Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
40.Bertemu Mantan!


__ADS_3

Hari ketiga di negara tetangga,menikmati keindahan alam serta budaya yang ada.membuat Jeni melupakan semua beban dan rasa sakit yang pernah ada dihidupnya.Jeni berjanji pada dirinya sendiri,untuk mencari kebahagiannya dengan keluarga barunya.dan tidak akan pernah mengganggu keluarga sang ayah,sehingga menyebabkan sang ayah selalu membencinya,karena di anggap biang dari segala masalah.


Pagi yang begitu cerah,di sebuah Kafe, jeni sedang menikmati sarapannya.sambil menunggu Nathan,yang sedang pergi ke toilet.seseorang memandang Jeni dengan tatapan merindu.dialah Vano sang mantan kekasih,yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke negara yang sama dengan Jeni.Vano berjalan mendekati Jeni,dengan senyum yang tak pernah lepas dari sudut bibirnya.


“Hai Jeni,lama tak bertemu!”


Vano duduk begitu saja tanpa di persilahkan,Vano menatap Jeni dengan kedua tangan menopang dagunya.Jeni sedikit terkejut dengan keberadaan Vano,yang datang secara tiba-tiba.


“Apa yang kau lakukan disini?”


Jeni menatap tak suka ke arah Vano,yang hanya tersenyum dan terus menatap Jeni .membuat Jeni semakin kesal,dan ingin menonjok wajahnya yang terlihat menyebalkan dengan  tinjunya.


“Kau kemana saja Jeni,aku mencari mu?’


“Untuk apa mencari ku,kita tak ada urusan lagi Vano!”


“Apa kau bahagia dengan pernikahanmu?”


“Bagaimana menurutmu,kau bisa melihatnya sekarang bukan!”


Jeni menampilkan senyum bahagianya,ia tak ingin Vano mengganggu pernikahannya lagi.Jeni ingin tenang menjalani pernikahannya kini.


“Aku bahagia Vano,apapun yang kau dengar dari orang lain, aku harap kau tidak mempercayainya !”


“Aku bisa melihatnya di matamu,jadi aku akan ikhlas jika kau sudah bahagia,dan berbahagialah Jeni!”


Vano menatap Jeni dengan tulus,tidak ada keinginan untuk merebut Jeni lagi,ia bisa merasakan pancaran kebahagiaan di wajah cantiknya.kini mereka saling bertukar kabar dan mendengar cerita masing-masing.meski Jeni sedikit takut akan kedatangan Nathan, yang bisa saja langsung mengamuk itu,namun Jeni tak enak hati untuk mengusir Vano yang  tak salah apa-apa.Jeni ingin memperkenalkan Nathan pada Vano,agar tak terjadi kesalahpahaman lagi di antara mereka.Nathan keluar dari toilet, dan melihat sang istri sedang berbicara dengan seorang  pria, yang membelakangi Nathan.sehingga Nathan tidak melihat wajah sang pria.Nathan mengedarkan pandangannya mencari sosok Elios, yang masih setia duduk di sudut ruangan tak jauh dari meja Jeni.Nathan berfikir jika Elios tidak bertindak,berarti pria yang dihadapan Jeni sekarang adalah orang yang dikenal sang istri.


Nathan mendekat ke arah Jeni yang sudah melihat kedatangannya,Jeni tersenyum hangat kepada Nathan,yang dibalas senyum tak kalah hangat oleh Nathan.Vano menatap senyum indah ,yang begitu ia rindukan.namun sesaat kemudian,seorang pria tinggi nan tampan, datang mengecup pucuk kepala dan pipi Jeni dengan sayang. Vano mengalihkan tatapannya pada pria yang kini telah duduk di samping Jeni.Nathan menatap dingin Vano,seolah mengatakan jangan pernah mengganggu wanitaku lagi.


“Vano, perkenalkan dia suamiku Nathan!”


Vano menatap Nathan sejenak,kemudian mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Nathan.


“Saya Vano,senang bertemu dengan anda Tuan Nathan!”


Nathan tak menjawab sapaan Vano,ia hanya mengangguk, kemudian mengalihkan perhatiannya pada rambut Jeni yang terurai indah.


“Sayang,bisa pesankan akau secangkir kopi?”

__ADS_1


Jeni menatap Nathan,seolah tau apa yang ingin Nathan lakukan.Jeni mengangguk dan tersenyum,kemudian meninggalkan dua pria dewasa yang pernah ada dihatinya,dan yang menempati hatinya sekarang.


“Jadi kau mentan kekasih Jeni?”


“Iya!”


“Aku berharap mulai sekarang kau menjaga jarak dengannya,kami sudah menikah.agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi,yang membuat Jeni mendapat masalah!”


Vano menatap Nathan dengan tenang,dia tau apa maksud perkataan dari pria dihadapannya kini.”apakah Jeni mendapat masalah,atau Selena telah melakukan sesuatu?,pikir Vano dalam hatinya.


“Aku tau dimana posisiku sekarang,dan saya berharap anda membahagiakan Jeni!


Vano tersenyum lembut,membuat Nathan menghela nafasnya.


“Aku tau apa yang terbaik untuk istriku,dia akan menjadi ratu di hatiku!”


Ucapan Nathan,membuat Vano bahagia.Dia sadar dulu dirinya hanya bisa menyakiti Jeni,namun sekarang ia berharap kebahagiaan untuk kehidupan Jeni.perbincangan antara keduanya masih berlanjut.sementara jeni telah di bawa oleh Elios,mereka menunggu di luar Kafe


“Elios,apa kau yakin suamiku tidak akan menghajarnya?


“Saya yakin Nona,percayalah pada Tuan Muda.mungkin Tuan akan menghajarnya atau membunuhnya,jika dia berani menyentuh anda Nona!”


“Kau menakuti ku, Elios!”


“Maafkan saya Nona!”,,Elios menundukkan kepalanya,sementara Jeni melempar pandangannya jauh kedepan.berharap apa yang di katakan Elios tidak benar.hampir 15 menit mereka menunggu,akhirnya Nathan kembali dan langsung memeluk Jeni dari belakang.Elios dengan segera menjauh dari mereka.


“Kua tidak melakukan sesuatu padanya kan?,seperti menghajarnya misalnya?


Nathan mengangkat alisnya,mendengar pertanyaan dari sang istri.dia yakin pasti Elios mengatakan yang tidak-tidak pada Jeni.


“Aku tidak sebrutal itu,jika dia berani menyentuhmu, tentu aku akan  menghajarnya!


Jeni menatap Nathan,dan di detik selajutnya ciuman sayang mendarat di bibir manisnya.


“jangan biarkan tangan laki-laki lain,menyentuhmu mengerti!


Ucapan Nathan yang begitu tegas,membuat nyali Jeni menciut,ia hanya bisa mengangguk patuh.hari itu mereka masih menikmati  keindahan kota,dengan mengelilingi beberapa tempat wisata.


Hari telah berganti malam,setelah menikmati makan malam Nathan dan Jeni ,memutuskan kembali ke Villa.Jeni merasakan lelah karena aktifitas mereka seharian ini.Jeni memasuki kamar mandi dan merendam tubuhnya dengan air hangat yang dicampur aroma terapi,sehingga membuatnya sedikit lebih rilex.Nathan ikut masuk dan melihat Jeni,menutup matanya.Nathan melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya,dan ikut merendam tubuhnya.merasakan ada seseorang ,Jeni membuka matanya dan melihat sang suami sudah berada dihadapannya.Jeni tersenyum,dan berpindah posisi menyandarkan tubuhnya di dada bidang Nathan.setelah 30menit berlalu, keduanya keluar dari kamar mandi keduanya hanya menggunakan  bathrobe.

__ADS_1


Jeni berdiri di samping jendela kamarnya,melihat pemandangan malam dari kamarnya.Nathan memeluk Jeni dari belakang,dan menyandarkan dagunya dipundak Jeni.sambil mengecup dan mengigit kecil leher putih Jeni.


“Apa kau bahagia sayang?”


“Sangat bahagia,terimakasih telah memberiku kebahagian.dan tetaplah di sisiku untuk selamanya!”


Tetesan bening mengenai tangan Nathan,ia tau Jeni sedang menangis sekarang.diputarnya pundak Jeni hingga menghadapnya.mata indah itu kini tergenang oleh air mata bahagia,Nathan mengecup kedua mata Jeni.


“Aku berjanji padamu,tidak akan pernah meninggalkanmu.bahagiaku ada padamu,aku mencintaimu!”


Nathan mengecup bibir Jeni lembut,menyalurkan rasa cinta yang dia miliki.Nathan memeluk sayang Jeni yang kini menumpahkan tangisannya dalam dekapan Nathan.setelah lelah dengan tangisannya Nathan membawa Jeni tidur,mereka berbaring saling memeluk.hingga keduanya terlelap dalam mimpi indah.


Sinar matahari pagi masuk disela-sela jendela,suara deburan ombak membuat Nathan terbangun dari tidurnya.ia menatap sang istri yang masih terlelap dalam balutan selimut.Nathan mengecup keningnya dan turun dari ranjang,menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.setelah selesai dengan ritualnya,ia keluar drai kamar mandi,Nathan tersenyum melihat Jeni yang masih tertidur lelap.


Nathan melangkahkan kaki keluar dari Villa yang ia tempati.terlihat Elios, sudah duduk di sebuah meja dengan sarapannya.ketika menyadari kedatangan Nathan,Elios berdiri dari duduknya,dan menyambut Nathan.


“Selamat pagi Tuan Muda,apa tidur anda nyenyak?


“Hem!”


Nathan dan Elios duduk,menikmati sarapan yang tersedia.Nathan memakan buah yang ada di meja,sementara Elios menikmati secangkir kopi,dan roti bakarnya.


“Bagaimana persiapannya?”


“Semuanya sudah beres Tuan Muda!”


“Aku harap hari ini, menjadi hari yang  tidak akan bisa kami lupakan!”


“Saya yakin Tuan,Nona Muda kan mengingatnya seumur hidupnya!”


Nathan menganggukkan kepalanya,dan menikmati buahnya,ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukan jam 9 pagi.


“Minta mereka datang jam 10,minta mereka menunggu sampai Jeni bangun!”


“Baik Tuan Muda!”


Nathan bangun dari duduknya dan masuk kembali kedalam kamar,mengambil Ponsel dan mengecup kepala Jeni,sebelum meninggalkan Jeni sendirian dikamarnya.Tepat jam 10 pagi,para pelayan dan orang suruhan Elios telah mendatangi Villa.seperti yang dipesan oleh sang Tuan,mereka harus menunggu sampai sang Nona bangun.tidak ada yang boleh mengganggu ataupun membangunkannya. Jeni terbangun dari tidur nyenyak,dia melihat ruangan kamar yang begitu sepi,dan melihat jam yang ada didinding sudah menunjukkan jam 11 siang.Jeni sedikit terkejut dengan jam tidurnya yang begitu lama,apakah dia begitu kelelahan sampai tidurnya begitu lama.


Jeni turun dari ranjangnya,ia menatap deburan ombak diluar kamarnya dalam diamnya ia tersenyum.kemudia ia beranjak,memasuki kamar mandi dan membersihkan diri.

__ADS_1



__ADS_2