
Hari dimana Tuan Sanjaya ingin bertemu Jeni tiba,pagi ini setelah menemani sang suami,Jeni duduk di taman menunggu kedatangan sang Ayah.beberapa pengawal di tempatkan di beberapa tempat,Sofi yang sudah mulai aktif menjaga Jeni,ikut mengambil peran dalam menjaga keselamatan sang Nona Muda.
Di rumah yang begitu megah dan untuk yang pertama kalinya,Tuan Sanjaya menginjakan kakinya di rumah yang bak istana itu.tubuh Tuan sanjaya sedikit gemetar ketika melangkahkan kakinya,di dalam rumah mewah tersebut.tatapan mengintimidasi dari para pengawal,dan penjaga membuatnya sedikit takut.dari jauh terlihat sosok putrinya yang duduk di kursi taman,dengan seorang wanita muda.
“Nona Muda,tamu anda sudah datang!”
Salah seorang pelayan datang bersama Tuan Sanjaya,Jeni yang mendengar ucapan sang pelayan membalikan tubuhnya,dan menatap pria paruh baya,yang terlihat semakin kurus itu.tatapan teduh dan penuh kelembutan dari Tuan Sanjaya,membuat hati Jeni sakit.selama ini dirinya tidak pernah mendapat tatapan seperti itu dari sang Ayah,namun kini di keadaan inilah sang Ayah memberikannya.Jeni berusaha menenangkan hatinya,dan mengontrol emosinya,agar tidak meledak.
“Selamat datang di kediaman Agatha,Ayah,,bagaimana keadaan Ayah”
“Ayah baik,Bagaimana kabarmu?”
“Seperti yang Ayah lihat,aku baik-baik saja berkat suamiku!”
“Baguslah!”
“Duduklah Ayah!”
“I,,iya!”
Mereka duduk saling berhadapan,seorang pelayan datang membawakan minuman dan cemilan untuk keduanya.baik Tuan sanjaya maupun Jeni,tidak ada yang membuka percakapan sehingga keduanya larut dalam pikiran masing-masing.
“Jeni,Ayah ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang telah Ayah lakukan.berkali-kali Ayah menyakiti hatimu,mungkin maaf tidak pantas Ayah ucapakan,namun hanya ini yang bisa Ayah lakukan sekarang!”
“Kami sangat berdosa padamu,Ibu Andita bahkan adikmu Lara.kami sungguh berdosa padamu,kata maaf tidak akan cukup untuk mengobati lukamu.namun Ayah tetap harus meminta maaf padamu!”
Jeni memalingkan wajahnya,air matanya menetes begitu saja.jauh di dalam hatinya dia begitu menyayangi sosok AYahnya,namun perlahan cinta dan kasih sayangnya menjadi benci karena perlakuannya kepadanya.Jeni yang tidak pernah mengharapakan apapun selain pengakuan sang Ayah padanya,namun harapan hanya harapan saja.semakin dirinya ingin mendekati sang Ayah,semakin menjauh sang Ayah untuknya.
“Bolehkah aku bertanya beberapa hal Ayah?”
__ADS_1
“Katakan saja,Ayah akan menjawabnya dengan jujur!”
“Pernahkah Ayah menganggap ku sebagai putrimu,dan kenapa Ayah begitu tidak menyukaiku?”
Deg,,pertanyaan yang begitu sulit untuk dirinya jawab,Jeni utarakan.Tuan Sanjaya meremas kedua tangannya,dan menundukkan kepalanya sedalam-dalamnya.membuat Jeni sadar kalau dirinya memang tidak berharga dimata sang Ayah.
“Tidak perlu menjawabnya jika Ayah tidak menginginkannya,karena ku pikir aku tidak perlu jawaban itu lagi!”
“Maafkan Ayah,Jeni!”
Jeni menutup matanya,menghapus air mata yang terus meleleh di pipinya.sakit itulah yang dia rasakan,namun apa yang bisa dirinya lakukan?selain menangisi nasibnya sebagai anak terbuang,dan tidak di inginkan di keluarga Sanjaya.Nathan yang sebenarnya belum pergi melihat dari kejauhan,melihat sang istri yang terus meneteskan air mata membuatnya mengeram kesal.namun dirinya harus menahan rasa kekesalannya,sampai pertemuan antara keduanya berakhir.Nathan masih menempelkan alat pendengarannya,dia menyadap pembicaraan istri dan mertuanya.
“Kau terlahir karena sebuah kesalahan yang tidak ingin Ayah akui,Ayah tidak pernah mencintai ibumu,namun ibumu sangat mengabdikan cintanya untuk Ayah.sesaat hati Ayah mulai goyah karena sikap lembut ibumu,namun Ayah juga mencintai Andita.dan dia juga mengandung anak Ayah,sehingga Ayah mengabaikan ibumu,sampai akhir hidupnya!”
“Maafkan Ayah Jeni,tolong maafkan Ayah!”
“Saat Tuan Nathan meminta Ayah untuk memilih antara perusahaan dan Aku,benarkah Ayah lebih memilih perusahaan?”
“Pernahkah Ayah tau,jika kehidupanku sebelumnya seperti neraka di rumah ini.pernahkah Ayah memikirkan hidup dan perasaanku?.namun Ayah dengan entengnya,mengeluarkan ku dari daftar keluarga,karena tidak bisa memberi kalian dukungan finansial lagi,sungguh tragis bukan?”
“Jeni,,Ayah!”
“Meski sakit,aku putrimu ini memaafkan mu Ayah.kau paling mengenalku bukan,meski bagaimanapun kalian memperlakukanku, aku tetap bersikap baik dan menurut apa kata kalian!”
“Aku pikir pembicaraan kita sudah selesai Ayah,aku ingin istirahat!”
“Jaga dirimu baik-baik,semoga hidupmu bahagia Jeni.ini doa tulus dari Ayah!”
Tuan sanjaya meninggalkan Jeni di taman,tangisan Jeni mulai pecah.Natahn mengepalkan tangannya,mendengar semua pembicaraan keduanya.raut wajah marah Nathan terlihat jelas oleh Elios.hingga membuat Elios penasaran tentang apa yang Tuan Sanjaya dan sang Nona bicarakan,Nathan membalikan tubuhnya dan menemui Tuan Sanjaya.
__ADS_1
Hikss,,,Hiksss,,ibu apakah kau begitu menderita karena mencintai Ayah,kenapa kau harus hidup dengannya dan mencintai pria sepertinya,,
Jeni menangis sejadi-jadinya,dadanya terasa sesak.sang mertua menghampirinya dan memeluknya,Sofi yang terlihat baik-baik saja dan berusaha menahan emosinya.tidak bisa menahan air matanya lagi.begitu juga dengan sang ibu mertua,kehidupan pahit yang di alami Jeni membuatnya sadar akan kesalahan yang pernah dirinya lakukan.
Tuan sanjaya terkejut melihat kehadiran Nathan di depannya,melihat kilatan amarah di mata Nathan,membuat Tuan Sanjaya ketakutan.dengan tubuh sedikit gemetar,Tuan Sanjaya menundukkan sedikit kepalanya.
“Anda sudah mengatakan semua yang ingin kau katakan pada istriku bukan,dan aku minta kau tidak pernah menemuinya lagi.seperti katamu,Jeni terlahir dari sebuah kesalahan,jadi anggap saja anda tidak pernah memiliki seorang putri yang bernama Jeni!”
“Tolong jaga dia Tuan Nathan,tolong perlakukan dia dengan baik.selama bersamaku dia begitu menderita,tolong bahagiakan dia!”
“Anda tidak perlu memintanya,aku akan membahagiakan istriku.tidak akan pernah ada kesedihan lagi dimata indahnya!”
Tuan Sanjaya tersenyum hangat mendengar ucapan Nathan yang begitu tegas,membuat hatinya tenang bila meninggalkannya kelak.dengan sopan Tuan sanjaya meninggalkan kediaman Tuan Sanjaya,hatinya sakit karena melihat kesedihan dimata putrinya.namun dia harus melepaskan putrinya,untuk memulai hidupnya bersama keluarga barunya.
“Sekarang kau memiliki kami Jeni,ada Mama,Tania dan Nathan yang menerimamu di rumah ini.lupakan semua kesedihan dan luka yang pernah kau rasakan,kejarlah kebahagiaanmu bersama kami dan keluarga kecilmu kelak!”
“Jangan larut dalam kesedihan,ingat sekarang ada kehidupan di rahimmu,kuatlah untuk dia!”
Jeni melepas pelukannya dan menatap sang mertua,yang ikut meneteskan air mata.Natahn hanya bisa menyaksikan dari dekat,interaksi keduanya.Jeni memeluk wanita paruh baya,yang kini menjadi ibunya itu.
“Terimakasih Ma,terimakasih telah memberiku kekuatan dan dukungan,disaat aku terpuruk!”
“Kita adalah keluarga,itulah gunanya kelurga Jeni!”
Keduanya saling melempar senyum,membuat Nathan mengurungkan niatnya untuk mendekati keduanya.senyum lembut Jeni terukir kembali di sudut bibirnya,membuat Nathan tenang dan memutuskan ke kantor bersama Elios.mmeberikan waktu untuk sang ibu dan sang istri,untuk saling mendukung satu sama lain.
Tuan Sanjaya kembali kerumahnya,kakinya melangkah menuju kamar belakang.kamar yang menjadi saksi penderitaan Jeni sejak kecil hingga dewasa,keturunan Sanjaya yang tidak diperlakukan selayaknya seorang putri dari keluarga terhormat.seorang gadis kecil yang harus tidur terpisah jauh dari keluarga,gadis kecil yang harus mengenal pahitnya kehidupan.gadis kecil hingga remaja,yang hanya dirinya habiskan untuk bekerja,dan membantu pekerjaan rumah layaknya seorang pelayan,agar dirinya tidak di tendang dari rumah sanjaya.
Kasur tipis,serta kamar sempit menjadi tempat bernaung bagi Jeni selama ini.air mata tumpah dari pipi tirus sang pria,begitu kejamnya dirinya dan sang istri,memperlakukan Jeni selama ini.gadis kecil yang terbuang di tengah keluarganya sendiri.Foto using Jeni semasa kecil masih menempel didinding kamarnya,tidak ada boneka ataupun barang mewah di kamar itu.Jeni yang mandiri tidak memerlukan semua itu,yang dia lakukan hanyalah bekerja untuk kehidupan yang lebih baik.bahkan dirinya sudah bisa membuktikannya,dengan memiliki toko Roti sendiri,membuat Tuan Sanjaya secara diam-diam sedikit kagum,akan kerja kerasnya.
__ADS_1
"Hikss,,hiksss,,Tolong maafkan Ayahmu ini,Ayah sungguh bodoh,,"
Tuan Sanjaya menangis pilu dikamar Jeni,tangisannya membuat para pelayannya ikut prihatin akan apa yang terjadi.bahkan beberapa di antara mereka ikut meneteskan air mata.keluarga yang dulu begitu di segani kini hancur,karena ulah sang putri yang menjadi tersangka.