
Andy dan Diana berjalan kembali kepinggir sumur itu. Andy berjalan Sik sak dan mencoba kekuatannya. Diana memperhatikan apa yang dilakukan Andy.
Andy mulai menyadari kekuatan dari dalam dirinya dan mencoba menggunakanya.
Andy berfikir untuk terjun kedasar sumur. "Aku akan terjun kedasar sumur," kata Andy dan melompat-lompat kecil ditempat. Seakan melemaskan persendian kakinya agar lentur.
"Jangan," ujar Diana tersentak mendengar keinginan Andy yang menurutnya itu tindakan konyol.
Tapi Andy hanya tersenyum tipis, "Kita tidak tahu jika tidak mencobanya," sambil berkata Andy melompat kedalam sumur itu.
Jantung Diana copot seketika dan kakinya menjadi lemas. Dia merosot dan terduduk di tanah tak berdaya. Dia pikir, Andy mungkin saja mati saat itu juga.
Namun, tiba-tiba terdengar suara dari dalam sumur. "Diana!"
"Diana!"
Diana langsung bangkit dan melongok kedalam. Suara Andy menandakan jika dia tidak mati.
"Diana! Aku baik-baik saja!"
"Syukurlah! Cepatlah naik. Aku sangat takut!" Teriak Diana dan berfikir mungkin saja ada binatang buas yang akan datang.
"Hahahaha, aku tidak terluka sedikitpun, aku akan naik sekarang!" Teriak Andy lalu mengambil peti dan menggendongnya naik.
"Aku akan melemparkan tambang!" Teriak Diana yang akan menarik akar pohon dan melemparkan kedalam sumur itu.
"Tidak perlu!" Teriak Andy dan mulai menggunakan kekuatan ditanganya untuk merayap dipinggir sumur itu.
Saat Diana akan melemparkan tambang, tiba-tiba Andy sudah muncul dari dalam dan mengagetkannya.
"Andy!" Diana segera melepaskan tambang itu dan berlari kearahnya. Andy melompat dan melempar peti lalu membersihkan tubuhnya dari lumut.
Diana memeluknya dan menangis.
Hua, Hua,
__ADS_1
"Kenapa kau menangis, bukankah seharusnya kau senang?"
"Kau membuatku takut,"
"Sudah, jangan menangis," Andy lalu mencium kening Diana. Andy bisa merasakan apa yang dirasakan Diana.
"Ini sudah cukup," kata Andy menunjuk pada dua peti yang berisi emas batangan itu.
"Didalam masih ada?" Tanya Diana.
"Ya, aku tidak memeriksanya, tapi sepertinya masih ada. Aku khawatir ada binatang buas yang menyerangmu, aku buru-buru naik keatas."
Andy mengangkat kedua peti itu dengan dua tanganya dan ototnya terlihat sangat jelas. Dia benar-benar seorang pria yang kuat dan kekar.
Andy lalu menaruh peti itu diatas kapal boatnya. Mereka akan mencari kekuatan dan melawan Robert dan Amaya.
"Kita akan kemana? Pulang kepulau?" tanya Diana saat mereka ada diatas kapal boat.
"Tidak. Aku harus membebaskan ayahku dulu. Aku juga harus mengambil alih perusahaan. Aku harus melakukan yang seharusnya aku lakukan sejak dulu."
"Akhirnya kau menyadari keinginanmu. Kau harus melakukan sesuai keinginanmu. Kau adalah seorang pria. Pria harus kuat dan tidak menyerah pada apapun. Ambil yang menjadi hak mu. Dan berikan pelajaran pada mereka yang sudah meremehkanmu," kata Diana.
"Sudah kubilang aku akan menjadi awak kapalmu,"
"Baiklah, kita mulai dari mencari Sony dan Lewis."
"Kemana kita mencarinya?" tanya Diana.
Akan aku pikirkan, kemana mereka pergi?
"Negara MX."
"Dimana itu?"
"Di samudra yang luas. Setelah melewati samudra kita akan menemukanya,"
__ADS_1
"Baiklah!"
"Kenapa harus mencarinya, tidak bisakah menggantinya dengan orang lain?"
"Tidak." Andy mempercepat laju kapal boatnya dan mereka terus berlayar kelaut lepas.
Dua hari didalam laut, akhirnya mereka sampai di negara MX.
Mereka menitipkan kapal boatnya pada seorang saudagar kaya raya.
"Aku akan membayar mahal untuk satu malam." Kata Andy.
"Baiklah! Kapalmu akan aman disini,"
"Ini untukmu," Andy memberikan satu batang emas pada orang itu.
"Emas?" Mata orang itu langsung melotot dan melebar.
"Pergilah Tuan, aku akan menjaga kapalmu,"
Andy dan Diana lalu pergi dengan menyimpan peti berisi emas itu dan mengeluarkan isinya lalu membuang petinya. Emas itu sekarang aman diruang tersembunyi ditempat duduk kapal boat miliknya.
Tidak akan ada yang curiga.
Andy pergi ke butik baju dan membeli baju baru untuk Diana dan juga untuk dirinya. Mereka sudah meninggalkan barang pada tempat penitipan barang termasuk ketiga tas Diana yang bernilai 7 Milyar.
"Kau sudah menyimpan semua tas yang kau beli?" Tanya Andy.
"Sudah,"
"Biarkan ditempat penitipan barang sampai kita mendapatkan tempat tinggal yang cocok." Kata Andy.
"Ya," mereka lalu datang ke kasir dan membayarnya dengan sisa uang yang masih ada dikoper Andy.
"Kita akan menukar beberapa emas dengan mata uang negara ini," kata Andy dan mengambil beberapa emas batangan didalam kopernya dan pergi ketempat jual beli emas.
__ADS_1
"100 milyar"
Andy lalu pergi menemui orang yang bisa membuat identitas untuk dirinya dan mengeluarkan identitas kependudukan untuk dirinya agar bebas kemana saja dinegara MX.