
Bercerita tentang Eduardo dan ambisinya
Eduardo adalah anak dari Rossa, istri Andy. Saat remaja, Eduardo melarikan diri dari pulau karena keinginanya tidak dipenuhi.
Dia menyelinap kekapal bajak laut dan bersembunyi didalam kotak kayu berukuran besar.
Seorang bernama Roky melihat bajunya yang terjepit pintu kotak itu.
Duk!
"Keluar! Siapa kau!?" teriak Roky berbicara pada kotak itu.
"Aku tahu kau bersembunyi didalam. Cepat keluar! Atau aku akan membelahmu menjadi dua bagian!" Ancam Roky.
"Jangan Tuan! Saya akan keluar," kata Eduardo lalu membuka pintu dan keluar dari dalam kotak itu.
"Siapa kau? Kenapa kau ada disini?" tanya Roky dan menatap penuh selidik pada remaja didepannya.
"Saya Eduardo. Saya ingin bergabung denganmu, terima saya sebagai anak buah mu," kata Eduardo memohon.
"Apa!? Anak ingusan. Kau hanya akan membuat kami repot saja." Roky langsung menolaknya. Melihatnya hanya sebelah mata, anak remaja yang tidak tahu apa-apa.
"Tidak, jangan meremehkan aku, aku punya kekuatan yang tidak dimiliki sembarang orang," kata Eduardo lalu menggerakkan tangannya kedepan dadanya dan seakan memegang bola. Tiba-tiba air laut naik dan saat Eduardo menurunkan tangannya, air laut itu turun mengikuti gerakan tangannya.
Roky terpana dengan kekuatan yang dimiliki Eduardo. Eduardo tersenyum dan melihat ekspresi wajah pria didepannya yang berubah.
"Baiklah, kau boleh ikut, tetap dibelakangku dan jangan kemana-mana. Mereka tidak boleh tahu jika kau punya kekuatan. Kau aku angkat menjadi anakku, jika begitu," kata Roky yang umurnya sekitar 40 tahunan.
"Baik pak,"
__ADS_1
"Ehm, sekarang bersihkan badanmu. Kau bau amis," kata Roky.
"Siapa dia?" tanya Julio pada Roky.
"Anak angkat. Aku mengangkatnya menjadi anakku," jawab Roky sambil membersihkan kotak besar itu.
"Ohh," jawab Julio lalu ikut membantunya membersihkan kotak besar bekas menaruh ikan.
Kotak itu bau amis karena ikan yang mereka tangkap dan mereka jual. Karena tidak mendapatkan mangsa, maka kadang-kadang mereka menjual hasil tangkapan ikan untuk makan sehari-hari.
Mereka adalah para perompak dari desa Karang laut. Di sana mereka menjadi pengangguran, sulit mendapatkan pekerjaan membuat mereka merantau dan menjadi buruh.
Saat menjadi buruh itulah, mereka yang rata-rata belum menikah, lalu menjadi perompak dan berlayar dari satu pulau ke pulau lainnya untuk bertahan hidup.
Mereka tidak punya keahlian apapun karena desa tempat tinggal mereka adalah desa tertinggal.
Sehingga jika pergi ke kota juga hanya akan menjadi pengangguran karena tidak mampu bersaing dengan warga disana yang rata-rata terpelajar dan punya keahlian.
Tapi hingga kini, mereka tidak mendapatkan harta karun dan bahkan tidak memiliki peta dimana harta karun itu berada.
"Apa sebaiknya kita kembali ke desa saja. Menikah dan punya anak. Lalu kita akan bekerja apa saja," kata Felix.
"Tidak. Kita belum pernah pergi ke Utara. Sebaiknya besok kita kesana dan kita akan mengadu nasib dinegara itu,"
"Oke. Kita kesana besok." kata Roky yang memimpin teman-temannya.
Tidak lama kemudian Eduardo datang dan bergabung dengan mereka.
"Duduklah disini, ada sisa ikan tadi malam, makanlah, kau pasti lapar," kata Roky dan memberikan satu ikan pada Eduardo.
__ADS_1
"Terimakasih..."
Eduardo segera makan ikan itu dengan tanganya. Baju lengan panjang yang dia pakai membuat Roky baru sadar jika satu tangannya terbuat dari robot.
"Tanganmu....aku baru menyadarinya..." kata Roky dan Eduardo menoleh padanya sambil tersenyum.
"Hehe, ini tangan robot. Tapi sudah menyatu dengan tubuh. Bahkan bagian atas tidak bisa dilepas dan sepertinya akan menjadi tangan sungguhan,"
"Maksudmu? Tangan besi?"
"Ya, awalnya aku tidak menyadarinya. Namun saat aku akan melepaskan dan memperbaiki sesuatu, aku tidak bisa melepaskanya. Aku punya kekuatan dan aku juga baru menyadarinya."
"Setelah makan, aku ingin melihat kekuatanmu yang lain, siapa tahu sangat bermanfaat dan berguna."
"Baiklah, akan aku tunjukkan," kata Eduardo mengangkat alisnya lalu mengangguk.
Eduardo menarik nafas panjang dan dalam. Dia benar-benar mengambil langkah yang bertentangan dengan ayahnya.
Dan sekarang, mereka tidak akan bisa menemukan dirinya.
Eduardo lalu mengeluarkan kalung dari sakunya dan memakainya.
Ini adalah kalung yang dia curi dari ayahnya dan menyatu dengan tubuhnya saat dia pakai. Dia sudah menukar batu palsu dengan yang asli.
Bahkan sampai sekarang ayahnya tidak tahu jika kalung yang asli sudah dicuri darinya. Dan Eduardo tidak mau jika kalung itu diberikan pada salah satu saudaranya. Sebelum itu terjadi, maka dia mencurinya.
Dan dia sudah menduga, berkat kalung itu maka dia akan selamat dan menjadi lebih kuat.
💥💥💥
__ADS_1
Ikuti terus kisahnya, bantu Like dan Vote, agar tetap semangat menulisnya 💖💖💖
Terimakasih 😃🙏