
Setelah menelpon anak buahnya Andy mendekati kepala desa. Melihat semua warga diam membisu tak berdaya. Para wanita menangis dan tak henti menghapus airmatanya. Hanya anak-anak yang menatapnya penuh dengan harapan.
"Pak, maafkan aku. Anak buahku akan datang dengan membawa makanan, baju dan selimut. Kalian tidak perlu khawatir, aku akan pergi memberi pelajaran pada Mr Charlos." Kepala desa itu hanya menatapnya antara percaya dan ragu.
"Dia punya banyak anak buah. Belum pernah ada yang berani melawannya,"
"Maka aku akan menjadi yang pertama melawannya. Tunjukkan padaku dimana rumahnya." Kepala desa mengangguk.
Andy berjalan kedalam mobil dan di ikuti oleh kepala desa. Mereka akan pergi ke markas Mr. Charlos dan membalas perbuatanya.
"Itu rumahnya," kata kepala desa setelah mereka sampai.
"Pak, tunggu saja disini. Saya akan masuk kedalam."
Andy menendang gerbang, dan entah kenapa saat kemarahan memuncak dan ambisi menguasai dirinya kekuatanya seakan bertambah.
Gerbang terbuat dari besi itu akhirnya terbuka begitu ditendang dengan penuh kekuatan. Gemboknya hancur dan jatuh kelantai.
Braaakkkk!
Dua anak buah Mr. Charlos menembaknya. Andy dengan cepat menghindar dan langsung bergerak sangat cepat tidak terlihat kearah mereka berdua lalu tiba-tiba, Dug! Plak! Plak!
Dua orang terkapar dan dia mengambil pistolnya, dor! dor! dor! dor!
Dia menembak tepat di jantungnya penuh amarah, dua orang mati seketika. Kalung dilehernya warnanya semakin merah agak gelap.
Mendengar suara tembakan dua orang datang kearahnya dan menembaknya dari jarak jauh sambil terus berjalan mendekati Andy.
Dor! dor! dor! dor! dor!
Suara tembakan bertubi-tubi diarahkan padanya, namun Andy membuat gerakan berjalan sik sak kearah mereka dengan sangat cepat. Tidak ada satu peluru pun yang menyentuh bajunya.
Khhiiaaa Dug! dug! Andy menendang mereka berdua bertubi-tubi hingga pistol ditangan mereka terlempar.
Andy mengadu kepala mereka dan menendang hingga mereka tidak mampu bangkit lagi.
Lima orang keluar dari dalam dengan tongkat panjang. Badan mereka lebih kuat dan kekar dari teman mereka yang sudah dikalahkan oleh Andy.
Andy menatap mereka seakan mempelajari arah dan gerakan yang mungkin akan dilakukan untuk melumpuhkan dirinya.
Mereka datang dengan yakin jika pasti menang menghadapi Andi dengan berlima. Andy tanpa senjata dan mereka menggunakan tongkat pemukul.
Mereka akan mengeroyoknya dan memukul Andy beramai-ramai. Andy tersenyum tipis dan seakan sudah tahu langkah apa yang harus dia ambil jika mereka semakin mendekat.
Begitu mereka mendekat dengan memutar tongkatnya Andy memasang kuda-kuda. Dengan sangat cepat Andy meluruskan kakinya dan menyerang mereka dari bawah, syuuuutttt! Kaki Andy menghantam dua orang paling depan.
Dengan cepat Andy mengambil dua tongkat pria itu dan memukul mereka berlima secara membabi buta tanpa memberikan kesempatan sekalipun pada mereka untuk bisa menggerakkan tongkatnya.
Mereka berlima babak belur dengan muka amburadul penuh darah dan lebam. Andy lalu melewati lima orang itu yang sudah remuk tulangnya dan tidak mampu bangkit lagi.
Andy masuk melalui pintu utama dan disambut tembakan bertubi-tubi dari berbagai arah.
Syukurlah saat itu Andy memegang tombak dan peluru itu tidak mengenai dirinya karena Andy terus memutar tombaknya dengan kecepatan tak terlihat.
Tongkat itu ternyata bukan dari kayu melainkan dari besi dan baja. Andy melirik dari mana asal peluru itu.
Dengan cepat Andy berlari ke lantai dua dan memukul orang yang sedang berjongkok memegang pistol dan sedang mencari keberadaan dirinya.
Duk! Plak!
Orang itu langsung tersungkur dan jatuh kelantai satu. Andy terus bergerak maju mencari teman-teman mereka yang menembak sambil bersembunyi.
Ada sedikit gerakan dibelakang lemari dilantai dua. Andy langsung melompat keatas lemari itu dengan gerakan sangat ringan dan pria yang sedang memegang senjata itu kaget saat melihat Andy sudah ada diatas lemari.
Pria itu dengan cepat mengarahkan pistolnya pada Andy, namun sebelum dia berhasil menarik pelatuknya maka satu tendangan kaki Andy membuat dia terlempar tiga meter.
Gubrak!
__ADS_1
Dia menabrak susunan kardus berisi makanan ikan dalam kemasan. Pria itu masih memegang pistol dan dalam keadaan tak berdaya dia berusaha mengarahkan pistolnya pada jantung Andy. Andy melompat kearahnya dengan lompatan seperti sebuah bayangan, pistol itu terlepas dari tangan penjahat itu. Plak! plak! plak!
Setelah menendang tanganya, Andy menghajar kepalanya dan leher pria itu mungkin retak dan kepalanya terletak dilantai tak mampu dia angkat lagi.
Tiba-tiba tanpa sengaja Andy melihat warna kalungnya yang semakin merah gelap dan hampir menghitam.
Andy mulai menyadari jika tanganya sudah kotor oleh darah dan dia menjadi pembunuh saat ini. Dia berfikir mungkin karena itu maka kalungnya menghitam.
Andy melihat bayangan orang dibelakangnya dan Buuukkkk!
Andy terlempar karena sedang tidak menyadari jika ada orang lain lagi yang sudah mengintainya.
Saat Andy terjatuh maka pria itu segera mengarahkan pistol pada dirinya dan menembakinya berulang kali. Beruntung Andy melihat sebuah pintu besi dan dengan cepat menariknya sekuat tenaga hingga engselnya terlepas.
Andy lalu menggunakanya sebagai perisai dirinya. Pistol itu tidak mengenai sasaran dan tak! tak! tak!
Pria itu terlihat melempar pistolnya dan bersembunyi untuk mengambil yang baru. Andy segera tahu jika pelurunya sudah habis. Andy lalu melompat kearahnya dan plak! plak! sekarang giliranya beraksi.
Andy menendangnya dan menghajarnya habis-habisan. Tidak memberi dia sekalipun untuk bisa bangkit dan berdiri. Andy benar-benar menendangnya dan memukulnya tanpa ampun. Apalagi jika dia ingat apa yang sudah mereka lakukan pada para warga tanpa belas kasihan.
Pria itu terlihat tak bernyawa. Andy lalu melompatinya dan mencari penjahat yang lain. Andy tahu jika mereka masih bersembunyi disekitar tempat ini.
Sreekkk!
Ada gerakan dibalik jendela. Andy segera melompat mendekatinya, dan benar saja, beberapa peluru ditembakkan dari jendela itu.
Pyarr!
Andy menendang jendela dan kacanya pecah menimpa orang yang sedang bersembunyi.
Andy segera menghajarnya dan sangat kesal karena jumlah mereka yang sangat banyak. Andy tidak mau membuang waktu dan langsung mengambil senjata pria itu. Dia menembak dua kali dari jarak dekat dan pria itu langsung mati ditempat.
Andy naik kelantai tiga karena lantai dua sudah tidak ada gerakan yang mencurigakan lagi.
Andy mendengar suara derap kaki orang menjauhi lantai tiga dan seakan menjauh dari tempat Andy berdiri.
Ini pasti yang terakhir.
Andy segera berlari mengejar mereka yang pergi keatas rumah dan rupanya ada helikopter diatas rumah mereka. Dan Mr Charlos serta beberapa anak buahnya yang tersisa berniat untuk melarikan diri.
Andy segera mengejarnya dan berlari lebih cepat lagi mencari pintu yang lainya. Pintu yang mereka lewati begitu banyak Andy nampak kebingungan.
Rupanya ini sudah didesain sejak awal oleh Mr Charlos. Ini adalah pintu evakuasi penyelamatan diri. Beberapa pintu pasti menuju kebawah dan satu pintu menuju ke atap.
Dengan insting yang kuat akhirnya Andy memilih satu pintu dan dia masuk kesebuah lorong panjang.
Terdengar suara kaki semakin menjauh, Andy berfikir tidak salah lagi, pasti ini adalah pintu yang benar.
Andy segera berlari dan pintu yang akan dilewatinya tertutup. Sekuat tenaga Andy menendang tapi pintu itu rupanya sangat kuat.
Andy menendang berulang kali dan tetap saja pintu itu masuk tertutup.
Kali ini Andy berjalan mundur agak jauh beberapa meter, Andy menarik nafas panjang berulang kali seakan mengumpulkan kekuatan. Dan dia lalu berlari sekuat tenaga dan menendangnya. Akhirnya pintu itu terbuka karena engselnya memang sudah kendor saat tadi dia menendangnya berulang kali.
Melihat Mr, Charlos akan naik helikopter dan akan menutup pintu. Dengan cepat Andy berlari dan melompat kearahnya namun beberapa anak buahnya menghalanginya.
Andy sangat marah dan mengajar mereka semua dengan sekali pukulan mematikan. Pintu helikopter itu hampir tertutup sempurna, Andy menahanya dengan kedua tangannya sekuat tenaga. Mr, Charlos terlihat sangat ketakutan karena sakitnya juga belum sembuh benar yang kemarin bekas dihajar oleh Andy.
"Kau mau lari?" Tanya Andy sambil menyeringai saat dia lihat wajah pria itu ketakutan.
Kreeekkkkk!
Pintu itu berhasil dibuka oleh Andy dengan sekuat tenaganya, tanganya nampak berdarah, tapi Andy tidak peduli dan langsung menyeret Mr. Charlos keluar dari helikopter itu.
Andy menghajar nya dan memukulnya tapi tidak dibagian yang mematikan. Helikopter itu pergi karena sopirnya ketakutan dan meninggalkan Mr. Charlos disana yang sedang dihajar oleh Andy.
Andy menyeret Mr. Charlos masuk kedalam saat dia sudah tidak berdaya.
__ADS_1
"Jalan! Dimana brangkas nya!" Teriak Andy.
"Cepat katakan!" Teriak Andy saat Mr Charlos berfikir mungkin akan menipu dirinya.
"Di, disana!" Rupanya brangkas penyimpanan uang berada tidak jauh dari pintu keluar.
"Mana kuncinya!" Kata Andy saat sudah dekat dengan brangkas itu.
"I, itu...." Andy segera membuka laci dan mengambil kuncinya.
"Sandy!" Teriak Andy dan Mr. Charlos menyebutkan sandinya.
Andy lalu memutar tombol sesuai Sandy yang disebutkan oleh Mr Charlos. Pintu itu terbuka dan saat Andy akan membukanya lebih lebar.
Anda gerakan tidak terduga dari Mr Charlos. Rupanya dia menyimpan pistol didekat tempatnya saat ini.
Dia segera menembak Andy, tapi Andy yang peka, segera menghindar dan karena dibrangkas itu ada pistol juga, maka Andy mengambilnya dan berbalik lalu menembak Mr, Charlos berulang kali hingga dia bersimbah darah dan tersungkur dilantai.
Andy segera membuka brangkas itu lebar-lebar dan memasukkan semua isinya pada koper yang tidak jauh dari sana. Rupanya koper itu juga sudah disediakan oleh pemiliknya untuk sesuatu yang mendadak.
Andy segera mengangkat koper itu kemobilnya dan kepala desa kaget saat dia keluar dengan selamat.
"Mereka semua sudah mati. Kalian tidak perlu takut lagi."
Kepala desa itu masih kaget dan tertegun dengan apa yang dilihatnya.
Pria ini sungguh hebat, dia bisa mengalahkan Mr, Charlos beserta anak buahnya seorang diri.
Kepala desa itu diam dan tampak kagum. Dia berniat menceritakan apa yang terjadi pada semua warga agar mereka juga senang dan merasa aman.
"Bawa ini pak. Nanti Bapak bagi-bagi kan uang ini pada semua warga. Ini dari brangkas Mr.Charlos. Anggap ini uang ganti rugi darinya agar arwahnya tidak mengganggu kalian lagi," kata Andy dan dijawab anggukan oleh kepala desa itu.
Andy dan kepala desa segera kembali dan disana sudah datang anak buah Andy sedang membagikan makanan dan selimut serta pakaian kepada semua kepala keluarga.
Kepala desa menoleh pada Andy dan menatapnya dengan bingung.
"Mereka semua anak buah saya. Pergilah dan katakan pada warga desa, mereka tidak perlu takut lagi. Anak buahku tidak akan menyakiti kalian." Kata Andy dan kepala desa lalu menemui semua warga dan mengatakan akan membagikan uang ganti rugi rumah mereka.
Kepala desa membuka koper berisi uang, dan semua warga nampak terkejut dan senang. Beberapa wanita mulai menangis terharu karena musibah yang sudah terjadi dan membuat mereka kemarin seakan tidak ada harapan, kini mulai memiliki semangat untuk hidup lagi.
Kepala desa memberikan uang yang sama kepada setiap wanita mewakili setiap keluarga. Jumlahnya sudah dihitung dan sisanya akan digunakan untuk kas desa.
Seorang wanita tua mendekati Andy dan memeluknya dengan penuh air mata.
"Terimakasih, kau sudah memberikan harapan baru untuk kami. Lihatlah anak-anak itu, mereka kelaparan sejak kemarin, tapi hari ini kau datang dan membuat mereka kenyang. Apa salah mereka hingga mereka harus menahan lapar?"
Andy lalu memeluk nenek tua itu dan mengajaknya duduk dan berbincang-bincang.
Rupanya nenek itu tinggal sendirian karena dia tidak menikah. Dia tadinya adalah seorang guru yang mengajarkan anak-anak baca dan tulis. Sekarang dia sudah tua dan tidak mengajar lagi.
Setelah anak buah Andy membagikan semua makanan dan pakaian mereka lalu membangun tenda-tenda untuk setiap keluarga. Kali ini jumlah mereka lebih banyak karena semua warga, kepala keluarga, para pemuda, anak-anak remaja juga ikut membantu mereka membuat tenda.
Ibu-ibu mulai tertawa menyanyikan lagu bahagia untuk bayi-bayi mereka yang mendapatkan susu sambil melihat para pria bekerja.
Sekarang Andy tidak perlu lagi bersusah payah meyakinkan dan bermusyawarah pada para warga soal pelabuhan yang akan dia bangun.
Semua warga sudah memberikan persetujuan jika mereka harus pindah dan bekerja pada Andy mulai sekarang.
Andy lalu menemui Lewis dan Sony.
"Kalian tetap disini. Aku akan pulang menemui Diana. Dia pasti resah sendirian," kata Andy lalu pergi dari tempat itu.
Diana sedang berdiri didepan pintu dan menunggu kedatangan Andy. Saat dilihatnya mobil Andy datang, Diana langsung mendekatinya dan masuk kedalam mobil itu.
"Kau bosan?" Tanya Andy menebak. Andy belum turun malah Diana yang naik kedalam mobil.
"Ayo kita jalan-jalan," kata Andy lalu mengajak Diana pergi berjalan-jalan dan Andy berfikir untuk mengajak Diana pergi kedesa itu.
__ADS_1
Melihat banyak anak-anak akan membuatnya senang, pikir Andy.