Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
56.Kesal


__ADS_3

Selena meninggalkan gedung Emperor Group,dengan kepedihan hati yang mendalam.dirinya harus mengikhlaskan Nathan,bahagia bersama Jeni.wanita yang kini telah menempati hati Nathan,meski sakit dan kecewa namun dirinya harus merelakan semuanya.merelakan kisah cintanya dengan pria kaya,yang hanya menatapnya dan mencintainya.


Selena menangisi dirinya,menangisi kebodohan dan keegoisannya.seandainya dulu dirinya tidak pergi,dan tidak berselingkuh,mungkin dirinya akan menjadi wanita yang begitu beruntung.namun semuanya kini hanya tinggal asa,yang tidak akan pernah dia gapai.


“Apa dia sudah pergi?”


“Sudah Tuan Muda!”


“Hah,,dasar wanita bodoh,awasi dia aku tidak ingin dia mengganggu Jeni!”


“Baik Tuan Muda!”


Nathan kembali memeriksa beberapa berkas yang ada di mejanya,dan membiarkan Elios mengurus semuanya,yang berhubungan dengan manusia-manusia pengganggu.untuk satu bulan ini hidupnya dan Jeni sungguh bahagia,Jeni telah berubah.tidak ada kesedihan dan kekecewaan lagi dimatanya,hal itu membuat Nathan sangat bahagia.apalagi Jeni yang terlihat sedikit manja dan tidak mau di tinggal olehnya,membuat Nathan semakin mencintai Jeni.


Jeni yang dulunya cuek dan tidak akan perduli pada Nathan,jika bukan dirinya yang duluan memulai,tetapi sekarang Jeni begitu agresif.tidurpun harus memeluknya,dan hal itulah yang membuat hari-hari Nathan bahagia.


***


“Nona apa ada yang anda inginkan?”


“Aku ingin makan sate,tolong cari penjual sate yang dipinggir jalan ya!”


“Tapi Nona,jika Tuan Muda tau anda makan sembarangan,beliau akan marah!”


“Karena itu kau diam dan jangan mengatakan apapun pada Tuan Muda mu,aku sangat lapar sofi!”


Kenapa anda sangat aneh Nona,baru satu jam lalu anda makan 2 mangkuk bakso,dan sekarang anda ingin makan sate lagi.apa anda tidak apa-apa? 


Meski bingung dan sedikit ragu,sofi mengantar Jeni mencari sate yang berjualan di pinggir jalan.setelah menemukan penjual sate,dengan cepat Jeni memesan dan mengajak sofi untuk ikut menikmati makanan pinggir jalan.


“Apa Nona sering makan di tempat seperti ini?”


“Iya,sebelum menikah dengan Tuan Muda mu,aku sering makan di tempat seperti ini dengan sofi.bahkan setelah menikah aku masih menikmatinya bersama Tania!”


“Nona Tania?”


“Iya,aku membawanya beberapa kali,dan setelah itu dia selalu mengajakku, menikmati jajanan pinggir jalan seperti ini.kau tenang saja,makanannya sangat enak,hampir sama dengan makanan bintang lima!”


“Anda pernah makan di restoran bintang lima bersama Tuan Muda?”

__ADS_1


Jeni diam dan mengerutkan dahinya,seolah-olah mengingat apakah dirinya pernah makan di restoran mahal.


“Aku lupa,tapi di manapun aku makan itu tidak masalah bagiku,yang penting makanannya enak dan membuatku kenyang!”


Sofi tersenyum menanggapi ucapan sang Nona Muda,yang begitu sederhana di matanya.jika wanita lain,mereka pasti akan menggunakan kekayaan sang suami,untuk berbelanja,pergi ke salon dan lain sebagainya.namun berbeda dengan sang Nona Muda,yang bahkan lebih suka bekerja dan menggunakan uangnya untuk kebutuhannya sendiri.


Anda sangat menarik Nona,pantas Tuan Muda begitu mencintai anda.bukan hanya cantik tapi anda juga murah hati,dan tidak sombong ketika sudah berada di atas.semoga anda selalu bahagia Nona.


Mereka berdua menikmati sate di sore itu,tidak tanggung-tanggung,Jeni menghabiskan 2 porsi sate,membuat sofi heran dengan cara makan sang Nona yang agak berlebihan.namun melihat pancaran kebahagiaan dari wajahnya,membuat sofi ikut senang jika sang Nona merasa senang.


Setelah menikmati sate di pinggir jalan,Sofi membawa sang Nona kembali kerumah.setelah sampai di rumah,Jeni memilih merendam tubuhnya dengan air dingin.merilexskan tubuhnya yang terasa lelah,karena aktifitasnya seharian.pengunjung hari ini cukup lumayan,sehingga membuat beberapa karyawannya kewalahan.


Selesai dengan ritual mandinya,Jeni meninggalkan kamarnya menuju taman belakang.Jeni suka berada di taman untuk menikmati matahari sore sambil menunggu kepulangan sang suami.


“Kakak Ipar!”


Jeni menolehkan kepalanya,melihat Tania yang berjalan ke arahnya.Tania tersenyum dan langsung duduk di samping Jeni,sambil menjatuhkan kepalanya di bahu sang Kakak Ipar.


“Ada apa,kenapa wajahmu murung begitu?”


“kakak ipar,sepertinya aku menyukai seseorang di kampus!”


“SStttt”


Tania menutup mulut Jeni dengan tangannya,Jeni mengangguk.Tania melepaskan tangannya,dan kembali merebahkan kepalanya di bahu Jeni.Tania menceritakan kisahnya di kampus,serta kegundahan hatinya terhadap teman prianya di kampus.


Cerita mereka di bumbui canda dan tawa,Tania benar-benar mendapatkan seorang kakak perempuan,yang bisa dia ajak curhat. Bahkan mereka tidak sadar akan waktu.Nathan yang telah kembali ke rumah bahkan tidak menemukan sang istri kecilnya dikamar,hingga dia menanyakan keberadaan sang istri pada pak Mul.


“Nona Muda berada di taman belakang bersama Nona Tania,Tuan Muda!”


“Hah,,dasar bocah nakal,pasti dia merasa senang karena bisa berdua dengan Jeni!”


“Sepertinya begitu Tuan Muda!”


“Biarkan saja Pak Mul,aku ingin mandi dulu,siapkan saja makan malam!”


“Baik Tuan Muda!”


Nathan menuju kamarnya,dan membersihkan dirinya.sementara Jeni dan Tania masih menikmati waktu bersama mereka,sampai salah satu pelayan datang dan meminta mereka untuk makan malam.

__ADS_1


Astaga aku lupa menyambut suamiku pulang,bagaimana ini,dia pasti akan marah padaku.


Jeni menatap Tania,mengartikan dia akan mendapatkan maslah setelah ini.Tania hanya bisa mengangkat bahu dan terkekeh kecil.


“Jangan Takut kakak ipar,aku akan membelamu jika kak Nathan marah!”


Bukan itu yang aku takutkan bodoh,kakakmu itu pasti menghukum ku dengan hukum alam versi dirinya.kenapa aku sampai lupa akan waktu sih.


Jeni dan Tania masih saling rangkul dan tertawa ketika memasuki ruan makan,terlihat wajah Nathan yang terlihat kesal.sang ibu hanya tersenyum melihat menantu dan putrinya,yang terlihat bahagia.lupakan Nathan,yang sering kesal kepada Tania.tidak apa jika sesekali mengambil waktu Jeni untuk Tania,itulah yang terlintas di kepala sang ibu.


Dasar,sama adiknya saja segitu kesalnya.apa kau bisa mengurangi sedikit kadar cemburu mu Nathan,kau terlihat bodoh dimata ibumu ini.


Tania tersenyum dan mengejek sang kakak,yang sudah memberinya tatapan kesal.bukan Tania namanya jika tidak berhasil memprovokasi sang kakak,acara makan malam di bumbui oleh sedikit drama Nathan dan Tania.Nathan memasuki kamar dengan wajah kesal,setelah menyikat gigi,Nathan naik dan berbaring di ranjang tanpa menyapa Jeni sama sekali.


Lihatlah bayi tua itu,dia marah padaku sekarang.apap yang harus aku lakukan sekarang.aku harus merubah moodnya,kalau tidak drama ini akan berlanjut panjang.tapi apa yang harus aku lakukan.


Jeni terdiam dan memikirkan cara untuk merayu sang suami,yang benar-benar terlihat kesal padanya.terlintas ide di kepalanya,dengan cepat Jeni pergi ke ruang ganti dan mengambil sesuatu.setelah itu dia masuk ke kamar mandi.


Nathan melirik Jeni yang bahkan tidak melalukan sesuatu,untuk menghibur ataupun membuat kesalnya hilang.hal itu semakin membuat Nathan kesal,dia menendang selimut yang dia gunakan.


Lihatlah kau bahkan tidak mengatakan sesuatu padaku,dan mengacuhkanku.baik aku tidak akan bicara,sampai kau yang mengajakku bicara.


Jeni melihat pantulan dirinya di cermin,sungguh penampilan yang menggoda.selama ini dia hanya menggunakan beberapa kali pakaian, dengan model yang sama seperti malam ini.pakaian yang begitu berani ,dan  memperlihatkan lekuk tubuhnya.beberapa kali jeni menarik dan menghembuskan nafasnya,menenangkan debaran jantungnya,meski dirinya cukup malu dengan pakaian yang dia kenakan,dia harus merubah mood sang Tuan Penguasa.


“Klek”suara pintu terbuka,Nathan hanya cuek dan tidak melirik jeni sama sekali.tatapan Nathan fokus pada ponselnya,entah apa  yang dia lihat di ponsel tersebut.dengan berani Jeni melangkah dan merebut ponsel itu dari tangan Nathan.melihat aksi Jeni ,Nathan mengangkat kepalanya.


“Glek” Nathan bersusah payah menelan ludahnya,penampilan Jeni malam ini begitu menggoda.Jeni memakai lingerie berwarna hitam,yang begitu kontras dengan kulit putih bersihnya.Nathan diam dan menatap wajah cantik sang istri,Jeni merangkak naik dan duduk di atas pangkuan Nathan.semakin membuat jantung Nathan menggila,senyum cantik Jeni meluluhkan pertahanan Nathan.


Bibir Nathan kelu,tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.ttatpannya fokus pada sang istri yang sungguh menggoda,Jeni mendekatkan dirinya dan mencium lembut bibir Nathan.Ciuman yang di sambut dan dibalas tak kalah lembut oleh Nathan.


“Kau menggodaku?”


“Aku menggoda suamiku!”


Nathan menikmati ciuman dan permainan Jeni,yang begitu agresif malam ini,malam panas bagi keduanya di mulai.



 

__ADS_1


__ADS_2