Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
SEASON 2-13


__ADS_3

Satu bulan kemudian, bulan purnama berikutnya datang kembali. Sumur itu kembali muncul namun kehidupan masih belum kembali normal.


Eduardo akhirnya sampai dipulau terpencil. Dan benar saja. Ternyata disana kehidupan tetap berjalan normal. Eduardo berjalan tersuruk dengan kaki diseret karena kelelahan.


Andy yang sedang menebang pohon kaget dengan kedatangan anaknya yang sudah pergi selama berbulan-bulan.


"Kau?" Andy mendekati Eduardo.


"Ayah....." Eduardo menangis saat memeluk ayahnya.


"Kau kemana saja?" tanya Andy pada putranya yang dia sayangi.


Andy lalu melihat tangan robot Eduardo masih sama seperti dulu saat dia pergi.


"Ceritanya panjang ayah. Aku....aku membuat kesalahan,"


"Kau memang salah, kau pergi tidak berpamitan, membuat ibumu menangis setiap hari, sekarang pulang dan temui ibumu...." kata Andy pada Eduardo.


"Iya yah....." Eduardo merasa senang akhirnya menemukan pulau dimana dia tinggal. Dan sekarang dia akan menemui ibunya karena dia pergi tanpa berpamitan.


Rossa sedang duduk melamun saat Eduardo datang.


"Eduardo...." Rossa segera berlari memeluknya saat melihat Eduardo berjalan disamping Andy, suaminya.


"Kenapa menghilang? Kamu kemana saja?" Rossa menangis dan tidak menyangka jika anaknya akan kembali. Mereka sudah berfikir yang tidak-tidak tentang Eduardo, dan bahkan Andy mencari ke seluruh hutan, berfikir jika dia dimakan binatang buas.

__ADS_1


Namun karena tidak menemukan jejak darah dan bekas bajunya, maka mereka lalu berfikir jika Eduardo dibawa para perompak.


Rossa menatap wajah putranya dan tiba-tiba terpaku pada rambut putih diubun-ubunnya.


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Rossa yang tidak terlalu menghiraukan rambut putih itu.


"Maafkan Eduardo ibu, aku telah membuat kalian semua khawatir," kata Eduardo yang tidak bisa mengungkapkan betapa bahagianya dia bertemu dengan keluarganya setelah sekian hari dan hampir satu bulan hanya sendirian tidak berbicara dengan siapapun.


Dia pun segera teringat jika karena dirinya semua orang menjadi patung.


"Ibu mencemaskanmu nak,"


"Iya Bu," jawab Eduardo.


Andy lalu berjalan mendekatinya.


Eduardo lalu menceritakan perjalananya dan sampai akhirnya menemukan harta Karun. Namun setelah berhasil mendapatkannya malah tidak ada kehidupan di bumi.


Maka harta Karun itu menjadi tidak berarti, karena semua orang seakan mati saat menjadi patung.


Eduardo juga menceritakan betapa dia ketakutan dalam sepi yang mencekam. Dan tidak berbicara pada siapapun selama satu bulan.


"Apakah kau sedang mengarang cerita?" tanya Andy tidak percaya dengan apa yang dikatakan Eduardo.


"Tidak ayah, ini benar-benar terjadi? Lihatlah kakiku?"

__ADS_1


Eduardo memperlihatkan kakinya yang rusak karena berjalan terus selama satu bulan mencari keluarganya.


"Baiklah, nanti kita akan pergi kesana untuk memperbaiki semuanya," kata Andy.


"Iya..." Eduardo mengangguk senang dan merasa lebih tenang.


Keesokan harinya, rambut putih di kepala Eduardo semakin banyak, hal itu membuat Rossa tercengang dan kaget.


Sedangkan Andy, ayahnya baru ada satu dua helai uban dikepalanya, namun Eduardo malah terlihat memiliki banyak uban.


Rossa lalu memperhatikan wajahnya, dan membuat Eduardo merasa aneh.


"Ada apa Bu?" tanya Eduardo.


"Rambutmu, warnanya berubah," kata Rossa.


Andy juga melihat jika rambut Eduardo menjadi putih.


"Ya benar, kemarin tidak sebanyak ini, dalam waktu satu malam, kenapa jadi semakin banyak?" kata Andy bertatapan dengan Rossa.


"Putih?" Eduardo mengambil kaca dan melihat wajahnya di cermin.


Dia kaget melihat wajahnya seakan agak keriput, dan rambutnya juga memutih.


"Ayah, kenapa jadi seperti ini?" Eduardo bertanya pada ayahnya.

__ADS_1


Mereka bertiga saling bertatapan kebingungan.


__ADS_2