Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
SEASON 2-10


__ADS_3

Harimau itu berjalan kearah mereka dan matanya menatap tajam siap menerkam. Satu persatu wajah mereka mulai terlihat pucat dan khawatir.


"Bagaimana ini?" Delilah yang paling cemas di antara mereka semua.


"Aku yang akan menghadapinya," Ucap Eduardo dan berpindah posisi di paling depan. Semua temannya ada dibelakang.


Eduardo memegang batu permata di kalungnya sambil memejamkan mata. Keajaiban pun terjadi, tiba-tiba dia melakukan gerakan dengan kedua tanganya dan keluar cahaya dari tanganya dan dia arahkan pada Harimau itu.


Harimau merasa ada kekuatan dari cahaya berkilat itu yang mendorongnya mundur.


Harimau itupun meraung dan tetap menatap tajam pada mereka berlima.


Dia akan menyerang kembali. Dan kali ini berlari siap menerkam satu diantara mereka.


Delilah berteriak ketakutan.


"Aaaaa,"


Harimau melompat tepat dihadapan Delilah.


Eduardo segera melakukan gerakan dengan tanganya berusaha mengeluarkan sebuah energi dari tubuhnya.


Dan kali ini kakinya mengeluarkan hembusan angin yang dahsyat. Bahkan daun-daun bergerak kearah lawannya.


Eduardo menghempaskan tanganya kearah Harimau itu. Dan sebuah bola kristal putih sebesar bola mengarah ke Harimau itu.


Duarr!


Harimau itu terpental. Namun belum mati, dia juga kuat.


Harimau berlari ke arah Eduardo kali ini. Eduardo dengan cepat menghindar.

__ADS_1


Saat ada kesempatan, Eduardo mengeluarkan kekuatan lainnya dari batu permata itu. Dan entah hilang kemana, tiba-tiba, Eduardo tidak ada disana.


Melainkan yang ada hanya dua harimau yang begitu seram.


Hal itu membuat semua teman Eduardo menjadi lebih panik.


Mereka menoleh kesana kemari mencari Eduardo. Namun tetap tidak menemukanya disekitar mereka.


Dan yang membuat mereka semakin takut adalah karena harimau itu ada dua sekarang.


Mereka berempat merasa bahwa ini adalah akhir dari hidupnya.


"Bagaimana ayah, sekarang justru ada dua," ucap Delilah ketakutan.


"Tapi sepertinya mereka akan saling menyerang," kata ayahnya setelah melihat pada dua harimau yang saling berhadapan.


"Ohh, benar ayah, artinya mereka bukan teman," kata Delilah.


"Aku curiga, dia berubah menjadi harimau," kata Roger.


"Tapi, bagaimana mungkin?" Julio seakan tak percaya.


"Kau tahu, dia bukan pria biasa. Dia punya kesaktian. Meskipun hanya memiliki satu tangan manusia, namun tangan robotnya juga bisa diandalkan."


"Jika begitu, kita tidak perlu cemas. Semoga dia yang menang," kata ayah Delilah.


Crashhh!


"Lihat itu? Dia menyerang!" teriak Julio yang melihat jika harimau yang dia pikir adalah Eduardo menyerang harimau siluman itu.


Terdengar harimau itu mengaum kesakitan. Jelmaan Eduardo terus menyerangnya dan berhasil melumpuhkanya.

__ADS_1


Eduardo segera kembali menjadi manusia biasa. Dan dia menjadi bangkai harimau yang dia lumpuhkan.


Dalam sekali kedipan mata, mereka tidak melihat apapun. Tidak ada bangkai harimau, yang ada hanya daun kering berserakan.


"Di mana harimau itu?" Eduardo melihat sekali lagi tempat dimana dia menghabisinya. Tapi bahkan darahnya pun tidak ada.


Ke empat temannya mendekatinya, dengan sedikit rasa takut.


"Dia menghilang," kata Eduardo.


"Sudah kuduga, jika itu adalah harimau siluman. Pasti sumur itu sekarang ada disekitar sini. Ayo kita melihatnya," kata ayah Delilah.


Mereka lalu mencari keberadaan sumur yang katanya hanya akan muncul setiap bulan purnama. Dan didalamnya ada harta Karun menurut cerita yang berkembang.


Namun ternyata, setiap kali ada yang berhasil menemukanya, mereka tidak pernah kembali, dan tidak ada yang bisa tahu secara pasti cerita yang sesungguhnya.


Para pencari harta Karun didalam sumur itu tidak pernah kembali.


Jika mereka kembali, maka pasti akan ada cerita yang bisa di dengarkan dari pengalaman mereka. Sayangnya mereka tidak pernah kembali, termasuk para perompak yang berhasil menemukan sumur itu.


Mereka semakin kedalam, dan tanpa sengaja Delilah menginjak sebuah besi.


"Apa ini," seri Delilah.


Mereka semua berhenti. Dan saat Eduardo berjongkok untuk memeriksa sesuatu yang tertutup daun kering, maka mereka semua terkejut.


Tanah seakan bergeser dan bergerak. Mereka merasakan pergerakan tanah disekitar mereka.


Dan tiba-tiba, sebuah sumur muncul tepat dihadapan mereka berlima.


Mereka menjadi terkejut dengan fenomena itu. Mereka melihat keatas dan bulan masih purnama.

__ADS_1


__ADS_2