Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
103. Bertemu Lagi


__ADS_3

Beberapa orang terlihat keluar masuk kafe,namun orang yang ditunggu Selena belum juga datang.membuat Selena kesal,2 gelas jus sudah Selena habiskan namun yang ditunggu belum memunculkan batang hidungnya.Selena mendesah pelan dan akhirnya menyerah,ia meninggalkan kafe tersebut dengan perasaan marah.tanpa Selena sadari,sang pria yang ia tunggu sebenarnya sudah datang sejak 30 menit yang lalu.pria yang sudah tak asing lagi bagi Selena,pria yang pernah bekerja untuknya beberapa waktu waktu.


Rado menatap kepergian Selena dengan tatapan dingin,dirinya mulai khawatir tentang keselamatan Jeni.melihat kedatangan Selena,serta dirinya yang menerima panggilan dari wanita tersebut,terlintas kecemasan dihatinya tentang sesuatu yang akan Selena rencanakan.setelah memastikan mobil Selena meninggalkan kafe,Rado merogoh ponselnya,dan menekan salah satu nomor yang ada di ponselnya.


“Awasi wanita yang bernama Selena itu,wanita yang pernah menjadi klien kita.laporkan padaku apapun tentang kegiatannya,aku tidak ingin ada satupun hal yang tertinggal .laporkan padaku secara terperinci setiap harinya!”


Rado menyimpan kemabli ponselnya,dan melangkah pergi meninggalkan Kafe.tujuan utama hidupnya kali ini ,adalah untuk melindungi Jeni.melindungi orang yang cukup berat bagi keluarganya,melindungi orang yang begitu baik dan selalu ada untuknya disaat dirinya tertindas.dan Rado sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melindungi Jeni dengan nyawanya.


Sore hari yang cerah,Jeni masih menikmati kesehariannya di taman.dengan berbagai kegiatannya,semua itu dia lakukan untuk mempermudah proses persalinannya nanti.Jeni selalu aktif bergerak,bahkan sesekali membantu tukang kebunnya untuk menyiram tanamannya.Natahn pun tak melarang Jeni,melakukan hal tersebut.Natahn hanya berpesan agar drinya tak kelelahan,dan selalu mengingatkan para pelayannya,untuk menjaga sang istri.


Sebelum berangkat ke kantor pagi ini,Nathan berpesan kepada Jeni jika ada salah satu temannya kan datang berkunjung.dirinya diminta untuk menyambut sang tamu,tentu dengan ancaman kalau dirinya tidak boleh mengumbar senyum sembarangan.Jeni yang mendengar ucapan sang suami protes dan tak terima,membuat Nathan kesal dan hampir tidak berangkat kerja.


Berbagai bujukan serta ucapan Jeni yang lembut,akhirnya meluluhkan hati sang suami yang  sekeras batu itu.bermodal kecupan di kedua pipi dan bibir,Jeni berhasil membujuk sang suami untuk berangkat kerja.melihat kedatangan sofi,Jeni tersenyum dan melambaikan tangan.Sofi menunduk dan segera berlari kearah Jeni,sambil meraih selang air yang berada di tangan Jeni.


“Jangan sampai kelelahan Nona,anda tau bukan hukuman bagi kami,jika Nona sampai jatuh sakit akibat kelelahan!”


Jeni memukul bahu sofi dengan gemas,lama-kelamaan sifat sofi hampir sama dengan adik iparnya Tania.ceria serta banyak bicara,membuat Jeni terhibur akan sifat kocaknya.sore itu mereka berjanji akan pergi ke Mall terdekat,membeli beberapa bahan makanan serta beberapa buah segar.untuk persediaan bahan makanan Jeni lebih suka memilihnya sendiri,dibanding menyerahkan semuanya ke pelayan.semua itu sudah melewati persetujuan Nathan,dengan catatan Jeni harus tetap membawa salah satu pelayan,diluar Sofi dan Rado.kini mereka berempat sudah berada di dalam mobil,Jeni duduk di kursi penumpang dengan buah segar ditangannya.makanan yang tidak boleh ketinggalan dan harus sellau ada ,membuat kedua pengawal selalu siap siaga menyiapkan bekal buah untuk sang Nona.


Beberapa menit berlalu,mobil yang membawa mereka memasuki area Mall.suasana  cukup ramai kali ini,membuat Sofi lebih waspada akan keselamatan Jeni.keempatnya memasuki Mall,dan menuju salah satu lantai yang menyediakan berbagai bahan sayuran segar,daging serta buah-buahan.Rado sellau berada 100meter di belakang mereka,memastikan tidak ada seseorang yang berniat jahat pada sang Nona.


Jeni serta sang pelayan terlihat serius memilih bahan makanan,sedangkan sofi mendorong kereta belanjaan mereka,terlihat ikut sibuk menilai bahan makanan yang dipilih keduanya.tanpa ketiganya sadari sepasang mata menatap mereka dengan senang,Alex yang saat itu kebetulan belanja bahan makanan,melihat keberadaan Jeni.tentu hal tersebut membuat hatinya berbunga-bunga,karena sudah beberapa hari keduanya tidak bertemu.Alex selalu rajin datang ke toko roti,hanya untuk mencari keberadaan Jeni,namun yang ditunggu tidak pernah datang berkunjung,membuat Alex frustasi.namun kali ini sungguh keberuntungan baginya,bisa bertemu dengan Jeni tanpa sengaja.Jeni terlihat bingung memilih buah yang ingin ia konsumsi,semua buah terasa nikmat dimatanya,membuat Alex senyum-senyum sendiri.Rado menatap Alex dengan mata elangnya,tatapannya tidak lepas dari pria tersebut.dengan kemahirannya,Rado berusaha tak terlihat hanya untuk mengintai Alex.


“Buah ini bagus untukmu,dan calon buah hatimu!”

__ADS_1


Ketiga wanita berbeda usia tersebut menolehkan kepala,kearah suara yang mengalun merdu itu.sang pelayan yang baru pertama kali melihat pria tampan,terdiam terpaku,sofi mulai memasang tameng serta perlindungan untuk Jeni.sementara Jeni yang mengenal pria tersebut, tersenyum hangat dan ramah.Jeni menerima buah yang berada di tangan Alex,menimang ucapan Alex.dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya,Jeni mengangguk dan berterimakasih.


Tanpa di duga,Alex langsung menerobos kedua wanita yang berada di samping Jeni.mengambil kesempatan untuk bisa bicara, dan menemani Jeni belanja.keduanya terlihat akrab,dan memilih beberapa bahan makanan bersama.Alex sangat menikmati waktunya yang berharga bersama Jeni.


“Kenapa kau membeli banyak bahan makanan?”


“Sahabat suamiku akan datang berkunjung ke rumah,jadi kami akan membuat sambutan kecil untuknya.dan ini juga adalah bahan makanan yang disukai suamiku,mertuaku serta adik ipar ku!”


Entah kenapa rasa sakit serta cemburu menjalar di hati Alex,mendengar kata suamiku keluar dari bibir Jeni.betapa beruntungnya dirinya jika bisa memiliki Jeni,wanita yang begitu menyayangi keluarganya,bahkan mengetahui makanan kesukaan semua anggota keluarganya.terbesit ide di kepalanya untuk menanyakan kehidupannya.


“Apa kau bahagia?”


Jeni menghentikan langkahnya,dan menatap Alex yang menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk dirinya tebak.Sesaat Jeni mengerutkan dahi,dan kemudian tersenyum lembut.mungkin Alex hanya khawatir padanya,karena itu dirinya dengan berani menanyakan maslaah pribadi kepadanya.


Alex terdiam dan menatap Jeni dengan tatapan rumitnya,wanita yang berada dihadapannya sungguh membuat hati dan pikirannya kacau.bagaiamana bisa wanita yang sudah memiliki suami,mampu menggetarkan hatinya.Alex tersenyum kecut,menertawai dirinya yang begitu bodoh.


“Pernahkah kau merasa terpuruk dan tidak bahagia?”


Jeni menghentikan lagi langkahnya dan memutar tubuhnya,menatap Alex dengan mata indahnya.menatap mata Alex yang kali ini menyiratkan kesedihan yang mendalam,Jeni menangkap ada sesuatu yang terjadi pada diri Alex,namun Jeni tidak berani berasumsi.


“Kesedihan,keterpurukan pasti pernah kita rasakan dan kita lalui,sebagai seorang manusia.kebahagiaan bisa kita kejar dengan cara kita masing-masing Alex,jika dirimu di ambang keterpurukan dan hampir mengalah dengan  semua itu,bangkitlah dan hadapi.perlahan rasa itu akan hilang dengan kegigihan mu,dan yang terpenting disaat keterpurukan itu,ingatlah orang yang kau kasihi Alex!”


“Bagaimana jika orang yang kita kasihi dan kita cintai sudah menjadi milik orang lain?”

__ADS_1


Sofi yang sudah tak tahan mendengar ucapan serta pertanyaan Alex,tiba-tiba menyela dan berdiri di hadapan Jeni,membuat Alex kesal dan Jeni kebingungan.


“Nona Muda ,Tuan akan segera pulang.sebaiknya kita kembali!”


Jeni mengerutkan kening menatap wajah Sofi yang terlihat dingin,Jeni mulai menyadari jika sofi tidak menyukai keberadaan Alex.tidak ingin keduanya terlibat perseteruan Jeni tersenyum dan mengangguk.melihat Jeni yang mulai melangkah  pergi,Alex menahan salah satu tangannya.mmebuat kedua mata sofi melotot,dan dengan kasar menepis tangan Alex dari tangan Jeni.hal tersebut membuat keduanya kaget,terutama Alex yang mendapatkan perlakuan kasar dari wanita yang kini berdiri menutup tubuh Jeni.


“Jauhkan tangan anda dari Nona Muda kami,saya tidak akan mentolerir sikap kurang ajar anda pada Nona kami.bahkan jika Tuan Muda mengetahui apa yang anda lakukan hari ini,apa anda pikir anda akan selamat!”


“Sofi jangan berkata demikian,Alex hanya tidak sengaja!”


Dengan lembut Jeni menyentuh tangan Sofi sambil tersenyum,mencoba menenangkan hati sofi,yang mulai diselimuti amarah.tindakan Alex kali ini memang kurang sopan menurutnya,jadi wajar jika sofi bertindak  demikian.


“Maafkan Sofi Alex,dia bertindak demikian untuk melindungi ku!”


“Aku yang minta maaf Jeni,aku sudah tidak sopan padamu.aku hanya masih ingin bicara denganmu itu saja,tolong maafkan aku!”


“Lain kali kita bicara lagi,aku harus kembali kerumah.suamiku sebentar lagi akan kembali,sampai jumpa Alex!”


“Sampai jumpa Jeni!”


Dengan berat hati Alex hany bisa menatap kepergian Jeni tanpa bisa menahannya,Alex mendesah melihat tubuh Jeni yang mulai menghilang di kerumunan manusia.beberapa saat berdiri,membuat Alex menyadari keberadaan seseorang di belakangnya.perlahan Alex memutar  tubuhnya,dan melihat keberadaan seorang pria yang pernah mengancapnya.tatapan pria itu masih sama dinginnya,bahkan kali ini lebih dingin dan penuh dengan peringatan.


Dia pria yang pernah mengancam ku untuk menjauhi Jeni,apakah sekarang dia berdiri di hadapanku untuk melakukan hal yang sama lagi.baiklah jika itu yang dia inginkan,aku ingin lihat apa yang akan pria ini lakukan padaku,,

__ADS_1


__ADS_2