Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
97. Ancaman Orang Tak Dikenal


__ADS_3

Suasana panas mulai terasa di antara mereka, tatapan mereka beradu seolah saling menunjukkan kelebihan dan kekuatan masing-masing.Alex masih duduk dengan tenang,menatap Rado yang telah dengan berani mengancamnya.Rado adaah orang pertama dalam hidupnya,yang secara terang-terangan menghampirinya,dan memberinya ancaman.


“Siapa anda yang engan berani mengancam ku,dan memintaku untuk menjauhi wanita yang aku kagumi.apa hubungan anda dengan wanita itu?”


“Apa hubunganku dengannya bukanlah urusanmu,aku hanya kan memperingati mu sekali,jika aku melihatmu mencoba mendekatinya lagi aku akan membuatmu menyesal!”


“Aku tidak pernah takut akan ancaman Tuan,dan aku tidak akan pernah  menyesal mendekati dan mengagumi wanita itu!”


Rado mengepalkan tangannya yang berada di bawah meja,pria di hadapannya bukanlah pria biasa yang akan langsung ciut jika mendengar ancaman,ataupun berhadapan dengannya.pria yang masih duduk di hadapannya terlihat begitu tenang,dan tidak terpancing akan ucapan serta gertakannya.


“Lakukan apa yang ingin anda lakukan,tapi jangan pernah menyesalinya Tuan.aku sudah memperingatkan mu,aku harap anda menjauhi wanita itu ,tanpa banyak berfikir siapa dia.yang jelas anda seharusnya tidak pernah mencoba mendekatinya!”


Setelah mengatakan apa yang perlu dirinya katakan,Rado bangkit dari duduknya dan meninggalkan Alex sendiri.Alex menatap kepergian Rado dengan tatapan mata menyipit,sejenak Alex berfikir dimana dirinya pernah melihat Rado,wajah Rado sedikit familiar untuknya.semakin dirinya mencoba mengingat semakin dirinya tidak menemukan jawabannya.


Siapa kau sebenarnya Jeni,kenapa ada seorang pria yang memberiku ancaman seperti ini.aku tidak akan mundur,aku akan terus mendekatimu selama yang aku mau.bersamamu aku merasa nyaman,dan menjadi diriku,,


Alex meyakinkan dirinya untuk tidak mundur dari niatnya,meski dirinya tau apa yang dilakukannya salah.namun entah kenapa rasa ingin memiliki muncul dihatinya,meski Jeni sedang hamil hal itu tidak menjadi masalah bagi Alex.yang terpenting adalah hati dan perasaan yang dirinya rasakan kepada Jeni.


Di gedung tinggi yang begitu menjulang,Jeni dan sofi berdiri di bawah bangunan nan megah  dan kokoh itu.Jeni menarik nafasnya beberapa kali sebelum melangkahkan kaki ke gedung milik suaminya ,Sofi yang setia sellau berjalan tepat di sebelahnya,selalu memastikan keselamatan sang Nona,sesuai perintah Nathan.Beberapa pasang mata melihat kehadiran dari istri atasannya,dengan cepat menunduk dan memberi hormat.membuat Jeni merasa risih dan tidak enak,karena mendapat perlakukan demikian.


Sofi yang menyadari ketidaknyamanan sang Nona segera bertindak,dengan memberi kode melalui tatapannya.dan hebatnya,hanya dengan sekali tatapan para karyawan di gedung Nathan,mengerti dengan apa yang Sofi perintahkan.setealh masuk di dalam Lift,Jeni mendesah pelan membuat Sofi mengerutkan dahi dan sedikit khawatir.


“AKu tidak apa-apa  Sofi,aku hanya tidak suka melihat mereka menatapku serta menunduk padaku.aku bukan Bos mereka,dan aku tidak suka cara mereka menatapku!”


“Mungkin Tuan Muda sudah mengatakan kepada seluruh karyawan di gedung ini,kalau anda adalah istrinya.karena itu mereka ikut menghormati anda Nona!”


“Aku lebih suka disapa Sofi,daripada menerima rasa hormat mereka.aku lebih suka dihargai dan bukan dihormati!”


Anda sangat unik Nona,beberapa istri petinggi perusahaan,atau pejabat sangat suka di hormati.bahkan mereka berlomba-lomba mendapat rasa hormat,tapi anda sungguh berbeda.Tuan Muda sangat beruntung memiliki anda di sampingnya,,

__ADS_1


Lift terbuka tepat dilantai ruangan Nathan,beberapa staf yang mengetahui kedatangan Jeni,dengan sopan menyambut Jeni.


“Apakah Tuan Nathan ada di kantor?”


“Tuan sedang mengikuti rapat Nyonya,jika anda ingin menunggu silahkan tunggu di ruangan beliau!”


“Terimakasih!”


“Sama-sama Nyonya,apa ada yang anda butuhkan Nyonya?”


“Tidak Terimakasih!”


Jeni dan sofi melangkah memasuki ruangan Nathan yang begitu maskulin,aroma parfum sang suami mulai menjalar di penciumannya.Jeni tersenyum menyapu seluruh ruangan yang begitu elegan,khas sang suami.tatapan matanya tertuju pada pigura besar yang terpasang rapi,di sudut dinding ruangan.foto pernikahan ke dua mereka,foto pernikahan yang begitu membuat Jeni bahagia.senyum bahagia keduanya terlihat jelas di foto tersebut,Jeni meneteskan air mata bahagianya.


“Sofi aku ingin istirahat sebentar,kau bisa menungguku kan?”


“Tentu saja Nona,saya akan menunggu anda di luar.nikmati waktu anda Nona!”


“Sama-sama Nona!”


Sofi melangkah meninggalkan Jeni sendiri,setelah menutup pintu Sofi menunggu di luar pintu ruangan.mmebuat staf Nathan sedikit kikuk di buatnya,namun Sofi bersikap ramah dan tidak memperdulikan para staf yang beberapa kali meliriknya.


Jeni melangkahkan kakinya,menuju ruangan yang merupakan kamar pribadi Ntahan.ruangan yang tampak bersih dan sangat terawat,Jeni membuka tirai horden,menatap pemandangan kota dari ketinggian gedung.sudut bibirnya terangkat ,menatap keindahan kota serta bangunan-bangunan mewah yang berada di sekitar gedung milik sang suami.puas menikmati pemandangan kota,Jeni melangkah menuju ranjang.merebahkan tubuh yang terasa lelah,perlahan mata indah Jeni tertutup dan terbuai dalam mimpi.


Hampir 1 jam Jeni tertidur,perlahan ia membuka mata melihat panorama langit yang berubah menjadi oranye ke emasan.ternyata hari sudah sore,merasakan badannya berkeringat Jeni masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri.melihat sofi yang duduk di luar ruangannya,membuat Nathan terkejut begitu juga dengan Elios.Sofi yang menyadari  kedatangan Nathan dengan segera berdiri dan menundukkan kepala.


“Dimana Nona Muda mu?”


“Nona ada didalam Tuan,Nona sedang beristirahat!”

__ADS_1


“Sejak kapan kau disini?”


“Sejak 1 jam yang lalu Tuan!”


“Sial,kenapa tidak ada yang memberitahukan ku,kalau istriku datang dan sedang menunggu.kenapa kalian membiarkannya menunggu Hah,,!”


Para staf yang mendapat amukan Nathan hanya bisa menunduk,tidak ada satu orang pun yang berani menjawab,ataupun memberi pembelaan.


“Kita tadi sedang menghadiri rapat Tuan,mungkin karena itu Nona juga meminta mereka untuk tidak memberitahukan ,kedatangannya kepada anda!”


Elios melirik para stafnya,yang langsung dimengerti oleh mereka.dan dengan serempak mereka mengiyakan apa yang Elios katakan,meski kesal ,Nathan hanya bisa mendesah dan meninggalkan para staf,Elios dan Sofi.beberapa staf bernafas lega,setelah kepergian Nathan,membuat Sofi tersenyum tipis.


Ternyata Tuan sangat mengutamakan Nona Muda,dan sepertinya mereka harus sering periksa jantung,untuk menjaga kesehatan jantung yang sewaktu waktu,akan menerima serangan dari Tuan Muda,,


Melihat Nathan telah masuk ke ruangannya,Elios mengajak Sofi minum kopi dikantin.Sofi yang tidak ingin meninggalkan sang Nona,akhirnya mengalah setelah Elios mengatakan,jika sang Nona akan keluar dari ruangan bersama Tuan Muda.meski tidak yakin dengan ucapan Elios,Sofi tetap mengikuti perintah Elios.


Nathan mengedarkan pandangannya mencari sosok istrinya,yang katanya sedang beristirahat.melihat keadaan ruangan yang masih rapi,Nathan memutuskan masuk kedalam kamarnya.suara gemericik air membuat Nathan tersenyum,dan mengetahui keberadaan sang istri.Nathan mengetuk pelan pintu kamar mandi,Jeni yang masih mandi hanya memberi jawaban singkat dari dalam.bberapa menit menunggu ,Jeni keluar dengan wajah yang lebih segar,dengan handuk besar yang melilit sebagian tubuhnya.Nathan melihat Jeni tanpa berkedip,membuat Jeni mengerutkan kening.


“Sayang,kau tidak apa-apa?”


“Apa kau sudah mandi dengan bersih?”


Belum sempat Jeni menjawab pertanyaan Nathan,tangan nakal Nathan sudah meraih handuk yang melekat ditubuh Jeni.Natahn melepas ikatan handuk dan menatap tubuh sang istri yang begitu berisi,dengan perut buncitnya.membuat pipi Jeni merona,karena kelakukan nakal sang suami.


“Hentikan aku malu!”


“Kenapa mesti malu,kau sangat cantik sayang!”


Nathan mendekat dan mulai mencium bibir Jeni dengan lembut,mendapat perlakuan lembut dari sang suami,tangan Jeni dengan sendirinya bergantung manja di leher Nathan.keduanya menikmati ciuman yang begitu memabukkan di sore itu,Nathan tidak bisa menahan hasratnya ketika menikmati bibir manis  Jeni yang kini menjadi candunya itu.tangan kokoh dan hangat mulai meraba bagian tubuh Jeni yang begitu sensetif.******* halus yang keluar dari mulut Jeni ,membuat Nathan bersemangat.

__ADS_1


Nathan membawa Jeni keranjang besar nan empuk,menikmati permukaan kulit yang bersih,meninggalkan bekas gigitan kecil kemerahan.Nathan mencecap serta menikmati manis bibi Jeni,hingga keduanya polos tanpa helai benang yang menutupi tubuh mereka.Natahn begitu lembut memperlakukan tubuh Jeni,memberikan kenyamanan serta kenikmatan.keduanya melakukan kegiatan panas hingga berkali-kali di sore yang indah itu.


 


__ADS_2