Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
131. Pengakuan


__ADS_3

Wajah Elios menegang begitu mendengar ucapan ibu Nathan,Elios melirik Tania yang sudah menunjukan wajah kesal serta rasa kecewa.terlihat Tania beberapa kali menolak dengan alasan sudah memilki seorang kandidat kekasih,namun baik sang ibu ataupun Nathan seperti tak percaya.Tania melirik Elios yang berdiri mematung di belakang Nathan,seolah meminta bantuan dan kebungkaman  Elios membuat Tania kecewa.


“Baiklah Tania akan menemui pemuda itu seperti yang ibu katakan,tapi setelah itu jangan pernah paksa Tania untuk menemui pria lainnya,Tania tidak suka.kali ini Tania hanya menghargai ibu serta teman ibu itu!” Tania berucap tenang,namun tatapan matanya tertuju pada Elios.Nathan tersenyum mendengar ucapan Tania,serta sangat menyayangkan sikap Elios yang tidak berani mengungkapkan hubungan mereka.


“Berjanjilah pada ibu,kalau kau tidka akan berubah pikiran.besok jam 10 temui dia di kafé Horison,ibu sudah reservasi tempat untuk kalian!” Terlihat Nyonya Agatha begitu antusias dengan rencana pertemuan putrinya,dengan anak dari sahabat dekatnya.Jeni melirik Tania serta Elios yang hanya diam,begitu juga dengan sang suami yang sepertinya acuh dan setuju dengan rencana sang ibu.Jeni menghela nafasnya,jika Tania dan Elios tidak mengungkapkan hubungan mereka,maka akan sulit untuk keduanya.bukankah lebih baik jika mereka berterus terang?di restui atau tidaknya hubungan mereka nanti,mereka berdua pasti memliki cara untuk menyelesaikannya.


“Tania,bukankah kau sedang dekat dengan seseorang lantas bagaimana hubungan kalian?” Jeni mencoba memancing percakapan,akankah Tania dan Elios berani mengungkapkan kebenarannya?.Tania melirik Jeni sesaat,sebelum tatapannya menghujam Elios.


“Kau tau darimana jika anak ini dekat dengan seseorang,ibu yakin Tania belum memiliki kekasih Jeni!” sang ibu mertua kukuh pada pendiriannya,sebagai seorang ibu dirinya teramat yakin jika anak gadisnya belum pacaran.


“Ibu benar,Tania memang belum memiliki kekasih,kami hanya dekat!”


“Tuh kan Jeni,benar apa kata ibu.gadis ini belum dekat dengan pemuda manapun!”


“Apa yang kalian bicarakan,Tania masih muda jalannya masih panjang,dan jika ada pria yang menginginkannya, pria itu  harus berhadapan dengan Nathan terlebih dulu.bagaiamana menurutmu Elios?” Elios terlonjak kaget dari lamunannya ketika namanya di sebut,Nathan mengangkat alisnya melihat respon Elios yang lambat.


“Kau sedang melamunkan apa,bagaimana jika kau juga ikut kencan buta.ibu bantu aku mencarikan seorang wanita cantik untuk asistenku!” Nathan berucap santai namun bagi Elios dan Tania,ucapannya seperti perintah.tentu perintah Nathan di sambut baik oleh sang ibu yang langsung menganggukkan kepalanya dengan antusias.


“Terimakasih Tuan Muda dan Nyonya,namun saya tidak berminat!” Nathan melirik Elios dan tersenyum.


“Mau sampai kapan kau sendiri,ini perintah aku akan mengatur kencan untukmu!” Jeni melebarkan kedua matanya mendengar ucapan sang suami,apakah suaminya ini benar-benar akan melakukan niatnya tanpa memikirkan perasaan keduanya.Elios hanya bisa diam menunduk,sementara Tania mengepalkan kedua tangannya menahan rasa kecewa dan amarah di dalam hatinya.


“Aku akan tidur lebih awal,aku tidak ingin bertemu pria tampan dengan wajah kusam!” Tania bangun dari tempatnya dan pergi melenggang begitu saja,sang ibu tentunya menyambut baik ucapan Tania.Sedangkan Nathan hanya terkekeh melihat kelakuan Tania,berbeda dengan Elios yang menatap punggung wanita yang di cintainya dengan tatapan bersalah.

__ADS_1


 “Kenapa kau begitu setuju ketika ibu meminta Tania untuk berkencan,tidakkah kau lihat wajah kesalnya?” Jeni mencerca sang suami dengan berbagai pertanyaan,belum lagi ucapan Jeni yang terus menyalahkan Nathan,merasa gemas dengan tingkah sang istri yang begitu cerewet malam ini Nathan menarik tubuhnya dan membungkam bibir Jeni dengan bibir hangatnya.


“Jika kau tidak menutup bibir manismu itu,dan masih mengoceh aku akan menciumnya habis-habisan!” Jeni menatap kesal Nathan yang hanya terkekeh geli,Nathan meraih tubuh Jeni membawanya dalam pelukannya,sambil mendesah Jeni merebahkan kepalanya di dada kokoh sang suami.


“Kenapa kau menyudutkan Tania dan Elios,aku yakin Tania sekarang sedang menangis sementara Elios pasti galau setengah mati,melihat kekasihnya akan bertemu pria lain!”


“Kenapa kau harus memikirkan masalah mereka,biarkan mereka berdua yang menyelesaikannya.kita ikuti bagaimana sikap serta tindakan mereka setelah ini,aku hanya ingin mereka berdua jujur,tapi kau lihat sampai saat ini mereka masih bermain denganku!” Jeni memberikan pukulan ringan di dada Nathan,membuat sang suami tertawa.


“Mereka hanya takut padamu aku yakin itu,tidakkah kau lihat cinta di mata keduanya?” Nathan hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh,membuat Jeni kesal dan memberikan cubitan kersa di pinggangnya,membuat Nathan meringis kesakitan.


“Kenapa kau kejam sekali padaku sayang,bukannya aku tidak merestui hubungan mereka,bukankah aku sudah pernah bilang aku hanya ingin mereka jujur dan berterus terang.lihatlah berapa lama aku bersabar tapi mereka masih menutup kebenaran dengan rapat,aku hanya ingin memberi pelajaran pada mereka berdua!”


“Lantas kenapa mereka masih belum jujur,dan jawabannya hanya satu yaitu mereka takut melihat wajah galakmu!” jeni menatap Nathan dengan kesal,wajah cantiknya semakin imut dan menggemaskan membuat Nathan tidak bisa menahan tangannya untuk tidak menyentuh pipi Jeni.Nathan mengelus pipi Jeni,memberikan kecupan-kecupan kecil di kedua pipinya dan berakhir di bibirnya.


“Jangan membahas mereka lagi,bagaimana kalau kita membahas tentang adik Raditya!” Nathan berbisik pelan di telinga Jeni,hembusan nafasnya yang hangat membuat tubuh Jeni membeku,suara serak Nathan membuat aliran darahnya mengalir cepat.Nathan tidak memberi kesempatan pada Jeni untuk bicara,bibirnya di bungkam oleh bibir hangatnya.malam panas di kamar luas di mulai,Nathan menyentuh dengan lembut tubuh Jeni memberikan cinta yang kian membara di hatinya.


Tania menumpahkan air matanya,sakit,kecewa itulah yang dirinya rasakan.beberapa saat lalu dirinya berharap Elios akan mengakui dan menyatakan  dengan lantang hubungan mereka,namun Elios memilih diam dan hanya menatapnya dengan tatapan bersalah.


Jika ini yang kau inginkan,baiklah tidak perlu mengungkapkan kepada ibu dan kakak tentang hubungan kita.aku akan melakukan apa yang kau inginkan Elios,,


Tania beranjak menuju kamar mandi mencuci wajahnya yang sembab,tanpa dirinya sadari di bawah sana ada pria yang menatap kamarnya dengan tatapan  nanar.sakit,marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa memperjuangkan cintanya,itulah yang Elios rasakan sekarang.tanpa dirinya sadari buliran bening membasahi pipinya,dirinya rapuh karena rasa kecewanya.


Elios yakin didalam sana sang kekasih pasti duduk sambil menangis,Elios begitu mengenal sifat Tania yang ceria di depan tapi sebenarnya adalah gadis berhati lembut dan rapuh.

__ADS_1


Maafkan kebodohanku Tania,bencilah aku sesukamu.maafkan aku yang lemah ini,,Tolong maafkan aku,,


****


“Wah putriku cantik sekali pagi ini,apa kau sudah siap bertemu dengan pemuda tampan hari ini?” Ucapan Nyonya Agatha membuat Nathan,Jeni serta Elios menolehkan kepalanya.Tania tampil cantik serta anggun pagi itu,Tania tersenyum manis menghampiri sang ibu dan mengecup pipinya seperti biasanya.


“Bukankah aku harus tampil cantik jika bertemu seorang pemuda,Tania tidak akan membuat Kakak dan Ibu malu,jadi setelah pertemuanku nanti ibu harus membawaku menjalani perawatan kecantikan,wajahku adalah asetku!” Tania berucap tegas dan dingin,sesekali matanya melirik Elios yang hanya diam mematung.


“Ini baru putri ibu,tenang saja setelah ini kita akan melakukan perawatan bersama kakak iparmu juga!” Sang ibu terlihat bahagia,namun tidak bagi Jeni.entah kenapa sikap Tania pagi itu memperlihatkan rasa kecewanya kepada Elios,pagi ini Tania benar-benar berdandan dan tampil berbeda dari biasanya.Jeni melirik Elios yang hanya diam tanpa ekspresi,Jeni bisa merasakan apa yang Elios rasakan sekarang.


“Tapi kakak tidak melihat kebahagiaan di wajahmu,apa kau melakukan ini karena terpaksa?jika kau melakukan semua ini hanya untuk menyenangkan ibu sebaiknya hentikan,tapi jika kau menyukainya maka lanjutkan,apapun keputusanmu!” Tubuh Tania membeku mendengar ucapan Nathan,namun wanita muda itu berusaha menutupi perasaannya yang sebenarnya.


Waktu telah menunjukan pukul 10,Elios merasa tidak tenang pikirannya terus tertuju pada Tania hingga beberapa pekerjaannya tidak terselesaikan sebagai mana mestinya.


“Apa yang kau pikirkan Hah!” Suara Nathan menggelar memenuhi ruangan,Nathan melemparkan hasil kerja Elios ke hadapan pria yang hanya bisa menunduk dengan rasa bersalah.apapun masalahnya dirinya tidak pernah seperti ini,Elios selalu  bersikap professional bahkan menyampingkan urusan pribadinya dan mengutamakan sikap profesionalnya.


“Kemana perginya asistenku yang begitu professional itu,laporan apa yang kau berikan kepadaku?.tertuju kemana pikiranmu hari ini?” Elios masih bungkam dan tidak berani menatap wajah Nathan yang memerah karena marah.Nathan mencondongkan tubuhnya.kedua tangannya berada di atas meja dengan menyanggah dagunya,Nathan menatap Elios dengan tatapan tajam yang menusuk,habis sudah kesabarannya.


“Apa konsentrasi mu terbagi karena kencan yang akan dilakukan oleh Tania?” pertanyaan Nathan mampu membuat tubuh Elios menegang,Elios menunduk sambil meremas ujung jasnya.


“Tuan,,saya!” Elios tidak bisa meneruskan kata-katanya,lidahnya kelu untuk bicara dan mengatakan semuanya.


“Kau pikir aku tidak tau hubunganmu dengan Tania,dan apa kau pikir aku tidak tau jika kalian sudah menjalin hubungan dalam beberapa bulan terakhir ini,mau sampai kapan kalian akan menyembunyikannya dariku!” Suara Nathan naik satu oktaf dari biasanya,Elios tertegun dan mengangkat kepalanya menatap wajah Nathan yang kini terlihat merah.

__ADS_1


“Apa,,anda sudah tau Tuan? Elios benar-benar terkejut akan pengakuan Nathan,Elios memberanikan diri menatap kedua mata Nathan.” Iya Tuan,saya mencintai adik anda Tania.dan kami telah menjalin hubungan beberapa bulan terakhir ini,maafkan saya Tuan!” Elios akhirnya bisa mengatakan yang sebenarnya,kini dirinya siap menerima amukan sang Tuan Muda.apapun hasilnya Elios telah bertekad untuk memperjuangkan cintanya kepada Tania.


“Pria brengsek aku akan mematahkan kedua kakimu!”


__ADS_2