
Hampir 1 jam Jeni menghabiskan waktunya dikamar mandi,hingga rasa lapar menyerang perut yang minta segera diisi.ketika Jeni ingin melangkahkan kakinya keluar Villa,dering ponselnya berbunyi dengan segera,Jeni melihat layar ponselnya,dan nama sang suami tertera di layar itu.Jeni tersenyum dan menerima panggilan tersebut.
“ Halo Sayang!”
Jeni menerima panggilan telepon dari Nathan,dan melakukan apa yang Nathan perintahkan.dengan sedikit kebingungan Jeni melangkah keluar dari kamarnya.Jeni sedikit terkejut dengan kedatangan beberapa pelayan dan beberapa perias yang tersenyum padanya.
“Selamat Siang Nona Muda!”
“Selamat Siang!”
“Kami disini untuk membantu anda,tapi sebelum kita mulai.sebaiknya anda makan dulu Nona!”
Ucap salah satu pelayan pada Jeni,dengan patuh Jeni mengikuti pelayan yang telah menyiapkan makan siang untuknya.Jeni makan dengan lahap dan sangat menikmati makanan yang di sediakan.setelah selesai dengan makan siangnya.kini para pelayan lain mengambil alih,mereka melakukan perawatan pada kuku tangan dan kaki Jeni,setelah itu beralih ke tubuh Jeni.2 jam lamanya Jeni mendapat perawatan tubuh,setelah mandi untuk yang ke dua kalinya,kini waktunya Jeni untuk dihias.
Para Mua professional di datangkan oleh Elios,dia tidak ingin mengecewakan sang Tuan di hari yang sangat bersejarah untukknya.Jeni dipoles sedemikian rupa.
“Nona kulit wajah anda sangat halus,jadi kami tidak perlu memberi make-up yang berlebihan,karena sedikit saja polesan dari saya,anda sudah sangat cantik!”
“Terimakasih!”
Setelah wajahnya dirias,kini beralih kerambutnya.Jeni merasa penasaran akan acara apa yang akan ia hadiri sehingga harus di dandani seperti ini.
__ADS_1
“Apa kau tau,aku akan menghadiri pesta seperti apa?”
Sang Mua hanya tersenyum menatap Jeni,yang memang belum tau apa-apa.
“Saya juga tidak tau Nona,tugas saya hanya merias anda!”
“Oh!”,,Jeni hanya menganggukkan kepala,dan menikmati apa yang sang perias lakukan padanya.setelah selesai dengan tatanan rambut yang begitu cantik,kini beralih ke gaun yang harus Jeni kenakan.Jeni mengerutkan dahinya heran,kenapa gaunnya putih,seperti gaun pengantin pikir Jeni dalam hati.tanpa bertanya lagi Jeni mengenakan gaun yang telah disiapkan oleh Nathan.
Gaun putih pengantin yang sangat indah,menempel pas ditubuhnya.sejenak Jeni terdiam melihat pantulan dirinya di cermin.penampilannya sangat berbeda dengan penampilannya dulu,ketika menggunakan gaun pengantin.
“Wah Nona, anda sangat cantik dan anggun!”
“Terimakasih!”
“Mari Nona!”,,Elios mengulurkan tangannya,dengan sedikit keraguan Jeni menyambut uluran tangan Elios.dengan perasaan yang bercampur aduk,dengan sedikit gugup Jeni mengikuti langkah Elios.ketika pintu terbuka,tampak seorang pria dengan jas mahalnya,telah berdiri di altar dengan senyum yang begitu merekah dibibirnya.pria yang tampak gagah dan penuh pesona,telah menunggunya.
Sesaat Nathan terpaku,melihat sosok Jeni yang begitu cantik dan anggun dengan balutan gaun pengantinnya.Jeni melangkahkan kakinya pelan,ia tersenyum bahagia.Nathan mengulurkan tangannya dan disambut oleh Jeni.keduanya kini telah berdiri di atas altar.
“Aku ingin menikahi mu dengan benar,mengganti kenangan pahit di awal pernikahan kita,dengan pernikahan bahagia yang tidak akan pernah kita lupakan!”
Nathan dan Jeni,mengucapkan janji suci pernikahannya,dengan penuh penghayatan dan perasaan.Nathan meneteskan air mata bahagianya,ia merasa pernikahannya begitu sempurna hari ini.dengan penuh cinta Nathan mencium lembut bibir Jeni,ciuman panjang yang tak mereka lakukan ketika di awal pernikahan.semua kegiatan sakral mereka di abadikan oleh seorang fotografer terkenal.Elios mengambil sebuah gambar ketika Nathan mencium Jeni,dan menjadikannya wallpaper di ponsel Nathan.
__ADS_1
Pesta keduanya belum usai,Nathan membawa Jeni berlayar.musik romantis diputar,Nathan dan Jeni berdansa mengikuti alunan music yang merdu.malam pernikahan yang begitu mengesankan untuk mereka berdua.makan malam dan tempat yang begitu romantis,serta berada di tengah lautan,dengan sebotol anggur melengkapi pesta mereka.setelah usai dengan pesta pernikahan,Nathan membawa Jeni ke sebuah kamar,yang tak kalah mewahnya dengan kamar yang mereka tempati di villa.Jeni begitu takjub melihat isi di dalam kamarnya.
“Sayang,berapa uang yang kau habiskan untuk menyiapkan semua ini?”
“Uangku tidak akan habis sayang,jadi jika kau ingin sesuatu katakan padaku!”
“Iya Tuan penguasa,bisakah anda memberiku sebuah butik?”
“Dengan senang hati ratuku!”
Jeni yang hanya bergurau,ia begitu yakin Nathan tak akan membelikannya.namun Nathan menganggap ucapan Jeni adalah sebuah permintaan.Nathan menghampiri Jeni yang berusaha melepas gaunnya,Nathan menyusuri punggung putih Jeni,dan mengusap lembut punggungnya.
“Mandilah dan gunakan hadiahku, aku menunggumu!”,,ucap Nathan yang mencium punggung telanjang Jeni.dengan cepat Jeni melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.sementara Nathan,menggunakan kamar mandi lain untuk membersihkan dirinya.ketika memasuki kamar,Nathan belum melihat sang istri.Nathan melangkah mendekati pintu kamar mandi dan menggedor pintu berulang kali,namun tak ada jawaban dari Jeni membuat Nathan khawatir.
“Jika kau tidak keluar,aku akan mendobrak pintunya!”
Pintu perlahan terbuka,menampilkan pemandangan yang begitu menggoda.Nathan mematung di tempatnya,jakunnya naik turun melihat kemolekan tubuh Jeni.Lingrie yang dia belikan begitu kontras dengan kulit Jeni yang putih bersih.Rona malu karena mendapat tatapan dari Nathan,membuatnya menutupi asetnya dengan kedua tanganya.Nathan meliriknya dan tersenyum karena tingkah malu-malu Jeni.
“Kenapa ditutupi kau cantik,dan aku sudah melihat semuanya sayang!”,,bisik Nathan tepat ditelinga Jeni,membuat pipi Jeni makin merona karena malu.
Nathan memeluk pinggang Jeni,dan mengangkat dagunya hingga Jeni mendongkak.pandangan mata mereka bertemu,Nathan mencium lembut bibir Jeni,keduanya saling memberi dan menerima.Nathan mencium serta mengigit, bagian tubuh Jeni yang menjadi favoritnya.malam panaspun terjadi mereka menikmati indahnya cinta di tengah samudera.Nathan melakukan penyatuan berkali-kali hingga keduanya lelah,dan tidur dalam pelukan malam yang dingin.
__ADS_1
Seminggu kini telah berlalu,akhir dari liburan yang begitu mengesankan dan bersejarah bagi mereka berdua.Nathan membawa Jeni kembali ke Negara mereka menggunakan pesawat pribadi.Rona bahagia terus terpancar di wajah keduanya.