Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
113. Izin Bertemu Dari Nathan


__ADS_3

Pagi ini seperti Biasa Nathan dan Elios berangkat kerja,sesampainya didepan pintu ruangannya,Nathan mengerutkan kening melihat salah satu Stafnya menunduk dengan tubuh gemetar.perasaan Elios mulai tak enak,apakah Selena berhasil menerobos masuk,dan kali ini langsung menuju ruangan Nathan.


“Maaf Tuan,ada Tuan Alex yang menunggu anda didalam.saya sudah memintanya menunggu anda diruang tunggu,tapi dia berkeras.maafkan saya Tuan.” Nathan mendesah pelan mendengar nama Alex,begitu juga dengan Elios yang tidak menyangka akan kedatangan Alex tanpa mengkonfirmasi terlebih dulu.tanpa mengucapkan satu kalimat pun,Nathan melangkahkan kakinya menuju ruangannya,disusul Elios di belakangnya.


Nathan membuka pintu,mencari sosok Alex yang  seenaknya masuk keruangan tanpa ijin darinya.pria itu berdiri tegak,dengan kedua tangan yang masuk ke saku celanaya.menatap dalam pigura besar,yang terpajang didinding ruangan Nathan.apalagi kalau bukan Foto pernikahan Nathan dan Jeni,yang keduanya lakukan di luar negri.foto pernikahan yang memperlihatkan senyum bahagia dari keduanya,Nathan melangkah pelan dan berdiri sejajar dengan Alex.


“Dia wanita yang cantik,wanita pertama yang sangat cantik dimataku.bukan hanya cantik  wajah,tapi hati serta kesantunannya membuatnya sempurna.” Nathan diam tak menyahuti apa yang Alex katakan,tatapan mereka masih sama.masih tertuju pada sosok wanita yang tersenyum bahagia,di dalam foto itu.


“Tolong maafkan aku Nath,dan jangan salahkan cintaku pada Jeni.aku mencintainya dengan tulus,bahkan sebelum mengetahui jika kau adalah suaminya”.Nathan melirik Alex, yang masih menatap ke depan dengan senyum kecutnya.


“Setelah ,kedatangan mu ke apartemen aku berusaha mati-matian membunuh rasa cintaku Nath.cinta yang aku rasakan pada Jeni tidaklah salah,namun tempatnya lah yang tidak tepat.aku mencintai istri sahabatku sendiri,sungguh ironis bukan.” Nathan membalikkan tubuhnya,menatap pria disampingnya yang kini menundukkan kepala dengan hati hancur.


“Alex”,pria itu mengangkat kepalanya,menatap Nathan dengan wajah murung serta kedua mata yang mulai berkaca-kaca.dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama jalinan persahabatan mereka,Nathan melihat kehancuran dimata Alex.pria itu meneteskan air matanya,memperlihatkan kerapuhan serta rasa sakit yang dirinya derita.Nathan melangkah memeluk tubuh sahabatnya,yang seketika itu juga menumpahkan kesedihannya yang mendalam.


Cengeng ?mungkin itulah pendapat sebagian orang,jika melihat seorang pria menangis.namun sesungguhnya tak semua hati seorang pria itu sekeras batu,mereka bisa terluka dan merasakan sakit yang luar biasa.Nathan pun pernah merasakannya,merasakan sakit dan kesedihan luar biasa ketika kehilangan sang Ayah.serta rasa sakit yang hampir dirinya rasakan kembali,ketika Jeni tidur dalam koma yang cukup lama.


Nathan memeluk tubuh Alex menepuk punggung kokoh itu dengan pelan,Elios menatap sendu kedua pria di depannya.ternayata cinta bisa membuat siapa saja lemah,contohnya dirinya kini.dirinya lemah jika berada di samping Tania,dirinya bahkan tak bisa  menahan perasaannya.apakah ini yang Alex rasakan?,apakah ini yang namanya kegilaan karena cinta?.Elios menatap Alex yang menangis di pelukan Nathan,rasa bersalah serta sakit pasti pria itu rasakan.


Beberapa menit berlalu,setelah sedikit tenang Nathan menyuguhkan secangkir teh rasa  mint, untuk memberikan sedikit ketenangan pada Alex.keduanya masih diam,larut dalam pikiran masing –masing.


“Aku akan kembali besok lusa Nath,hari ini aku datang untuk berpamitan dan meminta maaf padamu”.Alex berucap lambat,menatap Nathan dengan tatapan sendu.Nathan mendesah pelan,dan melemparkan senyuman lembut pada sahabatnya itu.

__ADS_1


“Aku memaafkan mu,dan aku tidak pernah menyalahkan cintamu.temuilah Jeni dan berpamitan juga padanya,hapus perasaanmu padanya.aku mengijinkan mu menemui istriku,dia ada di toko roti sekarang.” Nathan berucap tegas,tanpa ada keraguan di setiap kata yang keluar dari mulutnya.


Alex menatap Nathan sejenak,dan menundukkan kepala.memikirkan apa yang Nathan ucapkan,akankah dirinya siap bertemu dengan Jeni.melihat keraguan Alex,Nathan mencondongkan tubuhnya.


“Setidaknya ucapkan salam perpisahan padanya secara baik-baik,kalian bertemu dan saling mengenal dengan cara yang baik,maka berpamitan dengan cara yang baik pula aku mengizinkanmu.” Alex menganggukkan kepalanya pelan,”Terimakasih”.


Nathan menatap punggung Alex yang kini melangkah meninggalkan ruangannya,Elios menatap serta memahami niat yang ingin disampaikan Nathan,pada tatapannya itu.terlihat Nathan mendesah beberapa kali,membuat Elios yakin jika sebenarnya sang Tuan Muda tidak ikhlas mengijinkan istrinya bertemu dengan lelaki lain selain dirinya.


“Anda tidak apa-apa Tuan Muda?apa sebaiknya kita mengikutinya?,tanya Elios dengan sedikit khawatir,Nathan menggelengkan kepalanya pelan,menatap Elios yang masih berdiri di tempatnya dan tak beranjak sedikitpun dari sana.


“Biarkan Alex melepas perasaannya pada istriku,aku tidak ingin dia kembali ke negaranya dengan membawa luka.aku ingin dia mengenal Jeni,dengan cinta yang tulus.anak itu baru pertama kali merasakan cinta,jadi cobalah untuk mengerti dirinya.” Nathan melangkahkan kaki menuju kursi kebesarannya,menghempaskan bokongnya serta menyandarkan punggungnya.”Hubungi Sofi dan anak buah mu yang lain,katakan kepada mereka untuk mengamati keduanya dari jarak aman.”


“Baik Tuan Muda”,Elios menundukkan sedikit kepala sebelum meninggalkan ruangan Nathan,memberikan Nathan ruang pribadi untuk menenangkan hati serta perasaannya.Elios yakin saat ini hati Nathan  sedang berperang,sehingga dia memilih untuk pergi.


Alex turun dari mobilnya,dengan sebuket bunga mawar indah di tangannya.dia melangkah ringan dengan senyum yang sedikit dia paksakan,Sofi dan beberapa anak buah Elios yang telah mendapatkan perintah,sesegera mungkin mencari posisi teraman mereka.Alex mendekat pelan dan berdiri tepat di samping Jeni,menyadari kehadiran seseorang Jeni mendongakkan kepalanya,menatap pria yang kini tersenyum padanya.


“Alex”,,sapa Jeni dengan sangat ramah tak lupa dengan senyum cantiknya.Alex membalas senyum Jeni,memberinya buket bunga yang cantik.Jeni menatap senang bunga pemberian Alex itu,”Cantik.”


Jeni menghirup aroma bunga mawar,yang sangat menenangkan baginya.


”Terimakasih Alex,aku sangat menyukainya,dan bunganya sangat cantik.” Alex tersenyum bahagia,melihat hadiahnya di terima dengan senang hati oleh Jeni.

__ADS_1


”Bunganya secantik dirimu,” Jeni mengerutkan kening mendengar ucapan Alex,namun dia tak menanggapi serius ucapan Alex,Jeni melempar senyum dan menggeleng pelan.


Sebagai ucapan terimakasih darinya,Jeni mentraktir Alex dengan beberapa Cake serta serta kopi.tadinya Jeni ingin mengajaknya makan siang,namun dirinya tidak boleh pergi ketempat yang Nathan tidak setuji.dengan berat hati serta rasa bersalah dalam dirinya Jeni hanya bisa memberinya,beberapa macam cemilan serta kopi kesukaan Alex.meski hanya di beri cemilan dan secangkir kopi,Alex sudah sangat bahagia.yang dirinya inginkan hanyalah menikmati sisa waktunya yang berharga bersama Jeni,sebelum dirinya membawa cintanya kembali ke negaranya.


Keduanya tampak senang dan larut dalam obrolannya,Sofi yang diminta secara diam-diam merekam keduanya melakukan tugasnya.Nathan tersenyum ironis melihat sahabatnya,meski hatinya terbakar cemburu,Nathan berusaha menahannya sekuat tenaga.sekali saja dirinya ingin melihat senyum dan wajah bahagia Alex,sebelum pria itu pergi dan kembali ke negaranya.


Malam mulai menyapa,Jeni sudah selesai makan malam.kini dirinya duduk berselonjor di ranjang,dengan buku di tangan.beberapa kali Jeni melirik jam di dinding,menunggu kedatangan sang suami yang belum kembali.Jeni berpikir positif,mungkin saja suaminya sedang sibuk hingga lupa mengabarinya.disaat Jeni sedang bertarung dengan pikirannya,pintu kamar terbuka,memperlihatkan sosok Nathan yang berdiri di ambang pintu dengan senyum lembutnya.


Jeni menyimpan buku di tangannya,menurunkan kedua kakinya untuk menyambut kepulangan sang suami yang terlihat lelah.


”Selamat datang sayang”.Jeni mendekat dan memeluk Nathan dengan lembut,membuat perasaan Nathan terharu.Jeni melepaskan pelukannya,mendongakkan kepala agar bisa menatap sang suami.


”Kenapa tidak mengabari ku jika pulang malam?aku mengkhawatirkan mu.” 


Bukannya menjawab,Nathan meraih tubuh Jeni dan membawanya ke dalam pelukannya.Nathan sangat bahagia,hari ini.dirinya secara tak langsung mendengar pengakuan cinta dari Jeni,ketika wanita itu bicara dengan Alex.


Nathan menghirup aroma harum dari tubuh Jeni,yang selalu membuatnya tenang.


”Bersihkan dirimu terlebih dulu,aku akan meminta pelayan untuk menghangatkan makan malam untukmu.” Nathan melonggarkan pelukannya, menatap Jeni dengan lembut,merapikan anak rambut yang berada di sekitar kening Jeni.


”Aku sudah makan malam dengan Elios,sekarang aku mandi,tunggu aku.”

__ADS_1


Nathan berucap pelan,dengan patuh Jeni menganggukkan keplaa.mentapa punggung suaminya yang mulai menghilang di balik pintu kamar mandi.


 


__ADS_2