
Tubuh Selena bergetar atara marah serta terhina,ucapan Elios begitu menusuk hatinya.ya..dirinya kini tau posisinya dihati Nathan,pria itu tidak hanya mengacuhkannya ,tapi menjatuhkan harga dirinya,Selena telah merelakan tangan mulusnya untuk dirinya sayat semua itu dilakukannya untuk mengambil perhatian Nathan.mereka pernah bersama selama beberapa tahun,tentunya dirinya memiliki tempat khusus di hati Nathan namun sayangnya,semua itu tak seperti yang Selena harapkan.
Dirinya harus kehilangan harga diri bukan hanya di hadapan Nathan tapi juga di hadapan Elios,kaki tangan Nathan yang tentunya pasti mengejek kebodohan dirinya.tanpa memperdulikan rasa sakit di pergelangan tangannya,Selena beranjak meninggalkan kantor Nathan.Selena pergi dengan penuh kemarahan,harga dirinya telah di injak-injak oleh lelaki yang begitu dicintainya.jika Nathan tak perduli akan keadaannya maka dirinya akan melihat keangkuhan Nathan,ketika melihat wanita yang katanya dia cintai terluka seperti dirinya.
“Pastikan semuanya terkendali,pastikan keselamatan Nona Muda.hari ini wanita itu datang ke kantor dan melukai tangannya,itu tandanya dia mulai nekat ,aku tidak ingin mendengar sesuatu yang buruk terjadi pada Nona Muda!” Elios berucap dengan nada dingin di balik ponselnya,tatapannya masih yang tajam masih menatap kepergian Selena.Elios meyakini setelah ini Selena tidak akan tinggal diam,wanita itu akan membalas sakit hatinya dengan cara yang tak terpikirkan oleh Elios sendiri.apakah dia akan melukai Nona Mudanya,atau bertindak yang lain yang pastinya Selena akan membalas perlakuan buruk Nathan hari ini.
“Apa wanita itu sudah pergi?” Nathan berucap tanpa menatap Elios,”Sudah Tuan Muda,saya bahkan sudah memperingatinya!” Elios berucap tenang,menatap sang Tuan dalam diam sambil menunggu perintah selanjutnya dari sang tirani.
“ Dia pikir apa yang dia lakukan bisa membuat hatiku tergerak,dasar wanita bodoh.bukannya melanjutkan hidupnya dengan tenang dia malah,datang dan membuat keributan lagi!” Nathan berucap pelan,matanya yang tajam menatap Elios seakan-akan menuntut kepastian bahwa semuanya berjalan dengan baik.
Setelah kembali dari kantor Nathan,Selena meluapkan amarahnya dengan membanting semua barang yang ada di kamarnya,dirinya sungguh tak terima dengan perlakuan Nathan.
__ADS_1
“Aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu hari ini padaku,akan aku tunjukan padamu Nathan siapa sebenarnya wanita yang pantas berdiri di sisimu.akulah wanita itu,dan bukan wanita itu,aku tidak perduli jika dia sedang mengandung anakmu,jika wanita itu lenyap maka aku bisa langsung menggantikannya dan mengandung anak untukmu!” Selena berucap dengan penuh tekad,rasa sakit di pergelangan tangannya tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.
“Temui aku besok di kafe biasa!” Selena menutup sambungan telepon dengan sepihak, sinar matanya memperlihatkan kilat kemarahan yang luar biasa.dirinya tidak ingin menahan rasa sakit lebih lama lagi,jika dirinya tidak bisa mendapatkan Nathan kembali ke sisinya maka tidak ada satupun wanita yang boleh memilikinya.
Kilat tanda bahaya terpancar jelas di mata Rado,setelah dirinya menerima telpon dari Selena,Rado yakin kali ini Selena akan bertindak.Rado menggenggam erat ponsel di tangannya,kali ini dirinya berjanji tidak akan lengah dalam menjaga keselamatan sang Nona.dirinya tidak akan membiarkan kejadian dimana Lara berhasil menculik Jeni terulang kembali,bukan hanya nyawanya yang di pertaruhkan disini tapi nyawa sang Nona sendiri.
****
“Tentu putraku akan mirip denganku,karena aku Ayah terbaik dan terhebat!” ucap Nathan dengan penuh percaya diri,Jeni hanya terkekeh pelan mendengar ucapan sang suami yang tak bisa dibantahnya.Jeni juga ingin sang putra mirip Nathan,seorang pria jenius dan berkharisma.bagaimana wujud sang putra nanti,yang Jeni harapkan putranya lahir dengan sehat dan sempurna,itulah doa yang selalu dirinya panjatkan.
Nathan bangun dari duduknya menuju lemari,di raihnya Box berukuran besar yang Alex kirimkan ke kantornya.Jeni mengerutkan kening ketika dilihatnya benda itu,Nathan meletakkannya di hadapan sang istri.
__ADS_1
“Bukalah!” Nathan berucap tenang,sambil menatap Jeni dengan lembut.tangan Jeni terulur dan mencoba membuka pembungkus Box tersebut.namun sebelum dirinya melakukannya kening Jeni mengkerut melihat nama pengirimnya.
“Alex?” Jeni menatap sang suami yang di angguki oleh Nathan,”Dia mengirimnya ke kantor,katanya semua itu untukmu!” Jeni semakin bingung,dengan penuh rasa ingin tau Jeni membuka bungkus Box tersebut.mata Jeni berbinar melihat perlengkapan bayi yang cukup lucu,Jeni tersenyum penuh rasa haru ternyata Alex masih memikirkan hadiah untuknya dan sang buah hati.melihat kebahagiaan di wajah Jeni,Nathan tersenyum tipis hanya hal sepele seperti itu bisa membuat istrinya bahagia.meski sebenarnya dirinya juga telah membelikan semua perlengkapan serta kebutuhan calon anaknya,tetap saja Jeni sangat terharu dengan pemberian Alex sahabatnya.
“Kau senang?” Nathan bertanya tanpa mengalihkan tatapannya,Jeni menganggukkan kepala dan tersenyum lebar.Jeni merebahkan kepalanya di dada sang suami,memejamkan kedua matanya dan menikmati aroma khas dari tubuh sang suami.Nathan merengkuh tubuh Jeni,membelai sayang serta menghadiahkan kecupan-kecupan kecil di kepalanya.
“Katakan padanya jika kau menyukai hadiahnya,dan sangat berterimakasih!” Nathan semakin memeluk erat tubuh Jeni,membawanya dalam pelukan hangatnya.”Dia akan sangat senang mendengarnya!” Jeni menganggukkan kepala,dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Nathan yang kokoh.malam ini mereka lalui dengan penuh kehangatan bercengkrama serta membicarakan hal ringan tentang pekerjaan,serta hari yang Jeni lalui selama satu hari,sebelum rasa kantuk menyerang keduanya.
“Aku ingin kita bertindak,aku ingin membuat Nathan menderita dengan kepergian wanita itu,dengan begitu aku bisa dengan mudah mengisi kekosongan itu!” Selena berucap tegas dengan raut wajah dingin,Rado yang mendengar ucapannya mengangkat alisnya,auranya semakin gelap mendengar rencana Selena.namun untuk saat ini Rado ingin mengetahui rencana apa yang akan Selena lakukan.Rado menegakkan tubuhnya sedikit condong ke depan,menatap Selena dengan mata tajamnya.Rado dapat melihat kemarahan serta kebencian di mata wanita itu,setalah Elios menceritakan kejadian kemarin Rado dapat memastikan bahwa wanita di hadapannya ini ingin balas dendam atas perlakuan Nathan kepadanya dengan mengalihkan targetnya kepada sang Nona.
“Apa yang akan anda lakukan?” tanya Rado sedikit penasaran,Selena tersenyum sinis sambil mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1