
Dengarlah suaranya begitu merdu di telingaku,apa aku minta No ponselnya untuk kakakku,di cantik sekali.Kyaa,,,aku ingin mempunyai kakak ipar yang cantik seperti dirinya.
Melihat sang resepsionis yang diam dengan ekspresi aneh,membuat Jeni dan sofi mengerutkan keningnya.meski kebingungan Jeni kembali tersenyum dan menyapa resepsionis itu beberapa kali,bukan hanya hanya satu tapi rekan di sebelahnya pun ikut terdiam dan terpaku menatap Jeni.
“Selamat siang!”
“Selamat siang,bolehkah saya meminta No Ponsel anda untuk kakak saya,anda sangat cantik dan say ingin memiliki kakak ipar seperti anda!”
“Krit,,Krit”
“Hahahaaa,,,anda manis sekali Nona!”
Mendengar pujian yang keluar dari mulut Jeni semakin membuat sang resepsionis tersipu malu,dia menundukkan kepala dan melirik Jeni dengan malu-malu bersama rekannya.
Astaga jadi itu yang ada dipikiran bocah ini,hei jika Tuan Muda mendengar ucapan mu barusan,aku yakin kau akan di pindahkan ke bagian lain,atau di pecat karena berusaha mendekati istrinya.dan jangan lupakan kakakmu yang akan menjadi incarannya.
Sofi menatap tajam ke dua resepsionis itu,mendapat tatapan tajam dari sofi membuat keduanya,berlaku sopan.menyadari perubahan dari raut wajah keduanya,Jeni melirik sofi yang memberikan tatapan tidak suka kepada kedua gadis muda yang menurut Jeni manis itu.
“Bolehkah saya bertemu dengan Tuan Nathan?”
“Tuan Nathan,boleh saya atau ada kepentingan apa Nona,agar say bisa menyampaikan dan bertanya pada staf sekertaris Tuan Nathan!”
“Kalian Tidak tau siapa Nona ini!”
Kedua staf resepsionis hanya saling lempar pandangan, sedangkan Jeni sudah menggelengkan kepalanya pelan ke arah Sofi.di tengah kebingungan dua staf,serta ketidaksukaan sofi,Elios yang kebetulan turun ke lobi melihat keberadaan sang Nona.dengan cepat Elios berlari dan menghampiri Jeni,yang masih berdiri mendengarkan perdebatan antara Sofi dan dua staf resepsionis muda itu.
“Selamat saing Nona Muda,kenapa anda masih berada di sini dan tidak langsung naik kelantai atas.Tuan Muda berada di lantai atas!”
Melihat Elios sang kaki tangan Tuan Nathan,menunduk hormat pada Jeni,membuat kedua resepsionis itu saling lempar pandangan heran.sofi hanya geleng-geleng kepala melihat kebodohan stafnya.Jeni melirik kedua staf yang masih berdiri tanpa suara di hadapannya,membuat Elios mengerti.
“Nona ini istri Tuan Muda,jadi jika kalian melihat kedatangannya jangan menghalanginya,untuk bertemu Tuan Muda,jika kalian tidak ingin di pecat!”
“Baik sekertaris Elios!”
“Kalian berdua sudah bekerja dengan sangat baik,abaikan ucapan sekertaris Elios,aku menyukai kalian!”
“Terimakasih Nona Muda!”
Jeni tersenyum kepada kedua gadis muda itu,dan meninggalkan mereka yang begitu bahagia mendapat pujian dari istri pemilik gedung tersebut.
Kyaa,,Nona Muda anda bukan hanya cantik tapi baik hati,betapa beruntungnya Tuan Nathan,memiliki anda.tidak apa tidak mendapatkan no ponsel anda,yang penting saya sudah mendapat pujian dari anda,sudah suatu kehormatan bagiku.
__ADS_1
Elios membawa Jeni dan sofi menaiki lift yang khusus untuk sang Presdir,Jeni melirik Elios yang masih dengan wajah datarnya,membuat Jeni tidak habis pikir dengan orang-orang yang bekerja di bawah pimpinannya.
“Sekertaris Elios!”
“Maafkan saya atas ketidak nyaman anda Nona!”
“Bukan begitu,aku..!”
Ting,,Pintu lift terbuka,Elios mempersilahkan Jeni untuk mengikutinya.ruangan Nathan terletak di lantai paling atas,beberapa staf sekertaris di tempatkan di depan pintu masuk.mereka serempak berdiri dan sedikit membungkuk ketika melihat kedatangan Elios.
“Silahkan masuk Nona Muda,Tuan Muda pasti sangat senang melihat kedatangan anda!”
Elios bicara sambil tersenyum,membuat Jeni membalasnya dengan senyum pula.
Jangan memberikan senyum anda ke sembarang orang Nona,senyuman anda sangat menghipnotis kami.
Jeni memasuki ruangan Nathan setelah mengetuk pintu itu beberapa kali,Jeni takjub dengan isi dan peralatan lengkap yang ada di dalam ruangan itu.ketika pandangannya menyapu isi ruangan,tatapannya terpaku pada sebuah foto berukuran besar.foto pernikahan dirinya dan Nathan,foto dimana dirinya tersenyum bahagia,dan Nathan yang dengan tampilan ekspresi datar.Jeni tersenyum melihat foto dirinya dan sang suami,dia tidak menyangka foto besar itu akan terpajang di ruangan sang suami.
Sementara di luar ruangan Elios terlihat memberi arahan kepada para Stafnya,mengenai kedatangan Nona Muda yang merupakan istri dari Tuan Nathan,dan meminta mereka menyambut dan mengijinkannya,menemui Tuan Muda jika suatu saat sang Nona berkunjung.begitu juga pada sofi,yang langsung diminta mengantarkan sang Nona langsung ke Lift khusus.
Jeni meletakkan makanan yang dia bawa,sang suami masih tidak menyadari kedatangannya,dia masih fokus dengan kertas-kertas yang berserakan di mejanya.
“Kau akan mengacuhkan aku, sampai kapan sayang!”
“Kau datang sayang,kenapa tidak mengatakan padaku jika kau akan datang,aku bisa menunggumu di bawah!”
Jeni memberi Nathan kecupan ringan di bibirnya,membuat Nathan semakin merasa senang.
“Kejutan,aku ingn makan siang bersamamu!”
Jeni menunjukkan bekal yang dirinya bawa,untuk mereka nikmati,Nathan menatap mata Jeni dalam.rasa yang semakin dia rasakan membuatnya merasa bahagia,jika berada di samping Jeni.Nathan mengecup dan mencium bibir manis Jeni,menikmati rasa manis yang kini selalu menjadi candunya.ciuman panjang berlangsung lama,hingga nafas keduanya terengah-engah.
Nathan mengangkat tubuh Jeni,dan membawanya menuju kamar yang tersedia di dalam ruangan itu.kamar yang selalu Nathan gunakan,jika merasa kelelahan.Nathan membaringkan tubuh Jeni,menikmati setiap inci permukaan kulit Jeni yang halus.
“Aku ingin memakan mu,setelah itu baru makan siang!”
Jeni hanya tersenyum dan menganggukkan kepala,akhirnya makan siang ala Nathan terjadi di siang yang panas itu,hampir 1 jam pergulatan mereka,hingga kepuasan di rasakan oleh keduanya.Nathan mengecup beberapa kali kepala Jeni,dan menenggelamkan tubuhnya dalam pelukannya.siang yang begitu spesial bagi Nathan,karena di kunjungi oleh sang istri tercinta.
Suara perut Jeni yang keroncongan meronta untuk segera di isi,membuat Nathan tertawa dan semakin gemas kepada Jeni,yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
“Maafkan aku telah membuatmu kelaparan,aku menjadi gila jika sudah menikmati mu sayang,bersihkan dirimu,kita makan siang!”
__ADS_1
Jeni mengangguk malu,dan bangun menuju kamar mandi dengan kemeja yang menutupi tubuhnya,Nathan tersenyum bahagia melihat sang istri yang hilang di balik pintu.Nathan memakai satu persatu pakaiannya yang tergeletak begitu saja di lantai,dia menunggu sang istri yang tidak berapa lama keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkapnya.
Nathan mengulurkan tangannya,dan di sambut oleh Jeni.keduanya keluar kamar dan duduk di sofa,Jeni mengeluarkan beberapa makanan yang tadinya panas kini menjadi dingin karena ulah Nathan yang makan siang dengan cara lain. Nathan mencoba satu persatu makanan yang Jeni bawa,membuat Jeni mengerutkan dahi.
“Sayang aku membawa makanan ini untuk Elios juga!”
“Dia pasti sudah makan di kantin sayang,aku akan memakannya aku lapar tenagaku habis setelah perang!”
“Sayang!”
“Haahaaha,,,Makanlah!”
Mereka berdua menikmati makan siang bersama,setelah menikmati makan siang yang menyenangkan itu,Nathan memeluk Jeni dan melarangnya pulang.
“aku akan pergi ke salon dengan Mama dan Tania!”
“Tunggulah meraka disini,tidak usah kembali ke toko,Elios akan menghubungi Mama!”
“Kau tidak akan kerja jika aku berada disini,kau akan menggangguku!”
“Tidak aku janji,tidurlah di kamar!”
“Cup”
Nathan mengecup ringan bibir Jeni,dan mendorongnya memasuki kamar,tanpa banyak bicara Jeni menuruti perintah Nathan.dirinya memang lelah dan ingin istirahat,Jeni merebahkan dirinya di ranjang besar dan empuk ,ranjang yang tadi mereka gunakan untuk memadu kasih.lama-kelamaan Jeni tertidur lelap,Elios menghubungi sang Nyonya besar,dan mengatakan jika Nona Muda menunggunya di kantor.
Tania yang mengetahui keberadaan kakak iparnya menjadi kesal,dan marah-marah tidak jelas kepada sang kakak,yang tidak ada dihadapannya.beberapa kali Nathan bersin-bersin dibuatnya,membuat pikiran Nathan hanya tertuju pada sang adik,yang dia yakini sedang mengomel dan mengumpat tidak jelas padanya .
Semenjak Nathan mengungkapkan cintanya,semenjak itu juga dirinya tidak pernah jauh dari Jeni,sehingga membuat sang adik ,tidak memiliki waktu bersama Jeni seperti dulu,karena sebelumnya hubungan mereka biasa saja.Nathan pun tidak menyalahkan sang adik yang kesal padanya,karena merasa dirinya telah merebut kakak perempuannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore,Tania dan sang ibu sudah dalam perjalanan menuju kantor Nathan.beberapa pekerjaan telah Nathan selesaikan,dia bangun dari duduknya dan melihat keadaan Jeni,wajah polos nan cantik milik istri kesayangnnya.Nathan tersenyum melihat sang istri yang masih terlelap,karena tidak tega membangunkan istrinya,Nathan kembali ke mejanya.
“Jeni masih tidur Ma,pergilah bersama Tania,dan katakan pada Tania untuk tidak marah padaku.aku akan memberinya uang jajan lebih besok!”
Nathan menyimpan kembali ponselnya,dan memeriksa kembali berkas berkas yang telah dia kerjakan.
“Ada apa dengan kakak ipar,jangan bilang kak Nathan menahan kakak ipar lagi?”
“Huss jangan menuduh kakakmu seperti itu,kakak ipar mu masih tidur,dan kakakmu tidak tega membangunkannya!”
“Itu semua pasti karena ulah Kak Nathan,jadi kakak ipar kelelahan.uang jajan yang kak Nathan janjikan tidak akan mempan menghilangkan rasa kesal ku!”
__ADS_1
Sang ibu hanya tersenyum dan menggeleng pelan,dirinya juga tidak bisa menyalahkan putrinya,yang kehilangan teman sekaligus kakak perempuan.Nathan memonopoli Jeni selama di rumah,dan Tania tidak pernah memiliki waktu bersama seperti hari-hari sebelumnya.