
Keesokan harinya Andy menemui warga disana dan beberapa kepala keluarga nampak ada disana juga bersama pemimpin desa itu.
Tatapan mereka terlihat sangat aneh saat menatap Andy. Andy tetap berjalan dengan tegak dan kali ini tanpa Diana.
"Apakah ini pemuda asing yang akan mengusir kita dari tanah kita sendiri?" tanya seorang kepala keluarga pada kepala desa itu.
"Namanya Tuan Andy, dia yang akan membangun pelabuhan disini." Kata kepala desa itu yang sudah menjelaskan semuanya pada semua kepala keluarga kemarin malam.
"Hai pria asing, bangunlah pelabuhan ditempat lain saja, tidak usah mengganggu ketenangan warga kami disini," kata seorang yang berkepala botak. Dia adalah seorang yang paling makmur diantara mereka semua. Terlihat dari bajunya dan perhiasan yang dia pakai.
Kepala desa lalu memperkenal pria botak itu, namanya Carlos.
"Dia Mr Charlos. Selama ini kami menjual semua panen dan hasil laut padanya," kata Kepala desa itu.
Andy mulai menangkap sesuatu dari apa yang dibicarakan kepala desa. Berarti dia adalah mafia juga, dia pasti membeli dengan harga murah dan menjualnya dengan harga mahal demi keuntunganya sendiri.
Semua warga hidup dengan kemiskinan dan hanya dia yang kaya, dia juga yang paling keras suaranya tentang penolakan para warga.
"Baiklah, aku mengerti sekarang," kata Andy dan membuat kepala desa itu bingung.
"Jadi kalian menolak untuk pindah? Kenapa kalian menolaknya, padahal kalian bisa bekerja padaku dan aku akan menggaji kalian dua kali lipat dari penghasilan kalian perbulannya,"
Semua warga nampak berbisik-bisik dan mulai bingung. Mereka lalu saling menatap satu dengan yang lainya dan terlihat saling mengangguk.
Andy melihat gelagat provokasi mungkin sudah dilakukan semalam saat mereka bermusyawarah. Andy memperhatikan para kepala keluarga itu mulai tertarik dengan tawarannya.
"Bagaimana dengan rumah kami?" seorang warga bertanya pada Andy.
"Aku akan membangun desa kalian ditempat lain tidak jauh dari sini. Sebelum pelabuhan dibangun kalian tetap akan bekerja padaku sesuai keahlian kalian dan aku akan membayarnya dua kali lipat dari hasil kalian per bulannya? Pikirkanlah, mungkin kalian akan hidup lebih nyaman beserta keluarga kalian dan membangun masa depan yang lebih baik," kata Andy melirik pada pria botak yang bernama Charlos itu.
"Tidak bisa begitu Tuan, kau hanya berjanji dan mungkin kau akan mengingkarinya dikemudian hari, lalu bagaimana nasip keluarga mereka?" Mr, Charlos nampak seakan dia memihak dan bersimpati pada warga dan menyudutkan Charlos.
"Ya, benar, bagaimana jika kau hanya membual?" Warga seakan diingatkan untuk berhati-hati pada pria asing. Mr Charlos terlihat senang dan menggelengkan kepalanya sumringah.
"Aku punya uang dan punya kekuatan. Aku bisa mengusir kalian dengan paksa jika aku mau. Aku bisa mempengaruhi pejabat disini dengan uangku. Tapi aku bermusyawarah pada kalian karena aku menghormati kalian dan aku peduli pada kalian. Kau percaya pria botak ini!?"
Kata Andy dan membuat Mr, Charlos berdiri karena tersinggung dan matanya melotot.
"Lihatlah pakaiannya, dia begitu kaya raya, penampilannya dan semua yang dia pakai adalah baju yang mahal, rumah yang bagus, mobil yang mewah. Lalu kenapa kalian tidak bisa seperti dirinya? Lihatlah rumah kalian, bahkan saat ada angin yang kencang sekali, maka akan roboh dan lihatlah keluarga kalian? Apakah hidup mereka berkecukupan dan kalian kenyang setiap hari?"
Mereka menatap Mr. Charlos secara kompak dan Mr. Charlos kebingungan.
"Berapa Mr. Charlos membeli satu kilo ikan yang kalian tangkap?"
__ADS_1
"10.000" (Kalau dirupiahkan)
"Kalian tahu, dikota ikan itu dijual dengan harga 45.000 pet kilogramnya."
"Apa!?" Mereka nampak marah dan terkejut. Jarak dari pantai ke kota sangat jauh. Mereka tidak punya angkutan karena sangat miskin. Tidak ada transportasi. Hanya Mr, Charlos yang punya mobil untuk mengangkut ikan itu.
"Tenang-tenang! Kalian jangan langsung percaya pada Pria ini. Dia hanya berusaha mempengaruhi kalian dan mendapatkan keuntungan. Kalian tahu jarak dari sini ke kota itu sangatlah jauh, butuh bahan bakar dan pengawet ikan. Semua itu menambah modal dan makanya ikannya menjadi mahal."
"Selisih perkilogramnya adalah 35.000. Jika satu hari satu kwintal atau 100 kg maka dia untung sangat banyak. Dia kaya dan kalian tetap miskin,"
"Kurang ajar! Tutup mulutmu! Bedebah!" Mr. Charlos menyeret kerah Andy dan akan melemparkannya keluar dari perkumpulan.
Tapi sayangnya Andy terlalu kuat sehingga tidak bergeser sedikitpun. Mr Charlos lalu meninjunya berulang kali karena kesal.
Buk! buk! buk!
Andy tidak bergeming, dan sekarang Andy mengayunkan tangannya kebelakang lalu dia meninju Mr Charlos. Dalam sekali pukulan dia terlempar keluar 5 meter dari perkumpulan itu.
Dia tidak bangkit lagi dan pingsan. Warga menjadi ketakutan dan menatap pada Andy.
"Maafkan aku,"
"Kenapa kau melakukan ini?" Teriak kepala desa ketakutan karena jika terjadi apa-apa dengan Mr. Charlos maka anak buahnya akan datang dan membalas dendam.
"Pergi kau dari sini!" Teriak kepala desa mengusir Andy.
"Ya, pergi kau!" Teriak yang lainya kompak.
Karena tidak berhasil bermusyawarah maka Andy terpaksa pergi karena mereka semua berteriak dan terlihat emosi.
Dalam keadaan emosi, tidak bisa bermusyawarah lagi. Dan Andy berfikir akan datang esok hari lagi saat keadaan sudah tenang.
"Baiklah, saya permisi," kata Andy lalu pergi keluar dari desa itu.
Kepala desa nampak ketakutan begitu juga warga. Setelah mengusir Andy maka kepala desa meminta maaf pada Mr. Charlos.
Tapi Mr. Charlos masih sangat kesal dan emosi. Dia lalu menelpon anak buahnya dan banyak anak buahnya datang dengan mobil bak terbuka.
Mereka datang dengan senjata ditanganya, semua wargapun ketakutan. Mereka berkumpul disatu tempat dan menatap para anak buah Mr. Charlos tanpa berani melakukan apapun.
"Harcurkan semua rumah mereka. Biarkan mereka tahu apa akibatnya jika tidak tunduk padaku!" Titah Mr Charlos pada semua anak buahnya.
Anak buahnya langsung menyebar dan mulai menyuruh keluar para anak-anak dan keluarga yang ada didalam. Mereka lalu membakar semua rumah itu.
__ADS_1
Para kepala keluarga berhamburan kembali kerumah masing-masing dan ingin menyelamatkan keluarganya dan rumahnya. Tapi semua rumah sudah dibakar dan keluarganya menangis sambil saling berpelukan.
Hangus dalam waktu cepat, tidak ada yang bisa dilakukan. Sekarang mereka semua tidak punya rumah dan berdiri dibawah pohon sambil meratapi kesedihannya.
"Hahahaha," Mr. Charlos tertawa lebar melihat semua warga begitu menderita.
"Kalian tahu, aku lebih kuat darinya. Sekarang rasakan akibatnya karena melawanku!" Mr Charlos lalu pergi dan semua warga berkumpul di lapangan terbuka.
Kepala desa nampak sangat sedih dan menangis karena menerima tamu asing dan membuat Mr. Charlos marah. Dan sebagai akibatnya sekarang semua warga kehilangan rumah mereka.
Akhirnya mereka mendirikan tenda yang diambil dari gudang yang tidak dibakar. Hanya rumah yang dibakar, sedangkan gudang tempat penyimpanan keperluan desa tidak dibakar.
Anak-anak mulai menangis karena tidak punya rumah dan mainan lagi. Mereka juga kedinginan karena tidak ada barang yang bisa digunakan sebagai selimut.
Satu malam mereka lewati tanpa bisa tertidur karena merasa lapar dan kedinginan.
Keesokan harinya Andy datang dan kaget saat tidak ada warga disana dan semua rumah sudah terbakar.
Andy lalu menghentikan mobilnya dan mulai mencari para warga. Andy lalu berjalan ke gudang dan melihat banyak tenda yang sudah usang. Semua warga berkumpul disana dan mereka menatap Andy dengan sinis dan penuh kebencian.
Seorang anak kecil berlari ke arahnya.
"Mereka membakar rumah kami. Dan kami tidak punya rumah dan makanan. Kami sangat lapar," kata bocah berusia 8 tahun itu.
Andy segera menatap setiap warga tanpa berbicara. Andy tidak perlu bertanya pada mereka lagi apa yang terjadi.
Darahnya benar-benar mendidih karena kemarahan yang tidak terbendung.
Andy segera berbalik dan baik kemobilnya. Andy menelpon semua anak buahnya dan meminta mereka melakukan sesuatu untuk para warga.
"Lewis, kumpulkan seratus orang untuk membeli semua makanan yang ada dipasar dan supermarket. Bawa makanan itu dengan truk besar ke tempat yang akan dibangun pelabuhan. Aku beri waktu 30 menit," Kata Andy penuh emosi dan rasa kesal.
"Sony, beli semua baju dan selimut untuk 500 keluarga, ada masalah disini, rumah mereka dibakar dan mereka tidak punya apa-apa lagi sekarang. Ajak 100 orang bersamamu. Bawa ke pelabuhan. Aku beri waktu satu jam."
Andy langsung menutup teleponnya sebelum mereka protes karena perintah yang mendadak dan waktu yang sangat sedikit.
Sony yang saat itu sedang bersama Lewis saling berpandangan lalu berjingkat.
"Telepon dari bos?"
"Sama!"
"Ayo cabut!"
__ADS_1
Mereka langsung pergi untuk melakukan tugas dari Bos Andy.