Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Naina dibawa pergi


__ADS_3

Andy menggendong bayi Naina hingga dia tertidur dalam pangkuannya. Andy masuk kekamar Naina dan menaruh bayi itu perlahan disamping Naina.


"Dia sudah tidur, jika kau belum tidur, maukah ngobrol diluar bersamaku?" Kata Andy pelan saat dia lihat Naina pura-pura memejamkan matanya.


"Tidak, aku sudah mengantuk, aku akan tidur," Kata Naina dengan suara parau.


Andy tahu betul jika Naina sedang sedih, ini adalah malam dimana untuk pertama kalinya tidak ada Ali disampingnya.


Pasti malam ini sangat berat untuknya, andaikan aku bisa menghiburnya, gumam Ali.


Tiba-tiba terdengar suara para warga yang berteriak dan mengatakan jika ada kapal besar mendekat dengan jumlah orang yang lebih banyak dari sebelumnya.


Naina lamat-lamat mendengar apa yang dikatakan seorang warga yang baru saja mengetuk pintu dan berbicara dengan Andy.


Naina lalu mendekap bayinya dan anaknya yang lebih besar.


Andy segera mengunci pintu dan keluar bersama warga yang lainya, terlihat tetua sudah berdiri paling depan dengan busur ditanganya.


Jumlah pria kurang dari 25 orang, sedangkan jumlah musuh yang akan dihadapi sekitar 200 orang.


"Siapa mereka? Untuk apa mereka datang kemari?" Tanya Tetua pada Andy disampingnya yang juga berdiri dengan busur ditanganya.


"Entahlah! Pasti ada alasan kenapa mereka datang," kata Andy yang khawatir jika mereka adalah orang suruhan keluarga Naina.


"Kita hadapi bersama, meskipun nyawa taruhannya." Kata Tetua dan diikuti anggukan kepala oleh Andy.


"Ayo kita kesemak-semak itu, saat mereka turun dari kapal, kita langsung menyerangnya dengan busur masing-masing." Kata Tetua sambil menghadap pada warga yang lainya.

__ADS_1


Mereka mengangguk serempak dan mulai mengarahkan busur ke arah mereka.


Para awak kapal itu turun dan mereka tidak tahu jika akan diserang secara mendadak dalam keadaan belum siap.


Korban dari pihak lawan berjatuhan dan air laut disekitar kapal berubah menjadi berwarna merah oleh darah mereka.


100 orang berjatuhan dari pihak lawan.


Sementara seseorang berteriak dan menyebutkan jika para pemanah itu ada disemak-semak.


"Mereka ada disemak-semak!"


Andy dan warga lainnya segera keluar dari persembunyiannya dan terjadilah pertempuran yang sengit diantara kedua belah pihak.


Jumlah yang tidak seimbang membuat Andy dan para warga terdesak mundur.


Andy melawan lima orang sekaligus karena diam-diam badannya lentur danĀ  dengan lincah melumpuhkan musuh yang menyerangnya bersamaan.


Jumlah mereka tersisa satu banding dua. Karena lelah akhirnya para warga terdesak dan terluka, begitu juga Andy.


"Ayo cari dia dan naikkan kekapal!" Teriak seorang pria yang wajahnya mirip sekali dengan Naina.


Mungkin itu adalah salah satu dari keluarganya, pikir Andy yang terkapar dan tidak mampu bangkit lagi.


Tidak lama kemudian mereka sudah kembali dengan membawa Naina serta anak-anaknya dan dipaksa naik kekapal.


"Aku bisa naik sendiri! Jangan memegangku! Tanganmu kotor oleh darah!" Hardik Naina menatap pada pria yang ada dibelakangnya.

__ADS_1


"Naina...." Terdengar Andi bergumam dan menyebut nama Naina saat dia melihat Naina dibawa naik ke kapal besar itu.


Andy menghafalkan seri dari kapal yang bertolak kelautan.


Andy akan mencarinya nanti.


Para wanita datang untuk memapah pria yang terluka parah. Mereka dibawa ketempat yang aman untuk diobati.


Para wanita mendirikan tenda-tenda sementara disana. Mereka terampil dan bekerja layaknya seorang pria.


Nenek moyang mereka yang mengajarkan semua itu turun temurun dan tenda-tenda itu juga warisan dari nenek moyang mereka yang bahanya sangat tebal dan begitu kuat.


Semua yang terlihat ini semakin meyakinkan Andy jika nenek moyang mereka adalah orang kaya raya dimasa itu.


"Naina dibawa oleh mereka, saat kami akan menyerang dengan bubuk cabe, Naina mencegahnya dan dia memanggil pria dibelakangnya itu kakak, wajah mereka begitu mirip, mungkin dia adalah keluarganya," kata Rossa sambil membalut luka Andi.


"Aku juga melihat mereka begitu mirip. Aku tidak bisa menepati janjiku pada Ali. Tapi setelah sembuh aku akan mencari Naina dan membawanya kemari," kata Andy menatap pada tetua yang sedang diobati oleh Diana.


Diana juga mulai belajar pengobatan dari melihat Rossa setiap kali mengobati warga.


Dalam keadaan seperti ini, tidak mungkin Rossa bisa menghandle semua warga yang terluka.


Akan membutuhkan waktu sangat lama jika menunggu dia mengobati satu persatu.


Jika lukanya ringan maka Diana yang akan mengobatinya. Dan untuk yang terluka berat, maka Rossa yang akan mengobatinya.


Tiba-tiba ada sesuatu yang bercahaya dari balik bebatuan.

__ADS_1


"Apa itu?" benda itu bercahaya karena saat ini masih malam hari dan masih gelap.


__ADS_2