Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
50.Kebenaran (2)


__ADS_3

Nathan melirik Elios,dan dengan segera Elios menaiki tangga menuju kamar yang di tunjuk oleh Nyonya sanjaya.kamar yang merupakan kamar Lara dulu,namun tidak digunakan oleh Lara,karena Lara lebih memilih kamar milik Jeni yang menurutnya lebih luas.karena pertengkaran antara Jeni dan Lara yang merebutkan kamar itulah,Jeni dihukum dan dibawa jauh dari pusat kota,dan meninggalkannya semalaman.dan sejak saat itulah Jeni pindah ke kamar belakang berdekatan dengan para pelayan.


Elios membuka pintu kamar dan mengamati isinya,kemudian pindah ke kamar Lara yang memiliki perlengkapan lebih lengkap,dibanding kamar sang Nona Muda.Elios menuruni tangga dan membisikkan sesuatu di telinga Nathan,tangan Nathan mengepal dirinya berusaha menahan emosinya.raut wajah Nathan berubah menyeramkan membuat Tuan sanjaya gemetar,tapi lain halnya dengan Nyonya Sanjaya.


“Ada apa dengan wajah anda Nyonya sanjaya?”


Mendengar suara berat Nathan,membuat mata Lara berbinar bahagia.sejak tadi dia sudah tidak sabar mendengar Nathan bicara.


Akhirnya kau menyadari keadaanku,lihatlah aku akan membuatmu menyalahkan istrimu itu,aku akan membuatmu berpihak padaku.  


“Hikss,,Hikkss,,”


Bagus ibu tunjukan akting mu,buat Tuan Nathan membenci Jeni dan membuangnya,buat aku menggantikan posisinya di kediaman Agatha.aku yakin ibu pasti bisa melakukannya.Lara


Beraktinglah semampu mu,aku ingin tau sampai dimana akting dan drama mu Nyonya.aku ingin tau rencana apa yang akan kau tunjukan kepadaku.Nathan


Dasar siluman rubah,akting mu payah.jika aku jadi kau,aku tidak akan pernah mencoba berakting di hadapan Tuan Nathan.kau hanya mencari masalah untuk dirimu dan keluargamu Nyonya. Elios


Apa yang kau rencanakan Andita,aku mohon jangan membuat masalah yang akan membuat kita rugi.jika kau membuat Tuan Nathan marah kali ini,tamatlah riwayat kita,ucapkan selamat tinggal pada kemewahan yang selama ini kalian nikmati.Tuan Sanjaya


“Ini perbuatan Jeni,dia memerintahkan anak buahnya untuk menganiaya diriku.lihatlah lebam di wajahku dan tanganku yang retak,semua krena ulahnya!”


“Aku tidak tau kalau putriku akan menjadi sangat mengerikan seperti itu,mungkin di hadapanmu dia akan berprilaku baik Tuan Nathan.tapi ketika di belakangmu dia sangat kejam!”


“Ibu sudahlah,maafkan perbuatan kakak ya!”


“Kenapa kau masih membela kakakmu, yang sudah terbukti bersalah itu.jangan menutupi kejahatannya lagi,biarkan Tuan Nathan mengetahui yang sebenarnya!”


Wanita iblis,kalian sangat pandai membalikkan kebenaran,jika ada penghargaan artis dengan peran kejam,kalian pasti akan mendapatkan penghargaan itu.


Tuan Sanjaya hanya diam dan mendengarkan apa yang istri dan anaknya katakan,bahkan tuduhan yang tidak mendasar untuk Jeni,tidak dia bantah sekalipun. Seolah-olah Tuan Sanjaya membenarkan apa yang istri dan anaknya ceritakan.membuat Nathan semakin emosi dan ingin menghajar sang ayah mertua.


“Apa anda yakin Jeni ku yang melakukannya?”


Deg,mendengar panggilan“JENIKU”yang keluar dari mulut Nathan,membuat tubuh ketiga orang dihadapannya membeku.

__ADS_1


“A..apa maksud Tuan Muda?”


“Aku bertanya padamu Nyonya,apa kau yakin jika Jeni ku yang melakukannya.bagaimana jika kau berbohong padaku!”


Tubuh Nyonya Sanjaya mendadak gemetar,tangannya mulai dingin.Elios yang menyadari perubahan dari gelagat Nyonya Sanjaya tersenyum mengejek,begitu juga dengan sang suami yang semakin ketakutan jika benar istrinya berbohong.maka dirinya akan mendapat masalah karena telah mempercayai sang istri dan telah menuduh Jeni yang bukan –bukan.


“Saya tidak berbohong Tuan Nathan,ada Lara yang menjadi saksinya.anak buah mu menganiaya diriku atas perintah Jeni!”


Nyonya Sanjaya melirik Lara,yang kebingungan harus menjawab dengan benar atau bicara dengan jujur.dsatu sisi ada ibunya,yang selalu mendukung apapun yang dia lakukan,dan satu sisi ada pria yang teramat dia kagumi.


“Benar Tuan Nathan,mereka menganiaya ibuku!”


Nathan menegakkan tubuhnya,dan menatap satu persatu manusia yang begitu menyakiti istri kecilnya.


“Bagaimana jika kalian berbohong,apa kalian bersedia menerima hukuman dariku?”


“Tentu saja Tuan,saya  tidak berbohong!”


Tuan Sanjaya menggenggam tangan sang istri dan menggelengkan kepalanya,namun sang istri yang keras kepala tetap pada pendiriannya yang menuduh Jeni menyerangnya.suara tawa Nathan memenuhi ruangan,membuat tubuh ketiganya bergetar.Nathan bangun dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Elios,dengan Cepat Elios memberikan sebuah sapu tangan.


“Lihatlah kebenaran dan kebohongan istrimu Tuan Sanjaya,kebodohanmu sebagai seorang laki-laki dan seorang suami,sungguh di gunakan sebaik-baiknya oleh istrimu!”


Nyonya Sanjaya semakin ketakutan,dirinya tidak menduga jika Nathan akan menyadari kebohongannya.dia berusaha bersikap tenang,dan menatap Nathan.


“Apa yang anda lakukan, pada ibu mertua anda sendiri Tuan Nathan!”


“Aku hanya ingin menunjukkan kebenaran pada pria bodoh di sebelah mu ini, Nyonya Sanjaya!”


Dengan kasar Nathan menarik dagu Nyonya Sanjaya,dan mengusapkan sapu tangan yang dia bawa ke wajah Nyonya Sanjaya,yang berusaha melepaskan dirinya.namun tenaga dan kekutan Nathan,tidak bisa dirinya saingi.wajah tanpa lebam dan bekas make up terlihat jelas di wajah Nyonya Sanjaya.


Tuan Sanjaya begitu terkejut dengan apa yang dia lihat,air mata telah membasahi pipi Nyonya Sanjaya.tatakala menatap Mata sang Suami  yang seolah mengatakan kekecewaannya.Nathan bahkan membuka perban di tangannya,yang katanya patah itu.Nathan berdiri dan menatap ketiganya dengan pandangan membunuh.


“Elios!”


Elios menunduk dan melangkah maju ke arah Tuan Sanjaya,dan mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan,rekaman percakapan antara sang istri,Lara dan Jeni.Tubuh ketiganya semakin bergetar,terlebih Lara dan sang ibu yang nyata-nyata telah berani berbohong.

__ADS_1


Nathan duduk kembali di sofanya,dan menatap ketiganya dengan pandangan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.


“Kamar Jeni bukan dilantai atas,tapi dikamar belakang dekat dengan kamar para pelayan.jadi selama ini anda menganggap istriku seorang pelayan dirumahnya sendiri,dan bukan salah satu pewaris Sanjaya Group?”


“Dan anda dengan beraninya menemui istriku tanpa ijin dariku,anda sudah melanggar perjanjian yang sudah kita sepakati Tuan Sanjaya.dan sangat di sesalkan lagi adalah,anda menuduh istriku dengan berbagai tuduhan yang menyakitkan!”


Nathan bangun dari duduknya,dan masih dengan tatapan membunuhnya.


“Beri mereka hukuman yang setimpal,atas perbuatannya pada istriku Elios!”


Elios menundukkan kepala,Nathan meninggalkan ruangan itu dengan penuh amarah.dirinya tidak ingin mengotori tangannya sendiri dengan darah keluarga istrinya.setelah kepergian Nathan,Elios menunjukkan wajah membunuh yang lebih menakutkan lagi dari Nathan ,membuat Lara dan Sang Ibu mulai menangis dan mencari perlindungan pada sang suami.


“Apa yang seharusnya aku lakukan padamu Nyonya Sanjaya dan Nona Lara,anda dengan tidak tau malunya datang menemui Nona kami dan meminta sejumlah uang,terus menuduhnya melakukan kejahatan yang bahkan tidak dilakukan olehnya!”


“Tidakkah tuduhan anda begitu keji Nyonya,bisa aku lihat tanganmu yang mana yang patah itu Nyonya!”


Nyonya Sanjaya menggelengkan kepalanya,mencoba menyelematkan dirinya.amun baik sang suami maupun Lara tidak ada yang berani,menghentikan tindakan Elios.Lara hanya bisa menahan tangisnya.


“KREEKKK”


“Aakkkhh,,,!!”


“Mama!!”


Tangan Nyonya sanjaya benar-benar di patahkan oleh Elios,Lara mencoba menenangkan sang ibu yang menangis menahan rasa sakit di tangannya.


“Maafkan aku Tuan Elios,aku tidak akan mengganggu Jeni lagi aku berjanji,tolong ampuni kami!”


“Seharusnya itu yang anda lakukan dari dulu,ketika suami anda sudah menandatangani surat perjanjian.ini adalah peringatan pertama dariku,jika kalian mencoba menyakiti dan mencari masalah lagi dengan Nona Muda kami,aku tidak akan segan-segan menghancurkan kalian!”


“Maafkan kami Tuan Elios,aku sebagai suaminya tidak becus  Tuan.kami tidak akan mengganggu Jeni lagi.karena dia bukan lagi anggota keluarga kami!”


“Aku akan pegang janjimu Tuan Sanjaya,tapi jika kau mengingkari janjimu,kau tau akibatnya bukan!”


Elios meninggalkan rumah Tuan Sanjaya,dengan perasaan yang belum puas.dirinya belum puas memberi pelajaran pada orang-orang hina yang dengan teganya menyakiti sang Nona Muda.

__ADS_1


__ADS_2