Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
114. Memadu kasih


__ADS_3

Tatapan Jeni tak lepas dari tubuh Nathan yang terlihat menggoda,dada serta rambut yang masih basah,otot kuatnya terlihat jelas.Jeni berusaha menenangkan debaran jantungnya,meski sering melihat sang suami seperti itu,tetap saja Jeni masih merasakan debaran jantung yang menggila.pipinya merona karena hawa panas yang keluar dari tubuhnya sendiri,semenjak kehamilannya hormonnya kadang berubah-ubah.Nathan yang menyadari sikap Jeni yang malu-malu terkekeh pelan,dengan langkah ringan Nathan menghampiri Jeni dan duduk di pinggir ranjang.mentap wajah Jeni yang bersemu,cukup membangunkan gairahnya.denagn sentuhan menggoda Nathan membelai pipi Jeni dengan lembut.


“Kau ingin menyentuhnya?” Ucap Nathan dengan suara serak,yang  menggoda.Jeni mengerutkan kening mendengar pertanyaan Nathan,Jeni bingung dengan apa yang dimaksudkan suaminya.


“Menyentuh apa?” tanya Jeni dengan kebingungan,Nathan berlahan membawa tangan Jeni ke dadanya,memainkan jari-jari lentik itu itu di dada kokohnya.wajah Jeni semakin memerah karena malu,apakah Nathan menangkap basah dirinya ketika menatap dada putih bersih miliknya yang menggoda.Nathan memberikan kecupan-kecupan kecil yang cukup menggoda pada jari Jeni,mata Nathan mulai berkabut mengisyaratkan jika dirinya sungguh berhasrat.


Nathan mengangkat dagu Jeni membuat mulut Jeni sedikit terbuka,dengan lembut Nathan ******* dan menenggelamkan bibirnya kedalam bibir Jeni yang manis.ciuman keduanya berlangsung cukup lama,hingga nafas Jeni tersengal-sengal.Natahn menatap mata indah Jeni,membiarkan  wanitanya menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sebelum ia kembali ******* bibir manis itu dengan penuh hasrat.menyadari Nathan yang sangat berhasrat kepadanya,terbukti dari pusat inti Nathan,Jeni mendorong pelan dada Nathan hingga tautan bibir mereka terlepas.


Kedua mata yang sarat akan hasrat itu saling menatap,Nathan mencium serta menggigit kecil telinga Jeni,meloloskan ******* sensual yang semakin membuat hasrat Nathan tak terkendali.


“Hati-hati dengan anak kita”, Jeni berbisik pelan ketika pipi Nathan menempel tepat di pipinya,membuat pria itu menoleh dan terkekeh pelan.Nathan melabuhkan kecupan-kecupan ringan di sudut bibir Jeni.


“Aku merindukanmu,aku rindu menyatu sayang!” Jeni terkekeh pelan mendengar pengakuan Nathan yang tanpa sensor itu,jemari lentik Jeni terulur membelai lembut dua sisi pipi Nathan.mentapa mata kelam yang terbalut hasrat,yang siap meledak kapanpun juga.


“Aku akan membantumu, menuntaskannya tanpa menyakiti anak kita!” mendengar ucapan Jeni,mata Nathan melebar,senyum senang terukir disudut bibirnya.mendapat lampu hijau dar sang istri,tanpa banyak bicara Nathan ******* kembali bibir manis Jeni dengan rakus.Jeni memberikan yang terbaik untuk Nathan,hingga pria itu merasakan kepuasan yang luar biasa nikmatnya.percintaan mereka malam  ini sungguh berbeda dari biasanya,dan hal itu mampu membuat Nathan menggila,dan merasakan kepuasan yang sempurna.


“Aku mencintaimu Jeni!” Nathan berucap lembut di ceruk leher Jeni,menghirup aroma manis yang keluar dari tubuhnya.dengan nafas yang masih tersengal-sengal,karena kenikmatan yang mereka rasakan.Jeni tersenyum bahagia mendengar pengakuan Nathan,Jeni membelai sayang rambut Nathan yang kini berada di atasnya.merasakn deru nafas Nathan yang cukup hangat,menerpa kulitnya yang polos.sejenak Nathan teringat akan Alex,apakah pria itu sudah berpamitan kepada Jeni,atau sebaliknya?

__ADS_1


Nathan terdiam menimbang-nimbang apakah masalah Alex, harus dirinya katakan atau dirinya simpan sebagai rahasia antara dirinya adan Alex.menyadari Nathan mendesah beberapa kali,Jeni mengerutkan kening,menundukkan kepala dan menatap wajah Nathan yang terlihat muram.


“Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?” Jeni berucap sambil menundukkan kepalanya,Nathan mengangkat kepala serta tubuhnya,menopang tubuhnya dengan siku tangannya.satu tangannya yang bebas dia gunakan untuk merapikan anak rambut Jeni,yang berantakan.


“Hari ini kau bertemu dengan Alex?” Jeni menganggukkan kepalanya.


“Dia akan berangkat besok ke negaranya,apakah dia memberitahumu?” Jeni melebarkan matanya,menatap tak percaya kearah Nathan.siang tadi bahkan mereka menghabiskan waktu bersama cukup lama,tapi Alex tak mengatakan apapun tentang keberangkatannya.


“Alex tidak mengatakan apapun padaku,cihh dia tidak menganggap ku sahabatnya!” Jeni menggerutu kesal,membuat Nathan tersenyum kecut.anadai Jeni tau perasaan Alex padanya,akankah Jeni masih bersikap kesal pada Alex,karena sebagai sahabatnya pria itu tak memberitahukan keberangakatnnya.Nathan mengamati ekspresi wajah Jeni yang terlihat sendu,terlihat kekesalan serta rasa kecewa di wajah cantiknya.


“Mungkin dia tidak menganggap ku temannya,karena itu berpamitan atau tidak denganku,bukan masalah untuknya!” Jeni mencoba tersenyum,dan menatap Nathan yang masih diam dengan pikirannya.


“Bagaimana jika dia sengaja diam,karena dia tidak ingin merasakan sakit dan terluka,ketika meninggalkan orang terkasih itu!” Ucapan Nathan yang lambat,langsung di mengerti oleh Jeni.dengan tatapan tak percaya Jeni menatap Mata kelam Nathan,yang mulai tersenyum kecut.tangannya yang besar dan hangat terulur mengusap pipi Jeni,wajah Jeni seketika berubah.ada keterkejutan serta rasa tak percaya yang kental tersirat diwajahnya yang cantik.


“Nathan kau sedang menggodaku kan?apa yang kita pikirkan sama sekarang?” Nathan mengangguk pelan,seolah mengetahui apa yang ada di benak istrinya.


“Alex jatuh cinta padamu pada pandangan pertama,Alex mencintaimu Jeni!” Jeni melebarkan matanya,bulu matanya yang lentik mengerjap tak percaya.Jeni diam dan mengingat kembali pertemuan,demi pertemuan antara dirinya dan Alex.semuanya terlihat baik-baik saja,tidak ada gerakan tubuh Alex yang mengisyaratkan kalau Alex mencintainya.

__ADS_1


“Kau ingin menggodaku,kami bertemu dan bahkan mengobrol santai,bagaimana kau bisa yakin jika dia mencintaiku!” Jeni bertanya dnegan kening mengkerut,Nathan sadar tentu sang istri tidak menyadarinya,karena Jeni bersikap ramah kepada setiap orang yang dikenalnya.dan hal itu kadang membuat sikap posesif Nathan keluar,dimana banyak mata yang terus menatap kecantikan sang istri.


“Dia mengakui semuanya padaku sayang!” Nathan bangun dari tidurnya,turun dari ranjang nyaris tanpa busana.melangkah menuju laci dan mengeluarkan sebuah file,lalu memberikannya pada Jeni yang di terima dengan dahi menyatu.Nathan kembali naik ke atas ranjang,melingkarkan tangannya di pinggang Jeni yang kini sedang fokus melihat lembar demi lembar file yang Nathan berikan.


Jeni menatap suaminya dengan rasa tak percaya,Nathan mendesah pelan dan meletakkan dagunya di bahu Jeni yang telanjang. “Dia berusaha mencari informasi tentang mu,dan siapa suamimu.itu semua dia lakukan karena mendapatkan informasi kalau dirimu hidup dalam penderitaan sebelumnya!”


“Dia pria yang baru mengenal cinta,dan sayangnya cintanya berlabuh pada orang yang salah,wanita yang teramat aku cintai di dunia ini!” Jeni menatap Nathan dengan hati-hati,takut jika pertanyaannya akan membuat suasana hati Nathan berubah.


“Lantas apa yang kau lakukan padanya,kau ti…tidak melukainya kan?” Nathan mengangkat alisnya,menatap istrinya yang sekarang sedang menuduhnya.Nathan terkekeh pelan melihat wajah Jeni yang tampak panik,karena sesungguhnya istrinya adalah wanita yang sangat lembut,tentu tidak menyukai jika dirinya melakukan kekerasan.


“Kau pikir suamimu ini akan melakukan hal yang menyakitinya?jauhkan pikiran itu sayang,aku menemuinya dan memintanya untuk melupakanmu secara baik-baik!” Jeni menghela nafas lega,dirinya tidak ingin dimasa kehamilan yang memasuki bulan kelahiran,suaminya melakukan tindakan kekerasan.dengan penuh rasa sayang Jeni mengelus kedua pipi Nathan,menghadiahkan kecupan-kecupan ringan di kedua sisi.


“Terimakasih karena telah bersikap bijaksana,aku sangat menghargai sikapmu itu,aku bangga padamu!” Jeni berucap dengan tulus,membuat Nathan merasakan kebahagiaan tak terhingga Karena pujian sang istri.


“Aku akan bertindak sewajarnya,dan mungkin membunuh mereka yang dengan berani ingin merebut mu,atau menyakitimu!” Nathan berucap dengan sungguh-sungguh,membuat Jeni memukul pelan dada bidang itu.Nathan terkekeh dan menenggelamkan kembali kepalanya di ceruk leher Jeni,menghirup sebanyak-banyaknya aroma manis yang keluar dari tubuh Jeni,yang membuat Nathan merasakan ketenangan jiwa serta raganya.


Keduanya mulai terbuai dalam mimpi,rasa lelah setelah percintaan dan obrolan ringan membuat mereka terjatuh dalam tidur yang lelap.hujan mulai turun,ikut mengantar tidur mereka dalam mimpi.

__ADS_1


Alex masih terjaga belum merasakan rasa kantuk sama sekali,tatapannya tertuju pada layar ponselnya,dimana seorang wanita tersenyum bahagia.Alex mengusap lembut layar ponselnya yang di penuhi oleh gambar Jeni,bibirnya melengkungkan senyum pahit.dirinya harus meninggalkan Negara ini besok pagi,dengan membawa cinta yang tak akan pernah bisa dirinya miliki.Alex melirik koper serta satu kotak Box berwarna biru muda,yang rencananya akan dia berikan kepada Jeni dengan Nathan sebagai perantara.


Hiduplah dengan bahagia Jeni,Nathan akan membahagiakanmu aku yakin itu.dia pria yang bertanggung jawab,dan akan menjadi Ayah yang baik bagi anak-anak kalian nanti.aku mencintaimu dengan tulus,dan aku kaan membawa cintaku terbang bersamaku.aku bahagia bisa mengenalmu Jeni,dan menghabiskan waktu denganmu adalah kebahagiaan terindah dalam hidupku,, 


__ADS_2