
Pagi harinya, Andi masih lelap tertidur dan dua orang polisi datang untuk membawanya ke kantor polisi.
Kepala desa yang menemui polisi itu dan menanyakan kenapa polisi itu mencari Andy.
"Kami harus membawanya ke kantor polisi atas kasus penganiyaan dan pencurian." Kata polisi itu, dan saat itu Andy terbangun lalu keluar dari tenda. Dia mendekati polisi dan mengatakan jika dia adalah orang yang mereka cari.
Andy memberi kode pada Lewis agar pergi menghubungi mafia yang kakaknya adalah kepala polisi di daerah itu. Andy punya datanya, itulah kenapa dia tidak takut sedikitpun.
Polisi lalu membawanya dan akan meminta keterangan darinya begitu sampai di kepolisian.
Ternyata begitu sampai di kantor polisi, kepala polisi sudah ada disana dan berdiri didepan pintu.
"Bawa dia ke ruanganku," kata inspektur polisi itu pada bawahannya.
"Baik pak,"
Maka Andy hanya berdua saja dengan kepala polisi itu dan mereka berbicara empat mata.
Kepala polisi itu melihat Andy dan atas sampai bawah dan mengangguk-angguk.
"Mereka membakar semua rumah warga, dan aku kesal lalu menghajar mereka semua," Aku Andy pada inspektur polisi yang didepannya.
"Kau juga mencuri uang dari brangkas bukan?"
"Aku membagikannya pada para warga yang kehilangan rumahnya."
"Adikku bekerja padamu?" tanya inspektur itu.
"Ya, kami bekerja sama dan akan membuat perusahaan besar dikota ini. Pelabuhan besar dan kapal pesiar yang mewah. Aku ingin kota ini menjadi kota yang maju," kata Andy.
"Kau pria asing," kata inspektur itu.
"Jangan berkata begitu. Aku sekarang warga negara di sini."
"Kau akan menginap disini semalam. Besok kau akan bebas setelah membayar jaminan," kata inspektur itu.
"Aku tahu," Andy lalu keluar dan dimasukkan kedalam sel tahanan.
Dinegara ini para mafia sudah sering keluar masuk dan berurusan dengan polisi. Hal seperti ini sudah biasa karena tingkat kriminalitasnya yang tinggi dan hampir setiap hari terjadi berbagai macam pembunuhan, penganiayaan, pencurian, dan sebagainya.
Diana nampak khawatir dan saat ini ditemani oleh Sony dan Lewis.
"Apakah dia akan baik-baik saja?" tanya Diana menatap Sony penuh kekhawatiran.
"Dia akan keluar besok. Dia menginap satu malam disana."
"Kenapa harus begitu?"
"Prosedur disini seperti itu," ujar Sony.
"Besok Jones akan datang dan membawa uang jaminan untuk membebaskanya," timpal Lewis.
"Kau akan menginap disini atau dirumah?"
"Disini saja," kata Diana.
"Baiklah jika begitu," kata Lewis lalu pergi dan menelpon Jones.
Jones sedang menemui seorang mafia dan menyelesaikan masalah Andy. Namun karena prosedurnya harus menginap semalam, maka Andy tetap harus bersabar.
Malam ini Andy sendirian didalam ruangan dan tidak bisa tidur karena ini pertama kalinya dia berada didalam penjara dan dinegara asing pula.
Dia hanya menatap langit-langit dan merasa sangat bosan. Tidak ada orang yang bisa diajak berbicara. Esok hari terasa begitu lama.
Dia tidak tidur semalaman dan tidak terasa pagi sudah tiba. Seorang polisi membuka gemboknya dan menyuruhnya keluar.
"Ikutlah denganku," Andy lalu mengikuti polisi itu dan menemui inspektur.
Jones sudah ada disana sedang duduk bersama inspektur itu.
"Jika kau terlibat lagi maka kau tidak bisa bebas dengan jaminan," ancam inspektur pada Andy.
"Tentu saja. Jika tidak ada kekacauan maka aku tidak akan terlibat." Jawab Andy.
"Jika ada masalah kau bisa menghubungi kami tanpa harus main hakim sendiri,"
"Baiklah pak, terimakasih, saya permisi,"
Andy lalu berpamitan dan segera pergi meninggalkan kantor itu. Dia tidak ingin berdebat lebih lama lagi dan hanya akan membuang waktunya.
Jones duduk dibelakang kemudi dan Andy dibelakangnya.
"Kita akan kemana?"
"Aku akan langsung menemui mereka semua dan membicarakan langkah selanjutnya. Kumpulkan mereka semua di markas sekarang juga," kata Andy.
"Baiklah,"
Jones segera menghubungi tangan kanannya untuk memberi tahu semua pimpinan mafia agar datang dan ada rapat segera.
Sementara Andy menelpon Lewis dan memintanya mengatakan pada Diana jika dia sudah keluar dari kantor polisi.
"Diana, tunggulah disana, aku ada urusan penting dan akan pulang sore hari. Jika kau bisa pergilah jalan-jalan," kata Andy melalui telepon.
"Ya, aku akan berjalan-jalan disekitar sini," kata Diana lalu menyerahkan teleponya pada Lewis.
"Lewis, ini kau?"
"Ya," jawab Lewis.
__ADS_1
"Kau tidak perlu datang ke markas. Kau dan Sony tetap disana bersama para warga."
"Oke," jawab Lewis dan terdengar Andy menutup teleponnya.
Andy sudah sampai di markas dan semua pimpinan mafia sudah duduk disana.
Andy masuk dan berdiri didepan mengatakan keinginanya.
"Warga disana sudah setuju. Kalian bisa memulai proyeknya. Apakah surat dari walikota sudah turun?" Tanya Andy pada seorang didekatnya yang mendapat tugas mengutus semua berkas beberapa hari yang lalu.
"Suratnya akan turun satu Minggu lagi," jawabnya.
"Sambil menunggu suratnya turun maka kita akan memesan semua alat dan keperluan yang dibutuhkan. Kalian bisa merencanakan dari sekarang. Dan tugas ini akan dibagi menjadi sepuluh divisi. Masing-masing dari kalian akan menjadi pimpinan divisi sesuai apa yang kalian ketahui."
"Divisi satu, siapa yang bisa menyelesaikan proyek rumah penduduk?"
"Aku bisa melakukanya,"
"Siapa namamu?" tanya Andy dan mencatatnya di white board.
"Vektor," jawabnya.
"Baiklah, kau bertugas untuk proyek perumahan. Tugasmu adalah menyelesaikan pembuatan tata ruang rumah penduduk untuk tempat tinggal mereka. Jika mereka sudah punya rumah dan pindah maka kita bisa mulai proyek pelabuhanya."
"Baik," jawabnya.
"Divisi dua!" teriak Andy
"Siapa namamu?"
"Teo."
"Kau bertugas memesan kapal pesiar pada Robert. Dia membuat kapal terbesar di Asia. Nanti akan aku katakan padamu kapal seperti apa yang harus kau pesan,"
"Divisi tiga!"
"Siapa namamu?"
"Brigit!"
"Kau bertugas membuat jalan ke pelabuhan dan mengajukanya pada walikota. Kita hanya meminta ijinya dan kita akan membiayai sendiri semuanya. Kau hanya harus memastikan jika masalah pembuatan jalan berjalan dengan lancar, dan kau yang akan mengurus semuanya hingga selesai. Jalan disini sangat rusak dan banyak air menggenang saat hujan. Tidak bisa dilewati kontainer besar. Maka kita akan membuat jalan yang kuat dan lebar. Kau yang akan mengurus semua itu."
"Divisi 4!"
"Siapa namamu?" tanya Andy karena orang yang menunjuk hatinya ada diujung.
"Oskar!"
"Kau bertugas untuk memesan barang-barang yang dibutuhkan selama proyek pelabuhan berlangsung. Kau nanti akan bersama divisi lain yaitu admistrasi dan Bendahara."
"Divisi 5!"
"Dante!"
"Kau bertugas untuk membangun gudang-gudang besar disekitar pelabuhan. Gudang itu akan digunakan untuk menyimpan semua barang yang di bongkar muat."
"Divisi 6!"
"Siapa namamu?"
"Diego!"
"Proyek pengadaan kontainer. Tugasmu adalah mengadakan kontainer untuk distribusi barang-barang."
"Divisi 7!"
"Siapa namamu?"
"Martin!"
"Baiklah, kau akan bertanggung jawab keseluruhan pembangunan dan pengembangan pelabuhan. Kau akan bekerja sama dengan Divisi 5 dan Divisi 6."
"Divisi 8!"
"Siapa namamu?"
"Pedro!"
"Tugas mu adalah memesan kapal-kapal berukuran sedang."
"Divisi 9!"
"Siapa namamu?"
"Veto!"
"Kau bagian administrasi untuk perumahan dan pelabuhan."
"Divisi 10!"
"siapa namamu?".
"Leon!"
"Kau bagian bendahara untuk perumahan dan pelabuhan!"
"Kalian bisa bertanya jika tidak jelas." Kata Andy lalu duduk sambil mengedarkan pandangan keseluruh ruangan itu.
Mereka nampak mulai berbisik-bisik dan suasana menjadi gaduh.
__ADS_1
Andy membiarkan mereka berbicara dan dia menelpon Lewis.
Setelah suasana tenang dan tidak ada yang bertanya maka Andy menutup rapat itu. Mereka semua bubar dan hanya tertinggal bendahara dan sekretaris saja.
Veto dan Leon duduk disana akan berbicara pada Andy.
"Ini butuh biaya yang tidak sedikit, darimana uangnya?" tanya Leon yang jenius soal keuangan. Tapi karena dia tinggal dikota yang semrawut maka diapun bergabung menjadi mafia padahal dia adalah seorang akuntan sebuah perusahaan tadinya.
"Kau tidak perlu khawatir soal itu. Catatlah secara garis besar anggaranya maka aku akan menyediakan dananya." jawab Andy.
"Veto akan mencatat apa saja yang harus dibeli, kalian bisa berbicara dan merumuskanya. Jika sudah selesai maka aku akan melihatnya," kata Andy.
"Ya, kami akan bekerja sama dengan baik."
"Kalian bisa mengadakan rapat antar divisi besok siang dan bekerja sama menyelesaikan perencanaan yang matang."
"Ya, akan kami lakukan," jawab Leon dan Veto.
"Kalian bicaralah, aku harus pergi," karya Andy lalu pergi meninggalkan mereka berdua untuk berbicara.
Sementara Robert saat ini sedang kesal dengan semua anak buahnya karena tidak bisa menemukan keberadaan Andy dan Diana.
"Bodoh semua!"
Mereka hanya diam tertunduk tidak berani menatap Robert.
"Mencari dua orang saja tidak pecus! Apa saja kerjaan kalian?!"
Tidak ada yang berani menjawabnya, mereka Diam seribu bahasa dan tidak ada yang berani bersuara.
"Sekarang! Bubar dan cari sekali lagi!" Teriak Robert menggebrak meja.
Braaakkkk!!!
Mereka semua langsung bubar dan tidak lama kemudian Amaya masuk kedalam.
"Kenapa kau begitu marah? Kau tidak menemukannya?"
"Mereka bodoh semua!" Teriak Robert menyalahkan anak buahnya.
"Meskipun tidak ditemukan, dia tidak bisa melawan kita. Dia bukan siapa-siapa lagi sekarang. Dia tidak punya kekuatan dan anak buah," kata Amaya.
Mereka berdua lalu berjalan ke pelabuhan dan ada telepon dari luar negeri yang akan memesan kapal pesiar terbesar dan terbaik. Robert sangat bersemangat begitu juga Amaya.
Orang itu akan datang besok untuk bertemu secara langsung dengan pemiliknya.
"Ini pertama kalinya negara MX memesan kapal pada kita," kata Robert.
"Kau benar. Negara dengan tingkat kriminalitas tinggi dan tidak ada turis yang berani kesana. Tapi sekarang sebuah perusahaan akan memesan kapal pesiar terbaik dan terbesar. Ini kabar yang sangat mengejutkan," sahut Amaya.
"Mungkinkah kita telah tertinggal informasi dari mereka. Mungkin sistem dinegara itu sudah berubah, begitu juga tingkat kriminalitas nya. Mungkinkah?" Robert menatap Amaya.
"Tidak semudah itu melawan para mafia disana. Bahkan pejabat pun tidak bisa berbuat banyak dalam menertibkan mereka. Senjata disana dijual secara bebas dan siapapun bisa memilikinya asal mampu membelinya,"
"Tidak ibu. Aku yakin, kali ini pasti pendapat kita salah. Entahlah, aku berfikir mungkin sudah terjadi perubahan yang signifikan disana."
"Ya, kita akan lihat nanti dan kita akan bertanya langsung pada orang yang akan memesan kapal pesiar itu."
Amaya dan Robert lalu pergi menemui Bondan dan besok harus ikut bersamanya menemui orang yang akan memesan kapal padanya.
Bondan juga pemuda yang jenius dan banyak memberikan keuntungan pada perusahaan kapal pesiar itu.
"Kemarilah!" Panggil Robert.
"Apakah Andy menghubungimu? Kau tahu dimana dia sekarang?"
Bondan menggeleng pelan.
"Besok akan ada orang dari negara MX yang akan memesan kapal pada kita. Kau akan ikut bersamaku dan ibu." kata Robert yang sebenernya perlahan dia punya niat untuk menyingkirkan Tom secara pelan-pelan. Dan akan menggantikannya dengan orang baru.
Robert berfikir Tom terlalu licik dan mengkhawatirkan. Apalagi dia sudah berhasil mempengaruhi ibunya. Maka dia tidak bisa membiarkan Tom semakin berkuasa dan mengkhianati nya suatu saat nanti.
Hanya saja, tidak mudah menyingkirkan Tom yang punya banyak koneksi, dan sudah terlalu kuat saat ini berkat kepercayaan yang diberikan oleh ayahnya.
Sementara dikamar, Tuan Harun Malik sedang berbaring lemah dan tak bisa bersuara apapun.
Dia menderita stroke dan hanya pelayan yang setia merawatnya. Amaya dan Robert hanya akan menengoknya sesekali. Tuan Harun Malik begitu kesepian dan ingin tahu kabar Andy. Namun dia tidak bisa berbicara dan tidak tahu harus bertanya pada siapa.
Dia sekarang sudah tahu jika Amaya dan Robert sudah mengkhianati dirinya. Dan Tom, orang yang dia percaya juga berkhianat padanya.
Tidak terasa airmatanya mengalir dari sudut matanya dan pelayan yang melihatnya segera mengusapnya dengan pelan. Pelayan itu sangat tahu apa uang dirasakan majikanya itu. Tapi dia hanyalah seorang pelayan, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Pelayan itu lalu menawarkan minuman pada majikanya.
Tuan Harun Malik menggelengkan kepalanya dan ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa. Tangannya juga tidak bisa digerakkan sehingga dia tidak tahu bagaimana menyampaikan maksud hatinya itu.
Di negara MX, Andy sudah menyiapkan jenis kapal pesiar seperti apa yang harus dipesan oleh Teo.
Dia juga berpesan untuk tidak menyebutkan nama Andy didepan mereka. Namanya adalah Marco, dan perusahaan barunya juga PT. Marco MX.
Setelah Teo paham, maka dia segera berpamitan dengan membawa cek dari Andy.
Andy sudah memasukan semua uangnya kedalam bank yang mau bekerja sama dengannya. Dia juga mendapatkan investor yang tertarik untuk bekerja sama dengannya dan mendapat informasi dari kepala bank MX tersebut.
Kepala bank punya banyak koneksi keuangan. Dan ternyata tanpa diduga, banyak investor yang tertarik dengan perusahaan PT Marco MX.
Cara dia membebaskan lahan, mempengaruhi warga dan beberapa hari sejak kedatangan dirinya dia juga mendengar kabar jika tidak ada mafia yang berbuat onar dan dia juga mendengar kabar jika para mafia sudah tunduk pada Tuan Marco.
Kabar itu tersebar dari mulut ke mulut dan Andy mendapatkan tamu keesokan harinya.
__ADS_1