
Nathan tidak bisa memejamkan matanya,pikirannya terus terbayang-bayang oleh perkataan Tania,mengantri adalah hal biasa yang bisa dilakukan oleh siapapun termasuk anak kecil seklaigus.Nathan membolak-balikan tubuhnya,sehingga membuat Jeni terbangun dari tidurnya.
“Apa yang membuatmu belum tidur sayang,ini sudah larut malam!”
Nathan mendesah pelan,karena tanpa sengaja dirinya membangunkan sang istri yang sudah terlelap.Jeni bangun dari tidurnya,menyandarkan tubuhnya keranjang dan menghidupkan lampu tidur.menatap Nathan yang entah sedang memikirkan apa,Jeni mengulurkan tangannya,dan mengusap lembut rambut sang suami.
“Aku seperti orang bodoh di hadapan keluargaku,aku pikir mengantri adalah hal sulit,tapi ternyata hal itu bisa dilakukan oleh siapa saja,termasuk oleh anak-anak!”
“Dimana kau melihatnya suamiku?”
Di internet,aku mencarinya dan ternyata mengantri bukan hal sulit.aku malu pada kalian,terutama padamu sayang!”
“Apa yang membuatmu malu sayang,kau melakukan sesuatu hal yang belum pernah kau lakukan,banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hal bermasyarakat.kau hanya tidak terbiasa,dan tidak pernah berbaur dengan masyarakat sayang!”
“Kau terlalu sibuk dalam mengurus keluargamu,dan semenjak kecil kau sudah didik sendiri serta dilayani.jadi tentu saja kau tidak tau hal seperti itu,bagaimana jika di akhir pekan ini kita kencan.kita pergi ke taman,di sana kau akan melihat cara beberapa orang berbaur dan bermasyarakat dengan yang lainnya!”
Senyum Nathan mengembang,merebahkan kepalanya di pangkuan Jeni.benar apa yang dikatakan sang istri,setelah kepergian sang Ayah.Natahn di tuntut menjadi kuat,semua hal di layani.dirinya menjauh dari yang namanya sosialisasi antara sesama,dirinya tidak pernah menunggu,melainkan dirinyalah yang ditunggu.dirinya selalu tepat waktu,dan akan membatalkan kerja sama jika kliennya melenceng dari jam yang di jadwalkan.setegas itulah dirinya,hingga membuatnya sukses seperti sekarang ini.
“Apa kau pernah berkencan sayang!”
Jeni mengerutkan dahi mendengar pertanyaan Nathan,pertanyaan yang sedikit menjebak untuknya.jika dirinya menolak menjawab,maka bisa dipastikan sang suami akan berwajah masam.namun jika dirinya jujur,apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya.
Apa yang ingin kau ketahui Tuan penguasa,bukankah kau sudah tau semua tentang mantan pacarku,lantas kenapa masih bertanya,,
“Kau tidak ingin bercerita padaku?”
Nathan bangun dari tidurnya,duduk dan menatap Jeni dengan tatapan mengintimidasi.membuat Jeni sedikit gugup,menerima tatapan yang sudah lama tidak di lihatnya.
“Bukankah kau sudah tau semua hal tentangku,bahkan para mantanku.aku bahkan sedikit ngeri saat Elios menjabarkannya satu persatu!”
“Aku tau semua tentang kekasih masa lalu mu,serta kekasih yang begitu berkesan di hatimu.yang aku tanyakan apa saja yang kalian lakukan saat berkencan,apa makan di restoran mahal,jalan-jalan menggunakan kapal pesiar,liburan atau apa!”
Jeni menganga mendengar ucapan Nathan,bagaimana bisa dirinya berkencan seperti itu.dimana dirinya memiliki uang yang tidak sedikit jumlahnya itu,sementara dulu dirinya hanya bisa bertahan hidup dari hasil dari toko roti miliknya.meskipun dirinya adalah putri Sanjaya,namun hidupnya sangat bergantung pada Toko roti miliknya.
__ADS_1
“Kami masyarakat menengah tidak berkencan dengan cara seperti itu,lagi pula itu menghambur-hamburkan uang sayang.jika ingin makan kami hanya perlu ke warteg,atau penjual yang berjejer di pinggir jalan.jika ingin mencari hiburan kami hanya akan pergi ke bioskop,atau ke pasar malam.dan jika ingin liburan,kami biasanya berkemah beramai-ramai.tidak perlu yang mewah-mewah asal kami senang,itulah kencan ala rakyat biasa seperti kami!”
“Jadi kau suka makan makanan di pinggir jalan karena mantanmu itu,begitu juga dengan kesukaanmu pergi ke wahana permainan,semua itu karena berawal dari kencan bersama mantan mu itu!
“Bukan seperti itu sayang,kami rakyat biasa yang hanya memiliki modal sedikit,biasanya melakukan kencan sederhana sesuai dengan modal yang kami miliki.pergi ke bioskop,wahana,serta pasar malam tidak merobek kantong kami sayang!”
“Cihh,,Dasar pria-pria miskin,seharusnya jika ingin berkencan, mereka membawamu ke tempat-tempat mahal,bukan tempat seperti itu.sungguh menyedihkan!”
Tentu saja kau bisa bicara seperti itu,uangmu tidak akan habis sampai tujuh turunan.kami yang hanya kalangan biasa,tentu akan berfikir 100x untuk menghabiskan uang kami untuk hal seperti itu,,
Jeni mengerucutkan bibirnya,seakan tidak terima dengan ucapan Nathan yang penuh dengan penghinaan.di tatapnya sang suami yang malah bengong,dan asyik dengan pikirannya sendiri.Jeni mulai bertanya-tanya dalam hatinya,akankah sang suami memiliki suatu rencana.
“Baik sudah aku putuskan!”
Jeni mengerutkan kening,dan menatap Nathan dengan penuh pertanyaan.sementara Nathan tersenyum misterius,membuat Jeni mulai merasakan sesuatu yang tidak baik akan terjadi.
“Aku akan membawamu kencan di tempat yang kau sukai,aku Nathan Stevanio suami dari Jeni stevanio,akhir pekan ini akan membawamu kencan.merasakan kencan yang paling romantis,yang tidak pernah kau rasakan dengan para mantan kekasihmu itu”
“Hahaha,,Baiklah,dengan senang hati aku akan menemanimu menikmati akhir pekan ini.dan bolehkah istrimu ini tau,kencan seperti apa yang pernah dilakukan oleh Tuan Nathan Stevanio,yang terkenal kaya raya ini!”
“Seperti yang kau tau,kencan yang aku lakukan makan di restoran mewah,duduk dan hanya melihat apa yang wanitaku beli.berlibur di kapal pesiar,membosankan bukan!”
Jeni mengulurkan tangannya,memaksa Nathan untuk menatapnya.Jeni tersenyum lembut,sambil mengusap kedua pipi Nathan.
“Mungkin di saat itu,kencan itulah yang menurutmu paling baik untuk membahagiakan pasanganmu,tidak semua pasangan memiliki cara kencan yang sama sayang.kau pria kaya dan terhormat,tentu saja kau akan memberikan yang terbaik untuk pasanganmu dikala itu.begitu juga dengan kami yang biasa ini,selagi masih bisa tertawa bersama meski hanya makan sekedarnya,itu tidak menjadi maslaah!”
“Aku tau sayang ,kau memiliki mantan orang-orang kaya dan terpandang.kenapa kau malah memilih kencan yang sangat menyedihkan itu!”
Ingin sekali aku sumpal mulut kasar mu itu Nathan,aku bukan wanita materialistis seperti para mantanmu itu,,
“Terserah apa pendapatmu sayang,aku mau tidur.ini sudah larut malam!”
“Hei,,aku belum selesai bicara,bahkan aku belum selesai menanyakan semua yang ingin aku ketahui,bangun dan ayo kita lanjutkan!”
__ADS_1
“Aku lelah dan ingin tidur,bayiku juga tidak ingin mendengar masa lalumu sayang!”
Jeni menarik selimutnya sampai batas lehernya,membiarkan Nathan sendiri dengan pikirannya yang konyol.bagaiamna bisa dirinya begitu menghina caranya berkencan,bahkan bersama dengannya bisa dikatakan mereka tidak pernah menikmati, ataupun merasakan apa itu kencan.Jeni menggerutu kesal dalam tidurnya,perlahan nafasnya mulai teratur.Jeni sudah terlelap dan terbuai dalam mimpi.Nathan yang belum bisa memejamkan mata,menatap sang istri yang terpejam damai dalam tidurnya.
“Aku tidak pernah merasakan bahagia ketika berkencan dengan Selena,wanita itu lebih mementingkan dirinya dibanding diriku.bahkan ketika bersamaku,hati dan jiwanya seakan tidak bersaku.karena itu aku ingin merasakan apa yang kau rasakan,kau bisa tersenyum bahagia meski hanya menikmati makanan di pinggir jalan.bantu aku merasakan hal itu Jeni,,”Nathan mendekatkan tubuhnya,dan memeluk sang istri dari belakang.mengusap lembut perut Jeni,hingga merasakan gerakan-gerakan kecil dari dalam.sudut bibir Nathan terangkat,merasakan gerakan pelan sang bayi.
“Mimpi yang indah sayang,aku mencintaimu,dan anak kita”,,Keduanya mulai terlelap,melewati malam yang semakin dingin,di atas ranjang besar nan hangat.
****
“Apa yang kau lakukan di kantorku pagi-pagi begini,apa kau tidak memiliki pekerjaan?”
Nathan terkejut melihat sahabatnya Alex telah menunggunya diruang tunggu,mendapat sambutan kasar dari Nathan membuat Alex kesal.dirinya memang belum memliki pekerjaan,karena tujuannya datang ke Negara ini hanya untuk bertemu Nathan,dan menikmati liburannya.
“Aku pengangguran,karena itu tolong berikan aku sebuah pekerjaan selama masa liburku di negaramu.dan seharusnya kau memberiku sambutan yang baik disini,dengan mengajakku jalan-jalan atau liburan!”
“Kau sungguh tidak berperasaan,sahabat datang kau malah cuek dan tidak memperdulikannya.sungguh sahabat egois!”
Nathan mengangkat sebelah alisnya,mendengar ucapan Alex yang begitu pedas dipendengarannya.dengan geram Nathan melempar file yang ada di tangannya,sontak membuat Alex terkejut,dan menatap Nathan tak suka.
“Jika kau ingin berlibur seharusnya kau mencocokkan jam kerjaku,dengan jadwalmu.kau datang di saat yang tidak tepat!”
“Lantas kapan tepatnya,bahkan ketika kau menikah kau melupakanku bocah busuk!”
“Pernikahan kami mendadak,dan tidak dengan persiapan yang matang! ”
“Alasan,apa kau menikahi istrimu ini karena terpaksa?sehingga pernikahan kalian mendadak,dan tanpa mengundang khalayak umum.hei seharusnya pernikahan Nathan Stevanio itu megah dan mewah,kau pengusaha terkenal serta seorang milyader!”
"Jangan katakan pernikahan kalian biasa saja?
Nathan tidak bersuara,bahkan tatapannya kosong,Nathan melempar tatapannya ke gedung lain.suasana menjadi suram,Alex mulai menyadari jika ucapannya berlebihan,dan mungkin menyinggung hati Nathan.Alex melirik Elios yang masih berdiri dengan kaku,tatapannya sungguh mengintimidasi.seolah olah menghakimi Alex,dan menyalahkan dirinya karena bicara tanpa di pikirkan akibatnya.
“Apa yang kau katakan memang benar,aku menikahinya karena terpaksa,bahkan dulu perlakuanku sangat buruk kepadanya!”
__ADS_1
“Nathan!,,