Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
47.Memilih Untuk Berbohong


__ADS_3

Tuan Sanjaya telah menunggu Jeni di Tokonya,bahkan sebelum para karyawan datang,dirinya telah berada di sana.membuat para karyawan yang mengenalinya,dengan segera menghubungi Jeni.Setelah kepergian sang suami ke kantornya,saatnya Jeni berangkat untuk kerja.melihat pesan yang masuk dari sang karyawan,yang mengatakan sang Ayah berada di tokonya,membuat Jeni bertanya-tanya apa yang dilakukan sang Ayah di tokonya pagi-pagi.


Apa lagi yang Ayah inginkan,apakah Ayah tau kalau aku sangat lelah dengan perlakuanmu padaku.tidak bisakah Ayah melepaskan ku,seperti kalian yang melepaskan ku.  


Jeni menghirup dan menghembuskan nafasnya beberapa kali,sebelum melangkahkan kakinya menuju mobilnya.Sofi telah menunggu kedatangannya,dengan penuh hormat dia membukakan pintu mobil,untuk Nona Mudanya.Sofi menjalankan mobilnya menuju toko Roti,Sofi yang melihat raut wajah Jeni yang sendu,terus memperhatikannya.biasanya Nona Muda akan banyak bicara dan bercerita berbagai hal padanya,namun pagi ini Nona Mudanya tidak seperti biasanya.


“Apa ada sesuatu yang Nona pikirkan,atau Nona inginkan?”


“Tidak ada Sofi,aku ingin tidur sebentar!”


Jeni memejamkan matanya,sementara Sofi tetap mengemudikan mobilnya dengan hati-hati.meski Sofi tau sang Nona sedang memikirkan sesuatu,namun dirinya tidak ingin terlalu ikut campur.mobil telah memasuki area parkiran Toko Roti miliknya,Jeni menatap sang Ayah dari dalam mobilnya.Sofi yang menyadari sang Nona belum turun,dan terus memperhatikan pria paruh baya yang kini duduk di sebuah kursi.


“Apa anda mengenal pria itu Nona?”


“Iya aku sangat mengenalnya sofi,dia adalah Ayahku!”


Jadi dia Ayah Nona Muda,aku harus mengatakan kedatangannya pada Tuan Muda.


Setelah menenangkan dirinya,Jeni membuka pintu mobil dan melangkah memasuki tokonya.melihat kedatangan Jeni,sang Ayah langsung berdiri dan menatap putrinya yang beberapa bulan tidak dia jumpai.Sofi pun langsung bertindak cepat,dirinya tidak ingin sesuatu terjadi pada Nona Mudanya,mengingat tugasnya adalah menjaga Jeni dari gangguan anggota keluarganya.


“Tingg”


Suara pesan masuk ke ponsel Elios,dengan cepat dirinya membaca pesan yang Sofi kirim padanya.rahang Elios mengeras,membaca isi pesan Sofi.


“Tuan Muda,Tuan Sanjaya berada di toko Nona!”


Nathan menatap Elios,Nathan mengepalkan tangannya amarah langsung muncul di hatinya.


“Apa lagi yang orang tua itu lakukan,katakan pada anak buah mu untuk berjaga-jaga,aku tidak ingin dia menyentuh sehelai saja rambut istriku.jika orang tua itu berani melakukannya,patahkan tangannya!”


“Baik Tuan Muda!”


Elios sedikit menunduk dan meninggalkan rungan Nathan,dan menghubungi anak buahnya serta Sofi.Nathan masih berdiri dengan tatapan penuh kemarahan,dirinya tidak akan mengampuni sang mertua jika dia dengan berani memukul atau melukai istrinya lagi.


Aku tidak akan menahan diriku lagi,meski kau adalah orang tua, yang harus aku hormati karena Ayah dari istriku.namun jika kau memperlakukan istriku seperti sampah lagi,aku akan turun tangan sendiri untuk menghajar mu Tuan Sanjaya.aku bahkan telah memintamu menjauhi istriku,tapi dengan kurang ajarnya kau tidak mematuhi perjanjian yang telah kita sepakati. 


Beberapa anak buah Elios telah menyebar,tanpa sepengetahuan Jeni dan Tuan Sanjaya.hanya Sofi yang menyadarinya,dirinya memilih berdiri tepat dibelakang Jeni.membuat Tuan Sanjaya yang melihat hal itu mengerutkan dahi,karena dirinya tidak mengenal Sofi sama sekali.Jeni bersikap seperti biasanya,dia duduk di depan Ayahnya dengan tenang,namun tidak dengan Tuan Sanjaya,yang mendapatkan tatapan tidak bersahabat dari sofi.


“Ada keperluan apa Ayah menemui ku pagi-pagi?”

__ADS_1


“Khem,,Bagaimana kabarmu,apa kau sehat?”


Jeni mengangkat sebelah alisnya,mendengar pertanyaan sang Ayah yang menanyakan kabarnya untuk pertama kalinya selama hidupnya.


Apa yang kau rencanakan Ayah,tumben sekali Ayah menanyakan kabarku.


“Kabarku baik,bagaimana kabar Ayah?”


“Ayah baik!”


Tuan Sanjaya terlihat kaku dan gugup,Jeni bisa melihat kegugupan di wajah sang Ayah.


Apakah karena keberadaan Sofi yang terus menatapnya,sehingga Ayah menjadi gugup seperti ini.


Melihat kegelisahan sang Ayah,Jeni melirik Sofi dan menyuruhnya duduk dimeja yang bersebelahan dengannya.melihat hal itu,Tuan Sanjaya menjadi lebih rilex dan dengan berani menatap Jeni.


“Ada yang ingin Ayah bicarakan denganmu!”


“Katakan saja Ayah!”


“Ayah tau kau pasti sangat marah dan kecewa pada kami,tapi apa harus begini caramu melampiaskan kemarahan mu pada kami!”


“Apakah kau harus menyakiti ibumu seperti itu,ibumu dan saudarimu datang hanya untuk bicara dan meminta bantuan.kenapa harus meminta orang suruhan mu,menganiaya ibumu sampai terluka!”


Jadi ini karena mereka  dan Apa yang Ayah maksud,bahkan aku tidak melukainya sama sekali.dan pengawal apa,tidak ada yang melukai mereka.apa yang sebenarnya ibu tiri ku rencanakan.


“Aku tidak mengerti maksud Ayah,aku tidak melukai ibu atau Lara.apa mereka mengatakan kalau aku yang melukai mereka?”


“Tentu saja dari mereka,kau pikir darimana Ayah bisa tau!”


“Dan Ayah percaya pada ucapan mereka?”


“Jeni,Ayah..!!”


“Aku mengerti!”


Jeni tersenyum pada sang Ayah,masih ada rasa kekecewaan dimatanya.dirinya tidak pernah benar dimata sang Ayah,bahkan dirinya selalu menjadi sasaran kemarahan meski kesalahan itu tidak dilakukan olehnya.


“Aku memerintahkan anak buah Tuan Nathan,untuk memberi ibu dan Lara pelajaran.mereka bertindak kurang ajar padaku,dan aku tidak tahan dengan perlakuan mereka yang seenaknya!”

__ADS_1


“Aku bahkan meminta anak buah Tuan Nathan, membuat mulut Ibu dan Lara bungkam.apakah keadaan mereka sekarang sangat menyedihkan,apakah anak buah Tuan Nathan membunuh ibu dan adik tiri ku Ayah?”


“Jenita!!”


“Haahaha,,!”


Jenita tertawa dan tersenyum mengejek ke arah sang Ayah,dirinya akan menjadi orang jahat hari ini,karena itulah dirinya dimata sang Ayah.meski dirinya berkata jujur,sang Ayah tidak akan pernah percaya padanya.Tuan Sanjaya mengepalkan tangannya,dan menatap Jeni dengan tatapan tidak suka.


“Jika aku bicara jujur,Ayah tidak akan percaya padaku bukan.jadi untuk apa,aku membuang-buang waktuku untuk menjelaskan yang terjadi padamu,jika pada akhirnya kesalahan akan tetap lari padaku!”


“Ayah tidak percaya kau akan melakukan tindakan keji seperti itu pada ibu dan adikmu,kemana akal sehatmu,apa karena sekarang Tuan Nathan berada dibelakang mu sehingga dengan seenaknya kau melakukan tindakan kriminal!”


“Tentu saja Ayah,suamiku orang yang sangat berpengaruh di Negara ini,tentu aku tidak akan menyia-nyiakan kenyataan itu,aku bahkan bisa menundukkan orang-orang seperti kalian di kakiku!”


Maafkan aku Tuhan,aku sungguh tidak bisa menahan perlakukan Ayahku padaku.ampuni dosa-dosaku Tuhan,aku ingin dia sadar,tapi sepertinya hatinya telah menjadi batu jika menyangkut diriku.jadi biarkan aku menjadi anak yang berdosa,dan biarkan dia membenciku jika itu membuat mereka bisa hidup tenang dan bahagia.


“kau menjadi sombong karena telah memiliki kekuasaan,jika bukan karena Ayah apa kau pikir bisa berada disisi Tuan Nathan!”


“Aku  belajar darimu Ayah dan untuk pernikahanku bersama Tuan Nathan,aku sangat berterimakasih untuk itu Ayah!”


“Jika Ayah tau kau akan seperti ini,Ayah tidak akan menerimamu dirumah.seharusnya Ayah membiarkanmu dibawa ke panti asuhan oleh ibu tirimu.dengan begitu Ayah akan terbebas,dari putri yang tidak berguna,dan tidak tau terimakasih sepertimu!”


Jeni berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah,dadanya terasa sesak mendengar ucapan sang Ayah yang begitu menyakitkan untuknya.


“Pernahkah kau mencintai ibuku dan aku Ayah?”


Jeni bahkan dengan bodohnya melemparkan pertanyaan bodoh,yang dia sendiri sudah tau jawabannya.namun dirinya ingin mendengar kata-kata itu langsung dari mulut sang Ayah.


“Ayah tidak pernah mencintai ibumu maupun dirimu,ibumu yang terlalu bodoh berusaha mencintaiku,yang bahkan tidak pernah mencintainya!"


"Aku menampung mu di rumah,karena masih mengingat jasanya jika tidak,seperti yang aku katakan sebelumnya,aku sudah mengirim mu ke panti asuhan!” 


“Terimakasih Tuan, atas kemurahan hati anda telah menampung anak yatim ini selama ini,aku telah memenuhi kewajiban ku dan balas budiku pada keluargamu.dengan menukarkan diriku dengan perusahaan anda,bahkan telah menghasilkan triliunan rupiah untuk perusahaan anda!”


“Dan sekarang kita sudah tidak memiliki hubungan dan ikatan apapun,aku bukanlah putri dari keluarga Sanjaya.hubungan kita berakhir, ketika anda telah menyepakati perjanjian dengan Tuan Nathan!”


Deg,Tuan Sanjaya teringat akan perjanjian mereka,perjanjian yang tidak memperbolehkannya bertemu dengan Jeni tanpa ijin darinya.ingatan akan reaksi yang Nathan tunjukan,ketika memperingatinya terbayang jelas diwajahnya.mmebuat Jeni tersenyum kecut.


Jeni bangun dari duduknya dan meninggalkan sang Ayah,tanpa mengucapkan salam.dia tidak bisa menahan air matanya lagi,begitu tidak berharganya dirinya dan sang ibu dimata Ayahnya.cinta tulus dari sang ibu untuk Ayahnya,mengalahkan cinta istrinya sekarang yang hanya perduli dengan kekayaan dan kehidupannya.

__ADS_1


Sofi berjalan mengikuti langkah sang Nona,dirinya pun geram dan ingin sekali menghajar Ayah Jeni.semua ucapan yang Ayahnya tunjukan kepada sang Nona,sungguh menyakiti hatinya.bagaimana jika sang Tuan Muda,mendengar secara langsung apa yang diucapkan Ayah dari istrinya tersebut.Sofi tidak terima dengan apa yang dirinya dengar,dengan cepat dirinya mengirim rekaman obrolan keduanya dalam sebuah Video.


__ADS_2