Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
122. Menghukum Para Pelaku


__ADS_3

Setelah memastikan istri serta sang putra selamat,Nathan menitipkan istri serta putranya kepada Ayah mertua serta ibunya,tak lupa dengan pengamanan yang sangat ketat.Nathan tak ingin sesuatu terjadi lagi kepada orang yang begitu dicintainya.


“Aku ada urusan sedikit,aku akan segera kembali aku berjanji.” Nathan berucap lembut serta mencium kening Jeni,membuat wanita yang kini menjadi seorang ibu itu mengangguk lemah.Nathan melirik sang ibu dan Tuan sanjaya,mengangguk pelan sebelum Nathan melangkah meninggalkan kamar rawat sang istri.


“Putramu sangat tampan sayang” Ucap sang ibu mertua yang kini menatap lembut sang cucu yang terlelap di dalam Box bayi,Tania bahkan tak mengalihkan perhatiannya dari wajah tampan sang keponakan.


“Garis wajahnya lebih mirip Nathan,bagaimana menurut anda?” ucap Tuan sanjaya menilai wajah tampan sang cucu,”benar yang Tuan Sanjaya katakan,dia Nathan junior dia sangat mirip dengan Ayahnya.mendengar pendapat kedua orang tua yang berada di hadapnya,Tania mengerutkan kening dalam seolah tak terima dengan pernyataan kedua orang itu.


“Baby nya lebih mirip kakak ipar ibu,paman.tidakkah kalian lihat hidung mancung serta bibir mungilnya,belum lagi jika dia membuka mata,persis seperti kakak ipar.jangan mengatakannya mirip kakak Nathan,aku tidak bisa membayangkan bagaimana sifatnya jika mirip kakak.” Jeni terkekeh pelan mendengar ucapan Tania,jika saja Nathan berada disini tentunya keduanya akan memperdebatkan kemiripan sang putra.Tuan sanjaya hanya tertawa pelan menyingkapi pendapat Tania,meski menurutnya apa yang Tania ucapkan ada benarnya.


“Dimana wanita itu? Nathan berucap dingin,tatapannya menyiratkan kemarahan yang luar biasa.kali ini dirinya tidak akan memaafkan apa yang Selena lakukan,setelah mendapatkan kabar serta kenyataan bahwa Selena adalah pelakunya,Nathan menggeram marah dan ingin turun tangan sendiri untuk memberi pelajaran pada wanita yang tak tau diri itu. 


“Di gedung tua Tuan Muda,Rado sudah berada di sana untuk mengamankan wanita itu.” Ucap Elios dingin sama dinginnya dengan Nathan,mobil yang dikemudikan Elios melaju ketika hari telah menjelang sore,mobil mereka telah sampai di pinggiran kota.bangunan tua yang biasanya Elios gunakan untuk menyiksa para penghianat,terlihat menyeramkan.letaknya yang jauh dari pusat kota serta bangunan yang terbengkalai membuat bangunan itu sangat cocok di guanakan untuk menghukum mereka yang bersalah,teriakan ataupun permintaan tolong yang keluar dari mulut mereka,tidak akan terdengar sehingga Elios dan orangnya secara leluasa melakukan aksinya.

__ADS_1


Seorang wanita duduk terikat di sebuah kursi dengan kepala tertutup serta mulut yang di sekap,sekuat tenaga Selena meronta mencoba melepaskan dirinya,namun semua usahanya sia-sia.tubuh Selena bergetar ketakutan,ketika mendengar suara jeritan kesakitan serta suara penuh pengampunan,terdengar di telinganya.Selena meyakini jika suara itu berasal dari orang suruhannya,ternyata bukan hanya dirinya yang tertangkap tapi anak buahnya juga tertangkap.Selena merutuki kebodohannya yang tertangkap basah mendorong tubuh Jeni,meski dirinya mengelak beberapa orang serta pengawal Jeni melihatnya secara langsung.tak ada yang bisa dirinya lakukan selain melarikan diri,namun naasnya dirinya harus tertangkap ketika mencoba melarikan diri.


Suara langkah seseorang terdengar Selena mulai panic dan di dera ketakutan yang luar biasa,secara imflusif Selena meronta mencoba melepaskan ikatan yang menghalangi gerakannya.langkah pria itu terhenti membuat Selena mengentikan usahanya,namun suara tarikan kursi membuat Selena kembali di dera ketakutan.penutup kepalanya dibuka oleh seseorang ,Selena melirik seorang pria berpakaian formal dengan jas serba hitam dengan wajah datar membuka penutup kepalanya.Selena menolehkan kepala dan melihat siapa yang duduk di hadapannya,kedua mata Selena melebar melihat keberadaan Rado yang kini menatapnya dengan tatapan membunuh nan kental.Selena meronta berusaha menggapai tubuh Rado,dengan gerakan tangan dar Rado anak buahnya bergerak dan melepas plester yang mmebekap mulut Selena.


“Bajingan lepaskan aku,aku membayar mu mahal untuk melukai Jeni bukan untuk menangkap ku.” Selena memaki Rado dengan berbagai umpatan,namun pria di hadapannya itu tak bergeming dan tak menanggapi cacian darinya,Rado berdiri melangkah dan berdiri tepat di hadapan Selena,sehingga wanita itu harus menengadah dan memberi Rado tatapan marah.


“Plaakkk” tamparan yang cukup keras berhasil mendarat di pipi mulus Selena,membuat sudut bibirnya sobek dan mengeluarkan darah segar.pipi Selena memerah dan mulai membengkak,menampilkan cap lima jari.Selena menatap Rado dengan tatapan marah serta permusuhan,Rado tersenyum sinis.


“Sebentar lagi kau akan pergi ke neraka,jadi kau bisa menikmati serta menghirup udara sore ini untuk terakhir kali.ucapan Rado membuatnya ketakutan ,Selena menggelengkan kepalanya sambil menatap Rado marah.


“Bajingan,lepaskan aku.” Selena memberontak mencoba menerjang Rado,namun gerakan tubuhnya terhenti ketika pendengarannya menangkap suara langkah kaki yang bukan berasal dari satu orang melainkan lebih.Selena menelan ludahnya dengan kasar,ketika suara langkah mulai dekat dapat Selena lihat siapa yang mendekat kearah mereka.tubuh Selena gemetar,ketika tatapan matanya bertemu dengan mata Nathan yang mengerikan.


“Nathan” Selena berucap pelan,bahkan suaranya tercekat di tenggorokannya.aura kelam,bengis yang keluar dari tubuh Nathan, membuat tubuh Selena bereaksi  secara spontan.Selena menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi,Selena melirik Rado yang melemparkan senyum mengejek padanya.Nathan mengalihkan pandangannya pada dua pria yang tergeletak lemah,dengan luka yang di deritanya,namun itu semua belum membuat Nathan puas.Nathan menatap Selena lagi dan memberikan senyum sinis padanya,Nathan membuka kancing jasnya melepaskan dan memberikannya pada Elios,Nathan membuka kancing kemeja dan menggulungnya lambat-lambat.gerakannya yang elegan membuat tubuh Selena merinding,pikirannya kalut akankah Nathan melakukan itu padanya dihadapan anak buahnya,Selena tidak akan keberatan melayaninya di atas ranjang,bahkan dirinya akan dengan suka rela melakukannya.Pikiran Selena yang kalut serta berpikir Nathan akan melakukan hal itu membuat semu merah di pipinya,Nathan yang terus memperhatikan perubahan wajah Selena tersenyum jijik.

__ADS_1


Berada dalam pikirannya sendiri,Selena tak menyadari jika kedua pria bayarannya telah berada dibawah kaki Nathan.tanpa ampun Nathan melayangkan pukulan kerasnya,suara pekikan salah satunya membuat selena sadar akan lamunan bodohnya.matanya melebar menyaksikan tindakan Nathan,pria itu menghajar,menendang ,mencekik bahkan mematahkan kedua tangan dan kaki pria itu.darah yang keluar dari wajah serta mulut keduanya mengotori kemeja Nathan yang putih bersih,kedua pria itu kesakitan luar biasa,Nathan menarik rambut salah satu pria itu,mendongakkan dan memaksanya untuk menatap Selena.wajah Selena pucat pasi,tubuhnya bergetar ketakutan.


“Apa wanita yang ada di depanmu ini yang memerintahkan mu?”  Nathan berucap dingin,pandangan matanya tak lepas dari Selena seolah-olah ingin menguliti tubuh Selena hari itu juga.dengan lemah sang pria menganggukkan kepalanya,semakin membuat api amarah dimata Nathan berkobar.dengan keji Nathan mematahkan kepala kedua pria malang itu,tepat dihadapan Selena yang diam membeku.


“Lembar mayatnya ke kolam buaya” dengan sigap beberapa anak buah Elios menyeret dan membawa tubuh keduanya menghilang dari pandangan Nathan.kini pria yang tak pernah memperlihatkan sisi gelapnya itu duduk tepat di hadapan Selena ,yang ketakutan dengan tubuh gemetar serta keringat dingin yang mulai membasahi keningnya.


“Perlakuan apa yang pantas aku berikan padamu Nona Selena?” ucapan dingin Nathan membekukan tubuh Selena,dengan mulut bergetar Selena berusa berucap namun ketakutan membuatnya kehilangan kata-katanya.Nathan menarik kursinya agar lebih dekat dengan Selena,dengan gerakan cepat dan tak terbaca Nathan mencengkram dagu Selena dengan kuat hingga wanita itu merasa kesakitan.melihat Selena kesakitan bukannya melepaskan cengkramannya Nathan semakin menekan dagu Selena.


“Na,,Nathan aku,,,aku  mohon maafkan aku” Selena berucap dengan suara bergetar,Nathan tersenyum sinis tak menghiraukan apa yang Selena ucapkan.wanita dihadapannya itu harus menerima hukuman dari apa yang dia lakukan,bahkan apa yang dilakukannya tidak bisa dirinya maafkan,mengingat dirinya bisa saja kehilangan istri dan anaknya membuat kemarahan Nathan memuncak.


“Apa sebaiknya aku mulai dari wajah cantikmu ini,atau kedua tanganmu yang telah dengan berani mendorong tubuh istriku,hingga istriku harus bersimbah darah serta putraku harus lahir dengan terpaksa.mengingat apa yang kau lakukan,aku ingin sekali mencabik-cabik tubuh indah mu dan memberikannya pada binatang buas di hutan sana.”  Wajah Selena semakin pucat mendengar ucapan mengerikan Nathan,Selena melirik Rado dna Elios yang tersenyum sinis,menyadari kemana tatapan Selena,Nathan menyandarkan tubuhnya.diirnya berencana memberikan jawaban atas kebingungan wanita bodoh di hadapannya sebelum akhirnya dirinya memberinya pelajaran yang tak terlupakan.


“Rado tolong jelaskan peranmu pada wanita bodoh ini,agar dia tak mati dengan rasa penasaran.”  Rado menunduk dan melangkah mensejajarkan dirinya disamping Nathan,Rado menatap bengis wanita yang hampir merenggut nyawa sang Nona.

__ADS_1


“Aku adalah pengawal pribadi Nona Jeni!”


__ADS_2