Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
58.Kebahagiaan Keluarga Agatha


__ADS_3

Seisi rumah panik melihat,Nathan yang membopong tubuh Jeni.Nathan masuk kedalam mobil dengan Jeni yang masih dalam pelukannya,sementara Elios mengemudikan mobilnya.sang ibu,dan Tania ikut menyusul menggunakan mobil lain.sementara Sofi menghubungi pihak rumah sakit,untuk bersip-siap memberi pertolongan kepada Nona Muda mereka.


Perasaan Nathan begitu takut,dia takut sesuatu terjadi kepada sang istri.wajahnya yang begitu pucat semakin menambah kecemasan Nathan,ketika mobil yang membawa meraka memasuki area rumah sakit.terlihat seorang  Dokter dan perawat telah menunggu kedatangan mereka.Nathan dengan cepat membaringkan tubuh Jeni dan mengikuti para petugas medis,yang siap memberi pertolongan pertama pada istri sang pemilik gedung.


Nathan tidak bisa menyembunyikan kecemasannya,yang bisa dirinya lakukan hanya mondar-mandir.sang ibu yang sudah berada di rumah sakit,berusaha menenangkan Nathan.dia tau putranya begitu cemas pada menantunya,namun melihat Nathan yang hanya berjalan kesana-kemari,membuatnya sakit kepala.


“Duduklah,kita tunggu hasil pemeriksaan dari Dokter!”


“Nathan takut Ma!”


“Berdoalah semoga semuanya baik-baik saja!”


Tolong lindungi Nona Mudaku,maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik Nona.aku akan lebih berusaha lagi menjagamu. 


Elios melirik sofi yang tertunduk lemah,dia mengerti apa yang sekarang dirasakan oleh sofi.namun ini semua bukan kasalahannya.karena selama ini sofi telah menjaga sang Nona Muda dengan sangat baik.mungkin saja sang Nona kelelahan seperti waktu itu.


Pintu terbuka,seorang Dokter dan beberapa perawat terlihat mendorong bangkar Jeni,Nathan dan yang lainnya menghampiri sang Dokter.


“Bagaimana keadaan istriku Dokter?”


“Sebaiknya kita melakukan pemeriksaan lebih lanjut Tuan,untuk memastikan dugaan sementara kami!”


“Apa maksudmu Dokter?”


“Sebaiknya Nona Muda,di periksa lebih lanjut oleh Dokter Obgyn!”


Nathan belum mengerti dengan maksud sang Dokter,sementara sang ibu sudah menangis terharu.membuat Nathan dan Tania yang belum mengerti menjadi panik,begitu juga dengan Elios dan Sofi.karena terlalu panik otak mereka tidak bekerja dengan baik.


“Apa maksudmu dengan Dokter Obgyn?”


“Nathan!”


Sang ibu memeluk putranya yang masih dalam keadaan kesal dan panik,dan memberi instruksi kepada sang perawat untuk membawa menantunya ke ruang rawat.


“Kau akan menjadi seorang Ayah nak,selamat!”

__ADS_1


Deg,tubuh Nathan membeku mendengar ucapan sang ibu,Elios dan yang lainnya pun tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.senyum dan air mata bahagia mengalir di pipi mereka,mendengar calon anggota baru di keluarga Agatha.Nathan melepas pelukan sang ibu ,dan menatap wajah teduh yang kini telah di basahi oleh air mata bahagia.


“Maksud ibu,Jeni hamil dan aku akan menjadi seorang Ayah?”


“Benar kak Nathan,dan aku kan memiliki seorang keponakan yang lucu!”


Nathan tertawa bahagia,air matanya mengalir membasahi pipinya.di tatapnya sang ibu yang juga tersenyum bahagia.


“Elios,aku akan menjadi Ayah dan kau akan menjadi paman!”


“Selamat Tuan Muda!”


Nathan memeluk sang ibu dan adiknya,kabar yang begitu membahagiakan bagi keluarga Agatha.setelah satu tahun pernikahan mereka,akhirnya akan terdengar  suara tangisan malaikat kecil di kediaman Agatha.


Nathan memasuki kamar inap,dan menatap wajah cantik sang istri yang masih terlelap dengan damai.wajah cantik yang selalu menghiasai hari-hari Nathan,kini seorang malaikat telah tumbuh di dalam rahim istrinya,benih cintanya bersama Jeni.Nathan meneteskan air mata bahagianya,dia mengecup kening Jeni lama menyalurkan cinta yang membuncah dihatinya.


Pantas saja kau sangat manja padaku akhir-akhir ini,selalu menempel dan tidak ingin jauh dariku.ternyata ada benih cinta kita yang tumbuh di rahimmu,terimakasih telah memberi kebahagiaan dan hadiah terindah untuk keluarga Agatha,aku mencintaimu.


Setelah mendengar kabar kehamilan sang Nona Muda,para pelayan di kediaman Agatha turut bersuka cita,dan menyambut kabar tersebut dengan penuh kebahagiaan.sang Nyonya dan Tania kembali ke rumah,untuk mengambil beberapa perlengkapan Jeni.dan meminta koki rumah untuk membuatkan makanan yang bergizi.


“Kau sudah sadar sayang?”


Jeni mengangguk lemah,Nathan membantunya bangun dan menyandarkan tubuhnya.Jeni sedikit bingung  mendapati dirinya sudah berada di rumah sakit lagi untuk yang kesekian kali.


“Apa aku pingsan lagi,sebenarnya aku sakit apa?”


Nathan tersenyum dengan lembut,dan membawa tubuh Jeni dalam pelukannya.Natahn melepas pelukannya dan menatap mata indah sang istri,Nathan mengarahkan tangannya,dan mengusap lembut perut Jeni yang masih datar.Jeni mengerutkan dahi,belum mengerti dengan maksud Nathan.hingga di menit berikutnya,Jeni menatap Nathan yang masih tersenyum padanya sambil mengangguk.


“Aku akan menjadi seoarang ibu?”


“Iya,kau akan menjadi seorang ibu,dan aku akan menjadi seorang Ayah!”


Air mata bahagia mengalir dipipi mulusnya,Jeni menenggelamkan wajahnya di dada bidang Nathan.tawa bahagia,keluar dari mulut keduanya.


“Terimakasih sayang,aku sangat bahagia!”

__ADS_1


Jeni tersenyum dan memeluk kembali tubuh Nathan.keduanya larut dalam kebahagiaan.


Ibu apa kau mendengarnya?,aku akan menjadi seorang ibu,,


Jeni mengelus lembut perutnya yang masih rata,perasaan bahagia memenuhi rongga  dadanya.hingga kedatangan sang mertua dan Tania,merusak suasana hati Nathan yang berbunga-bunga akibat ulah adiknya.


“kakak ipar ku yang cantik,selamat atas kehamilanmu.sebentar lagi akau akan memiliki seorang keponakan yang lucu,membayangkannya saja sudah membuatku senang kak!”


“Wajahnya pasti akan mirip denganku,aku kan cantik,,aku akan menjadi bibi yang baik dan cantik untuk keponakanku nanti!”


Nathan melepaskan pelukan Tania di tubuh Jeni,dan mendorong kepalanya pelan.mencoba menjauhkan istrinya dari sang adik yang berkelakuan bar-bar.


“Kak Nathan apaan sih,aku sedang mengekspresikan kebahagiaanku,mengganggu saja!”


“Anakku akan mirip denganku dan ibunya,mana mungkin mirip denganmu!”


“Pasti ada mirip-miripnya sedikit,iya kan Ma!”


“Sudah kenapa kalian harus bertengkar di depan bumil,kasihan Jeni bila harus mendengar ocehan kalian yang tidak bermutu itu!”


“Kak Nathan Tuh,,Tania kan lagi bahagia!”


Tania memeluk tubuh Jeni lagi,dan Jeni hanya tertawa melihat tingkah adik iparnya yang begitu menggemaskan.malama itu,Jeni harus tidur lagi dirumah sakit untuk mendapatkan perawatan.Nathan dengan setia mendampingi sang istri,bahkan dirinya meminta ranjang yang berukuran besar,agar dirinya bisa tidur bersama sang istri. 


Tengah malam Nathan terbangun,mendengar suara ponsel sang istri.dengan rasa penasaran Nathan,membuka isi pesan yang di kirimkan oleh seseorang padanya.rahang Nathan mengeras membaca isi pesan tersebut.


Kau boleh bahagia dan berbangga sekarang,sebentar lagi kehancuran akan menantimu.akan aku pastikan kau hidup menderita,dan pergi jauh dari kehidupan keluarga Agatha.


Nathan meremas ponsel Jeni,dan memeriksa semua obrolan dan percakapan yang ada di ponselnya.meski Elios telah menyadap ponselnya,namun dia ingin memastikan sendiri isi ponsel sang istri.mengetahui tidak ada yang salah dengan ponsel Jeni,Nathan menyimpulkan orang ini bukanlah orang lain.


Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh istriku,jika kalian berani aku akan membunuh kalian,yang telah dengan berani mencari masalah dengan keluarga Agatha.


Nathan menatap sang istri yang masih terlelap,wajah damainya membuat amarah Nathan mereda.wajah yang selalu memberikan kedamaian untuknya,wajah yang selalu tersenyum lembut padanya,wajah yang selalu menyembunyikan kepedihannya.bagaiaman bisa orang-orang itu berusaha menyakiti wanita,yang bahkan tidak pernah membalas perlakuan buruk meraka padanya. 


Memikirkannya saja membuat Nathan geram,dengan cepat dia menghapus pesan yang berisi ancaman itu.dirinya tidak ingin Jeni ketakutan,setelah membaca isi pesan yang entah dari siapa itu.Nathan memutuskan akan mencari tau,siapa orang di balik pesan itu yang dengan berani bermain api dengannya.

__ADS_1


__ADS_2