Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Batu ajaib


__ADS_3

Tiba-tiba ada sesuatu yang bercahaya dari celah kedua buah batu yang besar.


Cahaya itu semakin meningkat sehingga membuat Andy dan tetua saling berpandangan.


"Apa itu?"


Tanya Tetua dan Andy berjalan mendekat kearah cahaya berwarna kebiruan.


"Seperti batu." Kata Andy sambil mendekatkan tanganya dan mengambil batu itu.


Tiba-tiba cahayanya hilang dan batu itu berubah menjadi berwarna kebiruan.


"Ini pasti bukan batu sembarangan." Kata Andy lalu tanpa sadar batu itu menyentuh lukanya hingga kulitnya kembali seperti semula. Bekas luka itu tidak nampak sama sekali.


Tetua yang sedang diobati pun tercengang melihat lengan Andy yang tadinya terluka dan tiba-tiba kulitnya bersih tanpa goresan.


"Lihat tanganmu. Lukamu menghilang saat tersentuh oleh batu yang kau pegang." Kata tetua dengan takjub.


"Mari kita coba lagi. Mungkin ini batu ajaib." Kata Andy dan menempelkan batu itu pada luka didadanya.


Dan benar saja, tiba-tiba kulitnya menjadi seperti semula tanpa ada bekas luka sama sekali.


"Lihatlah tetua. Lukamu sudah sembuh karena batu ini."


"Ini pasti petunjuk dari nenek moyang dan para leluhur kita. Batu ini adalah peninggalan mereka. Kau memang orang yang membawa keberuntungan, sudah lama kami tinggal disini dan tidak pernah ada batu seperti ini."


Tetua sangat senang karena berkat batu itu luka Andy sembuh. Andy lalu mengobati tetua dengan batu yang dia pegang.


Dan tetua juga mengalami keajaiban sama persis seperti yang di alami Andi. Lukanya sembuh tanpa meninggalkan bekas sama sekali.


Rossa dan Diana tercengang dan saling berpandangan. Mereka melongo melihat Andy dan Tetua sembuh dan lukanya tak berbekas sama sekali.


"Apa yang terjadi? Bagaimana keajaiban ini bisa terjadi?" Rossa menatap Andy lalu berpindah pada tangan Andy yang sedang menggenggam batu berwarna kebiruan.


"Berkat batu ini luka kami sembuh," kata Andy dan memperlihatkan batu yang dia pegang pada Rossa.

__ADS_1


"Jika begitu, sebaiknya kita gunakan untuk mengobati warga yang lain," Rossa menatap para warga yang terluka akibat pertempuran tadi.


"Baiklah," kata Andy bangkit dari duduknya.


Andy mengoleskan batu itu kesemua warga yang terluka. Dan keajaiban terus terjadi hingga luka mereka semua sembuh.


"Kau yang terpilih," celetuk salah seorang warga.


"Ya benar. Nenek moyang kami pasti memilihmu dan memberikan batu ini padamu," timpal warga yang lainya.


"Selama kami hidup, belum pernah ada keajaiban seperti ini. Pasti kau orangnya yang terpilih diantara kami. Kau sang penyelamat," kata Warga yang diobati terakhir kali oleh Andy.


"Kalian terlalu berlebihan. Sesungguhnya aku tidak sengaja melihat sesuatu bercahaya hingga aku mengambilnya. Dan ternyata ini adalah batu ajaib."


"Yang mereka katakan benar. Kau memang dipilih oleh nenek moyang kami untuk menjaga barang pusaka. Kami sudah lama tinggal disini. Batu itu tidak pernah muncul," ujar tetua mengangguk tanda setuju jika Andy adalah pria yang terpilih.


"Jika begitu, kau harus simpan batu ini baik-baik," kata Tetua lalu memberikan tali kalungnya untuk diberikan pada Andy.


"Gunakan tali ini. Dan kalungkan dilehermu. Mungkin keajaiban akan terjadi dan kau menjadi kuat." pikir tetua yang punya firasat jika batu itu pasti punya kekuatan yang lain lagi, seperti membuat badan menjadi digdaya dan tidak tersentuh oleh sabetan pedang.


"Aku harus menyelamatkan Naina. Tapi bagaimana aku mendapatkan kapal yang kuat?" kata Andy menatap tetua.


Tetua lalu saling berpandangan dengan warga dan mengajak Andy pergi ke gudang.


Tetua segera membuka gembok yang selama ini tidak pernah dibuka dan dilihat oleh siapapun.


Siapa sangka didalamnya ada lempengan-lempengan kapal yang jika dirakit maka akan menjadi kapal yang kuat daripada kayu. Sudah ada mesinya juga yang dipisah dari awak kapalnya.


"Ini bisa untuk membuat kapal," kata Andy sangat terkejut.


"Ini milik nenek moyang kami. Karena kau adalah pria pilihan nenek moyang kami, maka kau akan kami buatkan kapal untuk menyelamatkan Naina," kata Tetua diiringi anggukan dan senyuman warga.


"Terimakasih," Andy benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan dukungan dan bahkan kapal untuk menolong Naina.


Semua warga masuk ke gudang dan mengeluarkan lempengan besi dan baja, ada yang mengeluarkan mesinnya dan mereka terlihat sibuk dan mulai merakitnya dengan bantuan alat peninggalan nenek moyang yang lain.

__ADS_1


"Sepertinya besok baru akan jadi," kata Tetua.


"Bagaimana jika kita teruskan besok saja. Sepertinya mereka butuh istirahat," tambah tetua dengan bijak.


"Baiklah," Andy juga lelah dan butuh stamina yang kuat, untuk mengarungi samudra, jika kapal itu sudah siap digunakan.


"Mari kita selesaikan besok saja. Hari ini kita istirahat, dan besok berkumpul lagi disini. Naina harus segara diselamatkan sebelum kita kehilangan jejaknya." Kata Tetua dan Andy menatap tetua yang bijaksana dengan terharu.


Andy lalu pulang kerumahnya dan beristirahat. Dia merebahkan badannya diatas dipan dan memegang kalung ajaib itu.


Matanya menatap kosong di langit-langit kamar, sambil membayangkan jika mistik atau hal aneh masih saja terjadi dipulau terpencil ini.


Kepercayaan tentang nenek moyang, roh, pohon berpenghuni, dan juga keajaiban seperti yang baru saja terjadi benar-benar membuat akalnya tidak bisa berfikir dengan jernih.


Dia hidup dizaman modern, semua luka disembuhkan dengan alat dokter dan obat. Tidak ada yang sembuh hanya dari sentuhan sebuah batu.


Bagaimana bisa dijelaskan pada orang lain tentang apa yang baru saja terjadi? Tidak ada bukti ilmiah dan penelitian yang bisa membenarkanya.


Tapi ini memang nyata.


Wajah Naina tiba-tiba melintas dimatanya.


"Ali, maafkan aku. Aku tidak menjaga Naina dengan baik. Tapi aku berjanji, besok aku akan mencari Naina dan membawanya kembali disini," kata Andy pada mendiang Ali.


Ali dikuburkan dipulau terpencil ini, jadi Andy harus bisa membawa Naina kembali dan menikahinya didekat pusaranya.


Ini adalah wasiat. Bahkan dia belum sempat melakukanya karena terhalang masa Iddah. Naina keburu dibawa oleh keluarganya.


Andy benar-benar tidak menyangka mereka akan kembali dengan kapal besar dan jumlah yang lebih banyak.


Seandainya batu ini ditemukan lebih cepat, maka dia pasti bisa menyelamatkan Naina.


Andi sungguh menyesal. Begitu Naina ditemukan dan masa Iddahnya selesai, Andy membuat janji pada dirinya sendiri untuk menikahi Naina.


Wasiat harus dilaksanakan. Jika tidak maka roh suaminya akan terus melayang diantara bumi dan langit.

__ADS_1


__ADS_2