Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
62.Ketakutan Jeni


__ADS_3

Jeni mencoba membuka matanya,rasa pusing  efek dari  obat bius masih dapat dia rasakan.pandangan matanya tertuju pada beberapa pria dengan tubuh besar,serta wajah yang mengerikan.Jeni ingin bergerak dan berlari,sebelum dia menyadari kalau dirinya sedang diikat di sebuah kursi dengan mulut yang di tutup lakban.Tubuh Jeni bergetar hebat,dia ketakutan melihat beberapa pria yang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa Jeni artikan.


Di tengah kekalutan hatinya,suara derap langkah yang lebih dari satu orang terdengar dengan sangat jelas.Jeni menolehkan kepalanya melihat siapa gerangan yang datang,tatapan tidak percaya terlihat jelas di mata Jeni.seorang wanita yang sangat dia kenal,serta seorang pria bertubuh tinggi dengan masker dan topi hitamnya,yang tidak Bisa Jeni kenali.


Dialah Lara,melihat keterkejutan di wajah Jeni membuat Lara merasa senang.Lara mendekati Jeni,yang masih menatapnya,Lara membuka penutup mulut Jeni.Lara tersenyum sinis menatap keadaan Jeni yang berada di bawah kuasanya.


“Hello kakak ku sayang,bagaimana kabarmu hmm?”


“Lepaskan aku Lara,apa yang kau inginkan?”


“Hahahaha,,Melepaskan mu setelah aku membayar beberapa orang untuk menculik mu?,Aku ingin kau pergi dari hadapanku dan dunia ini!”


“Apa maksudmu Lara?”


“Aku ingin kau mati,tapi sebelum itu aku ingin membuat Tuan Nathan yang terhormat itu,merasa jijik denganmu.jadi bersenang-senanglah dulu sebelum ke akhirat!”


“Apa maksudmu Lara, aku mohon jangan lakukan ini?”


“Lihatlah mereka kakak ku yang cantik,mereka sangat bersemangat mencicipi tubuhmu yang menggoda ini!”


“Tidak jangan lakukan itu padaku Lara,Aku mohon!”


Melihat wajah beberapa pria di depannya,yang menatapnya dengan wajah lapar membuat Jeni semakin ketakutan.dan hal itu berhasil membuat Lara semakin senang,dan bahagia.sang pria misterius disampingnya pun berjalan dan berdiri di hadapan Jeni  yang mulai meneteskan air mata ketakutan.melihat Jeni yang menangis,rahang sang pria mengeras,tatapan matanya penuh amarah pada Lara.


Sang Pria misterius mengalihkan pandangannya,di tatapnya Jeni yang mulai terisak.tatapan mata mereka bertemu,perasaan Jeni mendadak berubah,tatapan mata itu pernah dia lihat tapi dimana.Jeni tidak melepaskan tatapannya begitu juga dengan sang pria,yang mulai mendekat.ada senyum yang terukir di bibirnya,di balik masker itu,Jeni dapat merasakan perubahan dari tatapan matanya.sang pria berjalan mengitari Jeni dan berdiri tepat dibelakang tubuhnya,tanpa Lara dan anak buahnya sadari,sang pria menyelipkan pisau kecil ke tangan Jeni.merasakan ada sesuatu di tangannya dengan cepat Jeni menggenggamnya,dan melirik sang pria misterius itu.


“Apa kau yakin akan memberikan wanita cantik ini pada mereka,kenapa kau tidak menawarkannya padaku?”


Lara dan Jeni tersentak karena ucapan sang pria,namun bagi Jeni sikap sang pria sebenarnya memiliki motif lain,dari ucapannya.dengan cepat Jeni memutar otaknya,serta tangannya yang mulai bekerja memotong tali yang mengikat kedua tangannya.


“Apa kau sangat berminat pada tubuhnya,dulu aku bahkan memintamu untuk membunuhnya langsung,tapi kau menolak.apa karena kau jatuh cinta padanya?”


“Siapa yang tidak menyukai wanita cantik,aku sudah mengatakan padamu kalau aku tidak ingin mengotori tanganku,dengan mencabut nyawa seseorang!”


“Cihh,,baiklah kau bisa menikmati tubuh indahnya terlebih dulu,setelah itu berikan sisanya pada mereka!”

__ADS_1


“Kau gila,aku bahkan tidak pernah menyakitimu.tapi kau begitu tega melakukan semua ini padaku!”


“Iya aku memang  sudah gila,semua itu karena dirimu kak.kau mendapatkan semuanya,suami tampan dan kaya,padahal aku yang menginginkan pernikahan ini,tapi malah kau yang menikahinya!”


“Bahkan semua yang aku inginkan,kau dapatkan dengan mudah.itulah yang membuatku marah dan membencimu!”


Di tengah perdebatan keduanya,Nathan yang sudah mengetahui lokasi dimana Jeni berada,mengerahkan pihak berwajib dan beberapa anak buah terlatihnya.semuanya menyebar di setiap titik bangunan,Nathan dan Elios bergegas memasuki gedung dengan senjata di tangannya.


Sayup-sayup Nathan mendengar teriakan dan isak tangis seseorang, yang dia yakini adalah tangisan sang Istri.semakin membuat api kemarahan berkobar di matanya.Lara yang tidak menerima ucapan pembelaan dari Jeni,melayangkan dua tamparan keras.membuat sudut bibir Jenni sobek dan mengeluarkan darah segar,sang pria misterius yang sudah tidak tahan akan sikap Lara menghentikan sikap arogansinya.


“Apa yang kau lakukan,lepaskan tanganku biarkan aku memberinya pelajaran sebelum membunuhnya!”


“Kau lupa kalau dia adalah milikku sekarang,jadi jangan bertindak semaumu Nona Lara.aku juga ingin bermain-main dengannya!”


“Lakukan sekarang juga,aku ingin lihat bagaimana kau menikmati tubuh wanita ja**ng ini!”


Melihat perdebatan antara Lara dan pria yang tidak pernah memperlihatkan wajahnya itu,membuat seorang pria yang begitu menginginkan Jeni melangkah maju,dan merobek pakaian yang di kenakan Jeni.memperlihatkan tubuh bagian atas Jeni yang putih mulus terlihat,sang pria arogan itu menatap binar,tubuh indah di hadapannya.


“Hentikan Aku mohon!”


“Bukk,,Bhukkk”


“Ahkkk,,,akkhh”


Pukulan dan erangan terdengar di lantai atas,membuat Nathan dan Elios saling melemparkan pandangan.dengan langkah cepat mereka berlari,mencari asal suara tersebut.


“Beraninya tangan sampah mu,menyentuhnya!”


“Buhkk,,,Bhukkk”


Sang pria misterius menghajar orang suruhan Lara secara membabi bua,membuat Lara ketakutan,karena sikap bodoh dan ketidaksabaran orangnya.membuat sang pria yang mulanya hanya diam menjadi brutal.


“Cukup hentikan,nikmatilah tubuh wanita Ja**ng itu sekarang,dan berhenti menghajarnya,dia sudah tidak sadarkan diri!”


Melihat adanya celah dan kesempatan untuk lari,apalagi melihat kode dari sang pria misterius itu,membuat Jeni berlari dan menyelematkan diri.hal tersebut membuat Lara panik,dan merebut senjata yang berada di salah satu tangan orang suruhannya.

__ADS_1


“Dorrr!”


Lara melepas tembakannya,namun tidak mengenai Jeni yang berlindung di balik dinding.tepat saat itu Nathan dan Elios mendobrak pintu masuk,baku tembak terjadi.Lara yang menyadari situasi kian tak terkendali,memilih mencari Jeni dan membunuhnya.Jeni berlari meninggalkan ruangan itu,dan berusaha menyelamatkan dirinya.Elios dan Nathan yang melihat Jeni keluar serta Lara yang mengejarnya,dengan cepat berlari tak ketinggalan sang pria misterius,yang selalu berusaha melindungi Jeni.


Melihat adegan kejar mengejar antara kedua putrinya dan Nathan,membuat tubuh Tuan Sanjaya dan istrinya menegang.dengan perasaan takut keduanya berlari, dan mencoba menghentikan aksi Lara.tepat dilantai tertinggi dari bangunan tersebut,Jeni yang memang kondisinya lemah karena kehamilannya,tidak mampu berlari lagi dan kesempatan itu digunakan oleh Lara dengan baik.Lara menjambak rambut Jeni,dan menodongkan pistol di kepalanya.


Pengejaran Elios dan Nathan,serta Tuan Sanjaya dan sang istri terhenti.ketika melihat Jeni menjadi tawanannya,wajah kesakitan dan pucat Jeni semakin membuat Nathan tak terkendali.apalagi melihat wajah memar sang istri,serta pakaiannya yang sobek di bagian atas,yang menandakan sang istri mendapatkan pelecahan.membuat kemarahan Nathan tak terkendali,meski melihat sang istri di sandera tak membuat nyali seorang Nathan surut.


“Lepaskan istriku wanita sampah,akan aku bunuh kau dengan kedua tanganku,jika kau berani menyakitinya lagi!”


“Hahaha,,bahkan aku sudah menyakitinya Nathan sayang,tidakkah kau lihat penampilannya?bahkan aku sangat menyesal tidak merekam aksi orang ku,yang merobek pakaiannya.seharusnya kau datang agak terlambat jadi mereka bisa menikmati tubuhnya dengan leluasa,dan aku akan dengan senang hati memberi rekaman videonya untukmu!”


“Dasar wanita Ja**lang,aku tidak akan memaafkan mu,akan aku buat kau merasakan hal yang sama dengan istriku!”


“Benarkah,aku sungguh menantikannya.dan berharap kau yang melakukannya Nathan Sayang!”


Semakin Nathan marah,semakin Lara senang melihatnya.jambakan di rambut Jeni kian mengeras membuat Jeni beberapa kali meringis,Elios dan Nathan berusaha mencari celah agar bisa menyelamatkan Jeni tanpa melukainya.melihat putrinya bagaikan orang lain,membuat Nyonya Andita dan Tuan sanjaya tertekan,apalagi sang ibu yang begitu syok akan kenekatan sang putri.meski dirinya yang memberi ide gila itu,namun siapa sangka sang putri akan dengan berani bertindak langsung.


“Jauhkan senjata itu dari kepala kakakmu Lara,hentikan semua ini!”


“Diam Ayah,aku kecewa padamu.kau yang dulu selalu mendukungku,kini memilih diam dan membiarkan Jeni hidup bahagia,sementara kita?”


“Aku benci dia bisa menikmati hidup mewah dan bahagia,sementara aku?,aku selalu berusaha menang darinya bahkan membuatnya tak di terima dirumah.tapi kenapa Ayah membiarkannya menikah dengan Tuan Nathan.pria yang aku kagumi dan aku cintai,saat pandangan pertama,kenapa!”


“Lara,semua yang kau inginkan selalu Ayah turuti.bahkan kau selalu menjadi prioritas pertama Ayah,di banding Jeni.pernahkah kau melihat Ayah memeluknya,meski Ayah ingin!”


“Ayah mengubur semuanya demi kalian berdua,ibumu dan dirimu.apa yang tidak kau miliki di rumah sanjaya,bahkan yang seharusnya milik Jeni telah menjadi milikmu,selain pernikahan dengan Tuan Nathan yang memeng di pilih sendiri oleh Tuan Nathan!”


“Omong Kosong!”


“Lara,,Tolong hentikan sayang.Mama mohon,jangan menjadi seorang pembunuh,maafkan Mama yang telah memberimu ide gila ini.maafkan Mama sayang!”


“Tidak Ma,ide mu sangat cemerlang.bahkan aku sangat beruntung memilikimu Ma,karena kau selalu mendukung apa yang aku inginkan!”


Di saat semua pandangan hanya tertuju pada Lara,Nathan dan Elios melihat seorang pria bermasker hitam yang sedang mengendap-endap,mencoba mendekati Lara.dengan respon cepat Nathan ikut mengalihkan konsentrasi Lara.

__ADS_1


“Apa yang kau inginkan dari Nathan Stevanio, Lara Sanjaya!” 


__ADS_2