Andy yang matanya terbuka untuk melihat masa depan.


Didalam air itu terlihat masa depan beberapa tahun setelah putranya dewasa.


Pulau itu tidak lagi terlihat melainkan sebuah tempat layaknya istana. Dan dia melihat salah satu putranya berkuasa dan putra yang lainya menjadi pelayannya.


Tidak ada Andy disana, dan juga istrinya yang lain. Dan terjadi pertumpahan darah saat mereka memperebutkan sebuah benda, namun Andy tidak bisa melihat dengan jelas benda apa yang diperebutkan.


Setelah itu semuanya hilang dari pandanganya. Air matanya mengalir dari kedua sudut matanya.


Hatinya sangat sedih saat diperlihatkan sebuah masa depan oleh keris itu.


Pulau yang hilang dan berganti dengan istana megah. Lalu darah dimana-mana karena perang saudara, maka membuat Andy meneteskan airmata.


Tetua dan warga desa membuka matanya dan masih melantunkan doa karena ritual akan selesai sebentar lagi.


"Kau menangis? Apa yang kau lihat?" tanya Tetua kaget saat melihat wajah menantunya.


"Masa depan," jawab Andy yang tidak ingin mengatakan masa depan seperti apa yang sudah dia lihat dari keajaiban keris itu.


"Hem, baiklah, karena kau sudah melihatnya maka kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan," kata Tetua menatap Andy sambil mengangguk.

__ADS_1


"Melihat semua yang akan terjadi membuatku sangat sedih. Sebagai ayah, aku tidak ingin apa yang aku lihat terjadi pada putra-putra ku," kata Andy.


"Memangnya ada apa dengan cucu-cucu ku?"


"Tidak Tetua, sebaiknya hanya aku yang tahu, aku akan berusaha mengatasinya karena jika kau tahu, maka kau akan sama sedihnya seperti aku," kata Andy dan mengambil keris lalu menyimpanya.


"Sekarang, pulau ini kau yang akan memimpin ya, maka kau bisa melakukan yang menurutmu baik untuk warga dan masa depan pulau," kata tetua lalu pergi.


Acara ritual sudah selesai.


Andy pulang dan menemui anak-anak nya dan mengumpulkan mereka dalam satu ruangan. Andy ingin melihat mereka secara bergantian dalam satu ruangan dan secara dekat.


Dari baris pertama dia melihat Alvian dan Azam dua bersaudara anak dari Naina dan Ali, punya adik namanya Sofia yang merupakan anaknya dengan Naina.


"Mungkinkah mereka yang akan membuat pulau berubah menjadi istana megah?" Ada pertanyaan muncul didalam hatinya. Namun Andy segera menggelengkan kepalanya seraya berkata, tidak mungkin.


Dari baris selanjutnya, Ada Eduardo anak dari Rossa yang terlahir hanya dengan satu tangan. Sangat energik dan sering membuat Rossa kewalahan. Kadang kenakalan nya membuat saudaranya terluka.


"Mungkinkah dia?" sebuah pertanyaan juga muncul dibenaknya.


Lalu yang terakhir, ada Nicolas, anak dari Rossa yang dirawat oleh Diana. Nicolas sangat tampan dan gagah, terlihat dia memiliki ketampanan yang diatas rata-rata. Bahkan Andy bisa melihatnya sejak kecil, maka mungkinkah dia yang akan berkuasa dimasa depan?


Andy mengangguk lalu tersenyum pada mereka semua.


"Ayah, kenapa kita berkumpul seperti ini?" tanya Azam.


"Ayah ingin melihat kalian, putra-putra ayah. Dan satu putri ayah, waktu cepat berlalu dan kalian akan tumbuh besar. Lebih besar dari ayah dan ayah ingin memahami kalian dari sekarang,"


"Ayah, kami semua sayang dengan ayah, kenapa kau terlihat sangat sedih?" tanya Alvian.


"Tidak, ayah tidak sedih," kata Andy, tapi tiba-tiba Nicolas menangis histeris karena kukunya berdarah setelah Eduardo melukainya dengan mainan miliknya.


"Hua hua hua!" Nicolas yang lebih kecil satu tahun dari Eduardo menangis kencang dan Diana langsung masuk kedalam.


"Apa yang membuatnya menangis?" tanya Diana dan dengan panik menggendong Nicolas.


Nicolas menunjuk pada Eduardo, Andy lalu mendekati Eduardo, sementara Diana membawanya keluar dan mengobati lukanya.


Andy mengelus kepala Eduardo, dan Eduardo nampak senang bisa menarik perhatian ayahnya.

__ADS_1


"Apa yang kau sembunyikan?" tanya Andy lembut, dari semua anaknya, dia paling sayang dengan Eduardo karena dia terlahir dengan satu tangan jadi menurut Andy dia harus lebih diperhatikan daripada yang lainya.


"Tidak ada," Eduardo menyembunyikan mainanya lalu mendudukinya.


Andy mengangguk.


"Jangan nakal, kasihan Nicolas. Kau membuat kakinya berdarah," kata Azam pada Eduardo.


Eduardo menatap Azam dengan rasa tidak suka dan sinis.


Azam lalu ditarik oleh Alvian, agar mereka berdua tidak bertengkar dan membuat sedih ayahnya.


"Jangan bertengkar, kalian harus saling menyayangi hingga kalian dewasa nanti," pesan ayahnya pada semua anaknya.


"Iya ayah," kata Azam serta Alvian. Dan hanya Eduardo yang tidak menjawabnya.


"Ayah menyayangi kalian semua, dan berharap kalian akan tetap saling menyayangi hingga kalian dewasa dan hidup rukun bersama," kata Andy menatap anaknya semua.


Nicolas berjalan masuk lagi dan duduk dipangkuan Andy. Eduardo menatapnya dengan sinis dan seakan tidak menyukainya.


Nicolas mengulurkan tanganya karena tadi dibisiki oleh Diana saat dia keluar diobati. Lama Eduardo tidak menanggapinya, namun akhirnya dia menyambut tangan Nicolas dan mereka berjabat tangan.


"Nah, begitu, sesama saudara harus saling memaafkan dan tidak menyimpan kemarahan apalagi dendam," kata Andy dan Eduardo dengan cepat menarik tangannya dari genggaman Nicolas.


Nicolas terlahir sempurna dimata Eduardo. Semua warga selalu tersenyum ramah dan mengagumi fisiknya, sementara Eduardo tidak mendapatkan semua itu. Dari situlah timbul rasa tidak suka Eduardo pada saudaranya sendiri yaitu Nicolas.


Eduardo terlahir dengan satu tangan dan bahkan sering menerima perbedaan dari warga saat memperlakukanya. Dia pernah dianggap sebagai sebuah tanda datangnya mala petaka, maka hal itu selalu teringat oleh Eduardo.


Didalam pulau itu, hanya dirinya yang terlahir cacat dengan satu tangan, dan itu membuatnya terkucil dari pergaulan. Beberapa orang tua sudah menasehati agar tidak membedakan ya, namun namanya anak-anak sulit sekali dinasehati dalam usia yang belum mengerti apa-apa.


Mereka kadang saling ejek dan bertengkar, meskipun esoknya main bersama lagi. Anak lainya cepat lupa apa yang mereka pertengkarkan, namun tidak bagi Eduardo, ingatannya sangat kuat dan dia sulit melupakan semuanya.


Hal itulah yang merusak hatinya hingga menjadi sinis dan pendendam.


💖💖💖


Beberapa bulan lagi akan ada season duanya setelah karya ini tamat.


Dan akan lebih banyak bercerita tentang anak Andy setelah mereka dewasa.

__ADS_1


__ADS_2