
Hari telah beranjak sore,pukul 6 sore Nathan telah menyelesaikan pekerjaannya.dia melirik jam tangan yang melingkar di tangannya,sambil mengerutkan dahi,istrinya belum keluar dari kamarnya sejak siang tadi.perasaan Nathan menjadi tidak enak,dia melangkahkan kakinya menuju kamarnya.Jeni masih tertidur,membuat Nathan duduk disampingnya dan mengusap kepalanya.
Nathan terkejut ketika mengusap kening Jeni yang cukup panas,dengan cepat Nathan berlari keluar dari ruangannya dan berteriak mencari keberadaan Elios.
“Elios!Elios!”
“Iya Tuan Muda!”
Elios yang sedang duduk langsung berdiri,dan berlari ketika melihat wajah sang Tuan Muda yang panic.perasaan dan pikiran Elios Pun langsung tertuju pada sang Nona Muda.
“Cepat siapkan mobil,Istriku sepertinya Demam.kita ke rumah sakit!”
“Baik Tuan Muda!”
Elios Berlari menuju lift,sedangkan Nathan kembali ke ruangannya,Nathan membopong Jeni yang menggigil.pantas saja sang istri tidak keluar dari kamar,Jeni menggigil dan langsung memeluk erat leher Natahan.membuat Nathan semakin di landa kecemasan,dapat Nathan rasakan suhu panas yang keluar dari tubuh Jeni,setelah sampai di lobi Elios telah menunggunya.
Tanpa menunggu perintah lagi,Elios segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit milik keluarga Agatha.setelah menerima kabar dari Elios,seorang Dokter dan beberapa perawat,telah menunggu kedatangan Nathan dan Elios.melihat mobil pemilik rumah sakit memasuki area rumah sakit,para dokter dan beberapa perawatnya mulai bersiap.tubuh Jeni di pindahkan ke ruang UGD,dan di langsung di beri penanganan.
Terlihat wajah cemas dan panik dari wajah Nathan,karena ini kali ke tiga sang Nona Muda dirawat di rumah sakit.Elios memahami apa yang sang Tuan Muda rasakan,Elios hanya berdiri dan melihat sang Tuan yang sedari tadi hanya mondar-mandir tidak jelas.
“Tuan Muda,sebaiknya anda duduk dulu!”
“Bagaimana aku bisa duduk,sementara istriku masih berada di dalam!”
“Para Dokter sedang menangani Nona Muda Tuan,yakinlah tidak akan terjadi apa-apa pada Nona!”
Nathan akhirnya mengikuti ucapan Elios,Nathan duduk di kursi tunggu,dengan perasaan cemas.
“Saya sudah menghubungi Nyonya dan Nona Tania Tuan,mungkin sebentar lagi mereka akan datang!”
Nathan hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah,suara pintu terbuka membuat Nathan dan Elios,menolehkan kepala mereka.Jeni sudah mendapatkan pertolongan pertamanya,melihat infus terpasang di lengan istrinya,membuat Nathan menghampiri Dokter.
“Apa yang terjadi pada istriku Dokter!”
“Bisa kita bicara setelah ini Tuan,kita pindahkan dulu Nona Muda di ruang rawat!”
“Silahkan Dokter!”
Elios memerintahkan 2 anak buahnya,untuk menjaga kamar sang Nona.sementara dirinya dan sang Tuan Muda mengikuti Dokter ke ruangannya.
“Apa ada sesuatu yang serius pada istriku Dokter?”
“Tidak ada Tuan Muda,hanya saja Nona Muda mengalami kelelahan yang berlebihan.bukan lelah secara fisik tapi lelah secara mental,sehingga kondisi Nona Muda melemah.jika saya boleh memberi saran,jangan buat Nona Muda stress dan berfikir terlalu banyak!”
__ADS_1
Nathan mengepalkan tangannya,dia yakin semua ini pasti akibat ulah dari ibu dan adik tirinya,yang menemuinya kemarin.bukan hanya Nathan yang merasakan kemarahan,Elios pun merasakan amarah yang luar biasa,Elios akan memastikan tidak ada satupun di antara mereka yang akan bisa menemui Nona Mudanya lagi.
Nathan keluar dari ruangan Dokter,dengan penuh amarah.penderitaan istrinya akan dia balaskan dengan hal serupa,pada keluarganya.dia tidak ingin sang istri,berhubungan lagi dengan keluarga yang tidak berperasaan itu.tatapannya kini tertuju pada Jeni yang sedang tertidur,setelah mendapatkan pengobatan demamnya mulai menurun.sang ibu dan Tania yang sudah berada di ruangan itu,heran dan penasaran dengan ekspresi yang Nathan berikan.
“Apa yang terjadi pada kakak ipar kak,tidak ada sesuatu yang terjadi padanya kan?”
Nathan menatap sang adik yang sudah mulai menangis,Nathan menghela nafasnya,dan memeluk sang adik.membuat perasaan sang ibu dan Tania semakin memburuk.Tania terisak dalam pelukan sang kakak.
“Jangan menakuti ku kak,katakan apa yang sebenarnya terjadi!”
“Benar Nathan,jangan membuat ibu takut!”
“Jeni hanya kelelahan Ma,dia mengalami demam tinggi tadi.dan itu karena dia stress dan mengalami lelah secara mental!”
Tania dan sang Ibu mulai meneteskan air mata,mereka tau yang terjadi kemarin pada Jeni.sang mertua duduk di samping ranjang,dan menggenggam tangan Jeni yang hangat.
“Kenapa kau harus menjalani hidup yang begitu sulit,dan hidup dengan keluarga yang serakah seperti mereka.bukalah matamu sayang,ada kami yang akan membahagiakanmu.lupakan mereka yang menyakitimu!”
Air mata Jeni mengalir,namun matanya masih terpejam.Jeni bisa mendengar ucapan sang mertua di bawah alam sadarnya,Nathan yang melihat air mata itu,mendekat dan mengusapnya lembut.Nathan mengecup kedua mata dan kening Jeni.
“Ada aku yang mencintaimu disini,lupakan mereka,dan mari hidup dengan bahagia!”
Nathan mengusap lembut tangan Jeni,memberikan usapan penuh cinta dalam setiap sentuhannya.tepat pukul 9 malam,Jeni membuka matanya,dilihatnya Nathan sedang duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya.apapun yang di lakukan Nathan semua tampak mempesona di mata Jeni.
Nathan mengangkat kepalanya dan melihat Jeni sudah duduk bersandar di ranjangnya,Nathan meletakkan Laptopnya dan menghampiri Jeni.
“Kau sudah sadar,bagaimana perasaanmu?”
“Aku sudah merasa lebih baik,apa yang kau kerjakan kenapa tidak istirahat hem!”
“Aku menunggumu siuman,apa kau butuh sesuatu?”
“Tidak ada,aku hanya lapar!”
“Cup”Nathan mengecup pipi Jeni,dan memeluknya.
“Tidak bisakah kau memakan ku saja?”
“Aku akan memakan mu di rumah,sekarang aku benar-benar lapar dan tidak bernafsu untuk memakan mu!”
Wajah Nathan cemberut namun masih bisa tersenyum dan tertawa mendengar ucapan Jeni.
Tetaplah tersenyum dan cerewet seperti ini istriku,karena sekarang kau adalah duniaku,dan aku adalah duniamu.
__ADS_1
Nathan merogoh ponselnya dan menghubungi Elios,memintanya membawakan makanan hangat yang baik untuk istrinya.sambil menunggu Elios,Jeni memejamkan kembali matanya dan memeluk tubuh Nathan.perasaan damai dan tenang,Jeni rasakan ketika memeluk tubuh dan mengirup aroma tubuh Nathan.
Suara pintu di ketuk membuat Jeni membuka matanya,Elios masuk dan membawa beberapa makanan yang cukup bergizi,untuk Nona Mudanya.
“Kau membawa makanan dari rumah Elios?”
“Benar Nona Muda,semua ini di siapkan untuk anda,agar daya tahan tubuh anda lebih kuat!”
“Kau seperti Dokter saja,padahal aku ingin makan sate pinggir jalan!”
“Sate belum baik untuk anda Nona,jadi nikmatilah makanan bergizi yang sudah di rekomendasikan oleh Nyonya Besar!”
“Terimakasih Elios!”
“Sama-sama Nona!”
Elios membalas senyuman yang Jeni berikan,membuat Nathan menjadi kesal.seolah-olah dirinya dilupakan keberadaannya.
“Khemm apa aku tidak di anggap disini?”
Nathan menatap tajam Elios,sehingga Elios menyadari kesalahannya,yaitu tersenyum kepada sang Nona.dengan cepat Elios menunduk dan meninggalkan keduanya,Jeni sudah mulai menikmati makanannya.sambil menyuapi Nathan,yang tentu saja merasa senang karena berbagi makanan bersama sang istri.
“Besok pagi bawa aku pulang,aku sudah merasa lebih baik!”
“Asalkan kau berjanji tidak akan jatuh sakit lagi,aku akan membawamu pulang besok.berjanjilah untuk hidup bahagia mulai sekarang,lupakan meraka yang terus menyakitimu.meskepun meraka adalah orang yang kau anggap keluarga,tapi mereka tidak menganggapmu ada!”
“HIduplah sebagai Nyonya Muda dari keluarga Agatha,karena sekarang kau menyandang gelar Agatha,jadi kau sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga sanjaya.mereka telah memutuskan hubungan darah denganmu,dan bukan dirimu yang memutuskan tali keluarga itu,tapi mereka!”
“Aku tidak ingin kau menderita lagi,hiduplah bahagia mulai sekarang.lihat aku,ibu dan Tania.kau memiliki kami sekarang!”
“Maafkan aku yang selalu membuatmu khawatir,aku tidak akan menemui mereka lagi,jika aku ingin menemui mereka,itu pun harus denganmu!”
Nathan mengangguk dan memeluk Jeni,mendekapnya dengan penuh kelembutan.
“Aku mencintaimu Jeni!”
“Aku pun mencintaimu Nathan!”
Nathan memberi ciuman pada bibir Jeni yang kering,keduanya tidur berpelukan dalam satu ranjang.melewati malam yang penuh haru,di rumah sakit untuk ke tiga kalinya.
Matahari telah menyinari bumi,pagi itu Nathan membawa Jeni pulang,sesuai permintaannya.Nathan membopong Jeni,meski Jeni sudah meminta berjalan sendiri,namun Nathan tidak mendengarkan permintaan Jeni.membuat Jeni menahan malu karena menjadi pusat perhatiaan.
Anda semakin menjadi pria normal Tuan Muda,terkadang kekanakan juga,tapi saya sangat menikmati perubahan dalam sikap dan hidup anda.sekarang anda sudah banyak tersenyum, dan mengomel tentang hal yang tidak jelas.tapi itu semua membuat perasaan saya tenang dan bahagia.
__ADS_1
Terimakasih Nona,Anda telah merubah Tuan Muda menjadi pria yang hangat pada keluarga.meski anda harus berjuang dan melewati banyak hal,tapi karena andalah Tuan Muda bisa jatuh cinta untuk yang kedua kalinya.tetaplah di samping Tuan Muda,hingga maut memisahkan kalian.