Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
72.Badai Telah Berlalu


__ADS_3

Air hujan mulai membasahi bumi,setelah kepergiaan Lara,Tuan Sanjaya belum sekalipun menginjakan kakinya di perusahaannya.Dirinya masih di selubungi duka yang mendalam karena kepergian putrinya,sang istri yang telah dipindahkan ke tahanan khusus wanita ,untuk menerima dan menjalani hukumannya.


Beberapa pelayan yang masih setia sangat mengkawatirkan majikan,yang kondisinya kian melemah.Tuan sanjaya duduk di sekat jendela,menikmati guyuran hujan yang membasahi tanah serta pepohonan di hadapannya.kini dirinya harus belajar hidup sendiri,tanpa kehadiran istri dan putrinya.Harus membiasakan diri mempersiapkan semua keperluannya,yang dulu dilakukan oleh sang istri.Helaan nafas leleh keluar dari mulutnya,sudah seminggu ini,dirinya berusaha membiasakan dirinya,namun kenangan tentang kesehariannya membuatnya teringat kembali.


Jeni memulai kembali aktifitasnya,tentu dengan penjagaan dari Rado dan Sofi.Rado dipercaya menjadi sopir Jeni,sementara Sofi dipercaya untuk menemani Jeni kemanapun dia pergi.meski keberatan degan keputusan suaminya,namun dengan alasan keselamatan mau tidak mau Jeni harus menerima keputusan sang suami.


Setelah perdebatan panjang dengan Nathan,Jeni memilih pergi ke toko Roti untuk memantau Tokonya,yang beberapa minggu terakhir tidak sempat dirinya kunjungi.keadaan toko yang bisa dikatakan cukup stabil,membuatnya merasa lega.


“Apa Nona sangat khawatir dengan keadaan Toko?”


“Tentu saja Sofi,Toko ini adalah hasil kerja kerasku.karena itu aku sangat takut,jika terjadi sesuatu!”


“Anda tidak perlu takut Nona,Tuan Muda telah menunjuk salah satu karyawan anda, yang di nilai sangat kompeten,dalam memimpin Toko ini selama Nona Muda tidak ada!” 


“Benarkah,lalu kenapa aku tidak tau!”


“Mungkin Tuan Muda lupa mengatakannya Nona,karena beberapa minggu ini Tuan sangat fokus pada kesehatan anda dan bayi anda!”


Pipi Jeni merona mendengar ucapan Sofi yang begitu jujur,membuat jantung Jeni berdegup kencang.bagaiamana sang suami bisa memikirkan hal yang bahkan dirinya tidak pikirkan,Jeni tersenyum malu memikirkan semua kemungkinannya.


Siang itu Jeni berada di Toko Roti,memeriksa dan mengecek semua pendapatan dan pengeluaran Toko.Jeni tersenyum puas Karen beberapa minggu ini omset mereka cukup bagus,setelah selesai dengan pekerjaannya,Jeni memutuskan kembali ke rumah.


“Apa ada yang anda inginkan Nona?”


“Rado,aku ingin makan buah Strawbery dari pohonnya bisakah kau mengantarku?” 


“Baik Nona!”


Ketiganya pergi ke sebuah kebun Strawbery,Jeni memandang takjub hamparan strawbery di depan matanya.dengan semangat Jeni melangkahkan kakinya,menyusuri lorong demi lorong,demi mencari buah yang besar dan segar.Dengan senang hati Sofi menemani sang Nona muda, secara diam-diam Rado mengambil gambar,kegiatan Jeni dan mengirimkannya ke ponsel Nathan.


Nathan yang sedang melakukan rapat tentu saja tidak bisa menerima pesan tersebut,tapi tidak bagi elios.mendengar bunyi notifikasi,dengan cepat dia mengeluarkan ke dua ponsel yang berada di sakunya.Elios membuka ponsel sang Tuan Muda,Elios sejenak terpaku melihat senyum cantik sang Nona Muda.Dengan senyum bahagia,terlepas dari maslah dan beban yang akhir-akhir ini menerpanya,senyum cantik sang Nona kembali.

__ADS_1


“Cantik!”


Mendengar Elios bergumam,membuat Nathan mengangkat sebelah alisnya,dan menatap Elios.Elios yang tanpa sadar,gelagapan atas apa yang dia ucapkan.


Mati aku,kenapa bisa keceplosan sih,,Nona memang cantik,bahkan sebelum Tuan Muda menyadarinya,Nona Muda sudah memang sangat menawan.tapi kenap harus keceplosan sih,kalau begini ceritanya,aku bisa mati di hajar kali ini,,


Nathan membalikkan kursinya dan menatap Elios dengan tatapan mencurigakan,sambil memangku kedua dagunya,Nathan mengintruksikan rapat telah  selesai.para staf yang mengikuti rapat,dengan segera meninggalkan ruangan,tanpa di ulang untuk yang kedua kali.Elios menelan ludahnya,wajahnya sedikit panik,semakin membuat Nathan curiga.


“Siapa yang cantik?


“Elios!”


“Nona Muda,Tuan!”


Elios memejamkan matanya,bersiap menerima tendangan atau pukulan,karena berani memuji kecantikan istri dari Tuan Mudanya.tidak merasakan apapun  terjadi padanya,Elios membuka matanya secra perlahan.Natahn masih diam dan menatapnya dengan tajam,semakin membuat Elios salah tingkah.


“Dimana kau melihat Nona Muda mu?”


Lihatlah pandangan memujanya,dulu saya dia tidak seperti itu,sekarang cinta mati ke Nona,,  


Nathan menyimpan Ponselnya,dan menatap Elios dengan tajam,dan “Bukk”Nathan menendang keras kakinya.Mmebuat Elios kesakitan,namun dia berusaha menahannya.


“Berani sekali kau memuji istriku,awas jika aku mendengarnya lagi!”


“Maafkan sayaTuan Muda,saya tidak akan mengulanginya lagi!”


“Ayo kita pulang sekarang!”


“Masih ada agenda yang harus anda ikuti Tuan Muda!”


“Batalkan dan susun kembali besok,siapa suruh kau mengganggu konsentrasi ku,dengan mengatakan Cantik.jadi sekarang aku tidak bisa fokus!”

__ADS_1


Sekarang anda menyalahkan ku?Hei Tuan Muda,aku hanya mengucapkan kata cantik.katakan saja dengan jujur kalau anda ingin bertemu Nona,alasan anda saja tidak fokus,,


Mau tidak mau Elios mengikuti Natha,dan kembali ke kediaman Agatha.Elios mengirim pesan ke Rado,dan mengatakan jika Tuan Muda pulang lebih cepat.Rado masih membiarkan Jeni menikmati harinya bersama sofi,hal seperti sangat jarang di lakukan Jeni.jadi untuk mengurangi stress,Rado membiarkan keduanya bermain dan menikmati buah strawbery sampai puas .


Hari telah menjelang sore,Jeni yang merasa lelah memutuskan kembali.tiga keranjang strawbery hasil petikan mereka bawa pulang,sungguh hari yang menyenangkan dan melelahkan bagi Jeni.setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam,mobil yang mereka tumpangi masuk ke halaman rumah.


“Sofi tolong berikan keranjang buah ini kepada Pak Mul,minta pada pelayan untuk membersihkannya dan menyimpannya di kulkas!”


“Baik Nona Muda!”


“AKu ingin mandi,dan terimakasih!”


Jeni melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai 2,rasa lelah dan gerah mulai terasa.dia ingin merendam tubuhnya,dengan air hangat serta aroma terapi.sekilas Jeni terkejut melihat kehadiran Nathan di kamar,karena tidak biasanya sang suami akan pulang di jam seperti ini.


“Kau sudah kembali?”


“Aku melihat senyum cantik istriku hari ini,karena itu cepat-cepat kembali,karena merindukannya!”


Jeni mengeryit bingung mendengar ucapan Nathan,membuat Natahn gemas dan mencium kedua pipinya yang mulai berisi.


“Sudah puas makan buah strawbery?”


“Kau tau!”


“Tentu saja aku tau,kau senang hari ini?”


“Iya,senang sekali!”


Jeni memeluk tubh Nathan dan bercerita dengan sangat antusias,tentang apa yang dia lakukan tadi di kebun strowbery.Nathan hanya tersenyum dan sesekali mencium kepala Jeni,inilah yang Nathan inginkan,tawa serta senyum sang istri kembali lagi.


Badai telah berlalu,kini mereka harus membuka dan menjalani lembar baru kehidupan,serta menata keluarga kecil mereka kedepannya.Nathan tidak ingin melihat air mata ,serta kesedihan lagi di mata indah Jeni.sudah cukup penderitaan dan air mata yang selama ini Jeni nikmati,Nathan telah berjanji pada dirinya sendiri untuk membahagiakan Jeni dan keluarga kecilnya nanti.

__ADS_1


__ADS_2