
Andy mengumpulkan anak buahnya disebuah ruangan tertutup. Di sana dia berbicara soal Diana yang menghilang. Andyb lalu memanggil mereka satu persatu agar maju ke depan dan melihat foto Diana.
"Cari gadis ini. Bawa dia dihadapanku dalam keadaan tidak terluka sedikitpun. Siapapun yang menghalangi pencarian ini. Singkirkan dia!"
"Siap Bos!" Mereka semua lalu bubar dan berpencar.
Andy pergi ke tempat informasi tentang kapal yang lewat hari dimana perompak itu menjual Diana. Dari kapal yang lewat dia akan segera tahu dan bisa menyelidikinya.
Dia sampai dikantor pusat informasi.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas informasi itu.
"Ya. Saya ingin tahu seri kapal yang lewat dihari itu."
Karena petugas itu mengenal siapa Andy maka dia memberikan catatan dan jam setiap kapal yang lewat.
Andy melihat setiap jam dan setiap seri kapal yang lewat. Hampir semua kapal sudah dia periksa waktu itu. Pasti ada yang terlewat, pikirnya. Andy lalu lihat seri kapal milik Robert dan kapal itu meninggalkan tempat itu sebelum Andy memeriksanya.
"Terimakasih pak,"
"Apakah sudah ketemu yang anda cari?"
"Sudah," kata Andy lalu menyisipkan uang jajan disaku petugas itu, setelah itu Andy pergi dan menghubungin Lewis.
"Halo,"
"Lewis, kau tahu kemana Robert pergi dengan kapal pesiarnya?"
"Ya. Dia baru saja mengganti semua awak kapal, dan dia pergi kenegara seberang!"
"Ikutlah denganku! Aku butuh bantuanmu!"
Lewis segera pergi dan meninggalkan pekerjaannya. Dia pergi ketempat dimana Andy sudah menunggunya.
"Ayo kita pergi mencari Robert,"
"Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Lewis setelah sampai dihadapan Robert.
"Mungkin Diana bersamanya,"
__ADS_1
"Tapi,"
"Percayalah, aku juga tidak yakin, tapi hatiku mengatakan jika aku harus melihat dan memeriksanya."
"Baiklah jika begitu, dengan apa kita kesana? Kapal pesiar atau kapal boat?"
"Kapal pesiar terlalu memakan waktu. Kita akan kesana dengan kapal boat paling cepat."
"Aku akan menyiapkanya," Lewis segera pergi dan tidak lama kemudian melambai pada Andy dan dia sudah naik dikapal boat.
Andy segera melompat dan mereka pergi menyusul kapal pesiar yang digunakan Robert untuk bersenang-senang.
Saat ini Diana sedang keluar berjalan-jalan sambil menunggu kapal itu beristirahat. Robert juga keluar dari kapal pesiarnya. Tidak disangka Robert bertemu dengan sekelompok mafia penyelundup Narkoba. Para mafia itu bersepuluh dan Robert hanya berdua dengan Diana. Anak buah Robert ada dikapal dan tidak tahu jika Robert akan bertemu dengan para mafia.
"Hahahaha, kita bertemu lagi! Apa kabarmu!"
"Jangan mendekat! Aku tidak punya urusan dengan kalian!" Kata Robert mulai memasang kuda-kuda sewaktu-waktu mendapat serangan mendadak.
"Dimana dia?"
"Siapa?"
Andy? Pasti yang mereka maksud adalah Andy. Saat itu berkat Andy, Robert selamat dari kejaran mereka saat membawa uang yang tertukar dengan narkoba. Robert salah mengambil koper dan dikira isinya uang, tapi ternyata isinya narkoba.
Andy melempar barang itu dan membakarnya.
"Siapa mereka?" Tanya Diana yang ada dibelakang Robert.
"Mereka mafia narkoba. Jika memungkinkan lari, sebaiknya kita lari ke kekapal."
"Mana mungkin, jaraknya lumayan jauh, kita harus menghadapinya," kata Diana.
"Mereka terkenal sadis dan kejam. Aku tidak ingin kau terluka," kata Robert yang mulai panik.
"Tidak, ayo kita hadapi bersama,"
Para Mafia itu berputar mengelilingi mereka berdua. Dan disaat yang tepat, Andy sudah sampai dikapal pesiar. Dia mencari Diana didalam, karena tidak ada disana, Andy dan Lewis segera mencari mereka keluar.
"Ayo cari diluar, mereka mungkin berjalan-jalan diluar."
__ADS_1
Andy dan Lewis mencari mereka dan dari kejauhan mereka melihat Diana dan Robert sedang berhadapan dengan para mafia.
Andy dan Lewis segera menghajar mereka, Terjadi pertarungan sengit dilokasi itu. Robert melawan beberapa orang bersamaan, begitu juga Diana, dia mengambil kayu dan memukul mereka yang berusaha mendekatinya.
Karena ada yang datang membantu, maka Robert menjadi berani. Jika tidak ada bantuan maka Robert akan berfikir untuk melarikan diri. Dia tidak ingin mati sia-sia ditangan para mafia.
Andy meremas pergelangan tangan lawanya lalu menekuknya sampai lawannya berbalik dan membungkuk. Lawannya tersungkur didepanya. Dia bangun dengan wajah tragis. Andy menendangnya sekali lagi hingga lawannya terpental jauh menimpa kaca dan kaca itupun pecah.
Masih tersisa beberapa orang. Mereka menggunakan pedang dan mulai menyerang Andy bersamaan. Pedang itu melayang cepat kearah lehernya. Andy segera melompat kebelakang, dan lebih berhati-hati karena mereka menggunakan senjata.
Lawan terus mendesaknya dan kali ini Andy berjongkok dilantai dengan gerakan kaki lurus memutar dan mengerahkan seluruh kekuatan pada kakinya dan dia gunakan untuk menendang kaki mereka dengan sangat keras.
Plak! plak! plak!
Terdengar lutut mereka berbunyi seakan tulangnya retak oleh tendangan Andy sekaligus mengenai ketiga orang itu. Mereka berdiri sempoyongan karena kakinya terasa sakit.
Andy berputar sekali lagi dan dia hantam bagian lututnya dengan kekuatan penuh. Plak! plak! plak! Berulang kali hingga mereka tersujud dilantai dan tidak mampu bangun lagi.
Tulang dikaki mereka remuk karena tendangan yang penuh tenaga dalam dan juga ditambah dengan kekuatan kalungnya yang sudah menyatu dengan tubuhnya.
Mereka tersungkur dilantai, dan disaat bersamaan Robert dan Lewis berhasil mengalahkan lawannya juga. Mereka lalu berkumpul. Diana memeluk Andy dan sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan dirinya kembali.
Robert tidak bisa berkata apa-apa, selain hanya kecewa karena tidak disangka bertemu para mafia brengs*k itu. Dan tidak pernah dia pikirkan jika Andy bisa menemukan dirinya. Harapannya menjadi musnah untuk mendapatkan Diana. Diana sekarang bersama Andy.
Robert tahu jika dia akan kalah melawan Andy, dia hanya bisa mengalahkan Andy dengan tipu muslihat saja. Tidak ada cara lain batin Robert sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Andy sambil membelai rambut Diana.
Diana mengangguk dan menunjuk kearah Robert.
"Dia menolongku dari para perombak," kata Diana.
"Terimakasih, sudah menyelamatkan Diana. Kita impas!" kata Andy dan pergi meninggalkan Robert bersama Diana dan Lewis.
"Sial! Kurang ajar!" Umpat Robert sangat kesal. Dia menginjak orang yang sudah terkapar dengan amarah yang membuncah.
"Gara-gara kalian aku kehilangan gadis itu! Minggir! Brengs*k!" Umpat Robert melewati mereka yang masih terkapar tak berdaya.
Bagi Andy pertolongan yang dilakukan Robert untuk Diana sudah dia bayar dengan menyelamatkan nyawanya dari kepungan para mafia. Dan tidak ada hutang budi, impas sudah.
__ADS_1