Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Berkumpul kembali


__ADS_3

Khan pulang dengan gontai setelah menghubungi pengacaranya. Haidar ikut pulang kerumah besar dan disambut oleh Diana. Nicolas sekarang sudah berusia lima tahun. Dan selama itu pula, Diana sering merindukanya didalam rumahnya sendiri karena ibu mertuanya mendominasi pengasuhannya.


"Selamat datang...." sambut Diana pada Haidar yang merupakan saudara Andy.


"Terimakasih,"


"Aku istrinya Khan dan ini Nicolas putra kami,"


"Aku Haidar..."


"Silahkan duduk, aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan makan," kata Diana.


"Tidak perlu Diana, kami sedang tidak ingin makan. Ada masalah dengan ibu, polisi membawanya dan aku masih tidak mengerti ada masalah apa," kata Andy.


"Baiklah, jika begitu minuman saja," kata Diana lalu memanggil pelayan untuk menghidangkan minuman serta kue.


"Kau akan tinggal disini mulai sekarang. Rumah ini akan menjadi milikmu, aku akan tinggal dipulau dengan keluargaku," kata Khan.


"Kenapa kau tidak tinggal bersama kami?" tanya Haidar.


"Aku sudah terlalu lama meninggalkan keluargaku yang lain. Dan sekarang waktunya untuk mereka. Aku sudah tenang, ada kau sekarang yang akan mengurus ibu dan perusahaan Harun Malik. Maka Minggu depan aku bisa pergi dengan tenang," kata Andy.


"Kenapa cepat sekali, tidak bisakah kau tunda sebentar lagi?"


"Tidak, jika menundanya maka aku bisa terjebak selamanya di kota ini. Diana tidak ingin tinggal disini lagi."


Diana sedang menggendong Nicolas karena sudah ngantuk dan akan menidurkanya dikamarnya.


"Ayo, aku ajak kau kekamarmu," kata Khan lalu pergi bersama Haidar untuk menunjukan kamarnya yang sudah direnovasi.


Mereka berjalan melewati ruangan besar lalu ada sebuah pintu didekat kamar ibunya. Disana sudah direnovasi menjadi kamar Haidar.


"Ini kamarmu," kata Khan membuka pintunya. Saat dibuka, Haidar terpana dengan kamar yang sangat luas. Lengkap dengan sofa, perpustakaan, ruang kerja, ranjang yang besar, dan kamar mandi yang luas.


Haidar terpana dengan kamar itu dan mengedarkan pandanganya kesekeliling.

__ADS_1


"Luas sekali, ini pasti idemu...." kata Haidar.


"Ya, aku ingin kau nyaman dikamarmu dan bisa sambil belajar banyak hal, itulah mengapa ada perpustakaan dikamarmu," kata Andy ikut masuk kedalam.


Drt....


Tiba-tiba ada telepon. Andy segera mengangkatnya.


"Halo,"


"Bisa kekantor polisi sekarang?" tanya seorang polisi.


"Ya pak, kami akan segera kesana," kata Andy.


"Haidar, sepertinya kita harus pergi kantor polisi,"


"Baiklah," Mereka segera keluar danenuju kemobilnya.


Mobil itu meluncur dengan kecepatan tinggi dan sampai diparkiran dalam waktu cepat. Andy memarkir mobilnya dan masuk bersama Haidar.


"Silahkan kemari pak Khan,"


"Mana ibu pak Khan yang asli?" tiba-tiba polisi bertanya setelah mendandani Fina dan Gina dengan baju yang sama dan riasan yang sama.


Khan menatap mereka berdua dengan seksama dan lalu menunjuk salah satu dari mereka.


"Ini....dia adalah ibuku," kata Khan karena nalurinya sebagai anak tidak pernah salah.


Polisi itu mengangguk.


"Dia berada dipenjara selama beberapa tahun. Apakah anda yakin dia ibu anda?" tanya polisi kemudian.


Khan menjadi terkejut.


Dipenjara? Mana mungkin? Setiap hari dia bertemu ibunya dan mereka berbicara serta kekantor bersama.

__ADS_1


"Tidak mungkin, setiap hari kami berbicara dirumah dan dikantor bersama. Kenapa bapak bilang, dia ada didalam penjara?"


"Lihatlah ini....."


Polisi memutar sebuah cctv saat terjadi kebakaran dan mati lampu selama kurang lebih setengah jam.


"Gelap...." kata Khan saat melihat dua wanita bergerak namun tidak jelas karena gelap.


"Lihatlah sekali lagi dengan seksama,"


Setelah dilihat sekali lagi, maka terlihat seorang wanita berbisa dalam keadaan gelap.


"Berhias?" tanya Andy.


"Ya benar, sangat tidak masuk akal jika seorang wanita bukanya ketakutan malah berhias dalam keadaan gelap. Dan setelah kami teliti lebih lanjut. Maka ibu Fina sudah memakai baju serta riasan ibu Gina saat beliau datang mengunjunginya. Dan ibu Fina keluar bebas, sementara kembaranya ada didalam penjara."


"Apa!?" Khan sangat terkejut.


"Iya. Itulah sebabnya kami membawa ibu Fina dan melakukan beberapa tes. Setelah itu kami menyimpulkan jika ibu Gina yang asli selama ini didalam penjara dan yang seharusnya menjalani hukuman adalah ibu Fina."


"Ini tidak mungkin...." kata Khan yang ternyata tidak bisa membedakan mana Fina dan mana Gina karena riasan dan perangai yang sama akhir-akhir ini.


"Ibu Gina, silahkan anda berganti baju, dan bisa pulang bersama anak anda. Dan ibu Fina akan tetap menjalani sisa hukumannya ditambah dengan kejahatan yang baru saja dilakukan," kata seorang polisi.


Belum sempat Gina bangkit, Fina langsung berteriak.


"Tidaaaakkkk!" kata Fina dan polisi segera memborgol tanganya karena dia sangat licik dan nekat.


"Ibu, maafkan saya, saya tidak tahu jika...."


"Sudahlah, ibu mengerti...." kata Gina setelah berganti baju.


Gina lalu mengucapkan terimakasih pada polisi karena mempercayainya saat sipir dipenjara telah diberhentikan dan seorang dokter tidak datang beberapa Minggu ini.


Kesadaran Gina mulai normal karena tidak disuntikkan obat oleh dokter suruhan Fina.

__ADS_1


__ADS_2