Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
SEASON 2-15


__ADS_3

Kehidupan telah normal kembali, dan teman-teman Eduardo yang berada didalam hutan juga membuka matanya.


Setelah beberapa saat waktu terhenti maka saat mereka membuka mata, tubuh mereka begitu kotor oleh debu.


"Apa yang terjadi?" tanya Delilah saat menyadari debu di kulit tangannya.


"Aku juga tidak tahu," kata Julio.


"Dimana Eduardo?" tanya Jason saat menyadari tidak ada Eduardo.


"Ya, diaman dia?" tanya Roger menoleh ke sekitarnya.


"Apakah dia, dimakan harimau?" Delilah mulai berfikir negatif karena seingatnya dia melawan harimau.


"Tidak mungkin. Aku lihat dia telah mengalahkan harimau itu. Kau juga melihatnya bukan?" kata Julio mengingat kembali.


"Lalu, kemana dia pergi?" Delilah berjalan kesana kemari dan tidak menemukan apapun.


"Lihat ini!" kata Jason mendekati peti berisi harta Karun.


"Siapa yang membawa peti ini?"


"Mungkinkah Eduardo yang melakukannya?" Julio bergumam.


"Lalu kenapa dia meninggalkanya, dan sumur itu?" Roger merasa khawatir.


"Sumur itu hanya akan muncul saat bulan purnama," kata Jason.

__ADS_1


"Apakah sebaiknya kita lihat isinya?" tanya Julio.


"Ya, siapa tahu Eduardo sedang mencari sesuatu ke dalam hutan. Sambil menunggu dia datang, ayo kita buka," kata Jason.


Mereka lalu mencari cara membuka peti itu. Dan setelah berbagai upaya, akhirnya mereka berhasil membuka peti itu.


"Wow...harta karun!" teriak Julio kesenangan.


Mereka semua terbelalak melihat peti berisi emas batangan.


"Kita akan kata raya!" kata Roger mengambil satu emas batangan dan melihatnya lebih dekat.


Dan disaat bersamaan, rombongan Roky datang.


Sebenarnya mereka sudah lebih dulu datang sebelum mereka. Mereka juga mencari sumur ajaib itu. Namun sumur itu tidak muncul-muncul. Dan mereka malah tersesat kedalam hutan dan tidak bisa keluar.


Julio dan Roger terkejut.


Mereka lalu menoleh kearah para rombongan itu.


"Apa itu?" Belum sempat Julio dan Roger berkata-kata, sinar dari emas itu sudah menyilaukan mata Roky dan kawan-kawan.


"Kalian menemukan harta Karun?!" tanya Roky yang awalnya memang dia adalah kepala perompak. Sedangkan Roger dan Julio adalah anak buahnya.


Mereka berdiri didepan peti itu. Mereka menghalangi saat Roky akanendekat dan melihatnya.


"Ini milik kami! Kami yang menemukannya!" kata Julio dan Roger.

__ADS_1


"Hahahaha, apa yang kau bicarakan? Kita datang sama-sama ketempat ini? Jadi biarkan aku melihatnya," kata Roky berjalan mendekati mereka ber empat.


"Tunggu!" kata Jason


"Kalian saling mengenal?"


"Ya, kami awalnya adalah satu kawanan perompak," kata Julio.


Terlihat Jason ayah Delilah berfikir sejenak.


"Jika begitu, maka mari kita bergabung dan tidak memperebutkan harta Karun ini?" kata Jason membuat Julio dan Roger saling berpandangan.


Mereka lalu mengangguk pelan. Demi menghindari pertumpahan darah, maka Jason lalu berbicara pada mereka semua. Mereka setuju dengan ide Jason.


"Siapa yang akan menjadi pemimpinnya jika kita membangun sebuah kerajaan disini?" tanya Julio.


"Dimana Eduardo?" tanya Roky.


"Entahlah, dia tiba-tiba menghilang," kata Julio dengan nada lebih santai sekarang.


Salah hati, Roky sangat yakin jika ada Eduardo maka dia ingin agar Eduardo yang menjadi pemimpinnya jika mereka membangun sebuah kerajaan.


"Aku punya ide," kata beberapa anak buah Roky.


"Katakan?" tanya Roky dan Jason bersamaan.


"Bagaimana jika Nona Delilah yang memimpin dan menjadi ratu dari kerajaan yang akan kita bangun?" kata anak buah Roky agar tidak terjadi perebutan kepemimpinan diantara mereka.

__ADS_1


Delilah terkejut dengan ide itu.


__ADS_2